<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735</id><updated>2012-02-16T10:06:35.643-08:00</updated><title type='text'>revolusioner moeda</title><subtitle type='html'>Viva El Moviento Revolucionario Internasionalista</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>79</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-5518476138740878393</id><published>2012-01-06T15:33:00.000-08:00</published><updated>2012-01-06T15:37:45.712-08:00</updated><title type='text'>Bima Werkudara</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;Bima Werkudara&lt;br /&gt;Tentang Wayang&lt;br /&gt; Indonesia dikenal memiliki beragam kebudayaan yang luhur. Salah satu yang menonjol dan telah ada sejak berabad-abad silam adalah tradisi dan kesenian wayang. UNESCO pada 7 November 2003 menetapkan seni wayang sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity, karena wayang dianggap bernilai tinggi bagi peradaban umat manusia. Ini berarti, wayang telah menjadi warisan peradaban manusia, dan pengakuan itu sekaligus membuktikan bahwa wayang sebagai ekspresi cultural asli Nusantara sesungguhnya memiliki kandungan yang bersifat universal. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa wayang adalah satu masterpiece/maha karya dunia karena karya seni ini mengandung beragam nilai, mulai dari falsafah hidup, etika (moral), spiritualitas, musik (gamelan, gending), hingga estetika bentuk seni yang sangat kompleks.   &lt;br /&gt; Wayang adalah wewayanganing ngaurip (cerminan jiwa dan karakter hidup manusia)&lt;br /&gt;Tentang Bima Pandawa&lt;br /&gt; Bima atau Werkudara dikenal pula dengan nama Balawa, Bratasena, Birawa, Kusumayuda, Kusumadilaga, Pandusiwi, Bayusuta, Sena, atau Wijasena. Ia adalah kakak kedua dari Pandawa. Putra Prabu Pandu (sesungguhnya putra  Dewa Bayu), Ibudanya adalah Dewi Kunti. Bima memiliki saudara kandung seibu bernama Puntadewa (Yudhistira) dan Arjuna, serta dua orang saudara lain ibu, yaitu Nakula dan Sadewa.&lt;br /&gt;Bima dideskripsikan-dilukiskan di dalam jagat pewayangan sebagai figur yang “birawa”, artinya perawakannya atletis, tinggi besar dan berotot. Bentuk tubuhnya sempurna sebagai seorang petarung. Kalau berjalan gagah dan berwibawa bagaikan singa. Dadanya bidang kekar namun perutnya kecil seperti perut serigala. Untuk itulah Bima diberi nama Werkudara yang artinya ‘dia yang perutnya seperti serigala’.Wajahnya tampan berwibawa. “Njenggureng nanging ora medeni” (Jawa). Sosoknya membuat lawan jeri, tetapi dalam keseharian tetap berkesan ramah. Wajahnya tidak seperti durjana  yang membuat anak-anak kecil gemetar ketakutan. &lt;br /&gt;Dalang Ki Narto Sabdo selalu mendeskripsikan Bima dengan “pocapan” (ungkapan yang indah): “yen atos kaya waja yen lemes kena kinarya tali.” Dia bisa sekeras baja namun bisa juga lembut dan lentur bagai tali. Itulah Bima.&lt;br /&gt;Citra Bima ditampilkan sebagai seorang pahlawan perang yang pemberani, tegas, keras, pelindung keluarga, dan pelindung masyarakat. Bima yang dikenal dengan keberanian dan kekerasan hatinya ternyata mempunyai perasaan yang sangat lembut. Dalam kitab Parthayajya juga ada bait yang menceritakan Bima sedang menangis. Di candi Tumpang/Jago dekat Malang, ada salah satu relief yang menggambarkan Bima bersandar pada sebatang pohon sedang menangis tersedu-sedu.  Ketika Perang Bharatayudha, Bima digambarkan sangat brutal dan sadis ketika menghabisi musuh-musuhnya. Misalnya ketika membunuh Sengkuni dan Dursasana. Diceritakan Bima merobek-robek badan musuhnya bahkan meminum darah Dursasana.  Mereka yang terbunuh dengan kejam itu karena memetik buah karmanya dahulu. &lt;br /&gt;Bima memiliki keistimewaan ahli bermain gada dan memiliki berbagai senjata, antara lain: kuku pancanaka, gada rujakpolo, bargawa (kapak besar), dan bargawasta. Sedangkan ajian yang dimilikinya: Bandungbandawasa, Ketuklindu, dan Blabakpangantol-antol.&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Heru Sudjarwo dkk, “Rupa &amp; Karakter Wayang Purwa; Dewa, Ramayana, Mahabharata”. Kaki Langit Kencana. Jakarta. 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-5518476138740878393?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/5518476138740878393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=5518476138740878393' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/5518476138740878393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/5518476138740878393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2012/01/bima-werkudara.html' title='Bima Werkudara'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-7548631406233394141</id><published>2011-11-30T23:03:00.000-08:00</published><updated>2011-11-30T23:22:32.958-08:00</updated><title type='text'>Liquidate Foreign Military Bases!!</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;Liquidate Foreign Military Bases!!&lt;br /&gt;Freedom!!! Ladies and Gentleman, Comrades, Sisters and Brothers&lt;br /&gt;The Greedy Giant Rahwana1-United States of America have created a military base again. America the Imperialist places its “Kurawa2” Army in Darwin, the Pearl Harbor in Australia. America-the evil of Imperialism’s war aircrafts and marines come closer to our beloved country: Republic of Indonesia.      &lt;br /&gt; Indeed, I know that we have the same spirit, we are here united in one spirit: anti-imperialist spirit, anti-colonialist spirit, anti-neo-colonialist spirit, the spirit of liberty, the spirit of peace, the spirit of universal brotherhood. In these spirits, my brothers and sisters, I’m talking to you.&lt;br /&gt; Each foreign military bases should be liquidated from the earth. “Why?”,, you may ask. Because we are anti “Dasamuka3” Imperialist, because we are anti “Duryudana4” colonialists, because we are anti “Dursasana5” aggressor, because we are anti-oppression, because we want a world without l’explotation de l’homme par l’homme et l’exploitation de la nation par la nation.&lt;br /&gt; We are all against imperialism. Yes, Imperialism is the greatest curse of this world, this world of today. We are fighting against imperialism, the Imperialism which wants to enslave us!&lt;br /&gt; Who of you does not know the evil of imperialism? Who of you does not know the evil of capitalism? Who of you, I mean your people, your nations do not suffer, are not suffering from the evil of Imperialism, especially the peoples and nations of Asia, Africa, and Latin America?? We know, and have known imperialism for hundred years. In 1596 Dutch Imperialism came for the first time to Indonesia. And after that year 1596, our history, our Indonesian history is one of suffering, one of poverty, one of oppression, one of INDIGNITY.  We have become by this imperialism: a nation of coolies and a coolie among nations.&lt;br /&gt; We, Indonesians, we have become a nations of coolies and a coolie among nations. We, Indonesia, who before had a very great name in history. We, Indonesia, who before knew states or kingdoms as great as Majapahit and Sriwijaya. We, Indonesia, who before had kingdom related to the kingdom of Khmer, Cambodia. Our Asian history was a history of glory. The Indonesian state was as large as the Indonesian archipelago, now. From the north point of Sumatera to the most Eastern point of our archipelago. &lt;br /&gt; But then in 1596 the Dutch Imperialism came. They made our country and our people, an object of exploitation and oppression. We have become a nation of coolies and a coolie among nation. But, Thanks God!! We always have the RESISTANCE spirit. The Resistance of Indonesian heroes: the resistance of Teuku Umar, the resistance of Cut Nyak Dien, the resistance of Sultan Agung, the resistance of Pattimura, the Resistance of Christina Martatiahahu, the resistance of Sultan Hassanuddin, the resistance of Tan Malaka, the resistance of Bung Hatta, the resistance of Bung Karno, and surely, the resistance of all Indonesian people. History witnessed our great resistances and struggles against Colonialism-Imperialism. One of our memorable struggles: Surabaya, November 10, 1945: we fought against the British naval, British air force, British army, and Indian Gurkha very-very bravely. We had no fear; we preferred ‘death’ to ‘colonialism’. We faced their colonialist bullets and the rockets, as if they were beautiful angels from the heaven!! We lost 10,000 people, but we didn’t lose “Honor” and “Self Esteem”.  &lt;br /&gt; Because of the struggle of all Indonesia People, because of the resistance of “Pandawa6”, because of God’s blessing: August 17, 1945, Soekarno-Hatta in the name of Indonesian people, proclaimed the freedom of Indonesian people. August 17 is our independence day.  &lt;br /&gt; Soon after Soeharto’s coup d’état in 1960’s, supported by the British-American intelligence, our freedom has been taken away by the Imperialism again. Neo Colonialism-Imperialism exploits us again. Once again, Indonesian people become a nation of coolies and a coolie among nations. Indonesia has got many natural resources but the peoples live in poverty. That’s why Indonesians, we are so very much against Imperialism, this evil of the world: the modern imperialism, child of capitalism in its highest stage. &lt;br /&gt; But, Thanks God!! The Republic of Indonesia still exists!! Praise to God, Indonesian nation always has resistance soul against any kind of oppression. We are a great nation. It is as if we have Pancasona heirloom, it is as if we had ever been plunged to “Candradimuka” cauldron. Then we were reborn as an unbeatable nation, as great as Gatotkaca7, Wisanggeni, Antasena, Antareja, and surely the Pandawa. &lt;br /&gt; Therefore, Indonesian people, let us gather our strength with all the peoples of the world, let us gather peoples of Asia, Africa, and Latin America to make of lifeline of imperialism, the deadline of imperialism. &lt;br /&gt; What is Okinawa? Forigen military bases!! What is Darwin? Foreign military bases. Along this lifeline of imperialism, my dear friends, sisters, and brothers, foreign military bases are scattered. Scattered for what? Firstly, to maintain the domination of imperialism. Secondly, to fetter us. And if necessary, to eliminate us. And that is why it’s our duty; one of you said holly, sacred duty to try, to liquidate these foreign military bases!&lt;br /&gt; My dear brothers and sisters, I want to point out one thing. We have to fight, not only against the foreign military bases, we have to fight not only liquidation of the foreign military bases, but we have also to fight against the foreign mental bases! &lt;br /&gt; Because my dear brothers and sisters, imperialism has not placed only military bases. They also placed foreign mental basis everywhere, everywhere in all our countries. They want to maintain, so called, “inlander mentaliteit”, a mentality who always underestimates the indigenes/native people and deify the Western people. They have put mental basis in Japan, they have put mental basis in Iraq, they have put mental basis in Afghanistan, they have put mental bases in Korea, they have put mental basis in Australia, they have put mental bases in Africa, and they have put mental basis in the Middle East. We are now fighting against them. &lt;br /&gt; How does it work? By putting their stooges, tools, persons, men, women, who are defending imperialism. Men and women who are trying to make our people love imperialism. That is why my dear brothers and sisters, I beg of you in this time, do not try to liquidate only military, foreign military bases, but give your attention also to the liquidation of the foreign mental bases. Because those mental bases, I mean people who are subverting us, peoples who are being used by imperialism, people of our race, people of our nation, people of our kin, they are being used as stooges, as tools of imperialism. Those people we have also to fight and struggle against.   &lt;br /&gt; My brothers and sisters, my pray for you, my pray for League Anti Colonial Oppression, my pray for International Front for Liquidation of Foreign Military Bases, and I pray to God to bring Glory and Greatness back to Indonesia. Then the Glory and Greatness of Indonesia will become a great contribution to success of struggle against imperialism and neon-colonialism.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-7548631406233394141?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/7548631406233394141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=7548631406233394141' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/7548631406233394141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/7548631406233394141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/11/liquidate-foreign-military-bases.html' title='Liquidate Foreign Military Bases!!'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-105516800946136972</id><published>2011-10-22T00:00:00.001-07:00</published><updated>2011-10-22T00:00:34.350-07:00</updated><title type='text'>Persatuan Indonesia</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;Persatuan Indonesia&lt;br /&gt;“Kita mendirikan suatu negara “semua untuk semua”. Kebangsaan Indonesia. Kebangsaan Indonesia yang bulat! Bukan kebangsaan Jawa, bukan kebangsaan Sumatera, bukan kebangsaan Borneo, Sulawesi, atau lain-lain, tetapi kebangsaan Indonesia, yang bersama-sama menjadi dasar suatu nationale staat”&lt;br /&gt;(Bung Karno, 1 Juni 1945)&lt;br /&gt; Kebangsaan Indonesia merefleksikan suatu kesatuan dalam keragaman serta kebaruan dalam kesilaman. Dalam ungkapan Clifford Geertz, Indonesia ibarat anggur tua dalam botol baru, alias gugusan masyarakat lama dalam negara baru, old societies, new states1. Nama Indonesia sebagai proyek “nasionalisme politik” (political nationalism) memang baru diperkenalkan sekitar 1920-an. Akan tetapi, ia tidaklah muncul dari ruang hampa, melainkan berakar pada tanah air  beserta elemen-elemen sosial-budaya yang telah ribuan bahkan jutaan tahun lamanya hadir di Nusantara. &lt;br /&gt; Bangsa (nation) adalah suatu “konsepsi kultural” tentang suatu komunitas politis yang secara keseleruhan dibayangkan sebagai kerabat yang bersifat terbatas dan berdaulat2. Bayangan tentang komunitas politis bersama ini bisa timbul karena kebersamaan historis, kesamaan mitos, dan kenangan sejarah, berbagai budaya publik massa dan ekonomi bersama, kesamaan hak-hak legal dan kewajiban bagi semua anggota komunitas tersebut3. Dalam komunitas politik dewasa ini, batas bayangan komunitas itu secara politik menjelma dalam bentuk negara-bangsa. Sedangkan yang dimaksud dengan negara (state) adalah suatu konsepsi politik yang berdaulat, yang tumbuh berdasarkan kesepakatan atau kontrak sosial yang meletakkan individu ke dalam kerangka kewarganegaraan (citizenship). Dalam kerangka ini, individu dipertautkan kepada satu unit politik (negara) dalam kedudukan yang sederajat di depan hukum. Dengan kata lain, bangsa beroperasi atas prinsip hukum dan keadilan. &lt;br /&gt; Sebagai nasionalisme politik, Mohammad Hatta pernah berkata, “Bagi kami, Indonesia menyatakan satu tujuan politik, karena dia melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air pada masa depan dan untuk mewujudkannya, setiap orang Indonesia akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya”4.&lt;br /&gt;Indonesia termasuk sebagai negara muda. Negara muda dan atau negara yang baru lahir biasanya tidak selalu memiliki rasa nasionalisme yang kuat.  Rasa nasionalisme merupakan sebuah proses yang harus ditumbuhkembangkan. Sebuah negara yang baru merdeka biasanya memiliki persoalan perpecahan antar etnik (suku), ras, agama, ancaman separatisme serta kerusuhan-kerusuhan lainnya5. &lt;br /&gt;Dalam sejarahnya, Indonesia memiliki banyak contoh tentang separatisme. Misalnya saja: Darul Islam/Tentara Islam Indonesia, PRRI-Permesta, Gerakan Aceh Merdeka, Separatisme di Papua Barat. Indonesia pun memiliki contoh tentang perpecahan dan kerusuhan antar etnik dan agama . Contohnya: konflik Islam-Kristen di Ambon dan konflik etnik Dayak-Madura di Kalimantan. &lt;br /&gt;Sampai sekarang, nation building-pembangunan bangsa belum sepenuhnya tuntas di Indonesia. Kongres Rakyat Papua III yang berujung dengan pembubaran kongres tersebut dan penangkapan sekitar 200 orang oleh aparat gabungan kepolisian dan TNI pada tanggal 19 Oktober 20116, menjadi satu contoh bahwa pembangunan bangsa belum selesai dan sekaligus menjadi dorongan kuat agar rasa nasionalisme senantiasa terus ditumbuhkembangkan.  &lt;br /&gt;Kongres Rakyat Papua III digelar sejak hari Senin dan diikuti sekitar 4.000 orang dari beberapa wilayah Papua. Pada hari ketiga dibahas antara lain hasil rapat komisi dan pemilihan pemimpin. Terpilih saat itu adalah Ketua Dewan Adat Papua Forkorus Yaboisembut sebagai presiden dan Edison Waromi dari West Papua National Authority sebagai perdana menteri. Menjelang Rabu sore, sekitar pukul 15.00, Forkorus mendeklarasikan hasil kongres, antara lain pembentukan Negara Federai Papua Barat dengan lagu kebangsaan “Hai Tanahku Papua” dan Bintang Fajar sebagai bendera nasional7.&lt;br /&gt;Pembentukkan Negara Federasi Papua Barat memang harus digagalkan. Karena hal itu akan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. bahkan kita pun pada 28 Oktober 1928 telah mengumandangkan “Sumpah Pemuda” yang mulia;&lt;br /&gt;“Kami poetera dan poeteri Indonesia mengakoe bertoempah-darah jang satoe, Tanah Indonesia. Kami poetera dan poeteri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, Bangsa Indonesia. Kami poetera dan poeteri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, Bahasa Indonesia.”&lt;br /&gt;Kita harus melestarikan sumpah pemuda tersebut. Kita harus mengabadikan Indonesia Raya. Kemiskinan, kebodohan, kemelaratan, ketidakadilan yang sedang merundung begitu banyak rakyat Indonesia tidaklah selayaknya membuat kita menginginkan “Indonesia Bubar”. Namun, dengan rasa cinta yang membara kepada tanah air dan bangsa maka kita berantas kemiskinan, kebodohan, kemelaratan dan ketidakadilan demi Kejayaan Indonesia Raya dan Kemakmuran serta Kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya. &lt;br /&gt;Indonesia adalah suatu bangsa besar yang mewadahi warisan kejayaan peradaban Nusantara dan kerajaan-kerajaan terbesar di muka bumi. Jika di tanah dan air yang kurang lebih sama, nenek moyang bangsa Indonesia pernah menorehkan tinta keemasannya, mak manusia baru Indonesia pasti bisa mengukir kegemilangan. Persatuan Indonesia merupakan syarat mutlak menuju kegemilangan dan kejayaan kita. &lt;br /&gt;Berani Merdeka berarti mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, ini juga berani berperang melawan agresi dari luar dan separatism dari dalam. Hal ini tentu saja memerlukan “Persatuan Indonesia” sekokoh-kokohnya. Hasrat persatuan harus menjadi dasar fundamen dari negara Indonesia. &lt;br /&gt;Indonesia adalah suatu cita-cita politik untuk mempersatukan unsur-unsur tradisi dan inovasi serta keragaman etnis, agama, budaya, dan kelas sosial ke dalam suatu wadah baru bernama negara-bangsa. Hasrat persatuan itu pada mulanya memang didorong oleh kehendak menghadapi musuh bersama (kolonialisme Belanda), dan kemudian didorong oleh kehendak untuk mencapai kebahagian bersama; “Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”.&lt;br /&gt;Indonesia tanah berseri, tanah yang aku sayangi. Marilah kita berjanji Indonesia abadi. Selamatlah rakyatnya, selamatlah puteranya, pulaunya, lautnya, semuanya. Majulah Negrinya majulah pandunya untuk Indonesia Raya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-105516800946136972?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/105516800946136972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=105516800946136972' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/105516800946136972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/105516800946136972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/10/persatuan-indonesia.html' title='Persatuan Indonesia'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-1661329491436848442</id><published>2011-10-19T04:34:00.000-07:00</published><updated>2011-10-19T04:35:08.715-07:00</updated><title type='text'>Ambil Alih Freeport Sekarang Juga</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;Ambil Alih Freeport Sekarang Juga&lt;br /&gt; Pada hari lahir Panca Sila 1 Juni lalu, Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan akan menegosiasi ulang kontrak-kontrak sumber daya alam. Meski Susilo Bambang Yudhoyono tidak menyebut nama perusahaan, dapat diperkirakan bahwa perusahaan besar seperti PT Freepot Indonesia bakal jadi sasaran1. &lt;br /&gt; Namun demikian, upaya Pemerintah Indonesia untuk mengubah isi kontrak karya dengan dua perusahaan tambang raksasa PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara, hampir menemui jalan buntu. Kedua perusahaan raksasa asal Amerika Serikat itu menolak mentah-mentah empat point klausul yang dianggap merugikan Pemerintah Indonesia terkait luas wilayah kerja, perpanjangan kontrak, penerimaan negara atau royalti, dan kewajiban pengolahan dan pemurnian2.&lt;br /&gt; Pemerintah ingin menaikan royalty agar sesuai ketentuan PP No 45/2003, yaitu royalty emas 3,75 persen, tembaga 4 persen, dan perak 3,25 persen. Saat ini, royalty yang diterima negarta dari Freeport Indonesia untuk emas 1 persen, untuk tembaga 1,5 persen (jika harga kurang daru US $ 0.9 pound) sampai 3.5 persen (jika harga US $ 1.1 pound) dan untuk perak 1,25 persen. &lt;br /&gt; Selama ini negara mendapat bagian yang sangat kecil dibandingkan dengan yang diperoleh Freeport Indonesia. Tercatat, dari tahun 2005-September 2010, total penjualan Freeport Indonesia sebesar US$ 28.816 juta tau Rp 259,34 triliun; laba kotornya US$ 16.607 juta atau Rp 150,033 triliun. Bandingkan dengan royalty yang dibayarkan kepada Indonesia hanya sebesar US$ 732 juta atau Rp 6,588 triliun3.  Pada tahun 2009, Freeport McMoran sebagai pemegang 90,64 persen saham PT Freeport Indonesia mendapat deviden sekitar Rp 20 Triliun. Sementara, potensi yang masih ada ditambang Freeport sendiri masih lebih dari Rp 600 triliun4. &lt;br /&gt; Uang yang melimpah ruah itu, seharusnya dikembalikan kepada Bangsa Indonesia sebagai pemiliknya yang sejati dan dikelola oleh negara untuk sebesar-besar kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Dengan uang itu negara bisa membantu membiayai anak-anak yang putus sekolah sehingga mereka bisa bersekolah lagi. Dengan uang itu negara bisa memberi makan banyak orang yang kelaparan. Dengan uang itu negara bisa memberikan jaminan sosial kepada seluruh rakyat Indonesia. &lt;br /&gt; Akan tetapi, potensi itu hilang begitu saja karena kekayaan alam diserahkan kepada pihak asing. Tuhan telah memberi anugerah berupa kekayaan alam yang berlimpah di kepulauan Nusantara, dan kekayaan alam tersebut adalah milik bangsa yang mendiami kepulauan itu. Kekayaan alam yang dimiliki Indonesia lebih dari cukup untuk menyejahterakan seluruh rakyat, tapi Pemerintahan yang tidak becus telah membuat rakyat kita miskin. Pemerintahan yang korup, yang hanya memikirkan dirinya sendiri beserta keluarga dan kroni-kroninya, merekalah yang telah menjual Indonesia kepada pihak asing. Sehingga kita menjadi “suatu bangsa kuli, kuli di antara bangsa-bangsa”.&lt;br /&gt; Masalah Freeport ini disebabkan oleh Kontrak Karya (KK) yang bermasalah dan rezim komprador (antek-antek pihak asing). Kontrak Karya I (KK I) maupun KK II isinya sangat merugikan Indonesia. KK I ditandatangani Soeharto  pada 7 April 1967 segera setelah ia berhasil menggulingkan Soekarno dan membuka jalan bagi modal-modal internasional. KK I berlaku untuk Kuasa Pertambangan (KP) selama 30 tahun. Freeport mendapatkan berbagai keistimewaan sebagai perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia, mendapatkan tax holiday setelah tiga tahun berproduksi dan tanpa royalty sampai tahun 1984 serta keistemewaan lainnya. Belum lagi selesai masa kontraknya, pada Desember 1991 dibuat KK II yang memberi hak kepada PT Freeport Indonesia selama 30 tahun sampai tahun 2021 dan bisa diperpanjang 2 kali 10 tahun sampai tahun 2041. &lt;br /&gt; Keistimewaan Freeport ini dilestarikan oleh rezim komprador pasca Reformasi 1998. Rezim Komprador ini mengarahkan Indonesia ke arah kebijakan ekonomi neo liberalism. Berdasarkan doktrin neo liberalisme pemerintah tidak boleh ikut campur dalam kegiatan ekonomi dan harus diserahkan kepada swasta. &lt;br /&gt; Sebagai akibatnya, sebagian kekayaan alam yang merupakan milik rakyat dikuasai dan dinikmati oleh pihak asing dan segelintir orang-orang Indonesia yang memiliki kekuasaan politik dan ekonomi. Rakyat Indonesia sebagai pemilik sah justru tidak mendapatkan apapun dari hasil kekayaan alam yang terkandung di tanah air milik mereka sendiri. Rakyat yang berada di sekitar areal tambang justru menderita banyak kerugian karena lingkungan alam yang rusak, pencemaran, dan segala persoalan sosial lainnya. &lt;br /&gt;Bukan negosiasi ulang terhadap kontrak karya tetapi merebut secara total!!&lt;br /&gt; Cita-cita demokrasi Indonesia tidak hanya memperjuangkan emansipasi dan partisipasi di bidang politik namun juga emansipasi dan partisipasi di bidang ekonomi.  Sila keempat (Kerakyatan) dan sila kelima (Keadilan) dari Panca Sila merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945, hasil dari rumusan asli Panitia 9, kedua sila tersebut dihubungkan dengan kata sambung (“serta”), “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah-kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan serta mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia5. &lt;br /&gt; Menurut Soekarno, untuk membangun satu Negara yang demokratis, maka suatu ekonomi yang merdeka harus dibangun. Tanpa ekonomi yang merdeka, tidak mungkin kita mencapai kemerdekaan, tidak mungkin kita mendirikan negara, tidak mungkin kita tetap hidup6. Senada dengan itu, Bung Hatta menulis, di atas sendi (cita-cita tolong menolong) dapat didirikan tonggak demokrasi. Tidak ada lagi orang seorang atau satu golongan kecil yang mesti menguasai penghidupan orang banyak sekarang, melainkan keperluan dan kemauan rakyat yang harus menjadi pedoman perusahaan dan penghasilan7. Ia juga mengatakan, cita-cita demokrasi kita lebih luas, tidak saja demokrasi politik tetapi juga demokrasi ekonomi.&lt;br /&gt; Dengan demikian, berdasarkan para pendiri bangsa, seharusnya kekayaan alam tersebut dikelola oleh negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Jika memang proses produksinya membutuhkan pihak swasta dalam proses explorasinya maka posisi mereka hanyalah sebatas pekerja, pihak yang diperkerjakan dengan bayaran tertentu. Pemerintah tidak boleh melakukan perjanjian dengan pihak swasta dalam pembagian kepemilikan saham antara pihak pemerintah dengan pihak kontraktor. &lt;br /&gt; Negara juga wajib melindungi kepemilikan umum menjadi milik umum. Negara juga harus mencegah individu atau swasta menguasai atau memiliki asset-aset yang termasuk harta milik umum. Jika ada individu atau swasta yang sudah terlanjur menguasainya seperti dalam kasus Freeport saat ini, maka yang harus dilakukan oleh negara bukan negosiasi untuk menaikkan royalty atau kepemilikan saham tetapi negara harus merebut, mengambil alihnya secara total. &lt;br /&gt; Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 mengatur:&lt;br /&gt;Ayat (1): “perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan”. (2): “cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara”. (3): “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan harus dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.&lt;br /&gt; Jikalau Undang-Undang Dasar 1945 diterapkan secara total, kasus Freeport dan segenap aksi “perampokkan” terhadap sumber daya alam Indonesia tidak akan pernah terjadi. Menurut UUD 1945, barang tambang yang depositnya sangat besar dan melimpah ruah ditetapkan menjadi milik negara ( untuk kemakmuran rakyat)  dan tidak boleh dikuasai oleh atau dikuasakan kepada swasta apalagi asing. &lt;br /&gt; “Men kan de honger van een bedelaar niet stillen door hem een grondwet in de hand te stoppen-Orang tidak bisa menghilangkan rasa laparnya seorang pengemis dengan hanya memberikan padanya Undang-Undang Dasar”.&lt;br /&gt; Ini juga berarti bahwa percuma mempunyai UUD 1945 yang sempurna jika  tidak diterapkan. Saatnya menerapkan UUD 1945 demi terwujudnya: “Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”. Langkah pertama yang bisa ditempuh adalah: “Ambil Alih Freeport Sekarang juga”. Apalagi dalam kasus Freeport ini potensinya masih tersisa lebih dari Rp 600 triliun. Berdasarkan UUD 1945 yang wajib dilakukan negara adalah mengambil alih pengelolaan semua harta milik rakyat Indonesia termasuk tambang, minyak, gas, batubara dan lain sebagainya.  Kemudian, negara mengelola semua harta milik rakyat Indonesia dengan baik dan seluruh hasilnya dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat seperti misalnya untuk membiayai berbagai pelayanan dan kepetingan rakyat (pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan lain-lain). Seluruh kekayaan alam yang terkandung di Indonesia adalah milik sah segenap rakyat Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Indonesia tanah pusaka, pusaka kita semuanya. Marilah kita mendoa Indonesia bahagia. Suburlah tanahnya suburlah jiwanya, bangsanya, rakyatnya semuanya. Sadarlah hatinya sadarlah budinya untuk Indonesia Raya”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-1661329491436848442?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/1661329491436848442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=1661329491436848442' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/1661329491436848442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/1661329491436848442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/10/ambil-alih-freeport-sekarang-juga.html' title='Ambil Alih Freeport Sekarang Juga'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-4984246656651797708</id><published>2011-10-18T03:13:00.000-07:00</published><updated>2011-10-18T03:14:37.602-07:00</updated><title type='text'>Tahun 2050 Indonesia Gemilang (Jawaban untuk Mantan Ketua Muhammadiyah)</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;Tahun 2050 Indonesia Gemilang (Jawaban untuk Mantan Ketua Muhammadiyah)&lt;br /&gt; Tulisan ini dibuat untuk menjawab pertanyaan dari mantan Ketua Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, dia bertanya akan seperti apa Indonesia pada tahun 2050. Tulisan dia dimuat di KOMPAS 17 Oktober 2011 dengan judul “Indonesia 2050 seperti Apa?” Sebelum meneruskan ini semua, perlulah saya memberi hormat setinggi-tingginya karena Ahmad Syafii Maarif tidak menyesal menjadi orang Indonesia, bahkan dengan penuh dengan perasaan syukur menyertai kehidupannya yang sekarang ini sudah berusia 76 tahun. Kita pun demikian, kita tidak menyesal menjadi Bangsa Indonesia, kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena mempunyai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Benar atau salah ini negara kita. Kalau benar kita harus menjaganya tetap benar, dan kalau salah kita harus mencari letak kesalahannya, kemudian kita sempurnakan. Negara kita Republik Indonesia. &lt;br /&gt; Dalam tulisannya, Ahmad Syafii Maarif menuliskan data dan fakta yang tidak menguntungkan bagi Indonesia. Yang oleh karenanya, ia memperingatkan kepada kita semua tentang potensi-potensi negatif yang mungkin bisa terjadi di Indonesia pada tahun 2050. Ia menyampaikan fakta dan data tentang tingkat korupsi yang tinggi, perusakan hutan yang massif, semakin dalamnya kuku asing di dunia perbankan, di pertambangan migas, sistem perpajakan Indonesia yang sangat kumuh, kondisi bea cukai yang semrawut, dan perilaku korup politis dan pengusaha hitam. Kemudian disusul dengan pertanyaan: apakah wajah bangsa ini pada tahun 2050 masih ceria atau sudah kusam sama sekali?&lt;br /&gt; Saya menjawab; wajah bangsa ini pada tahun 2050 pasti ceria, masa depan gemilang sudah tidak sabar menanti Indonesia dengan segenap kejayaan dan kehormatannya. Indonesia pasti gemilang pada tahun 2050. Rahim Nusantara telah melahirkan para generasi baru dan pada waktu yang tidak terlalu lama pasti munculah para negarawan dengan wawasan yang menembus jauh ke depan dan berfikir serta bekerja untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat dan kejayaan Bangsa Indonesia.    &lt;br /&gt; Setiap ujian, mulai dari tingkat korupsi yang tinggi hingga perusakan hutan yang massif, semua itu pasti ada solusinya. Setiap jalan pasti ada terang. Tuhan Yang Maha Esa memang sedang menguji kita, bukan karena Ia benci kepada kita. Akan tetapi karena Ia cinta kepada kita, sehingga Ia menguji kita, agar kita menjadi Bangsa Yang Besar, Mulia, dan Terhormat untuk selama-lamanya. Bung Karno berkata; Di gembleng hancur lebur bangkita kembali! Di gembleng hancur lebur bangkita kembali!&lt;br /&gt; Kita harus menemukan solusi dari segudang ujian yang sedang dihadapi oleh bangsa ini, dan Demi Tuhan, kita pasti bisa menemukan solusi tepat dan mampu melewati semua ujian dengan gilang-gemilang. &lt;br /&gt; Petama, mengenai perusakan hutan. Memang benar terjadi perusakan hutan yang massif. Syafii Maarif pun telah menuliskan data dan fakta tentang itu. Penyebab kerusakan hutan yang dahsyat umumnya dilakukan oleh pengusaha-pengusaha hitam yang bersekongkol dengan pejabat setempat. Kerusakan dalam skala lebih kecil juga berasal dari warga demi menyambung napas untuk hidup karena lapangan pekerjaan yang tidak tersedia. Maka yang harus dilakukan adalah membuat daftar pengusaha-pengusaha hitam dan pejabat kotor, kemudian bagi para pengusaha hitam kita cabut izinnya untuk mengelola hutan dan mereka harus membayar setiap kerusakan alam dan kerusakan sosial yang terjadi sebagai akibat dari pengelolaan hutan yang tidak beradab. Sedangkan bagi para pejabat kotor, kita pecat saja mereka semua. Jika terbukti melakukan korupsi dan kolusi, serta membawa kerusakan yang dahsyat terhadap alam dan masyarakat, hukuman mati pantas untuk mereka. &lt;br /&gt; Kedua, mengenai angka korupsi yang tinggi. Langkah-langkah yang bisa kita ambil di antaranya; memperkuat posisi Komisi Pemberatasan Korupsi. Kita harus memberika dukungan baik moral maupun politik kepada KPK. Kita harus berjuang bersama menghadapi segala upaya untuk membunuh KPK. Kemudian kita juga perlu memberikan hukuman mati bagi para koruptor yang telah mencuri uang rakyat. Korupsi lebih kejam daripada pembunuhan. Bisa diambil contoh, misalnya, jika ada korupsi yang massif di Departemen Pertanian, korupsi tersebut pasti menyengsarakan jutaan petani di Indonesia. Kita perlu membangun “Museum Pengkhianat Bangsa”. Kita harus menghukum para koruptor di hadapan sejarah ummat manusia. Museum itu akan memuat nama-nama para koruptor dan kasus-kasus korupsi yang dilakukannya, serta hukum berat sebagai ganjarannya. Selain menghukum para koruptor secara sosial, Museum itu  juga menjadi peringatan bagi generasi yang akan datang bahwa jangan pernah sekali-kali melakukan korupsi. Para koruptor pun perlu menjalani “Kerja Sosial Paksa” seperti membersih jalan raya, toilet umum, mengecat sarana-prasarana umum, dan sanksi-sanksi sosial lainnya. Dan tidak boleh ketinggalan, kita harus memiskinkan para koruptor. Para koruptor telah secara sadar mencuri uang rakyat dan itu mengakibatkan kemiskinan pada masyarakat banyak. Oleh karenanya para koruptor perlu dimiskinkan dengan cara menyita semua harta hasil korupsinya. &lt;br /&gt; Ketiga, mengenai dominasi asing di dunia perbankan, di pertambangan migas. Tidak lain dan tidak bukan, langkah yang harus diambil adalah Nasionalisasi, ambil alih kekuasaan mereka di dunia perbankan dan di pertambangan migas. Hal ini merupakan amanat luhur dari para pendiri bangsa. Menurut Soekarno, untuk membangun satu Negara yang demokratis, maka suatu ekonomi yang merdeka harus dibangun. Tanpa ekonomi yang merdeka, tidak mungkin kita mencapai kemerdekaan, tidak mungkin kita mendirikan negara, tidak mungkin kita tetap hidup. Senada dengan itu, Bung Hatta menulis, di atas sendi (cita-cita tolong menolong) dapat didirikan tonggak demokrasi. Tidak ada lagi orang seorang atau satu golongan kecil yang mesti menguasai penghidupan orang banyak sekarang, melainkan keperluan dan kemauan rakyat yang harus menjadi pedoman perusahaan dan penghasilan. Ia juga mengatakan, cita-cita demokrasi kita lebih luas, tidak saja demokrasi politik tetapi juga demokrasi ekonomi. Hal inipun juga merupakan amanat konstitusi kita: Undang-Undang Dasar 1945. Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 mengatur: Ayat (1): “perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan”. (2): “cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara”. (3): “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan harus dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.&lt;br /&gt; Kita memang harus waspada, sadar diri, bahwa memang banyak ujian yang harus kita hadapi kemudian kita menangkan. Kita pasti bisa memenangkan semua ujian, karena kita adalah Bangsa Indonesia.  Jangan pernah lupa, bahwa kita pernah Berjaya, bahwa kita adalah keturunan Majapahit dan Sriwijaya. Kita pasti berjuang sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya. Kemenangan dan kejayaan milik kita.  &lt;br /&gt; Saya sudah tidak sabar menyambut fajar pagi kemerdekaan sejati. Kita pasti gemilang pada tahun 2050, bahkan sebelum tahun 2050 kita sudah gilang gemilang. Hari Esok Gemilang milik kita, kita pasti Berjaya karena kita Indonesia Raya. Percayalah kepadaku wahai Bangsa Indonesia. Tuhan Yan Maha Esa selalu bersama perjuangan Bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya, kebahagiaannya, kejayaannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-4984246656651797708?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/4984246656651797708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=4984246656651797708' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/4984246656651797708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/4984246656651797708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/10/tahun-2050-indonesia-gemilang-jawaban.html' title='Tahun 2050 Indonesia Gemilang (Jawaban untuk Mantan Ketua Muhammadiyah)'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-2850497885704324764</id><published>2011-10-15T23:17:00.000-07:00</published><updated>2011-10-15T23:18:17.475-07:00</updated><title type='text'>Camar Bulan dan Tanjung Datu Bagian Indonesia</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;Camar Bulan dan Tanjung Datu Bagian Indonesia&lt;br /&gt;“Sedumuk bathuk senyari bumi, pecahing dhadha wutahing ludiro sun labuhi taker pati-Jika dahi dicoreng, sejengkal tanah dinodai, pecahnya dada dan tumpahnya darah, nyawa taruhannya”&lt;br /&gt; Siapa yang tidak ingat Sipadan dan Ligitan? Siapa yang sudah lupa saat cecunguk-cecunguk Malaysia merebut Sipadan dan Ligitan dari tanah air kita Indonesia Raya?&lt;br /&gt; Tragedi itu bisa terulang!! Jika kita tidak waspada dan tidak selalu siap tempur setiap saat, kita bisa kehilangan Camar Bulan dan Tanjung Datu. Demi Tuhan, Camar Bulan dan Tanjung Datu adalah wilayah kedaulatan Indonesia Raya, oleh karenanya kita pasti pertahankan sampai titik darah penghabisan! Kita pertahankan kedaulatan dan harga diri sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya.&lt;br /&gt; Merujuk kepada perjanjian di antara para penjajah (Belanda dan Inggris) saat mereka menjajah Indonesia dan Malaysia, telah disepakati garis batas sesuai dengan yang tercantum pada peta Belanda Van Doorn tahun 1906, peta Sambas Borneo, dan pada Federated Malay State Survey tahun 1935. &lt;br /&gt; Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin, Masalah muncul karena Indonesia dengan nota kesepahaman antara tim Border Committee mengubah garis batas itu. Perubahan itu menempatkan patok baru yang tidak sesuai dengan peta tua yang menjadi rujukan semula. Akibatnya Indonesia kehilangan 1.499 hektar lahan di Camar Bulan dan 800 meter garis pantai di Tanjung Datu. Ada pergeseran garis sejauh 3,3 kilometer dari patok A 104 yang lama dirusak Malaysia ke garis baru yang dibuat Indonesia dan Malaysia tahun 1975. Di Tanjung  Datu, patok baru dibuat sejauh 800 meter dari patok lama. Malaysia juga mendirikan suar yang dibuat tahun 1978 dan  1990 yang diduga sebagai tempat patok A 4 versi Malaysia. Patok segitiga, peninggalan penajajah Belanda, kini berada di Pantai Sei Pasir Berumput yang diklaim sebagai wilayah Malaysia. Padahal di wilayah itu terdapat sumber daya berupa timah, minyak, dan gas (Kompas, 11 Oktober 2011).&lt;br /&gt; Kecerobohan ini nyata. Kondisi di lapangan menunjukkan wilayah tersebut terletak jauh, sekitar 150 kilometer dari Sambas. Jalan yang ditempuh pun tidak baik. Di sisi Malaysia, jalannya yang dimilikinya lebih mulus. Warga di daerah itu pun lebih banyak berinteraksi dengan Malaysia.  Kampung Camar Bulan, Desa Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat sangat minim infrastruktur, terutama jalan  dan sarana kesehatan. Infrastruktur jalan dari ibu kota kecamatan juga sangat memprihatinkan (Kompas, 13 Oktober 2011). &lt;br /&gt; Menurut Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana, kecerobohan dan ketololan Rezim Orba-ist-Soeharto-ist ketika membuat persetujuan dengan Malayasia mengenai saling klaim titik perbatasan atau outstanding boundary problems (OBP), yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MOU) pada pertemuan di Semarang, Jawa Tengah, 1978, tidak mengikat bagi Indonesia. Kesepakatan tersebut bisa dibatalkan (Hikmahanto Juwana, Lagi-lagi soal Perbatasan, Kompas 12 Oktober 2011)&lt;br /&gt; Secara hukum internasional, titik itu belum mengikat kedua negara. Pertama, karena titik-tik dalam OBP belum dituangkan dalam perjanjian perbatasan Indonesia dan Malaysia. Kedua, berdasarkan Pasal 10 huruf (b) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional, perjanjian yang menyangkut penetapan batas harus disahkan DPR. Ketiga, dalam perundingan perbatasan, apa pun kesepakatan oleh tim teknis sewaktu-waktu dapat dibatalkan jika tidak diterima lembaga tinggi setiap negara. Kesepakatan teknis tidak dapat mengesampingkan alasan politis kedua negara. &lt;br /&gt;  Camar Bulan dan Tanjung Datu adalah wilayah kedaulatan Indonesia. Oleh karenanya kita harus pertahankan sampai titik darah penghabisan. Langkah pertama, kita batalkan Memorandum of Understanding tahun 1978. Kedua, kita kirim Tentara Nasional Indonesia ke dua wilayah itu: Camar Bulan dan Tanjung Datu. Ketiga, sejahterakan warga di perbatasan, tidak hanya Camar Bulan dan Tanjung Datu, tetapi seluruh daerah perbatasan. Kita harus membangun banyak infrastruktur dan sarana-prasarana yang dapat mensejahterakan rakyat Indonesia yang tinggal di wilayah perbatasan.&lt;br /&gt; Dan jika misalnya Malaysia, menolak membatalkan MOU 1978, dengan misalnya menduduki wilayah kedaulatan Indonesia, kita perangi Malaysia! Kita ganyang Malaysia. Kalau perlu kita hancur lebur mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan sebagai bangsa besar di muka bumi. Kita cinta perdamaian, tapi kita lebih cinta kemerdekaan.&lt;br /&gt;“Biarpun sejengkal tanah, tetapi ia harus dipertahankan mati-matian. Karena ini bukanlah sekedar tanah, tetapi ini adalah tentang harga diri dan kehormatan”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-2850497885704324764?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/2850497885704324764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=2850497885704324764' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/2850497885704324764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/2850497885704324764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/10/camar-bulan-dan-tanjung-datu-bagian.html' title='Camar Bulan dan Tanjung Datu Bagian Indonesia'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-4358885739541393084</id><published>2011-09-30T17:43:00.000-07:00</published><updated>2011-09-30T17:45:57.102-07:00</updated><title type='text'>Gerakan September 30</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;Gerakan September 30&lt;br /&gt;“Mereka mendiskusikan siapa dari Angkatan Darat yang akan berhasil mendapatkan kedudukan mulia sebagai Apatih…”&lt;br /&gt;(-Nagarakrtagama, 71, II, 3.)&lt;br /&gt;You who will rise up from the flood, in which we have gone down. Remember when you spoke of our weakness. Remember too the dark time from which you escaped.&lt;br /&gt;(Bertold Brecht) &lt;br /&gt;“Kaum Proletar tidak mempunyai apa-apa untuk diperjuangkan selain solidaritas mereka. Mereka mempunyai dunia yang harus diperjuangankan”&lt;br /&gt;(Karl Marx, Manifesto Partai Komunis)&lt;br /&gt;Walaupun sudah ada berbagai macam buku mengenai kejadian dan karakter dari upaya kudeta 1 Oktober 1965 di Indonesia telah dipublikasikan, tetapi banyak aspek penting dari peristiwa itu masih sangat kabur. Terlebih selama 32 tahun, peristiwa 1 Oktober 1965 (lebih dikenal dengan ‘Gerakan 30 September’) oleh Orde Baru, telah disajikan kepada masyarakat secara berat sebelah, dengan pemaparan fakta yang selektif dan dirangkaikan sedemikian rupa untuk membenarkan dasar lahirnya Orde Baru. Dan oleh karena monopoli alat serta penerangan praktis sepenuhnya dikuasai negara, satu generasi telah dibesarkan dengan cara indoktrinasi a la P4, yang justru sekarang ini tampaknya ternyata counter produktif. Tidak mengherankan, kalau sekarang ini banyak mahasiswa dan kaum muda cenderung secara a-priori menolak setiap keterangan atau interpretasi sejarah yang bukan buatan Orde Soeharto. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi Belum Selesai: Prolog Gestapu &lt;br /&gt; Menjelang 1965, ketegangan dan konflik mewarnai iklim sosial dan politik di Indonesia. Setelah pengakuan kedaulatan oleh Belanda pada 1949, Indonesia menjalankan pemerintahan liberal antara 1950-1959. Eksperimen ini dianggap gagal oleh Soekarno, maupun oleh tentara. Ukurannya, tak satu pun partai mampu memerintah cukup lama tanpa dijatuhkan partai lain. Salah satu penyebabnya, tidak ada partai mayoritas di Parlemen. 4 partai besar: PNI (Partai Nasional Indonesia), Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia), NU (Nahdlatul Ulama), dan PKI (Partai Komunis Indonesia) memiliki kursi yang hampir sama di Parlemen.&lt;br /&gt; Dengan persepsi itu, Soekarno, didukung oleh tentara, mengumumkan sistem pemerintahan baru yang disebut Demokrasi Terpimpin pada 1959 . Berpusat pada Seokarno, sistem ini berlandaskan pada dua pilar kekuasaan politik yaitu Angkatan Darat (AD) dan PKI. Dalam sistem ini, Soekarno harus selalu menjaga keseimbangan kekuasaan kedua pilar tersebut . Sebagai kelompok professional, militer tidak memiliki kontrol secara langsung terhadap PKI. Sebaliknya, PKI, melalui strategi yang dikenal dengan Kerja di Kalangan Musuh (KKM), menyusup ke hampir semua sector politik yang strategis, termasuk ABRI.  &lt;br /&gt;a. Demokrasi Terpimpin&lt;br /&gt;Di bawah Demokrasi Terpimpin, Soekarno membawa Indonesia ke kiri . Di dalam negeri, ia menerapkan kebijakan Nasakomisasi untuk melebur 3 kelompok sosial politik yang dianggap sebagai akar-akar seluruh kekuatan politik. 3 kelompok tersebut adalah Nas-ionalis, A-gama, Kom-unis. Soekarno memimpikan ketiga kelompok ini bersatu untuk menjadi kekuatan progresif revolusioner demi memajukan Indonesia raya. Pada waktu itu Nasakom ditafsirkan secara luas, mulai dari persepsi bahwa Nasakom merupakan campuran ketiga sifat yang harus menjadi kepribadian setiap orang, hingga pandangan bahwa Nasakom merupakan pemilahan secara formal atas 3 parpol yang membawa masing-masing sifat. Di atas kertas, konsep Nasakom berjalan baik. Tetapi di dalam praktik, Nasakom menghasilkan situasi yang kacau.&lt;br /&gt; Di dunia Internasional, Soekarno mengarahkan Indonesia untuk mengejar posisi sebagai pemimpin dunia baru yang berbeda dari Blok Barat dan Blok Komunis . Tetapi, dalam kenyataan, Indonesia cenderung ke Blok Komunis, lebih tepatnya ke Republik Rakyat Cina (RRC), setelah terjadi perpecahan ideologis antara Uni Soviet dan RRC. Mengikuti kecenderungan ini, Indonesia berjuang menentang kekuatan Nekolim (Neo-Kolonialisme dan Imperialisme) yang ‘rakus’. 2 tugas, dari beberapa tugas yang diemban oleh Indonesia adalah membebaskan Irian Barat  dari kekuasaan Belanda serta menghancurkan Malaysia, yang dinilai sebagai negara boneka buatan Inggris. Untuk melaksanankan tugas yang disebut terakhir, Soekarno melancarkan Politik Konfrontasi, sejalan dengan perjuangan militer dan diplomatic untuk membebaskan Irian Barat. Secara umum, kebijakan luar negeri Indonesia ditetapkan untuk melakukan manuver di antara para pemain besar, yaitu Amerika Serikat, Uni Soviet, dan RRC .&lt;br /&gt;b. Situasi Ekonomi&lt;br /&gt;Sekalipun Indonesia pada paruh pertama 1960-an memiliki posisi sebagai pemimpin dunia baru, ekonomi Indonesia merosot dengan cepat. Selama 8 tahun di bawah Demokrasi Terpimpin, rata-rata inflasi melonjak dari 2 digit menjadi 3 digit, bahkan mencapai 650% pada 1965.  Terjadi peningkatan deficit anggaran pemerintah, yang tercatat Rp 23 juta pada 1961 dan meningkat menjadi Rp. 1.500 juta pada 1966. Utang luar negeri sebelum meletusnya Peristiwa Gestapu sebesar $ 270 juta; sebagian besar digunakan untuk membangun proyek-proyek raksasa simbolis, seperti patung-patung, monument, dan simbol-simbol politik lain. Cicilan utang dan bunga yang harus dibayar pada 1966 sebesar $ 640 juta, sementara pendapatan nasional hanya $ 400 juta. Ekonomi biaya tinggi akibat inefisiensi dan korupsi di birokrasi banyak berperan terhadap mundurnya perekonomian .&lt;br /&gt; Kondisi begitu buruk sehingga kabinet Soekarno gagal menyembuhkan dengan kebijakan ekonomi macam apapun. Mahasiswa dan kaum intelektual adalah golongan yang secara khusus prihatin terhadap memburuknya situasi ekonomi. Keprihatinan yang sama juga datang dari kalangan militer, khususnya para perwira AD yang mengeyam pendidikan Barat. Mereka mengundang beberapa professor ekonomi, terutama para alumni University of California-Berkeley, untuk memberikan kuliah di SESKOAD (Sekolah Staf Komando Angkatan Darat) di Bandung. Di antara mereka adalah Emil Salim, Mohammad Sadli, dan Widjojo Nitisastro; di kemudian hari, pada periode pasca-Gestapu, ketiganya ikut merancang blueprint sistem ekonomi yang baru .&lt;br /&gt;c. Angkatan Bersenjata&lt;br /&gt;Sebagai lembaga militer pascakolonial, yang tersusun dari berbagai kelompok masyarakat, ABRI pada 1964-1965 merupakan lembaga yang terpecah . Persaingan di antara ketiga angkatan, bahkan dengan kepolisian (yang saat itu juga berada di bawah struktur Angkatan Bersenjata), bersifat eksplosif. Presiden Seokarno, sebagai Panglima Tertinggi, mengatur Angkatan Bersenjata lebih secara politis ketimbang administratif professional.&lt;br /&gt; Sejak 1963, Angkatan Bersenjata tidak mampu membayar utang-utangnya. Akibatnya, mereka sulit memperoleh dan merawat alat-alat perang. Suku cadang untuk pesawat tempur, radar, kapal, dan sistem persenjataan lainnya tidak tersedia, sehingga banyak persenjataan modern kala itu tidak layak dioperasikan .&lt;br /&gt; Secara politis, Angkata Udara (AU) dekat dengan PKI, Angkatan Lau (AL) dan Korps Komando Operasi (KKO)-nya lebih dekat dengan PNI dan Soekarno. Kepolisian terpecah, sebagaian lebih cenderung memilih partai-partai nasionalis dan sebagian lagi dekat dengan partai-partai kiri. Sedangkan para perwira AD terpecah berbagai afiliasi politik. banyak perwira yang berusaha netral, terbagi dalam berbagai pandangan politik yang saling bertentangan, dan ada yang anti-Komunis maupun simpati terhadap komunisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Partai Komunis Indonesia&lt;br /&gt;Di bawah kepemimpinan Aidit, dibantu oleh empat kader lainnya (Sudisman, Njoto, Njono, MH Lukman, Sakirman), PKI mampu merekrut anggota paling banyak dalam sejarahnya. Pada 1952, setahun setelah Aidit mengambil alih kepemimpinan partai, PKI hanya memiliki anggota kurang dari 8.000 orang. Pada 1964, partai ini mengklaim memiliki 3 juta anggota. Berbagai oraganisasi yang berafilisiasi dengan PKI juga mengalami lonjakan jumlah anggota. Barisan Tani Indonesia (BTI), berkembang dari 800.000 (September 1953) menjadi 1. 500.000 pada April 1964. Pemuda Rakyat, beranggotakan 2.0000.000 orang. Sedangkan organisasi sayap perempuan, Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani), beranggotakan 1.750.000 orang . &lt;br /&gt; Ada 2 penjelasan yang dapat digunakan untuk menerangkan pertumbuhan jumlah anggota PKI. Pertama, PKI melancarkan strategi yang radikal dan agresif sehingga menarik lebih banyak pengikut dan simpatisan dalam waktu yang singkat . Kedua, PKI mengubah taktiknya dari perjuangan bersenjata menjadi front persatuan . Pada aras filosofis, kelihaian dan kelenturan merupakan gambaran utama ideology PKI peridode 1959-1965. Praksis ini diperlukan agar PKI dapat bertahan hidup dan mendapat kemajuan politik .&lt;br /&gt; Pada 1954, Kongres Kelima memutuskan PKI menerapkan suatu strategi yang disebut Kerja di Kalangan Musuh (KKM), yang bisa dijelaskan sebagai berikut: Partai menerapkan strategi yang dikenal dengan singakatan MKTPB (Metode Kombinasi Tiga Bentuk Perjuangan) . Metode tersebut terdiri dari 3 bentuk perjuangan, yaitu (1) perang gerilya di desa-desa, khususnya oleh buruh tani dan petani miskin; (2) aksi revolusioner oleh kaum buruh, khususnya buruh transportasi di kota-kota; (3) kerja intensif di dalam angkatan bersenjata.&lt;br /&gt; PKI di bawah 5 kamerad berusaha mempribumisasikan marxisme dan komunisme. Di bawah praksis MKTPB terdapat ‘bahasa komunis’ yang dilokalkan. Daripada menggunakan cara produksi (mode of production) kapitalis untuk menjelaskan kesengsaraan rakyat, PKI memilih menggunakan konsep yang lebih sederhana mengenai 3 sebab kesengsaraan rakyat:  &lt;br /&gt;1. Para Imperialis, terutama imperialis Amerika, merupakan musuh utama rakyat progresif di seluruh dunia.&lt;br /&gt;2. Di desa-desa terdapat 7 setan, yaitu: (1) setan tuan tanah yang menolak melaksanakan ketentuan-ketentuan UUPA dan UUBH; (2) setan pejabat/penguasa yang membela kepentingan setan tuan tanah; (3) setan tengkulak yang memeras petani; (4) kapitalis birokrat/kabir yang menyalahgunakan kekuasaannya untuk memperkaya diri dengan cara mengeksploitasi petani; (5) bandit desa yang menjadi antek dan kaki tangan tuan tanah; (6) tukan ijon/ money lenders; (7) lintah darat-renternir yang menjerat kaum tani dalam hutang sepanjang hidupnya.&lt;br /&gt;3. Di kota-kota ada 3 setan kota, sipil dan militer yaitu: (1) kaum kapitalis birokrat; (2) para penggelap-penipu; (3) pejabat korup.&lt;br /&gt;Konsep tersebut jelas tidak mengukuti ajaran Marxisme Ortodoks, tetapi memikat kaum tani. Jadi, logis saja bila bangunan filosofis yang rapuh dan semu itu disapu Bersih oleh peristiwa Gestapu. Yang kemudian tersisa bukanlah massa yang militant atau kader komunis, melainkan kaum tani yang putus asa dan tidak berdaya.&lt;br /&gt;Malam Para Jendral: Gerakan 30 Sepetember 1965. (G30S, Gestapu, Gestok)&lt;br /&gt;Kata pertama yang didengar sebagian rakyat Indonesia, dan dunia luar, terkait peristiwa berdarah ini, berasal dari siaran radio Jakarta pada 1 Oktober 1965 jam 7.15 pagi. Pengumuman ini menyatakan hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;Sebagai hasil dari “gerakan militer di tubuh angkatan bersenjata sendiri di ibu kota Jakarta yang dibantu oleh pasukan-pasukan dari cabang-cabang Angkatan Darat lainnya”, sebuah organisasi yang menamakan dirinya Gerakan 30 September  yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Oentoeng (Untung), komandan battalion pengawal pribadi Sukarno, Resimen Cakrabirawa, telah menangkap sejumlah jenderal yang telah membentuk  sebuah kelompok yang disebut “Dewan Jenderal”, telah berhasil menguasai sejumlah sarana penting di ibu kota, dan sudah menempatkan Presiden dan pimpinan nasional lainnya di bawah perlindungannya. Aksi ini diambil, menurut pengumuman radio tersebut, untuk mencegah  rencana kudeta oleh Dewan Jenderal yang disponsori CIA dan dijadwalkan akan menggulingkan Sukarno di hari peringatan Angkatan Bersenjata 5 Oktober 1965. Pengumuman ini menjelaskan lebih jauh kalau inisiatif Jakarta akan “diikuti oleh aksi-aksi serupa di seluruh Indonesia terhadap agen-agen dan simpatisan Dewan Jenderal” dan akan mengawal pembentukkan Dewan Revolusi Indonesia yang sepenunya bertugas untuk mengemban pelaksanaan kebijakan-kebijakan pemerintah.&lt;br /&gt;Secara kronologis dapat diuraikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pada tanggal 30 September 1965, di Lubang Buaya telah ada beberapa satuan-satuan militer. Satuan-satuan ini terdiri dari Batalyon I Resimen Pengawal Presiden Cakra Birawa, 2 peleton dari Brigif I Jaya (Brigade Infanteri I Kodam Jakarta Raya), 2 regu Brigade Para, 1 Batalyon PGT (Pasukan Gerak Tjepat-Pasukan Khusus AU), 1 Batalyon dari Yon 530 Divisi Brawijaya-Jawa Timur, Yon 545 Divisi Diponegro-Jawa Tengah.&lt;br /&gt; Letkol Oentoeng selaku komandan G30S, membagi tiga regu pasukan dengan tugas yang berbeda, yaitu Pasopati, Bimasakti, dan Priggodani. Pasukan Pasopati yang dipimpim oleh Lettu Dul Arief dan Letda Siman (Cakra Birawa), bertugas menculik hidup atau mati, para Jendral yang menjadi sasaran. Pasukan Bimasakti yang dipimpin oleh Kapten Suradi (Brigif I Jaya), bertugas menguasai obyek-obyek dan daerah vital, seperti RRI. Pasukan Ketiga dipimpin oleh Mayor (Udara) Sujono, dengan tugas mengamankan pangkalan militer di Lubang Buaya.   &lt;br /&gt; Menjelang 1 Oktober 1965 subuh, kesatuan-kesatuan militer Pasopati itu langsung menuju rumah tujuh jendral pemimpin puncak Angkatan Darat (AD), yaitu Jendral A.H. Nasution, Letnan Jendral (Letjend) Achmad Jani, Mayor Jendral (Mayjend) Suprapto, Mayjend S. Parman, Mayjen Harjono M.T., Brigadir Jendral (Brigjend) D.I. Pandjaitan, dan Brigjend Sutojo Siswomihardjo. Tujuan utama mereka hanya satu: menangkap para jendral itu hidup atau mati. Kesatuan-kesatuan itu kembali dengan membawa 7 korban, tiga diantaranya telah tewas ditembak di tempat kejadian, 4 lainnya kemudian di bunuh di Lubang Buaya. Namun Jendral Nasution berhasil selamat.&lt;br /&gt; Pasukan Bimasakti, yang telah berhasil menguasai stasiun radio, Gerakan 30 Spetember mulai menyiarkan serangkaian pernyataan dan dekrit. Siaran pertama gerakan tersebut pada pukul 07.20 pagi melalui Radio Jakarta mengumumkan bahwa sejumlah Jendral telah ditangkap dan media komunikasi penting serta instalasi-instalasi vital telah dikuasai oleh Gerakan 30 September  dan mengumumkan adanya Dewan Revolusi.&lt;br /&gt; Pada pukul 02.00 siang, Dewan Revolusi mengeluarkan Dekrit No.1. Dekrit tersebut menggambarkan kerja hari itu sebagai “suatu pembersihan”, melaporkan sekali lagi bahwa “sejumlah jendral telah ditangkap”. Dekrit ini juga memberikan rincian mengenai rencana untuk mendirikan dewan-dewan Revolusi hingga ke tingkat desa. Kemudian siasat itu menambah 1 putaran politik lain: “Dengan tumbangnya seluruh kewenangan negara ke tangan Dewan Revolusi Indonesia, Kabinet Dwikora (Soekarno) secara otomatis menerima status non aktif .&lt;br /&gt; 5 menit kemudian, gerakan menyiarkan Keputusan No. 1, yakni komposisi 45 anggota Dewan Revolusi. Dua nama besar hilang: Soekarno dan Aidit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merah Warna Darah Kaum Merah: Pembunuhan Massal Pasca-Gestapu&lt;br /&gt;Konflik berdarah yang dimulai di Jakarta, ketika para jendral diculik dan dibunuh, disusul oleh konfrontasi langsung antar 2 kelompok perwira AD dan pasukan masing-masing di Ibukota. Tetapi, setelah jeda sesaat, darah merah segera mengalir dan menggenangi tanah di seluruh di negeri. Jawa Tengah menjadi ladang pembantaian yang pertama; di provinsi ini tentara melancarkan operasi militer. Tentara yang diujungtombaki oleh Resimen Para Komando Angkata Darat (RPKAD), memburu Aidit yang melarikan diri ke Jawa Tengah dan menumpas basis PKI yang tidak siap di sana . Tentara tak hanya melancarkan operasi terhadap para pengurus PKI, melainkan juga terhadap anggota dan simpatisannya di Jawa Tengah. Pembantaian massal terhadap anggota-anggota PKI dan simpatisannya  juga terjadi di Jawa Timur, Bali, sebagian Jawa Barat, berbagai daerah di Sumatera, seluruh provinsi di Kalimantan (dengan jumlah terbesar di Kalsel), sebagian Sulawesi, dan pulau-pulau luar Jawa lainnya. Angkatan Darat menuduh bahwa Partai Komunis Indonesia merupakan dalang dari Gerakan 30 Sepetmber.&lt;br /&gt; Ada banyak versi tentang perkiraan jumlah korban jiwa pembunuhan massal pasca-gestapu. (diperkirakan 78.000-2. 000.000). Setiap perkiraan jumlah korban membawa muatan politik sendiri.&lt;br /&gt;Analisis  Sudisman anggota Politbiro PKI menyatakan bahwa pembunuhan tersebut adalah hasil dari:&lt;br /&gt;“Perintah-perintah yang dikeluarkan oleh Jendaral Nasution yang dapat ditafsirkan sangat luas, yang kurang lebih memerintahkan untuk membasmi kaum komunis hingga ke akar-akarnya, dan harus diambil tindakan terhadap siapa pun yang dicurigai terlibat langsung maupun tidak langsung dalam Gerakan 30 September. Berdasarkan perintah-perintah inilah pembunuhan massal dilakukan. Apakah pengadilan ini juga sependapat dengan saya, bahwa Jendral Nasution harus bertanggung jawab atas pembunuhan massal ini?”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Pasca Gestapu&lt;br /&gt; Peristiwa Gerakan 30 September 1965/Gestapu/Gestok dan pembunuhan massal yang mengikuti kemudian berujung kepada jatuh kekuasaan Soekarno dan dimulainya “Orde Baru” yang dipimpin oleh Jendral Soeharto. Orde Baru mampu berdiri tegak sampai kejatuhannya di tahun 1998.&lt;br /&gt; Sejak tragedi 1965, posisi rakyat Indonesia berubah dari Subyek menjadi Obyek, yaitu obyek dinamika sosial-politik dan ekonomi negeri sendiri. Di bawah Orde Baru rakyat dipandang tak lebih dari ‘massa mengambang’ yang hanya dibutuhkan menjelang pemilu. Jika sebelumnya rakyat Indonesia dengan kekritisannya mampu bersikap ‘melawan’ terhadap kekuatan modal yang ingin mengebawahkan hajat hidup orang banyak, setelah tragedi 1965, yang terjadi justru sebaliknya. Modal menjadi penguasa, status rakyat digesser menjadi ‘pasar’ yang perlu dimanipulasi dan dieksploitasi.&lt;br /&gt; Seiring kian derasnya modal asing masuk ke Indonesia, banyak pejabat dan pengusaha dalam negeri berganti peran menjadi ‘kolaborator’ yang taat, yang tak jarang mengorbankan kepentingan masyarakat demi kepentingan diri dan pemilik modal asing. Modal pun kian tampil sebagai tiran yang bengis dan tak kenal ampun. Ia makin jauh merangsek ke berbagai aspek kehidupan, baik ekonomi, politik, relasi sosial, agama, pendidikan, administrasi pemerintahan, dll.&lt;br /&gt;Siapa Dalang di balik beristiwa Gerakan September 30?&lt;br /&gt;Sangat sulit untuk menarik kesimpulan yang pasti tentang siapa di balik peristiwa berdarah Gestapu. Berbagai posisi yang kabur dan kurangnya sumber-sumber tertulis serta saksi-saksi memunculkan berbagai spekulasi tentang dalang Peristiwa Gerakan September 30. Setidaknya terdapat lima versi sbb:&lt;br /&gt;a. PKI Sebagai Dalang&lt;br /&gt;Versi ini merupakan sejarah resmi bentukan Orde Baru. Menurut versi ini, PKI lah dalang Gestapu. Ada beberapa buku resmi terbitan rezim Orba, setidaknya ada 3 “Karya Standar” yaitu: Nugroho Notosutanto dan Ismail Shaleh, The Coup Attempt of the September 30 Movement in Indonesia; Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban, Gerakan 30 September PKI; Sekretariat Negara Republik Indonesia, Gerakan 30 September PKI: Latar Belakang, Aksi, dan Penumpasannya.&lt;br /&gt;b. Masalah Internal Angkatan Darat&lt;br /&gt;Versi kedua meyebutkan bahwa Gestapu adalah merupakan masalah internal AD. ada beberapa fakta kunci yang dijadikan rujukan. Pertama, dan yang terpenting, mereka yang diculik dan para penculiknya adalah personel AD. Kedua, tidak masuk akal apabila PKI berjudi dengan menyingkirkan para jendral melalui jalan kekerasan, sementara partai tersebut menikmati perkembangan dan kekuasaan yang meguntungkan. Pendukung utama versi ini adalah Cornell Paper karya Ben Anderson.&lt;br /&gt;c. Soekarno yang Bertanggung Jawab&lt;br /&gt;Anthony Dake dalam bukunya In the Spirit of the Red Banteng menyatakan:&lt;br /&gt; Seokarno sendirilah yang memprakarsai ‘kudeta Untung’ dengan harapan ia dapat mempertahankan kekuatan kontrolnya, tukang sulap yang dapat menyulap hantu-hantu yang diciptakannya… Tetapi hal ini menjadi awal kiamatnya, dan di dalam keangkuhan egonya ia terserang kebutaan yang tidak hanya menghancurkan dirinya sendiri tetapi juga hampir menjerumuskan negaranya ke dalam jurang keruntuhan.&lt;br /&gt; Termasuk berdasarkan laporam interograsi terhadap Kolonel Bambang Widjanarko, Ajudan Soekarno, yang mengatakan Soekarno sendiri yang menyusun scenario Gestapu.&lt;br /&gt;d. Soeharto di Balik Gestapu&lt;br /&gt;Versi ini percaya bahwa Soeharto adalah dalang Gestapu. Ada beberapa fakta yang mencurigakan. Sebagai Panglima Kostrad dan jendral yang biasa mewakili Panglima AD bila yang disebut terakhir pergi ke luar negeri, Soeharto adalah jendral paling penting yang tidak tercantum dalam daftar nama yang harus diculik.&lt;br /&gt;W.F. Wertheim, mengatakan bahwa Soeharto mungkin memang telah bersekutu dengan komplotan tersebut. Soeharto tampaknya tidak puas, sebab pemimpin AD gagal memenuhi tantangan komunis dan memanfaatkan Gestapu sebagai sarana untuk melibatkan PKI dalam suatu aksi yang dapat menjadi dalih AD untuk melawan partai tersebut. Sjam yang merupakan anggota Biro Khusus PKI, mungkin adalah agen Soeharto yang menyusup ke tubuh PKI ketimbang orang PKI yang menjadi informan AD &lt;br /&gt; Wertheim menunjukkan bahwa Soeharto memiliki hubungan dengan semua perwira AD yang terlibat Gestapu. Sebagai Mantan Panglima Divisi Diponegoro, Soeharto tentu dikenal baik oleh para pembangkang di Jawa Tengah, dan ada 3 perwira kunci AD di Jakarta, yaitu: Oentoeng, Latief, dan Supardjo. &lt;br /&gt;e. Jaringan Intelijen dan CIA&lt;br /&gt;Versi ini menyatakan, jarigan intelejen AD sendirilah yang memprakarsai Gestapu, baik atas usaha sendiri maupun agen-agen intelijen asing, khususnya Amerika dan China. Dengan menggunakan transkrip persidangan Njono dan Oentoeng, Coen Holtzappel, yang mengembangkan mahzab ini, menyimpulkan PKI, maupun Aidit, tidak pernah membuat perjanjian politik apapun dengann gerakan tersebut atau dengan anggota dan pemimpin gerakan .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-4358885739541393084?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/4358885739541393084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=4358885739541393084' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/4358885739541393084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/4358885739541393084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/09/gerakan-september-30.html' title='Gerakan September 30'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-1674842975257167516</id><published>2011-09-22T00:38:00.000-07:00</published><updated>2011-09-22T00:40:02.497-07:00</updated><title type='text'>Menuju Palestina Merdeka</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;Menuju Palestina Merdeka&lt;br /&gt;"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."&lt;br /&gt; Pembukaan UUD 1945 tersebut telah menjadi saksi abadi di hadapan sejarah dunia dan ummat manusia, bahwasannya Bangsa Indonesia selamanya menyakini: sesunggunya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia  harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusian dan perikeadikan.&lt;br /&gt; Bangsa Indonesia adalah suatu bangsa yang gandrung akan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Oleh karenanya, dalam visi Indonesia Raya yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, Bangsa Indonesia menyatakan diri:&lt;br /&gt;“…….untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…..”&lt;br /&gt;Hiduplah Kemerdekaan dan Keadilan Sosialsi di Seluruh Dunia! Jayalah Indonesia Raya!&lt;br /&gt; Maka sudah jelas maha jelas, pun para Malaikat dan semua ahli surga mengatakan: bahwa benar 1000 benar jikalau kita Bangsa Indonesia mendukung 100% Negara Palestina Merdeka. &lt;br /&gt; Penjajahan Israel terhadap Palestina secara formal dimulai pada tanggal 14 Mei 1948. Saat itu Israel memproklamasikan negara Zionis Israel di tanah orang-orang Palestina. Akan tetapi kita sebagai orang waras, sebagai Bangsa yang gandrung akan kemerdekaan dan keadilan sosial menilai kemudian menghakimi, bahwa itu sebenarnya merupakan “Proklamasi Penjajahan” Israel terhadap Palestina.  &lt;br /&gt; Tatkala negara Israel diproklamirkan pada 14 Mei 1948, sebenarnya orang-orang Yahudi telah pergi, menyebar, berdiaspora selama 2 millennium atau 2.000 tahun lamanya. Selama 2.000 tahun itu pula, tanah Palestina sudah menjadi tanah yang syah dimiliki oleh Bangsa Palestina. &lt;br /&gt; Pendirian negara “Kolonialisator” Israel berakar dari konsep Tanah Israel (Eretz Yisrael), sebuah konsep pusat Yudaisme sejak zaman kuno,yang juga merupakan pusat wilayah Kerajaan Yehuda kuno. Orang-orang Yahudi yang berdiaspora telah lama bercita-cita untuk kembali ke Zion (bukit di mana kota Jerusalem berdiri)  dan Tanah Israel (sebenarnya tanah Palestina).&lt;br /&gt; Pada permulaan abad ke-12, penindasan Yahudi oleh orang-orang Katolik mendorong perpindahan orang-orang Yahudi Eropa ke Tanah Suci dan meningkatkan jumlah populasi Yahudi setelah pengusiran orang Yahudi dari Spanyol pada tahun 1492.[33] Selama abad ke-16, komunitas-komunitas besar Yahudi kebanyakan berpusat pada Empat Kota Suci Yahudi, yaitu Yerusalem, Hebron, Tiberias, dan Safed. Pada pertengahan kedua abad ke-18, keseluruhan komunitas Hasidut yang berasal dari Eropa Timur telah berpindah ke Tanah Suci. &lt;br /&gt;Migrasi dalam skala besar, dikenal sebagai Aliyah Pertama (Bahasa Ibrani: עלייה), dimulai pada tahun 1881, yakni pada saat orang-orang Yahudi melarikan diri dari pogrom di Eropa Timur. Manakala gerakan Zionisme telah ada sejak dahulu kala, Theodor Herzl merupakan orang Yahudi pertama yang mendirikan gerakan politik Zionisme, yakni gerakan yang bertujuan mendirikan negara Yahudi di Tanah Israel. Pada tahun 1896, Herzl menerbitkan buku Der Judenstaat (Negara Yahudi), memaparkan visinya tentang negara masa depan Yahudi; Tahun berikutnya ia kemudian mengetuai Kongres Zionis Sedunia pertama. &lt;br /&gt;Aliyah Kedua (1904–1914) dimulai setelah terjadinya pogrom Kishinev. Sekitar 40.000 orang Yahudi kemudian berpindah ke Palestina. Baik gelombang pertama dan kedua migrasi tersebut utamanya adalah Yahudi Ortodoks, namun pada Aliyah Kedua ini juga meliputi pelopor-pelopor gerakan kibbutz. Selama Perang Dunia I, Menteri Luar Negeri Britania Arthur Balfour mengeluarkan pernyataan yang dikenal sebagai Deklarasi Balfour, yaitu deklarasi yang mendukung pendirian negara Yahudi di tanah Palestina. Atas permintaan Edwin Samuel Montagu dan Lord Curzon, disisipkan pula pernyataan: &lt;br /&gt;"it being clearly understood that nothing shall be done which may prejudice the civil and religious rights of existing non-Jewish communities in Palestine, or the rights and political status enjoyed by Jews in any other country".  &lt;br /&gt;Bahasa Indonesia-nya: “Itu menjadi jelas dipahami bahwa tidak akan dilakukan hal-hal yang mungkin merugikan hak-hak sipil dan agama yang ada dalam komunitas non-Yahudi di Palestina, atau hak dan status politik yang dinikmati oleh orang-orang Yahudi di negara lain&lt;br /&gt;Legiun Yahudi, sekelompok batalion yang terdiri dari sukarelawan-sukarelawan Zionis, kemudian membantu Britania menaklukkan Palestina. Oposisi Arab terhadap rencana ini berujung pada Kerusuhan Palestina 1920 dan pembentukan organisasi Yahudi yang dikenal sebagai “Haganah” (dalam Bahasa Ibrani artinya "Pertahanan").&lt;br /&gt;Pada tahun 1922, Liga Bangsa-Bangsa mempercayakan mandat atas Palestina kepada Britania Raya. Populasi wilayah ini pada saat itu secara dominan merupakan Arab Muslim, sedangkan pada wilayah perkotaan seperti Yerusalem, secara dominan merupakan Yahudi. &lt;br /&gt;Imigrasi Yahudi berlanjut dengan Aliyah Ketiga (1919–1923) dan Aliyah Keempat (1924–1929), secara keseluruhan membawa 100.000 orang Yahudi ke Palestina. Setelah terjadinya kerusuhan Jaffa, Britania membatasi imigrasi Yahudi, dan wilayah yang ditujukan sebagai negara Yahudi dialokasikan di Transyordania. Meningkatnya gerakan Nazi pada tahun 1930 menyebabkan Aliyah kelima (1929-1939) dengan masukknya seperempat juta orang Yahudi ke Palestina. Gelombang masuknya Yahudi secara besar-besaran ini menimbulkan Pemberontakan Arab di Palestina 1936-1939, memaksa Britania membatasi imigrasi dengan mengeluarkan Buku Putih 1939. Sebagai reaksi atas penolakan negara-negara di dunia yang menolak menerima pengungsi Yahudi yang melarikan diri dari Holocaust, dibentuklah gerakan bawah tanah yang dikenal sebagai Aliyah Bet yang bertujuan untuk membawa orang-orang Yahudi ke Palestina. Pada akhir Perang Dunia II, jumlah populasi orang Yahudi telah mencapai 33% populasi Palestina, meningkat drastis dari sebelumnya yang hanya 11% pada tahun 1922. &lt;br /&gt;Setelah 1945, Britania Raya menjadi terlibat dalam konflik kekerasan dengan Yahudi. Pada tahun 1947, pemerintah Britania menarik diri dari Mandat Palestina, menyatakan bahwa Britania tidak dapat mencapai solusi yang diterima baik oleh orang Arab maupun Yahudi. Badan PBB yang baru saja dibentuk kemudian menyetujui Rencana Pembagian PBB (Resolusi Majelis Umum PBB 18) pada 29 November 1947. Rencana pembagian ini membagi Palestina menjadi dua negara, satu negara Arab, dan satu negara Yahudi. Yerusalem ditujukan sebagai kota Internasional – corpus separatum – yang diadministrasi oleh PBB untuk menghindari konflik status kota tersebut. Komunitas Yahudi menerima rencana tersebut, tetapi Liga Arab dan Komite Tinggi Arab menolaknya atas alasan kaum Yahudi mendapat 55% dari seluruh wilayah tanah meskipun hanya merupakan 30% dari seluruh penduduk di daerah ini. Pada 1 Desember 1947, Komite Tinggi Arab mendeklarasikan pemogokan selama 3 hari, dan kelompok-kelompok Arab mulai menyerang target-target Yahudi. Perang saudara dimulai ketika kaum Yahudi yang mula-mulanya bersifat defensif perlahan-lahan menjadi ofensif. Ekonomi warga Arab-Palestina runtuh dan sekitar 250.000 warga Arab-Palestina diusir ataupun melarikan diri. &lt;br /&gt;Pada 14 Mei 1948, sehari sebelum akhir Mandat Britania, Agensi Yahudi memproklamasikan kemerdekaan dan menamakan negara yang didirikan tersebut sebagai "Israel". Sehari kemudian, gabungan lima negara Arab (Mesir, Suriah, Yordania, Lebanon dan Irak) menyerang Israel, menimbulkan Perang Arab-Israel 1948. Maroko, Sudan, Yaman dan Arab Saudi juga membantu mengirimkan pasukan. Setelah satu tahun pertempuran, genjatan senjata dideklarasikan dan batas wilayah sementara yang dikenal sebagai Garis Hijau ditentukan. Yordania kemudian menganeksasi wilayah yang dikenal sebagai Tepi Barat dan Yerusalem Timur, sedangkan Mesir mengontrol Jalur Gaza. Israel kemudian diterima sebagai anggota PBB pada tanggal 11 Mei 1949. Selama konflik ini, sekitar 711.000 orang Arab Palestina (80% populasi Arab) mengungsi keluar Palestina. &lt;br /&gt;Pada masa-masa awal kemerdekannya, gerakan Zionisme buruh yang dipimpin oleh Perdana Menteri David Ben-Gurion mendominasi politik Israel. Tahun-tahun ini ditandai dengan imigrasi massal para korban yang selamat dari Holocaust dan orang-orang Yahudi yang diusir dari tanah Arab. Populasi Israel meningkat dari 800.000 menjadi 2.000.000 dalam jangka waktu sepuluh tahun antara 1948 sampai dengan 1958. Kebanyakan pengungsi tersebut ditempatkan di perkemahan-perkemahan yang dikenal sebagai ma'abarot. Sampai tahun 1952, 200.000 imigran bertempat tingal di kota kemah ini. Adanya desakan untuk menyelesaikan krisis ini memaksa Ben-Gurion menandatangani perjanjian antara Jerman Barat dengan Israel. Perjanjian ini menimbulkan protes besar kaum Yahudi yang tidak setuju Israel berhubungan dengan Jerman. &lt;br /&gt;Selama tahun 1950-an, Israel terus menerus diserang oleh Pejuang Kemerdekaan Palestina yang kebanyakan berasal dari Jalur Gaza yang diduduki oleh Mesir. Pada tahun 1956, Israel bergabung ke dalam sebuah aliansi rahasia bersama dengan Britania Raya dan Perancis, yang betujuan untuk merebut kembali Terusan Suez yang sebelumnya telah dinasionalisasi oleh Mesir. Walaupun berhasil merebut Semenanjung Sinai, Israel dipaksa untuk mundur atas tekanan dari Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai ganti atas jaminan hak pelayaran Israel di Laut Merah dan Terusan Suez. &lt;br /&gt;Negara-negara Arab selama bertahun-tahun menolak hak Israel untuk berdiri. Nasionalisme Arab yang dipimpin oleh Nasser menyerukan penghancuran negara Israel. Pada tahun 1967, Mesir, Suriah, dan Yordania menutup perbatasannya dengan Israel dan mengusir pasukan perdamaian PBB keluar dari wilayah tersebut serta memblokade akses Israel terhadap Laut Merah. Israel kemudian melancarkan serangan terhadap pangkalan angkatan udara Mesir karena takut akan terjadinya invasi oleh Mesir. Hal ini kemudian berujung pada Perang Enam Hari yang kemudian dimenangkan oleh Israel. Pada perang ini, Israel berhasil merebut Tepi Barat, Jalur Gaza, Semenanjung Sinai, dan Dataran Tinggi Golan. Garis Hijau menjadi penanda batas antara wilayah administrasi Israel dengan Wilayah pendudukan Israel. Batas wilayah Yerusalem juga diperluas dengan memasukkan wilayah Yerusalem Timur. Sebuah undang-undang yang mengesahkan pemasukan wilayah ini kemudian ditetapkan. Hal ini kemudian berujung pada Resolusi Dewan Keamanan PBB 478 yang menyatakan bahwa penetapan ini tidak sah dan melanggar hukum internasional.&lt;br /&gt;Kegagalan negara-negara Arab pada perang tahun 1967 kemudian menyebabkan tumbuhnya gerakan kemerdekaan Palestina oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an, beberapa kelompok militer Palestina melancarkan berbagai gelombang serangan terhadap warga-warga Israel di seluruh dunia, termasuk pula pembunuhan atlet-atlet Israel pada Olimpiade München 1972. Israel membalas aksi tersebut dengan melancarkan Operasi Wrath of God (Kemarahan Tuhan). Pada operasi ini, orang-orang yang bertanggung jawab terhadap peristiwa München ini dilacak dan dibunuh. &lt;br /&gt;Pada hari Yom Kippur 6 Oktober 1973 yang merupakan hari suci Yahudi, pasukan Mesir dan Suriah melancarkan serangan mendadak terhadap Israel. Perang tersebut berakhir pada tanggal 26 Oktober dengan Israel berhasil memukul balik pasukan Mesir dan Suriah. Walaupun demikian perang ini dianggap sebagai kekalahan Israel. Sebuah komisi yang dibentuk untuk menginvestigasi perang ini membebaskan pemerintah Israel dari tanggung jawab. Namun kemarahan publik Israel pada akhirnya memaksa Perdana Menteri Golda Meir untuk mengundurkan diri.&lt;br /&gt;Pemilihan Knesset 1977 menandai terjadinya titik balik dalam sejarah perpolitikan Israel. Pada pemilihan ini, Menachem Begin yang berasal dari partai Likud mengambil alih kontrol pemerintahan dari Partai Buruh Israel. Pada tahun itu pula, Presiden Mesir Anwar El Sadat melakukan kunjungan ke Israel dan mengucapkan pidato di depan Knesset. Aksi ini dilihat sebagai pengakuan kedaulatan Israel yang pertama oleh negara Arab. Dua tahun kemudian, Sadat dan Menachem Begin menandatangani Persetujuan Camp David dan Perjanjian Damai Israel-Mesir. Israel menarik mundur pasukannya dari semenanjung Sinai dan setuju untuk bernegosiasi membahas otonomi warga Palestina yang berada di luar Garis Hijau, namun rencana tersebut tidak pernah diimplementasikan. Pemerintahan Begin mendukung warga Israel untuk bermukim di Tepi Barat, mengakibatkan konflik dengan warga Palestina di daerah tersebut.&lt;br /&gt;Pada tanggal 7 Juni 1981, Israel membombardir reaktor nuklir Osirak milik Irak pada Operasi Opera. Badan intelijen Israel, Mossad, mencurigai reaktor nuklir tersebut akan digunakan Irak untuk mengembangkan senjata nuklir. Pada tahun 1982, Israel melakukan intervensi pada Perang Saudara Lebanon untuk menghancurkan basis-basis serangan Organisasi Pembebasan Palestina di Israel Utara. Intervensi ini kemudian berkembang menjadi Perang Lebanon Pertama. Israel menarik pasukannya dari Lebanon pada tahun 1986. Intifada Pertama yang merupakan perlawanan rakyat Palestina terhadap pemerintahan Israel terjadi pada tahun 1987, menyebabkan terjadinya kekerasan di daerah pendudukan Israel. Selama 6 tahun berikutnya, lebih dari seribu orang tewas, kebanyakan merupakan korban kekerasan internal warga Palestina. Selama Perang Teluk 1991, PLO dan kebanyakan warga Palestina mendukung Saddam Hussein dan Irak dalam melancarkan serangan misil terhadap Israel. &lt;br /&gt;Pada tahun 1992, Yitzhak Rabin menjadi Perdana Menteri Israel setelah memangkan pemilihan umum legislatif Israel 1992. Yitzhak Rabin dan partainya mendukung adanya kompromi dengan tetangga-tetangga Israel. Setahun kemudian, Shimon Peres dan Mahmoud Abbas, sebagai wakil Israel dan PLO, menandatangani Persetujuan Oslo. Persetujuan ini memberikan Otoritas Nasional Palestina hak untuk memerintah di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Selain itu, juga dinyatakan pula pengakuan hak Israel untuk berdiri dan menyerukan berakhirnya terorisme. Pada tahun 1994, Perjanjian Damai Israel-Yordania ditandatangani, membuat Yordania menjadi negara Arab kedua yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. &lt;br /&gt;Dukungan publik Arab terhadap persetujuan ini menurun setelah terjadinya peristiwa pembantaian umat Muslim yang sedang bersembahyang di Masjid Ibrahimi oleh sekelompok ekstremis gerakan Kach. Selain itu, pemukiman warga Israel di daerah pendudukan yang masih berlanjut, serta menurunnya kondisi ekonomi Palestina juga menurunkan dukungan publik Arab. Dukungan publik Israel terhadap persetujuan ini juga berkurang setelah terjadinya rentetan kasus bom bunuh diri yang dilakukan oleh hamas. Pembunuhan Yitzhak Rabin yang dilakukan oleh ekstremis Yahudi ketika ia sedang meninggalkan sebuah pawai yang mendukung perdamaian dengan Palestina mengejutkan seluruh negeri.&lt;br /&gt;Pada akhir 1990-an, Israel yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu menarik mundur pasukannya dari Hebron dan menandatangai Memorandum Sungai Wye. Memorandum tersebut memberikan Otoritas Nasional Palestina kontrol yang lebih luas. &lt;br /&gt;Ehud Barak yang merupakan Perdana Menteri terpilih pada pemilihan tahun 1999 memulai pemerintahannya dengan menarik mundur pasukan Israel dari Lebanon Selatan dan melakukan negosiasi dengan Ketua Otoritas Palestina Yasser Arafat dan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton pada Pertemuan Camp David bulan Juli tahun 2000. Dalam pertemuan itu, Barak menawarkan rencana pendirian Negara Palestina, namun Yasser Arafat menolak tawaran tersebut. Setelah negosiasi gagal, Intifada Kedua dimulai.&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat dibuat kesimpulan bahwa, pertama; kemerdekaan dan perdamaian yang dijanjikan kepada Palestina tidak kunjung datang setelah 40 tahun lebih. Kedua; negosiasi (berunding) secara langsung dengan Israel sangat merugikan Israel karena daya tawar Palestina yang lebih rendah dan Israel selalu mendikte dan menekan jalannya perundingan. &lt;br /&gt;Maka menjadi hal yang wajar jika Mahmoud Abbas dari faksi fatah-Palestine Liberation Organization memilih langkah diplomasi dan hukum agar diakui sebagai negara berdaulat di PBB dengan wilayah sebelum perang 1967 dan Jerusalem Timur sebagai ibu kota. Hari tanggal 21 September 2011, PBB akan memulai sidang tahunan dan Palestina bertekad meminta Dewan Keamanan (DK) PBB mengagendakan pemungutan suara di Majelis Umum bagi keanggotaan penuh Palestina. &lt;br /&gt;Angkat tetapi, dengan itu saja tidak akan cukup. Walaupun tekad Palestina sudah memperoleh minimal 120 negara anggota, Amerika Serikat telah menunjukkan ketidaksetujuannya dan mengancam akan menggunakan hak vetonya di DK PBB serta menarik bantuan keuangan kepada Palestina. &lt;br /&gt;Tanpa pengakuan PBB, Palestina saat ini diakui sebagai negara berdaulat oleh tidak kurang dari 126 negara, termasuk Indonesia. Pengakuan diberikan setelah Yasser Arafat mendeklarasikan pendirian negara Palestina dengan batas wilayah pra-1967 pada tahun 1988. Sejatinya, dengan pengakuan PBB pun, tidak berarti Israel angkat kaki dari kawasan yang didudukinya. Hal yang dikhawatirkan Israel dan sekutunya, sebagai anggota penuh PBB, Palestina mempunyai status hukum lebih kuat dalam perundingan-perundingan selanjutnya. Palestina juga akan mempunyai akses jadi anggota berbagai badan PBB, termasuk meminta pengadilan pidana internasional mengadili pelanggaran-pelanggaran Israel atas hukum internasional. &lt;br /&gt;Dengan perundingan saja jelas tak cukup melawan Kolonialisme Israel si Amerika Kecil di Timur Tengah, yang selalu dibantu oleh Setan Besar Imperialisme Amerika Serikat beserta seluruh antek-antek dan sekutu-sekutunya.  Oleh karenanya perlu persatuan Hamas dan Fatah (seluruh Palestina) serta menggalang Persatuan Bangsa Kulit Berwarna (het bruine front), Liga Melawan Penindasan Kolonial (League Against Colonial Oppression), Persatuan Perjuangan Asia-Afrika Raya!!&lt;br /&gt;Jika semua itu dapat digalang, niscaya fajar pagi kemerdekaan sejati segera terbit di Palestina dan seluruh Asia-Afrika.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-1674842975257167516?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/1674842975257167516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=1674842975257167516' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/1674842975257167516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/1674842975257167516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/09/menuju-palestina-merdeka.html' title='Menuju Palestina Merdeka'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-7155450010523414584</id><published>2011-08-16T20:53:00.000-07:00</published><updated>2011-08-16T20:56:53.361-07:00</updated><title type='text'>“Merebut Kemerdekaan Indonesia Sejati”</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Merebut Kemerdekaan Indonesia Sejati”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Rakyat yang mau merdeka bisa merdeka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdeka! Merdeka! Sekali Merdeka Tetap Merdeka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-66, 66 tahun lamanya kita di seberang jembatan emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, sekarang kita boleh mengibarkan bendera Merah Putih dan Sekarang Kita Boleh Menyanyikan lagu Indonesia Raya..,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian., di tengah-tengah Gelora Perayaan HUT RI ke 66 ini., ada sebagian rakyat Indonesia yang merasa bahwa Indonesia belum merdeka. Apakah memang demikian? Benar bahwa kemerdekaan lebih dinikmati oleh koruptor, politisi busuk, dan segenap orang kaya nan serakah lainnya. Benar, bahwa perekonomian kita masih dijajah oleh pihak asing; setan besar Kurawa Imperialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga jika harus dibuat bait syair untuk menggambarkan Indonesia, akan tertulis seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aan Indonesië’s strand verdrongen zich de volken;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Steeds daagden nieuwe meesters over ‘t meer:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zij volgden op elkaar, gelijk aan ‘t zwerk de wolken&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;De telg des lands alleen was nooit zijn heer”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia-nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di pantainya tanah Indonesia rakyat berdesak-desakan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang selalu tuan-tuannya setiap masa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka beruntun-runtun sebagai runtunan awan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi anak pribumi sendiri tak pernah kuasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat kita tentang puisi ini? Bagaiman pendapat kita terhadap suara-suara yang mengatakan kita belum merdeka. Pendapat kita: Mereka benar, tapi cuma sebagian!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah merdeka., kita telah menjadi bangsa merdeka setelah proklamasi kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia 17 Agustus 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita belum mendapatkan fajar kemerdekaan secara utuh. Akan tetapi dengan Jiwa Merdeka, dengan semangat 17 Agustus 1945 kita rebut Kemerdekaan Indonesia Sejati., Kita Pasti Mencapai Indonesia Merdeka yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebab Indonesia belum mencapai kemerdekaan yang sejati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neo Kolonialisme-Imperialisme! Inilah asal-muasalnya kesialan nasib negeri Indonesia! Neo Kolonialisme-Imperialise raksasa itulah yang kini menggetarkan bumi Indonesia dengan jejaknya yang seberat gempa, menggetarkan udara Indonesia dnegan guruh suaranya yang sebagai Guntur-mengaut-aut di pada kerezekian negeri Indonesia dan rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neo Kolonialisme-Imperialisme Kurawa alias penjajahan gaya baru inilah yang harus kita lawan dengan keberaniannya ksatria yang melindungi tanah airnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor sangat penting yang membakar semangat para pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia ialah bahwa kemerdekaan politik merupakan jembatan emas menuju kemakmuran yang berkeadilan dan kesejahteraan rakyat. Cita-cita Soekarno untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai sebuah bangsa yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara kebudayaan akhir-akhir ini cenderung semakin pupus. Bukan hanya cita-cita Bung Karno yang semakin pupus, cita-cita Bangsa Indonesia untuk mendirikan”Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur” juga cenderung semakin pupus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominasi Neo Kolonialisme-Imperialisme (penjajahan) kini semakin meluas dan menyebar pada sektor-sektor strategis perekonomian. Dominasi asing semakin kuat pada sektor-sektor strategis, seperti keuangan, energi dan sumber daya mineral, telekomunikasi, serta perkebunan. Dengan dominasi asing seperti itu, perekonomian sering kali melayani kepentingan mereka. Hal inilah lah yang menyebabkan sebagaian rakyat Indonesia merasa dirinya belum merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Republik Indonesia didirikan bukan sekedar untuk menggulung kolonialisme-imperialisme, melainkan untuk menggelar keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Republik Indonesia hadir untuk melindungi, menyejahterakan, dan menyejahterakan, dan mencerdaskan rakyatnya serta memungkinkan mereka berperan dalam pergaulan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau memang kita nilai-rasakan bahwa tujuan Republik Indonesia belum bisa diwujudkan, maka itu menjadi tugas kita, kita rebut kemerdekaan sejati sehingga tujuan, cita-cita, dan janji kemerdekaan bisa diwujudkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita Bangsa Indonesia Tidak Sudi Dijajah!! Lebih baik berputih tulang daripada hidup bercermin bangkai!! Rawe-Rawe Rantas Malang-Malang Putung!! Segala Bentuk Penjajahan Pasti Kita Ganyang!!!Penjajahan Harus Dihapuskan Dari Seluruh Muka Bumi Karena Tidak Sesuai Dengan Perikemanusiaan dan Perikeadilan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah kepada semangat Proklamasi 17 Agustus 1945! Kembalilah kepada Semangat Perjuangan Kemerdekaan Revolusioner! Kembalilah kepada Deklarasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia! Kembalilah Kepada Pancasila dan Pembukaan UUD 1945! Hanya dengan itulah bangsa Indonesia akan kembali menemukan kembali rel-nya revolusi! Dengan itulah bangsa Indonesia dapat meraih Kemerdekaan Sejati, Kejayaan, Keagungan, Kesejahteraan, dan Keselamatan di dunia sekaligus Kebahagiaan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Agusuts 2011 , Selamat Hari Kemerdekaan, Dirgahayu Republik Indonesia ke-66&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*bersambung., akan diterbitkan dalam brosur yang lebih lengkap*&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-7155450010523414584?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/7155450010523414584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=7155450010523414584' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/7155450010523414584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/7155450010523414584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/08/merebut-kemerdekaan-indonesia-sejati.html' title='“Merebut Kemerdekaan Indonesia Sejati”'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-978521148855301256</id><published>2011-08-07T17:50:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T17:52:33.536-07:00</updated><title type='text'>Agustus Kita</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustus Kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Kita! Negara kita selalu lebih benar daripada negara-negara lain. Benar atau salah, ini tetap negara kita! Benar atau salah, ini negara saya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar atau salah, tetap negara kita! Jika benar, kita harus tetap menjadikannya benar. Dan jika pun salah, maka kita harus menganggapnya tetap benar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan negara saya adalah Republik Indonesia, Indonesia Raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our Country! Our country is always righter than the other countries. Right or wrong, this is still our country! Right or wrong, is my country&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Our Country! In her intercourse with foreign nations may she always be in the right; but right or wrong, our country!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“My country, right or wrong; if right, to be kept right; and if wrong, to be set right&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indeed, — God is Great—every time I hear and see Indonesia, also called Nusantara, every time in Augustus, especially when we’re going to meet “17 Agustus”, I always feel as if my soul is on threshold of a Merapi eruption, on the threshold of a Merapi explosion! Sungguh-Tuhan Maha Agung-setiap saya mendengar dan melihat Indonesia, yang juga disebut Nusantara, setiap saat di bulan Agustus, tertuma sekali ketika kita akan segera bertemu dengan “17 Agustus”, saya selalu merasa seolah-olah jiwa saya dalam ambang erupsi Merapi, dalam ambang letusan Merapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah-olah saya ingin meledak, ingin berteriak, ingin menangis, ingin bersorak-sorai, ingin bernyanyi, karena seolah-olah jiwa saya diguncangkan oleh emosi yang maha dahsyat, emosi cinta, emosi yang penuh kelembutan kepada negara dan bangsa, suatu emosi yang penuh dengan idealisme revolusi yang seirama dengan idealisme revolusi umat manusia. Itulah mengapa semua pikiran saya, semua yang keluar dari otak saya, semua isi dari orasi dan naskah saya yang keluar di bawah gerakan tulisan tangan saya, dalam sebagian besar, atau terkadang secara keseluruhan, dengan sepenuhnya berdasarkan pada perasaan atau emosi ini, berdasarkan pada perasaan cinta yang membara untuk negara dan bangsa, emosi yang bisa menggapai bintang bahkan bisa menggapai bintang di surga sekalipun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(It is as if I want to explode, to roar, to cry, to shout with laughter, to sing, because it is as if my soul is rocked by tremendous emotion, an emotion of love and emotion of tenderness towards country and nation, an emotion full of the idealism of a Revolution which is in tune of the idealism of Revolution of Mankind. That is way all my thoughts, everything that comes out of my brain, all the contents of the speech and manuscript which comes out under the movement of my writing hand, are for the greater part, or sometimes in their entirety, completely based on these feeling or emotions, based on feelings of a burning love or a sobbing emotion for country and nation, an all-shaking emotion because of the idealism of the Revolution which reaches towards the stars in the skies, which perhaps reaches even higher than the stars in the heavens).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saudara-saudaraku, aku harap semoga kalian juga memiliki perasaan yang sama, perasaan cinta yang membara, yang menggelora, cinta yang lekang oleh zaman dan tak lapuk oleh waktu, cinta kita terhadap negara kita; Republik Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi Indonesia berpautan dengan Revolusi Umat Manusia; Revolusi Umat Manusia berpautan dengan Revolusi Indonesia. Saya melukiskan ini dalam kata-kata berikut; “Ada Kemanusiaan yang mendasar dalam Revolusi Indonesia.”  Saya juga berkata bahwa Revolusi Indonesia mempunyai suatu suara semesta. The Indonesian Revolution is interlocked with the Revolution of Mankind; the Revolution of Mankind is interlocked with the Indonesian Revolution. I describe this in the following words; “There is an essential humanity in the Indonesian Revolution”. I also say that the Indonesian Revolution has “a universal voice”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herein lies the source of God’s Blessing upon us, — God’s Blessings which have always helped us when the enemy wanted to destroy us; God’s Blessings which kept us standing upright even though fire and thunder and lighting were showered upon us in terrible military aggressions; God’s Blessing which prevented us great even though rebellions like the D.I.–T.I.I. (Darul Islam/Islamic State–Tentara Islam Indonesia/Islamic Army of Indonesia), the P.R.R.I. (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia/Revolutionary Government of Republic of Indonesia), the Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta/People’s Total Struggle), the G.A.M. (Gerakan Aceh Merdeka/Aceh Freedom Movement), the R.M.S. (Republik Maluku Selatan/Republic of South Maluku), and the O.P.M. (Organisasi Papua Merdeka/Free Papua Organization) wanted to tear us apart; God’s Blessing which kept us standing upright even tough we were undermined by all kinds of subversion. Go to hell separatism! I want to see separatist to be crushed and burned in hell! Di sinilah terdapat Berkah Tuhan kepada kita, Berkah Tuhan yang selalu membantu kita ketika musuh hendak menghancurkan kita, Berkah Tuhan yang membuat kita tetap berdiri tegak meskipun api, guntur, kilatan geledek dihujankan di atas kepala kita  dalam agresi-agresi militer yang mengerikan. Berkah Tuhan yang menjaga kita tetap agung walaupun pemberontakan-pemberontakan seperti Darul Islam-Tentara Islam Indonesia, Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia/Perjuangan Rakyat Semesta, Gerakan Aceh Merdeka, Republik Maluku Selatan dan Organisasi Papu Merdeka ingin mencerai-beraikan kita. Berkah Tuhan yang membuat kita tetap berdiri tegak biarpun kita diruntuhkan oleh berbagai bentuk subversi. Pergilah ke neraka Separatisme! Saya ingin melihat gerombolah separatis hancur dan terbakar di neraka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God’s Blessing which kept us alive even tough geological disasters like earthquake, tsunami, explosion of volcano, flood, hurricane, and whirling wind attacked us violently. There’s no any geological disaster can destroy us! Berkah Tuhan yang membuat kita tetap hidup walaupun bencana-bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, topan, dan angin puting beliung menyerang kita secara brutal. Tidak ada suatu bencana alam apapun yang sanggup menghancurkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spiritually, I would like to say: “We will never collapse, we will never be destroyed, and we will never be annihilated because the blessings of all Mankind support us!”  All the Social Conscience of Man prays for our victory. Kita tidak akan pernah kolaps, kita tidak akan pernah dihancurkan, dan kita tidak akan pernah dibinasakan karena  doa dari semua manunsia mendukung kita. Semua hati nurani manusia mendoakan kejayaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada sesuatu apapun yang bisa mengurangi Kemuliaan Indonesia, tidak ada sesuatu apapun yang sanggup membinasakan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak ada sesuatu apapun yang kuasa merobohkan Bangsa Indonesia!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan berkat, rahmat, keselamatan, dan perlindungan kepada seluruh Rakyat Indonesia, kepada seluruh Tanah Air Tumpah Darah Indonesia  Karena seluruh malaikat di surga dan semua makhuk di alam semesta ini berdoa dan memperjuangkan Kejayaan dan Kemuliaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rayakanlah Hari Kemerdekaan Kita, Ramaikanlah Bulan Agustus Kita, Bulan Agustus; Bulan Kemerdekaan Kita!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-978521148855301256?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/978521148855301256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=978521148855301256' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/978521148855301256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/978521148855301256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/08/agustus-kita.html' title='Agustus Kita'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-1156525066900469136</id><published>2011-07-24T21:14:00.000-07:00</published><updated>2011-07-24T21:15:14.807-07:00</updated><title type='text'>Rama VS Rahwana: Pro &amp; Kontra BPJS (2)</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rama VS Rahwana: Pro &amp; Kontra BPJS (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, baik yang pro maupun kontra terhadap Jaminan Sosial dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, harus insyaf, harus benar-benar sadar bahwa rakyat Indonesia yang kita cintai ini teramat sangat membutuhkan “Jaminan Sosial”. Oleh karenanya; setiap pro dan kontra, debat, bahkan massa actie harus didasarkan pada suatu perasaan cinta yang membara terhadap Negara dan Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, marilah kita lihat sejenak perkataan mereka yang kontra terhadap jaminan sosial dan badan penyelenggara jaminan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk contoh kelompok yang kontra, kita lihat dari kelompok yang menamakan dirinya Hizbut Tahrir Indonesia. Mereka berkata bahwa UU SJSN bukan mengatur jaminan sosial tetapi justru mengatur tentang asuransi sosial yang akan dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hizbut Tahrir, UU SJSN telah mengubah kewajiban negara dalam memberikan jaminan sosial menjadi kewajiban sosial. Dengan UU SJSN hak sosial rakyat justru diubah menjadi kewajiban rakyat. Pandangan Hizbut Tahrir Indonesia didasarkan pada Pasal 1 Ayat (3): “prinsip asuransi sosial itu adalah sautu mekanisme pengumpulan dana yang bersifat wajib yang berasal dari iuran guna memberikan perlindungan atas resiko sosial ekonomi yang menimpa peserta dan/atau anggota keluarganya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), rakyat akan kehilangan hak-hak sosialnya yang harus dipenuhi oleh Negara. Sebaliknya, negara menghilangakan kewajiban dari dirinya dan membebankan ke pundak rakyat. Rakyat diharuskan menanggung bebannya sendiri dan beban sesama rakyat. UU SJSN juga telah mengubah jaminan sosial menjadi asuransi sosial. Mereka berpendapat bahwa makna jaminan sosial jelas sangat berbeda dengan asuransi sosial. Jaminan sosial adalah kewajiban negara dan merupakan hak rakyat, sedangkan dalam asuransi sosial, rakyat sebagai peserta harus membayar premi sendiri. Itu sama artinya bahwa rakyat harus melindungi diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat HTI, ternyatalah mirip dengan pendapat-pendapat dari kelompok-kelompok lain yang turut tidak setuju dengan SJSN maupun BPJS. Seperti itulah pendapat pasukan Rahwana Dasamuka, Rahwan Sepuluh Wajah. Wajah-wajah yang dipergunakan untuk mengelabui rakyat, untuk membohongi rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awaslah awas Rama! Jangan tertipu oleh Rahwana Sepuluh Wajah, yang satu wajah kelihatannya mencintaimu tetapi 9 wajah lainnya sungguh ingin membuatmu terus-menerus menderita!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpesan kepadamu Rama dan seluruh rakyat Indonesia, bahwa mereka yang kontra terhadap SJSN dan BPJS adalah kelompok-kelompok yang selama ini berpesta-pora di atas penderitaan rakyat, mereka khawatir bahwa jika jaminan sosial diterapkan maka perut gendut mereka akan terurisk!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka Rahwana sepuluh wajah berkata demikian, menyampaikan penolakan terhadap SJSN dan BPJS karena; pertama: mendengar atau membaca sepotong pasal saja, mereka juga tidak memahami bahwa di seluruh dunia, yang disebut asuransi sosial atau jaminan sosial bersifat wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat lebih teliti konsepsi tentang jaminan sosial atau asuransi sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;La sécurité sociale, sous-groupe de la protection sociale assurée par l’État-providence, est un système assurant un minimum de ressources ainsi que l’accès aux besoins essentiels (éducation, eau, nourriture, hygiène) à tous les citoyens hors catastrophe, guerre ou calamité (qui relèvent elles de la sécurité civile). La sécurité sociale fait partie de la politique sociale, celle-ci étant intégrée dans la politique publique. Les administrations de sécurité sociale sont les organismes de droit privé, chargés d’une mission de service public.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambah lagi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sociale zekerheid kan de vorm aannemen van een uitkering, een meestal periodiek verstrekte som geld, of van een voorziening, die uit een dienst (zoals verzorging) of een product (zoals een rolstoel) kan bestaan. Een modern voorbeeld van een sociale voorziening is het persoonsgebonden budget dat de ontvanger naar eigen keuze bepaalde diensten en/of producten kan besteden. Een ouder voorbeeld is de voedselbon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Social security is primarily a social insurance program providing social protection or protection against socially recognized conditions, including poverty, old age, disability, unemployment and others. Social security may refer to:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    social insurance, where people receive benefits or services in recognition of contributions to an insurance scheme. These services typically include provision for retirement pensions, disability insurance, survivor benefits and unemployment insurance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    income maintenance—mainly the distribution of cash in the event of interruption of employment, including retirement, disability and unemployment&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    services provided by administrations responsible for social security. In different countries this may include medical care, aspects of social work and even industrial relations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    More rarely, the term is also used to refer to basic security, a term roughly equivalent to access to basic necessities—things such as food, clothing, shelter, education, money, and medical care.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dus dengan demikian, jaminan sosial diselengarakan secara nasional dan berdasarkan prinsip asuransi sosial dan prinsip ekuitas boleh-boleh saja. Hal ini merupakan jaminan sosial yang paling mungkin diterapkan di Indonesia saat ini. Karena pertama: APBN kita terbatas, kedua: kekayaan alam bangsa Indonesia masih dikuasai oleh Setan Besar Neo Kolonialisme-Imperialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jikalau semua program jaminan sosial gratis, kita harus rebut seluruh kekayaan bangsa Indonesia yang sedang dirampok Freeport, Newmont, Exxon Mobile, Petro China, PETRONAS, dan pengkhianat-pengkhianat bangsa antek Imperialisme. Akan tetapi, perjuangan kita merebut kembali semua kekayaan alam, itu memerlukan waktu yang tidak sebentar. Tapi, sekarang, sekarang, sekarang, dan sekali sekarang rakyat Indonesia sungguh, teramat sungguh membutuhkan “Jaminan Sosial”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dengan membuang seluruh eksistensi dan harga diri saya, berlutut dan menghinakan diri saya dengan berlutut dan memohon kepada pihak yang kontra dan pemerintah untuk segera menjalankan jaminan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok yang kontra SJSN dan BPJS sebernarnya paham jika rakyat Indonesia butuh Jaminan Sosial, tetapi punya kepentingan yang ingin dipertahankan dan dilestarikan. Kementrian BUMN, yang kini mengendalikan dana Rp 110 triliun uang pekerja swasta di PT Jamsostek tanpa ikut mengiur, terancam kehilangan control atas sumber dana yang besar. Kontrol Kementrian BUMN atas tiga kementrian lain: ASABRI, Askes, Taspen (dana sekitar Rp 80 trilun). Konsep SJSN sesungguhnya mengubah ketiga BUMN tersebut menjadi BPJS agar tidak hanya melayani pegawai negeri demi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat ingin sejahtera, rakyat ingin hidupnya terjamin. Dan akan menjadi sempurna bila memang semua gratis. Tapi kita sekarang belum mampu untuk menciptakan program jaminan sosial yang semuanya gratis. Kita harus berkepala dingin dan masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang memang kita harus membayar premi dulu agar jaminan sosial bisa segera dijalankan, tapi besok saya yakin bahwa program jaminan sosial akan gratis!!! Percayalah kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan bersama kita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-1156525066900469136?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/1156525066900469136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=1156525066900469136' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/1156525066900469136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/1156525066900469136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/07/rama-vs-rahwana-pro-kontra-bpjs-2.html' title='Rama VS Rahwana: Pro &amp; Kontra BPJS (2)'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-1530956186789735185</id><published>2011-07-19T22:08:00.000-07:00</published><updated>2011-07-19T22:09:26.348-07:00</updated><title type='text'>“Kebaikan VS Kejahatan: Pro &amp; Kontra BPJS” (1)</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kebaikan VS Kejahatan: Pro &amp; Kontra BPJS” (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat ingin sejahtera, Rakyat yang tadinya merasa dirinya kurang makan, kurang pakaian, menciptakan dunia yang di dalamnya ada keadilan, di bawah pimpinan Ratu Adil. Maka oleh karena itu, jikalau kita memang betul-betul mengerti, mengingat, mencintai rakyat Indonesia marilah kita terima prinsip hal “sociale rechtvaardigheid”, prinsip keadilan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Soekarno, Proklamator Kemerdekaan Bangsa Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pro dan kontra Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial terus bergulir, khususnya tentang bagaimana bentuk dan peranannya. Lahirnya RUU BPJS sudah pasti tidak terlepas dari Undang-Undang induknya; yaitu UU No 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial (SJSN) adalah perintah konstitusi. UUD 1945 mengharuskan adanya jaminan sosial untuk seluruh rakyat, bukan hanya untuk pegawai negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UUD 1945 pasal 34 ayat 2 mengamantkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada keadilan sosial tanpa jaminan sosial dan tidak ada jaminan sosial tanpa badan penyelenggaran jaminan sosial. Menjalankan UU SJSN memerlukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Oleh karenanya, UU SJSN dan Mahkamah Konstitusi memerintahkan empat BUMN (ASABRI, ASKES, Jamsostek, dan Taspen) menyesuaikan diri dengan UU SJNS paling lambat 19 Oktober 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status hukum PT Taspen, PT Asabri, PT Askes, dan PT Jamsostek pasca Putusan Mahkamah Konstitusi tanggal 31 Agustus 2005 terhadap perkara Nomor 007/PUU-III/2005 dalam posisi transisi. Dalam posisi transisi karena Pasal 5 ayat (2) dan ayat (3) UU No 40 Tahun 2004 yang menyatakan ke-4 (empay) Persero tersebut sebagai BPJS menurut UU No. 40 Tahun 2004 dinyatakan bertentangan dengan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, pemeritahan SBY tidak menjalankan UU SJSN dan Mahkamah Konsitusi. Oleh karena SBY tidak menjalankan UU SJSN, maka Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) menggugat pemerintah di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PN Jakarta Pusat atas perkara Nomor 278/PDT.G/2010/PN.JKT.PST memutuskan bahwa tergugat (pemerintah: presiden, wakil presiden, ketua DPR, dan delapan menteri terkait) telah lalai tidak menjalankan UU SJSN. PN Jakarta Pusat juga menghukum pihak pemerintah untuk segera mengundangkan segera UU BPJS dengan cara menyesuaikan badan penyelenggara jaminan sosial yang ada dengan UU SJSN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya ada kebaikan dan kejahatan, seperti halnya ada Pandawa dan Kurawa, sudah pasti pula ada pro dan kontra. Dalam hal jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan badan penyelenggara jaminan sosial, sudah pasti pula ada pro dan kontra. Ada yang mendukung jaminan sosial dan badan penyelenggara jaminan sosial, ada pula yang menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada bebas nilai, tidak ada tidak memihak, tidak ada kata netral dalam jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Oleh karenanya, saya putra ideologis Soekarno, klan Pandawa, pro, mendukung jaminan sosial dan badan penyelenggara jaminan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pendidikan politik, sebagai upaya menyebarkan kebaikan dan menghancurkan kejahatan, maka perlu untuk membahas pro (kebaikan) dan kontra (kejahatan) tentang Jaminan Sosial dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kita lihat dulu suara-suara sumbang dari kelompok yang kontra Jaminan Sosial dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, kita lihat alasan-alasan dari persaudaran Kurawa penganjur kejahatan. Mereka berkata; bahwa UU SJSN tidak prorakyat, mengalihkan tanggung jawab negara ke rakyat, BPJS akan mengambil dan menginvestasi uang peserta untuk asing, SJSN konsep neoliberalisme, SJSN disponsori asing (Germania), transformasi BPJS tidak legal dan mengancam keuangan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Nyonya Besar yang Terhormat Mantan Menkes, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Siti Fadilah Supari akan membuat gerakan anti Badan Penyelenggar Jaminan Sosial. Selain itu, Bapak yang Terhormat, Tuan yang Berpendidikan Tinggi, tuan Sri-Edi Swasono Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia berkata bahwa UU No 40/2004 tentang SJSN merupakan kecelakaan konstitusional, artinya bertentangan dengan UU SJSN. Tuan Sri-Edi Swasono yang berpendidikan tinggi mengatakan bahwa dengan UU SJSN, hak sosial rakyat menjadi komoditas dagang, dan hal ini merupakan gerakan ideologis penyebaran neoliberalisme yang berseberangan dengan UUD 1945. Eksesnya adalah perusahaan multinasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya? Benarkah itu semua? Benarkah nyanyian sumbang kelompok kontra Jaminan Sosial dan BPJS? Benarkan alasan-alasan persaudaraan Kurawa itu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu salah! Itu tidak benar!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awaslah Awas!! Awas Bangsa Indonesia! Awas Ksatriya Pandawa jangan sampai jadi korban kelicikan Persaudaraan Kurawa!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar adalah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-Undang Jaminan Sosial sejalan dengan tujuan pendirian Republik Indonesia dan Pembukaan UUD 1945 untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ini adalah saran perlindungan dasar bagi rakyat Indonesia terhadap berbagai resiko dari lahir sampai mati, tanpa membedakan status sosial ekonomi. Setiap warga negara akan terjamin kesehatan, perawatan saat kecelakaan kerja, pensiun, atapun hari tuanya seumur hidup. Selain melindungi rakyat Indonesia, SJSN merupakan sarana penyangga perekonomian nasional karena mengumpulkan dana rakyat. Orang yang mampu wajib membayar iuran setiap bulan. Orang yang miskin iuran dibayarkan oleh pemerintah sesuai pasal 17 UU SJSN ayat (4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Pasal 17 ayat (5) UU SJSN menyebutkan bahwa bantuan iuran sebagaimana dimaksud pada ayat (4), pada tahap pertama dibayar oleh pemerintah untuk program jaminan kesehatan. Artinya, pemerintah membayarkan iuaran fakir dan miskin, dan oran tidak mampu untuk jaminian kesehatan terlebih dahulu, lalu kemudian secara bertahap membayar iuaran untuk program jaminan sosial yang lain seperti hari tua, pensiun, kecelekaan kerja, dan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pernyataan (Kompas 19/7/2011) Tuan Terdidik Sri-Edi Swasono adalah sangat keliru. Tuan Guru Besar Ekonomi UI itu mengatakan bahwa fakir miskin dan orang tidak mampu hanya mendapat bantuan iuaran pada tahap pertama saja dan tahap selanjutnya membayar sendiri. Itu salah! Sepanjang dia tidak mampu, iuran akan dibayarkan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan yang mampu diwajibkan membayar iuran karena APBN belum mampu menanggung jaminan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia., apalagi pembayar pajak hanya 10 persen. Model pembiayaan ini juga tidak bertentangan dengan falsafah kegotongroyongan dan solidaritas sosial sesuai sila kelima Pancasila: Yang kaya membantu yang miskin, yang sehat membantu yang sakit, yang muda membantu yang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup Indonesia Raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-1530956186789735185?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/1530956186789735185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=1530956186789735185' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/1530956186789735185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/1530956186789735185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/07/kebaikan-vs-kejahatan-pro-kontra-bpjs-1.html' title='“Kebaikan VS Kejahatan: Pro &amp; Kontra BPJS” (1)'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-1395031198376776706</id><published>2011-06-24T21:17:00.000-07:00</published><updated>2011-06-24T21:18:12.424-07:00</updated><title type='text'>Neo-Kolonialisme (Penjajahan Gaya Baru)</title><content type='html'>"Dedicated to My Big Love"&lt;br /&gt;Neo-Kolonialisme (Penjajahan Gaya Baru)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita Soekarno untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai sebuah bangsa yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara kebudayaan akhir-akhir ini cenderung semakin pupus. Bukan hanya cita-cita Bung Karno yang semakin pupus, cita-cita Bangsa Indonesia untuk mendirikan“Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur” juga cenderung semakin pupus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang politik, berbagai lembaga politik yang ada, bukannya menjadi penyangga tegaknya kedaulatan politik, justru menjadi pintu masuk intervensi asing. Sehingga akibatnya, produk politik, seperti peraturan perundang-undangan, yang seharusnya dibuat untuk melembagakan kedaulatan politik justru berubah menjadi sarana legalisasi, pengesahan, penghalalan Neo-Kolonialisme alias “penjajahan gaya baru”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang budaya, sisipan ungkapan asing akhir-akhir ini tidak hanya muncul dalam percakapan sehari-hari, melainkan muncul dalam percakapan sehari-hari, melainkan muncul secara mencolok di ruang-ruang publik. Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional bahkan secara serampangan, sembrono, dan ‘hilang ingatan’ sejarah, menggunkan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di dalam kelas. Kecenderungan serupa bahkan mulai muncul pula dalam dokumen resmi negara. Nilai-nilai kebudayaan asing seperti individualisme, hedonisme, liberaliasme, dan fundamentalisme agama telah menggerus nila-nilai kebudayaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan tidak berdaulat secara politik dan kecenderungan tidak berkepribadian dalam budaya itu, terkait erat dengan bidang ekonomi. Pertama, secara historis Indonesia memang terlanjur mewarisi struktur ekonomi yang bercorak kolonial. Oleh karena itulah, ketika mempersiapkan kemerdekaan, para pendiri bangsa secara sengaja memulainya dengan merumuskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Keduanya tidak disusun untuk melanggengkan kemapanan, melainkan sebagai pemandu dalam melakukan perombakan structural itulah yang mendorong Soekarno untuk menyebut UUD 1945 sebagai UUD revolusioner. Mohammad Hatta mengatakan bahwa UUD 1945 adalah “undang-undang dasar yang paling modern” (pada zamannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesungguhan Paduka Yang Mulia Presiden Soekarno Pemimpin Besar Revolusi Soekarno dalam melaksanakan agenda revolusi yang belum selesai itu, antara lain dapat disimak pada beberapa peristiwa sebagai berikut. Pertama, pembatalan hasil kesepakatan Konferensi Meja Bundar (KMB) secara sepihak pada 1956, termasuk penghentian pembayaran utang warisan Hindia Belanda. Kedua, nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda pada 1957. Ketiga, perebutan kembali Papua Barat pada 1962. Keempat, penarikan diri Indonesia dari keanggotaan PBB, IMF, dan Bank Dunia pada awal 1965. Kelima, penerbitan UU Nomor 16 Tahun 1965 ada 23 Agustus 1965 yang memerintahkan segala bentuk keterlibatan perusahaan asing di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan berbagai agenda perombakan struktural itu terhenti pasca peristiwa G30S dan penggulingan Soekarno dari tampuk kekuasaan. Setelah itu A-Soeharto memegang tampuk kekuasaan dan menjadi sekutu bagi kekuatan Kolonialis-Imperialis yang dikomandoi oleh Amerika Serikat beserta sekutu dan antek-anteknya. Di mulai dengan penerbitan UU 7, 8, dan 9 Tahun 1966 serta UU Nomor 1 dan 12 Tahun 1967, perekonomian Indonesia secara berangsur-angsur berbalik arah menuju pelembagaan neo-kolonialisme. Sejak awal sampai akhir kekuasaannya, Rezim A-Soeharto-Orbais tidak melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 sebagaimana yang dikehendaki oleh para pendiri bangsa. Pelaksanaan Pancasila disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kemauan rezim A-Soeharto sebagai ‘penguasa baru’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, terhitung sejak awal Pemerintahan Soeharto, perkembangan ekonomi juga ditandai oleh semakin meningkatnya ketergantungan terhadap utang luar negeri Pemerintahan Indonesia dan arus modal asing. Sebgai gambaran, jumlah utang luar negeri Pemerintahan Indonesia pada akhir Pemerintahan Soekarno hanya 2,17 miliar dollar AS. Pada akhir Pemerintahan Soeharto, angka itu membengkak 25 kali lipat menjadi 54 miliar dollar AS. Bahkan, pada akhir 2010 lalu angka itu sudah membengkak lebih dari 50 kali lipat menjadi 116 milliar dollar AS. Sehingga sebagi akibatnya, peningkatan pengaruh kepentingan asing dalam penyelenggaraan perekonomian Indonesia sulit dihindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era kekuasaan rezim A-Soeharto, pengaruh berbagai kelompok kepentingan asing asing dalam penyelenggaran perekonomian Indonesia itu, antara lain, tampak pada pelaksanaan berbagai program deregulasi dan debirokratisasi ekonomi sejak awal 1980-an. Implikasinya, antara lain tampak pada maraknya perkembangan sektor keuangan. Perkembangan sektor keuangan yang berlangsung tanpa kendali itu, di tengah semakin terpuruknya perekonomian Indonesia di bawah impitan beban utang luar negeri, secara jelas mengungkapkan semakin rentannya perekonomian Indonesia terhadap gejolak moneter yang berasal dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, mudah dimengerti bila krisis moneter 1998 benar-benar dimanfaaatkan oleh berbagai kelompok kepentingan asing untuk memaksakan kehendak mereka kepadaIndonesia. Yang terjadi kemudian tidak hanya berupa pelaksanaan agenda-agenda ekonomi neoliberal secara massif, melainkan telah melangkah lebih sesat ke arah legalisasi, pengesahan, penghalalan Neo-Kolonialisme alias “penjajahan gaya baru”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, beberapa produk perundang-undangan yang beberapa pasalnya dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi. Puncaknya, dilakukan amandemen terhadap pasal 33 UUD 1945. Dengan tindakan ini, cita-cita para pendiri bangsa untuk merombak struktur ekonomi kolonaial yang membelenggu Indonesia sesungguhnya sedang dicoba untuk dikubur selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan Orde Baru dan “Orde Yang Paling Baru” alias rezim pasca reformasi telah memprivatisasi 12 BUMN pada periode 1991-2001 dan 10 BUMN pada periode 2001-2006. Pemerintahan SBY, melalui Komite Privatisasi BUMN yang diketuai Menko Ekuin Boediono saat itu, mengharapkan agar dari 139 BUMN diprivatisasi menjadi 69 BUMN. Karenanya, privatisasi itu akan terus berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan privatisasi di Indonesia semacam ini sebetulnya banyak didektekan oleh kelompok kepentingan asing seperti dalam Letter of Intents dengan IMF; dan telah diatur sedemiki rupa seperti yang tertuang dalam dokumen milik Bank Dunia yang berjudul: Legal Guidelines for Privatization Programs. Dalam dokumen USAID Strategic Plan for Indonesia 2004-2008 disebutkan juga bahwa lembaga bantuan Amerika Serikat ini bersama Bank Dunia aktif dalam permasalahan privatisasi di Indonesia. Bank Pembangunan Asia-Asian Development Bank (ADB)—dalam News Release yang berjudul: Project Information: State-Owned Enterprise Governance and Privatization Program, tanggal 4 Desember 2001—memberikan pinjaman 400 juta dollar AS, juga untuk program privatisasi BUMN di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominasi pihak asing (penjajahan) kini semakin meluas dan menyebar pada sektor-sektor strategis perekonomian. Dominasi asing semakin kuat pada sektor-sektor strategis, seperti keuangan, energi dan sumber daya mineral, telekomunikasi, serta perkebunan. Dengan dominasi asing seperti itu, perekonomian sering kali melayani kepentingan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Per Maret 2011 pihak asing telah menguasai 50,6 persen asset perbankan nasional. Dengan demikian, sekitar Rp 1.551 triliun dari total asset perbankan Rp 3.065 triliun dikuasai asing. Secara perlahan porsi kepemilikan asing terus bertambah. Per Juni 2008 kepemilikan asing baru mencapai 47,02 persen. Hanya 15 bank yang menguasai pangsa 85 persen. Dari 15 bank itu, sebagian sudah dimiliki asing. Dari total 121 bank umum, kepemilikan asing ada pada 47 bank dengan porsi bervariasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya perbankan, asuransi juga didominasi asing. Dari 45 perusahaan asuransi jiwa yang beroperasi di Indonesia, tak sampai setengahnya yang murni milik Indonesia. Kalau dikelompokkan, dari asuransi yang ekuitasnya di atas Rp 750 miliar hampir semuanya usaha patungan. Dari sisi perolehan premi, lima besarnya adalah perusahaan asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu tak terlepas dari aturan pemerintah yang sangat liberal, memungkinkan pihak asing memiliki sampai 99 persen saham dan 80 persen saham perusahaan asuransi. Pasar modal juga demikian, total kepemilikan investor asing 60-70 persen dari semua saham perusahaan yang dicatatkan dan diperdagangkan di bursa efek. Pada badan usaha milik negara (BUMN) pun demikian. Dari semua BUMN yang telah diprivatisasi, kepemilikan asing sudah mencapai 60 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahanan energi Indonesia juga memasuki zona rawan karena kegagalan menerapkan kedaulatan atas sumber daya minyak dan gas bumi serta pertambangan. Migas dan tambang yang seharusnya menjadi sumber daya strategis diperlakukan sebatas komoditas dengan nilai manfaat minimal bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Negara melakukan kesalahan besar ketika mengubah bentuk pengelolaan sumber daya strategis menjadi berdasarkan jenis usaha. Konsekuensinya, sumber daya mineral, batubara, dan migas diperlakukan sebatas komoditas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksploitasi sumber daya mineral strategis semakin tidak terkendali dengan penerapan otonomi daerah. Pemerintah mencatat ada 8.000 izin kuasa pertambangan yang dikeluarkan pemerintah daerah. Kondisi ini semakin membuka peluang asing untuk menguasai lansung sumber daya batubara dan mineral. Perusahaan tambang asing, terutama China dan India, masuk menguasai tambang kecil dengan membiayai perusahaan-perusahaan tambang lokal yang kesulitan pendanaan. Tanpa disadari, Indonesia sudah menjadi hulu sumber daya untuk China dan India. Dua negara ini sangat agresif mencari sumber daya batubara sebagai pengganti minyak di luar negeri, sementara cadangan migas dan tambangnya sengaja mereka simpan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu data British Petroleum Statistical Review, Indonesia hanya memiliki cadangan batubara terbukti 4,3 miliar ton atau 0,5 persen dari total cadangan batubara dunia menjadi pemasok utama China yang memiliki cadangan batubara terbukti 114,5 miliar ton atau setara 13,9 persen dari total cadangan batubara dunia. Dengan rata-rata peroduksi sekitare 340 juta ton per tahun, sekitar 240 juta ton diekspor, cadangan terbukti batubara Indonesia akan habis dalam 20 tahun. Jika ini dibiarkan, Indonesia terancam menjadi importit minyak sekaligus batubara. Lebih dari itu, 6.000 dari total 8.000 izin pertambangan tumpang tindih lahannya. Wilayah Indonesia kian tercabik-cabik aneka kepentingan. Indonesia telah dikuasi oleh “Imperialisme Rahwana yang memiliki sepuluh wajah, alias “Dasamuka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sektor migas, penguasaan cadangan migas oleh perusahaan asing masih dominan. Dari total 225 migas yang dikelola kontraktor kontrak kerja sama non-Pertamina, 120 blok dioperasikan perusahaan asing, hanya 28 blok yang dioperasikan perusahaan nasional, serta sekitar 77 blok dioperasikan perusahaan gabungan asing dan lokal. Dominasi asing pada sektor migas dan pertambangan itu, dengan penguasaan wilayah kerja yang meluas dan tersebar dari wilayah Sabang di barat sampai Papaua di timur Nusantara, membuat kedaulatan negara dan bangsa rawan. Nusantara dicengkeram oleh Imperialisme Rahwana Dasamuka yang jahat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasil minyak utama didominasi oleh pihak asing, dominasi persaudaraan Kurawa yang jahat dan tamak. Di antaranya; Chevron 44 persen, Pertamina dan mitra 16 persen, Total E&amp;P 10 persen, Conoco Philips 8 persen, Medco 6 persen, CNOOC 5 persen, Petro china 3 persen, British Petroleum 2 persen, Vico Indonesia 2 persen, Kodeco Energy 1 persen, lainya 3 persen (Dirjen Migas, 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah table yang memeperlihatkan beberapa wilayah Nusantara, yang telah dikuasai oleh Imperialisme Dasamuka yang rakus dan tamak. Perusahaan asing=kolonialisme-imperialisme=Rahwana Dasamuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah Nusantara&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan Asing&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis SDA yang dirampok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nangroe Aceh Darussalam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ExxonMobil&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri hulu migas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riau&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chevron&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri hulu migas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jambi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerada Hess&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petro China&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri hulu migas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri hulu migas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawa Timur&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Exxon Mobil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerada Hess&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hess&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petro China&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri hulu migas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SDA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blok Madura&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chevron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santos&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri hulu migas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SDA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimantan Tengah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Indo Tambangraya Megah Tbk-Banpu Public Company&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batubara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimantan Selatan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Indo Tambangraya Megah Tbk-Banpu Public Company&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Bahari Cakrawala Sebuku-Straits Resource Ltd&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batubara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batubara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimantan Timur&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Singlurus Indonesia Lanna Resources Public Co Ltd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Lanna Harita Indonesia Lanna Resources Public Co Ltd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Indo Tambangraya Megah Tbk-Banpu Public Company&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chevron&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batubara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batubara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batubara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri hulu migas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulawesi Selatan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT INCO Vale Canada Limited&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumitomo Metal Mining Co Ltd&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irian Jaya Barat&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BP Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chevron&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri hulu migas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri hulu migas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papua&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Freeport Indonesia-Freeport-McMoRan Copper &amp; Gold Corp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petro China&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri hulu migas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nusa Tenggara&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Newmont Nusa Tenggara-PT Newmont Mining Corp&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepulauan Natuna&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chevron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerada Hess&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri hulu migas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri hulu migas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, penetrasi asing melalui perusahaan multinasional (MNC) di bidang pangan semakin kuat. Perusahaan asing di Indonesia tidak saja menguasai perdagangan, tetapi meluas dari hulu meliputi benih dan obat-obatan hingga industri pengolahan, pengepakan, perdagangan, angkutan hingga ritel. Liberalisasi di sektor perdagangan dan industri telah memberi peluang kepada asing untuk meningkatkan pasarnya di Indonesia, termasuk di negara berkembang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya kepentingan asing masuk di perdagangan. Setelah itu, untuk memastikan terjaminnya pasokan barang, mereka juga masuk ke produksi. Untuk meningkatkan volume produksi, mereka kuasai industri benih dan menciptakan ketergantungan. Hal itu saja belum cukup, mereka lebih lanjut masuk ke industri pengolahan melalui akuisisi perusahaan nasional. Untuk menjamin produk mereka terjual, perusahaan asing juga masuk ke ritel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri input pertanian saat ini dipasok hanya oleh sepuluh perusahaan multinasional (MNC) dengan nilai penjualan mencapai 40 miliar dollar AS. Lima perusahaan raksasa di antara adalah Syngenta, Monsanto, Bayer Crop, BASF AG, dan Dow Agro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pihak lain, petani bergantung pada industri olahan dan pedagang pangan. Sepuluh besar MNC menguasai penjualan pangan senilai 409 miliar dollar AS. Lima di antaranya, yaitu Nestle, Cargill, ADM, Uniliver, dan Kraft Foods. Indonesia juga masuk dalam cengkeraman jaringan MNC, terutama Nestle yang terbesar yang menguasai perdagangan kakao dunia, Cargill menguasai perdagangan pakan ternak, dan Unilever menguasai pangan olahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritel pangan dunia juga dikuasai MNC, di antaranya Wal Mart, Metro Group, Tesco, Seven &amp; I Holdings, dan Carrefour. Banyak produk pangan yang secara lokal sudah dijual ke perusahaan asing, di antaranya DANONE ( Perancis), Unilever (Belanda), Nestle (Swiss), Coca Cola (Amerika Serikat), Hj Heinz (Amerika Serikat), Campbels (Amerika Serikat), Numico (Belanda), dan Philip Morris (Amerika Serikat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut table Perusahaan Agroindustri yang dikuasai perusahaan multinasional (MNC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama/Produk&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saham (persen)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABC (kecap/sirup/saus)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HJ Heinz&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT ABC Central Food&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sari Wangi (Teh)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unilever (Inggris)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Sari Wangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bango (Kecap)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unilever (Inggris)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Sakura Aneka Food&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taro (Makanan ringan)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniliver (Inggris)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Rasa Murni Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqua (AMDK)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DANONE (Perancis)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;74&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Tirta Investama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helios, Nyam-nyam (Biskuit)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Campbel (AS)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Helios Arya Putra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ades (AMDK)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coca Cola (AS)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Adel Afindo Putra Setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SGM (Susu/makanan bayi)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Numico (Belgia)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;82&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Sari Husada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dji Sam Soe, A Mild (Rokok Kretek)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Philip Morris (AS)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT HM Sampoerna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan asing telah mendominasi pula sektor perkebunan di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Perusahaan Asing&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luas Perkebunan (hektar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guthrie Bhd (Malaysia)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;167.908&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilmar International Group (Singapura)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;85.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindoli-Cargill (Amerika Serikat)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63.445&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuala Lumpur Kepong Bhd (Malaysia)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45.714&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIPEF Group (Belgia)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30.952&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golden Hope Group (Malaysia)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.810&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan asing juga mendominasi industri telekomunikasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Perusahaan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemilikan asing (persen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SmartFrend Telecom&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23,91&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telkomsel&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutchinson&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indosat&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;70,14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XL Axiata&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natrindo&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;95&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta tentang sistem perekonomian Indonesia yang semakin terdominasi asing, telah mengingatkan kita tentang ciri-ciri kolonialisme di Indonesia seperti yang telah dikatakan oleh Seokarno, yaitu: Pertama, diposisikannya perekonomian Indonesia sebagai pemasok bahan mentah bagi negara-negara maju. Kedua, dijadikannya perekonomian Indonesia sebagai pasar produk negara-negara industri maju. Ketiga, dijadikannya perekonomian Indonesia sebagai tempat untuk memutar kelebihan kapital yang terdapat di negara-negara industri maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas, bahwa saat ini, ciri-ciri itu masih berlangsung sampai sekarang. Bahkan dilindungi dan dilestarikan oleh rezim penguasa! Sudah jelas bahwa kebijakan ekonomi politik neoliberal itu suatu bentuk Neo Kolonialisme-Imperialisme, membuka ruang lebar bagi setan-setan Kurawa modal internasional dan membenamkan rakyat Indonesia dalam lumpur penderitaan dan kenestapaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari persepektif hukum, situasi tersebut merupakan konsekuensi logis dari semakin liberalnya peraturan perundang-undangan Indonesia, terutama di bidang hukum ekonomi. Ada banyak peraturan perundang-undangan yang sangat dipengaruhi paham individual-kapitalistik meskipun sumber hukum utama Indonesia adalah gotong royong dan kebersamaan (brotherhood).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini mencerminkan betapa para pembuat kebijakan dan otoritas pembentuk hukum di Indonesia tidak setia kepada dasar falsafah negara-bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Cukong-cukong pembuat kebijakan banyak dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran jangka pendek yang melihat keikutsertaan pada arus perdagangan global dan persahabatan dengan negara-negara dominan alias negara Imperialis sebagai landasan berfikir dalam membentuk hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, pada tingkat peraturan pelaksanaan pernah terjadi drafter (pembuat draf)-nya adalah pihak asing. Tentu saja situasi ini sangat memprihatinkan jika dipandang dari sudut pandang kedaulatan negara dan kedaulatan hukum Indonesia. Para pemikir hukum yang memegang otoritas pembentukan undang-undang hanya terpaku pada kondisi sesaat yang menghendaki penyesuaian hukum Indonesia dengan arus global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem perekonomian Indonesia yang semakin terdominasi asing, menjadi bukti bahwa pembangunan hukum, khususnya hukum ekonomi, yang berbasis pada ideologi liberalisme akan berdampak pada kekalahan pihak yang lemah karena kebebasan yang diusung liberalisme itu memberikan kesempatan kepada pihak yang kuat untuk mendominasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum ekonomi yang liberal akan berdampak pada penguasaaan sumber-sumber ekonomi oleh pihak-pihak yang kuat. Pihak yang kuat adalah pihak asing, maka pihak asing telah mengancam kedaulatan Indonesia. Indonesia telah kembali menjadi negara jajahan, walaupun dalam bentuknya yang berbeda dengan penjajahan masa kolonial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, Kita Bangsa Indonesia Tidak Sudi Dijajah!! Lebih baik berputih tulang daripada hidup bercermin bangkai!! Rawe-Rawe Rantas Malang-Malang Putung!! Segala Bentuk Penjajahan Pasti Kita Ganyang!!!Penjajahan Harus Dihapuskan Dari Seluruh Muka Bumi Karena Tidak Sesuai Dengan Perikemanusiaan dan Perikeadilan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah kepada semangat Proklamasi 17 Agustus 1945! Kembalilah kepada Semangat Perjuangan Kemerdekaan Revolusioner! Kembalilah kepada Deklarasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia! Kembalilah Kepada Pancasila dan Pembukaan UUD 1945! Hanya dengan itulah bangsa Indonesia akan kembali menemukan kembali rel-nya revolusi! Dengan itulah bangsa Indonesia dapat meraih Kejayaan, Keagungan, Kesejahteraan, dan Keselamatan di dunia sekaligus Kebahagiaan di akhirat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-1395031198376776706?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/1395031198376776706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=1395031198376776706' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/1395031198376776706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/1395031198376776706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/06/neo-kolonialisme-penjajahan-gaya-baru.html' title='Neo-Kolonialisme (Penjajahan Gaya Baru)'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-6288374756102577711</id><published>2011-06-21T01:57:00.001-07:00</published><updated>2011-06-21T01:57:38.545-07:00</updated><title type='text'>Arab Saudi Bunuh Ruyati!</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arab Saudi Bunuh Ruyati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arab Saudi, orang-orang dari padang pasir itu telah membunuh saudara kita Ruyati dengan cara memenggal kepalanya pada hari Sabtu tanggal 18 Juni 2011. Saya yakin 100% bahwa pangkal dari semua masalah ini adalah perilaku orang-orang padang pasir yang memang sering menyiksa, tidak membayar gaji, memperkosa, dan membunuh saudara kita sesama bangsa Indonesia. Ini adalah penghinaan! Orang-orang dari padang pasir itu telah merobek-robek saya punya perasaan sebagai seorang putra nusantara, sebagai bagian dari Bangsa Indonesia. Sungguh pahit rasanya, sepahit kehilangan keluarga dalam Romusha, sepahit kemiskinan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak memfitnah, saya tidak sedang menghasut!! Data yang sudah saya baca, bahwa pada periode 1 Januari 2010-1 November 2010, terjadikan 3.835 penganiyaan terhadap saudara-saudara kita yang menjadi TKI, ada 2.548 TKI yang gajinya tidak dibayar. Ada 2.500 saudara kita yang mengalami pelecehan seksual (Kompas, 21 Juni 2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih ingat, kita masih ingat; saudara kita Darsem, saudara kita Sumiyati, dan baru-baru ini saudara kita Lina Kurniati juga meninggal di Arab Saudi. Saya masih ingat 100%, masih amat segar dalam ingatan saya bagaimana Prihatini Agustian menangis saat mengenang ibunya: Lina Kurniawati. Kurang ajar!!! Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal hukuman mati alias pemenggalan kepala yang menimpa saudara kita Ruyati, hukuman itu dijatuhkan akibat Ruyati dipersalahkan membunuh Khoriyah, istri Omar Mohammad Omar Hilwani, sang majikan dari padang pasir, 12 Januari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu semua, bahwa hukuman pancung alias penggal kepala itu dijatuhkan oleh pengadilan di Arab Saudi, pengadilannya orang-orang padang pasir yang memang gemar memotong tangan dan memenggal kepala orang! Dan biasanya, hukuman sungguh sulit adil. Apalagi pengadilan negri orang yang memberikan hukuman kepada warga negara lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arab Saudi, orang-orang padang pasir itu memenggal kepala saudara kita Ruyati tanpa terlebih dahulu memberitahukan kepada negara dan keluarganya. Tindakan Arab Saudi mengeksekusi alias memenggal kepala terpidana mati (Ruyati) tanpa memberitahukan kepada negara dan keluarga yang bersangkutan merupakan pelanggaran atas Konvensi Vienna 6163 tentang Hubungan Diplomatik dan Protokoler Antarnegara. Sebelum eksekusi, pemerintah dan keluarga diberi kesempatan untuk bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jikalau, dengan berat hati dan penuh curiga kita anggap seolah-olah bahwa Ruyati membunuh istri sang Majikan, apa penyebabnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta-faktanya adalah: berdasarkan kesaksian keluarga Ruyati, majikan di Arab Saudi adalah biang keladinya. Ruyati diyakini kerap dianiaya dan terlambat digaji. Pada akhir 2010 Ruyati bisa menghubungi keluarga dan menceritakan bahwa gaji tujuh bulan belum dibayarkan oleh majikan. Ruyati seharusnya diupah 800 riyal atau setara Rp 1,8 juta setiap bulan. Pihak keluarga Ruyati mengaku pernah mendapat informasi dari pekerja asal Indonesia lain bahwa majikan kerap menganiaya Ruyati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang seperti itu, lihatlah-bacalah lagi data-data yang sudah saya tulis di atas tadi!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir 2009 Ruyati juga pernah menghubungi keluarga dan bercerita baru pulang dari rumah sakit sehabis dioperasi pemasangan pen pada kaki yang remuk. Itu diduga akibat Ruyati didorong dari lantai dua oleh majikan perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bekerja, biasanya Ruyati menghubungi keluarga setiap dua bulan dengan telepon seluler. Namun, pada kurun 2010 kontak nyaris tidak terjadi karena Ruyati disidangkan di pengadilan orang-orang padang pasir dengan tuduhan membunuh majikan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami tidak yakin ibu tega membunuh” kata Evi dengan terisak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama Rumiyati menjalani proses hukum orang-orang padang pasir, keluarga sudah berkali-kali mendatangi Kementerian Luar Negeri, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, bahkan Kedutaan Besar Arab Saudi. Tujuan mereka mencari tahu perkembangan kasus hukum Ruyati di tangan orang-orang dari padang pasir sekaligus mengharapkan bantuan hukum agar ibunda mereka tidak dihukum mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, keluarga juga nyaris tidak pernah diberitahu perkembangan informasi tentang persidangan Ruyati. Salinan putusan pengadilan orang-orang padang pasir yang menjatuhkan hukuman mati terhadap Ruyati tidak pernah diterima. Perkembangan informasi justru diberikan oleh Migrant Care. Namun semua itu terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dialami Ruyati benar-benar sudah terlambat dan amat sangat menyedihkan. Ruyati telah pergi selamanya. Buni, ibunda Ruyati berkata: “Kalau anak saya tidak dihukum mati, dia mungkin bisa hidup bahagia di sini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beratus karangan bunga dukacita telah dikirimkan, beribu ungkapan bela sungkawa telah diucapkan, bahkan santunan puluhan juta rupiah telah diberikan, tapi tentunya itu semua tidak akan mampu menghapuskan kepedihan keluarga yang ditinggalkan, maupun saya, dan berjuta-juta bangsa Indonesia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tidak ada lagi Ruyati lain di kemudian hari. Dan seandainya ada Ruyati yang lain di kemudian hari, kita bakar Kedutaan Besar Arab Saudi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-6288374756102577711?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/6288374756102577711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=6288374756102577711' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/6288374756102577711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/6288374756102577711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/06/arab-saudi-bunuh-ruyati.html' title='Arab Saudi Bunuh Ruyati!'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-4217824777642533048</id><published>2011-06-10T21:52:00.001-07:00</published><updated>2011-06-10T21:52:32.055-07:00</updated><title type='text'>Kisah Cinta Inggit dan Soekarno</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Cinta Inggit dan Soekarno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di balik kesuksesan seorang pria, ada wanita kuat dan istimewa di belakangnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petikan kalimat mutiara yang tersebut di atas bukanlah mengada-ada, bukanlah sekedar kalimat tanpa makna. Telah banyak kisah-kisah kesuksesan, cerita-cerita kepahlawanan yang semakin membuktikan dan memperkuat kalimat mutiara itu. Salah satunya adalah kisah dari pasangan Paduka Yang Mulia Presiden Soekarno Pemimpin Besar Revolusi dan Ibu Inggit Ganarsih the real first lady of Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Inggit Ganarsih sangat besar dalam proses pembentukan Soekarno hingga menjadi seorang yang sangat disegani dan dihormati di Indonesia dan juga di mata dunia internasional. Namun demikian, sosok Inggit Ganarsih jarang dikupas-jarang diekspos. Seolah-olah, orang-orang dan sejarah melupakan Inggit Ganarsih. Akan tetapi, saya yakin 100% bahwa nanti sejarah dan angkasa raya akan menyayangi dan melantunkan bait doa-doa serta menyanyikan syair puji-pujian kepada Inggit Ganarsih. Istri Soekarno yang paling penting yang membentuk Soekarno menjadi pemimpin dan pejuang tangguh serta mengantarkannya ke gerbang kejayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah cinta Inggit dengan Soekarno dimulai ketika Soekarno pindah dari Surabaya ke Bandung. Soekarno hendak meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di Technische Hogeschool/Sekolah Tinggi Teknik, sekarang menjadi Institut Teknologi Bandung. Berbekal surat dari H.O.S Cokroaminoto yang ditujukan kepada salah seorang pengurus Sarekat Islam: Haji Sanusi, pada bulan Juni 1921 Soekarno muda berangkat menggunakan kereta api ke Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menenteng sebuah tas dan mengenakan peci hitam Soekarno turun di Stasiun Bandung. Haji Sanusi sahabat Cokroaminoto sudah menunggu. Dengan menggunakan delman mereka berdua menuju ke rumah Haji Sanusi. Di pintu rumah, Soekarno disambut oleh Inggit yang lansung mengambil hati Soekarno. Soekarno berkata dalam otobiagrafinya (Sukarno, an autobiography as told to Cindy Adams):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“berdiri di pintu masuk dalam sinar setengah gelap, bentuk badannya nampak jelas dikelilingi oleh cahaya lampu dari belakang. Perawakannya kecil, sekuntum bunga mawar merah yang cantik melekat di sanggulnya dan suatu senyum yang menyilaukan mata..segala percikan api, yang dapat memancar dari seorang anak dua puluh tahun dan masih hijau tak berpengalaman, menyambar-nyambar kepada seorang perempuan dalam umur tigapuluhan yang sudah matang dan berpengalaman”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggit pun mengenang kesannya tentang pemuda Soekarno, dan menceritakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sejak bertemu dan bersalaman, pemuda itu sudah menyenangkan. Ia gampang bergaul dan mau menerima apa yang aku hidangkan dengan roman muka yang menggembirakan…setelah itu percakapan pun menghidupi rumah kami. Ia benar-benar orang yang periang, jauh periang dibandingkan dengan suamiku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inikah yang dinamakan dengan ‘cinta pada pandangan pertama’? jika ya, ini sunggulah merupakan suatu kisah cinta yang romantis. Is this ‘love at the first sight’? if yes, this is absolutely a very romantic love story.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal kedatangan Soekarno, Haji Sanusi menghabiskan waktunya di sore hari bercakap-cakap dengan penghuni baru dirumahnya. Akan tetapi lama-kelamaan Sanusi jarang ada di rumah. Akhirnya Soekarno mengetahui bahwa Sanusi kembali kebiasaannya yaitu main biliar. Hampir setiap malam ia pulang ketika waktu sudah hampir pagi. Soekarno melihat ketidak-harmonisan hubungan suami-istri antara Sanusi dengan Inggit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Sanusi sedang bermain biliar, di rumah hanya ada Soekarno dan Inggit yang masih terjaga melalui malam-malam yang sepi. Inggit tidak jemu menemani Soekarno yang sedang mengerjakan tugas kuliahnya. Inggit membuatkan kopi untuk mengusir rasa kantuk agar Soekarno dapat menyelesaikan tugasnya sebelum tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarna mengenang hal itu: “Inggit dan aku berada bersama-sama setiap malam. Aku adalah orang yang selalu bangun dan membaca. Inggit pun lambat pergi tidur, karena harus menyiapkan makan untuk hari berikutnya. Dia selalu ada di sekelilingku. Dia adalah nyonya rumah. Aku orang bayar-makan. Kami berteduh di bawah atap yang sama. Aku melihatnya di pagi hari sebelum ia menggelung rambutnya. Dia melihatku dalam pakaian piyama. Aku senantiasa makan bersama dia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, alangkah “Indah” nya, berawal dari cinta pandangan pertama, kemudian rasa cinta, benih cinta itu semakin menguat seiring berjalannya waktu. It came naturaly…“Beri sedikit waktu karena cinta datang karena telah terbiasa”… Awal mendengar lagu Dewa itu, saya kurang percaya. Tetapi seiring berjalannya waktu dan setelah menuliskan kisah cinta Inggit dan Soekarno, tentunya membawa perubahan dalam pemahaman saya tentang “cinta yang datang karena telah terbiasa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa mudanya Soekarno, jikalau harus memilih antara wanita yang memiliki tangan yang cantik dan wanita yang memiliki hati yang lembut, maka Soekarno memilih wanita yang memiliki hati yang lembut. Itulah yang diakui oleh Soekarno dalam otobiografinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Soekarno tidak lebih mengutamakan hubungan lelaki-perempuan, akan tetapi ia memerlukan hati yang lembut dan dorongan yang besar dan mulia yang hanya dapat diberikan oleh hati seorang wanita”. Itu semua ada di dalam hati Inggit Ganarsih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno mengakui: “Dia (Inggit) memberiku kecintaan, kehangatan, tidak mementingkan diri sendiri. Ia memberikan segala apa yang kuperlukan yang tidak dapat kuperoleh semenjak aku meninggalkan rumah ibu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam, setelah mereka bersama-sama selama setahun, hanya ada Inggit dan Soekarno. Kemudian tiba waktunya bagi Inggit dan Soekarno untuk saling mengungkapkan perasaan yang ada di dalam hati mereka. Tentang cinta yang selama ini terpendam, tentang cinta yang belum terungkap. Sudah lama Inggit dan Soekarno terdiam tentang cinta mereka berdua, tenggelam dalam gelisah yang tidak tereda. Saya jadi teringat sebuah lagu: “Duhai cintaku, sayangku, lepaskanlah perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu. Dan kini hanya ada aku dan dirimu, sesaat di keabadian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno bicara dengan perlahan: “Aku mencintaimu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggit segera membalas dengan cepat: “Aku pun begitu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Soekarno berbisik: “Aku ingin mengawinimu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggit membalas berbisik: “Aku pun ingin menjadi istrimu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Soekarno bertanya: “Apakah menurut pendapatmu kita akan mendapat kesulitan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggit menjawab: “Tidak, Aku akan bicara dengan Sanusi besok”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua jelas sudah, bahwa Inggit dan Soekarno telah saling jatuh cinta. Namun sebenarnya, sebelum mereka saling mengutarakan perasaan hatinya, sebenarnya keduanya sudah tahu kalau mereka sedang di dalam api asmara yang membara. Semua orang yang telah melihat Inggit dan Soekarno, mengetahui tentang apa yang sedang terjadi dengan mereka, tidaklah sulit untuk membaca apa yang tersirat. Dan itu bukanlah sekedar khalayan mereka ataupun hanyalah mereka yang sedang bermimpi, mereka bisa jatuh dalam samudra cinta yang dalam. Every one who’s seen Inggit and Soekarno knows what going on between them; it doesn’t take a genius to read between the lines. And that’s not just their wishful thinking or only them who’re dreaming, they could be in love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan usia antara Inggit dan Soekarno cukup jauh. Umur Soekarno waktu itu belum genap 23 tahun sedangkan Inggit sudah berusia 36 tahun. Namun semua itu tidak menjadi halangan, dengan cinta semua halangan dan kesulitan dapat dihadapi. Akhirnya pada tanggal 24 Maret 1923 Inggit dan Soekarno melangsungkan pernikahan secara Islam. Sejoli itu kini resmi menjadi suami dan istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno telah dikasihi oleh Tuhan Yang Maha Penyayang ketika ia menikahi Inggit Ganarsih. Hanya Inggit yang bisa memainkan 3 peran yang sangat penting bagi Soekarno, yaitu sebagai teman, sebagai istri, dan sekaligus sebagai ibu. Inggit Ganarsih adalah isteri Soekarno yang luar biasa. Ia memberikan pengorbanan yang luar biasa demi perjuangan suaminya. Bahkan apabila Bung Karno diibaratkan nyala api, maka Inggit adalah kayu bakarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggit menghapus keringat ketika Soekarno kelelahan, Inggit menghibur ketika Soekarno kesepian, Inggit menjahitkan ketika kancing baju Soekarno yang lepas, Inggit hadir ketika Soekarno muda membutuhkan kehangatan perempuan baik sebagai Ibu, maupun sebagai teman.&lt;br /&gt;Dalam kamus hidupnya hanya ada kata memberi dan tak ada kata meminta. Inggit menjual bedak, meramu jamu dan menjahit untuk nafkah keluarga, sementara Soekarno seperti singa yang mengaum dari satu podium ke podium berikutnya, pikirannya tercurah untuk pergerakan, Inggit yang setia mencari uang. Inggit mencinta karena cinta, tanpa pamrih tanpa motivasi.&lt;br /&gt;Ketika Soekarno di tahan tangkap Bantjeuy. Kemudian ia dipenjara lagi di Sukamiskin. Praktis, ia tidak bisa menghidupi keluarga. Justru Inggitlah yang memenuhi kebutuhan keluarga, sekaligus kesejahteraan Soekarno di dalam penjara. Bahkan ia rela berjalan 20 km bersama anak angkat mereka Omi (Ratna Juami) untuk mengunjungi Soekarno di penjara. Sehingga Soekarno dapat menatap wajah puteri kesayangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berlinang air mata, Soekano berkata dengan nada rendah: “Omi klambimu apik, maar je bent zo meger, mijn kind” (Omi pakaianmu bagus, tapi engkau begini kurus anakku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu kesempatan Inggit mengenang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan muka redup, suamiku mendekat, lalu berkata perlahan-lahan, “Inggit, maafkanlah aku. Maafkanlah, Inggit. Aku telah melalaikan tugasku sebagai kepala rumah tangga yang bertanggung jawab. Aku telah melalaikan Inggit, melalaikan tugasku sebagai suami. Aku telah menyusahkanmu, Inggit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak kasep (Inggit memanggil Soekarno dengan panggilan sayang: ‘engkus’ dan ‘kasep’), jangan berpikir begitu. Mengapa mesti berkecil hati? Di rumah segalanya beres. Kan aku masih punya dua tangan. Dan aku bisa bekerja dan menghasilkan cukup uang untuk mengatur kehidupan rumah tangga. Beres, kasep.. beres!” aku membesarkan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggit menemani Soekarno saat terlunta-lunta di pembuangan. Jauh di Pulau Ende lalu di Bengkulu, Inggit tetap menemani, Inggit merupakan sumber energi bagi kehidupan Soekarno yang penuh ujian keras sebagai “Bapak Bangsa Indonesia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saat di pengasingan di Ende, Soekarno terjangkit malaria. Saat itu, kondisi jiwa Soekarno sangat lemah. Berkali-kali ia mengeluh kepada Inggit. Ia pernah berucap keinginan untuk mebuat taktik berpura-pura bekerja sama dengan pemerintah agar segera kembali ke Jawa. Inggit sebaliknya menolak dan memguatkan Soekarno agar berjiwa tegar dan pantang menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggit memberi semangat kepada Soekarno: “Kus, kamu ini bagaimana? Baru mendapatkan ujian sekecil ini sudah tak kuat. Bagaimana nanti jika jadi pemimpin? Cobaan pasti lebih berganda. Mestinya Kus bisa lebih sabar dari kami. Masak calon pemimpin berjiwa selemah ini? Percayalah, ini bukan untuk selamanya, ini hanya sementara. Buktikan tak lama lagi kita pasti keluar dari pulau terpencil ini. Nggit yakin itu, sebab Tuhan tak akan mungkin terus-menerus menguji hambaNya. Dia masih sayang kepada kita. Percayalah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tibalah saat yang telah ditentukan Sang Khalik. Tahun 1943, saat Sukarno hampir mencapai puncak kejayaannya. Ia berusia 40 tahun sedang Inggit 53 tahun. Jiwa lelakinya kembali muda, ia ingin memiliki keturunan, yang memang sulit didapat dari Inggit. Yang paling menyakitkan, keinginan ini dipicu oleh ketertarikan Soekarno pada anak angkat mereka, Fatmawati. Ia cinta Fatma, sekaligus menyayangi Inggit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno berkata pada Inggit: “Euis, aku akan menikah lagi supaya punya anak seperti orang-orang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak bisa menerima isteri kedua. Aku minta cerai !” balas Inggit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak begitu, maksudku engkau akan tetap jadi istri utama. Jadi first lady seandainya kita nanti merdeka. Jadi memegang segala kehormatan yang bersangkut dengan ini dalam kebiasaan kita, sementara aku menjalankan hukum agama dan hukum sipil mengambil isteri kedua untuk melanjutkan keturunanku.” Kata Soekarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, dicandung? Ari kudu dicandung mah, cadu! (Oh, dimadu? Kalau mesti dimadu, pantang!) Tidak ! Aku tidak memerlukan kasihanmu, Tidak, antarkan saja aku ke Bandung.” jawab Inggit lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Soekarno mengantar Inggit ke Bandung. Kembali Inggit tinggal di jalan Tjiateul dan Soekarno balik ke Jakarta. Dalam kesepiannya Inggit selalu berdoa bagi kebaikan Soekarno. Inggit kembali menjual bedak, meramu jamu dan menjahit sebagai nafkah.&lt;br /&gt;Dagangannya dititipkan di toko Delima. Inggit tidak mengeluh. Ia tidak menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh my ideological father, actually, “I don’t want to talk about it how you broke Inggit’s heart”. Why didn’t you listen to Inggit’s heart? Didn’t you know that Inggit always loves you and always has positive thingking even tough she already knows that you’re in love with Fatmawati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sebersitpun pemikiran negatif tentang suaminya terlintas, meski ia tahu Soekarno jatuh cinta pada Fatmawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Inggit waktu itu: “Tergodakah dia? Barangkali, ya, barangkali begitu. Sebab itu, sabarlah! Barangkali kejadian ini cuma meminta kesabaran. Barangkali cuma meminta percobaan. Barangkali cuma meminta keibuan dariku yang untuk sementara harus aku maklumi segalanya dan nantinya akan menjadi beres kembali. Tetapi, janganlah menyerah sebelum apa-apa. Jangan ribut. Tahan! Sabarlah! Bersopanlah! Sopan! Dan aku pun ikuti perasaan dan pikiran itu. Aku pun taat kepada pikiran-pikiran itu. Aku sabar. Menyabar-nyabarkan diri.”&lt;br /&gt;oh, mijn ideologische vader, you let Inggit down.. kamu mengecewakan Inggit. Inggit sangat mencintai dan setia kepada Soekarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun kurang senang saat Soekarno berkata kepada Omi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibumu berusia lebih daripada Papi. Memang dia dahulu cantik. Dan, dia wanita yang setia dan bijaksana. Tetapi, Papi laki-laki dalam usia jaya. Mengertilah, Omi. Izinkanlah Papi mengawini dia (Fatmawati). Begrijp mij toch, probeer mij te begrijpen, ik ben een man van veertig (mengertilah keadaanku, cobalah mengerti aku, aku laki-laku empat puluh tahun)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itukah balasan atas pengabdian Inggit selama ini? Piyé tho iki?., kurang opho Inggit sakjané? Inggit est une grande femme, elle est belle, elle est gentile, elle est patient, elle est intelligent, elle est courageuse, et bien sûr; Inggit est FORMIDABLE, she is FANTASTIC. Yo, siji waé kurangé; ora iso ménèhi anak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1943, di ujung perjuangan, telah dekat gerbang kemerdekaan, Inggit melepas Soekarno berjalan menuju gerbang itu bersama Fatmawati, sementara Inggit membalikkan badan, berjalan sendirian dalam kesedihan dan menjalani hidup tanpa Soekarno di sisinya. Sendirian dirumah yang dihuni ribuan kenangan manis saat masih bersama, melalui malam-malam yang dingin tanpa kehangatan seorang Soekarno, merasakan kosong saat kehilangan sebagian hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggit meneruskan hidupnya dirumah mereka dulu, kembali meramu jamu, membuat bedak dan menjahit. Selesailah sudah pengabdian Inggit menghantarkan pemimpin bangsa ke pintu gerbang kemegahannya. Inggit yang hanya berbekal sekolah madrasah telah dengan gemilang mendampingi ‘sang bapak bangsa’ yang berpengetahuan luas yang butuh kasih sayang di kala Soekarno harus menjalani masa-masa susah. Inggit tidak pernah melupakan Soekarno. Tidak pernah membenci Soekarno. Senantiasa berdoa untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggit berkata: “Yang lalu sudahlah berlalu, aku telah mengantarkan Kusnoku, Kasepku, Kesayanganku, Fajarku ke gerbang kebahagiaan, gerbang cahaya yang dari dulu diimpikannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Inggit, you’re a wonderful woman. You had a true love, there’s no pain in true love, how to love selfislesshly. I like to think you’re now in heaven with Soekarno. Oh Inggit, kamu seorang wanita yang sangat hebat. Kamu memiliki cinta sejati, tidak ada penderitaan dalam cinta sejati, bagaiamana mencintai tanpa pamrih. Aku senang berfikir bahwa kamu sekarang berada di surga bersama-sama dengan Soekarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Soekarno juga sesungguhnya tidak pernah melupakan Inggit meski Soekarno menikah lagi, menikah lagi, dan menikah lagi. Setelah menjadi Presiden, Soekarno sempat beberapa kali datang berkunjung dan membuat Jl. Ciateul (sekarang Jl. Inggit Garnasih) itu disesaki oleh rakyat yang ingin melihat langsung presidennya. Bagi Soekarno, Inggit adalah cinta sejatinya, the real Indonesian first lady.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1970, saat itu Inggit yang sudah berusia 82 tahun, sudah sepuh dan dalam kondisi sakit menerima berita duka pada hari Minggu, 21 Juni 1970, bahwa Engkus, mantan suami yang dicintainya sepenuh jiwa sudah mendahuluinya menghadap Yang Maha Kuasa. Ia pun tergopoh-gopoh berangkat dari Bandung menuju Jakarta, ditemani putri angkatnya, Ratna Juami. Dalam batin, ia harus memberi penghormatan kepada mantan suami yang telah ia antar dengan gilang-gemilang menggapai cita-citanya, ke pintu gerbang kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di Wisma Yaso, di tengah lautan massa yang berjubel, berbaris, antre hendak memberi penghormatan terakhir, Inggit –tentu saja– mendapat keistimewaan untuk segera diantar mendekat ke peti jenazah. Di dekat tubuh tak bernyawa di hadapannya..,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggit berucap: “Engkus, geuning Engkus tehmiheulan, ku Inggit di doakeun…” (Engkus, kiranya Engkus mendahului, Inggit doakan….).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di situ, suaranya terputus, kerongkongan terasa tersumbat. Badannya yang sudah renta dan lemah, terhuyung diguncang perasaan sedih. Sontak, Ibu Wardoyo, kakak kandung Bung Karno (nama aslinya Sukarmini) memapah tubuh tua Inggit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿ Begitulah cinta Inggit terhadap Soekarno, tak pudar digilas jaman, tak lapuk oleh waktu. Tak hilang meski Soekarno tetap berpetualang dari perempuan satu ke perempuan lainnya. Cinta karena semata-mata cinta. Tidak luka ketika dilukai, tidak sakit ketika disakiti. Inggit mencintai dengan ikhlas dan tulus. Tidak pernah Inggit ungkit jasa-jasa yang telah dia ukir untuk Soekarno. Andai tidak ada Inggit, mungkin Soekarno takkan terbentuk seperti yang kita kenal sekarang ini. Tapi Tuhan telah mengatur segalanya. Inggitlah perempuan yang paling pantas mendampingi dan ‘membentuk’ Soekarno. Dan Soekarno setia padanya selama kurang lebih 20 tahun. Lihat, pada istri manakah Soekarno setia selama itu selain pada Inggit ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inggit meninggalkan 1 pelajaran penting yaitu; “cinta sejati”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, Inggit, I respect you so much. I love you with all pieces of my heart, let me cry and pray for you.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-4217824777642533048?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/4217824777642533048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=4217824777642533048' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/4217824777642533048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/4217824777642533048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/06/kisah-cinta-inggit-dan-soekarno.html' title='Kisah Cinta Inggit dan Soekarno'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-4030723684350599804</id><published>2011-06-05T20:49:00.001-07:00</published><updated>2011-06-05T20:49:20.485-07:00</updated><title type='text'>Bung Karno Sang Bapak Bangsa</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno Sang Bapak Bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka oleh karena itu aku pesan kepadamu, bagaimanapun juga cintailah negara ini dan junjunglah nama negara ini sebab negara ini bukan hasil daripada perjuangan 1 atau 2 hari, bukan suatu hasil perjuangan yang enteng, tidak, tetapi dengan pengorbanan-pengorbanan, sekali lagi pengorbanan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Soekarno, Proklamator Kemerdekaan Bangsa Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat ulang tahun Bung Karno! Happy birthday Bung Karno! Gefeliciteerd voor je verjaardag Bung Karno! Joyeux anniversarie Bung Karno!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika fajar menyinsing pada tanggal 6 Juni 1901 di kota Surabaya, lahirlah seorang bayi laki-laki. Bayi itu adalah Soekarno, “Putra Sang Fajar”. Dalam kepercayaan Jawa, mereka yang dilahirkan pada waktu fajar adalah merupakan kekasih takdir. Dengan nama Soekarno tak terpisahkan perjuangan pembebasan nasional bangsa Indonesia, dicapainya kemerdekaan dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Presiden pertama Republik Indonesia, negara-bangsa terbesar dari Asia Tenggara. Ia tidak hanya telah memberikan pengaruhnya yang sangat besar kepada negara-bangsa Indonesia, namun juga untuk periode yang panjang telah merupakan pengejawantahan Indonesia di mata dunia, dan juga sebagai salah seorang yang menjadi sumber awal Konferensi Asia-Afrika dan Gerakan Non Blok. Gerakan pembebasan nasional, perjuangan merebut kemerdekaan negara-bangsa Indonesia telah melahirkan sederetan pejuang terkemuka. Soekarno, salah satu sosok tercemerlang di dunia Timur dan yang juga kontroversial, menduduki tempat yang khusus dalam ajaran ini. Pemimpin terkemuka dan ideolog perjuangan pembebasan nasional bangsa Indonesia ini, seperti juga Nehru, Nkruma, dan beberapa pemimpin negara yang baru merdeka, telah mencerminkan suatu epos dalam sejarah negeri-negeri bekas jajahan, maupun negeri-negeri yang belum merdeka. Walaupun Soekarno sepenuhnya adalah putra Indonesia asli, namun adalah tidak tepat untuk menilainya sebagai fenomena yang khas Indonesia. Pemikiran-pemikiran dan kiprah-kiprahnya telah jelas melebihi batasan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusno (nama kecil Soekarno) melewatkan bagian terbesar dari masa kecilnya di Tulungagung, bersama kakeknya yang, walaupun mendidik anak itu untuk “bersikap jujur dan adil”, rupa-rupanya juga sangat sabar dan membiarkannya menuruti kehendak hatinya sendiri. Umpamanya saja, Kusno kecil sudah diperbolehkan menonton pertunjukkan wayang, yang berlansung mulai senja hingga dini hari. Pertunjukkan wayang, mengisahkan peristiwa-peritiswa mitis dari sejarah Jawa, bagi orang Jawa wayang mempunyai makna yang jauh lebih besar daripada sekedar hiburan. Padanya masih melekat sisa-sisa fungsinya yang semula sebagai sarana kultus (menyambut roh-roh nenek moyang); di samping itu, bagi orang Jawa ia sudah merupakan suatu dunia impian, di mana harapan-harapan dan keinginan-keinginan mereka yang tersembunyi terpenuhi, dan di mana mereka mencara teladan dan pedoman bagi kegidupan mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suwardi Surjaningrat (Ki Hajar Dewantara), ketika ia bersama Tjipto Mangunkusumo diusir dari Jawa pada 1913, dalam kata-kata perpisahannya berseru kepada kawan-kawan seperjuangannya: “Ingat akhir mitos-mitos wayang kita. Biarkan sang senja berada di pihak kaum Kurawa, dan marilah kita merasa puas dengan fajarnya kaum Pandawa. Warisan keramat akan jatuh ke tangan kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksudkannya adalah “Bharata Yuddha” yang mengisahkan perang ksatriya Pandawa melawan kaum Kurawa, memperebutkan Indraprasta dan Hastina, yang merupakan hak Ksatriya Pandawa namun dikuasai oleh kaum Kurawa. Tema-tema seperti itu, yang diangkat dari “Mahabharata”, dan juga “Ramayana”, memberikan kepada dalang dan kaum nasionalis kemungkinan-kemungkinan yang melimpah untuk menggunakan aspirasi-aspirasi mereka sendiri dengan bahasa yan bisa dimengerti oleh rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno termasuk orang beruntung yang bisa mendapatkan pendidikan tinggi di bawah Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda. Soekarno sekolah di ELS (Europeesch Largere School) di Mojokerto. Sekolah ELS menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. Kebanyakan murid ELS adalah anak Belanda dan hanya ada sedikit anak pribumi. Anak pribumi yang bisa masuk sekolah Belanda hanya anak orang kaya atau anak pejabat pada Pemerintahan kolonial. Soekarno bisa sekolah di ELS karena ayah Soekarno: Sukemi, seorang guru yang kenal baik dengan kepala sekolah ELS di Mojokerto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1916 Soekarno berhasil menyelesaikan ELS tepat pada waktunya. Untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, Soekarno sekolah di HBS (Hogere Burgerschool) di Surabaya. Sekolah HBS tidak menerapkan pembagian jurusan. Semua yang diperlukan sebagai bekal untuk pendidikan tinggi diajarkan. Di samping aljabar, ilmu ukur, ilmu alam, ilmu kimia, ilmu bumi dan sejarah, juga diajarkan empat bahasa, yaitu: Belanda, Inggris, Jerman, dan Prancis. Bakat Soekarno yang cepat tampak adalah bahasa. Bakat Soekarno lainnya adalah menggambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Soekarno bersekolah di HBS Surabaya, ia tinggal di rumah Haji Oemar Said Cokroaminoto. Cokroaminoto adalah ketua Sarekat Islam, ia merupakan tokoh pergerakkan paling berpengaruh saat itu. Banyak tamu-tamu yang datang ke rumah Cokroaminoto. Tamu-tamu itu adalah tokoh-tokoh pergerakkan terkemuka. Sneevliet, Baars, Douwes Dekker, Agus Salim, Tan Malaka, Semaun, Alimin, dan Ki Hajar Dewantara adalah sebagian dari deretan nama-nama yang dikenal Soekarno. Dengan berjalannya waktu kesempatan berdikusi dengan tokoh-tokoh itu menjadi semakin menarik. Ada kalanya Soekarno terlibat perdebatan hingga larut malam ketika tamu itu tinggal di kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno muda mulai menunjukkan bakat menulis ketika ia diajak oleh salah seorang pengurus Sarekat Islam untuk membuat sebuah tulisan yang akan diterbitkan di majalah Utusan Hindia. Pada tanggal 21 Januari 1921 tulisannya dimuat di halaman depan. Tulisan itu diberi judul “Nasibia SI”. Merasa tulisannya mendapat sambutan, Soekarno mencoba menulis sendiri dan berhasil. Kemudian hampir setiap minggu, majalah Utusan Hindia menampilkan tulisan Soekarno. Karangan-karangannya ditulis dengan bahasa yang menarik secara bergantian diberi judul Melayu dan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca tulisan-tulisan Soekarno, Cokroaminoto merasakan bakat politik anak muda itu. Soekarno diajak ikut dalam rapat-rapat Sarekat Islam. Soekarno hadir sebagai pendengar namun memperhatikan dengan cermat cara Cokroaminoto berpidato. Seiring berjalannya waktu, Soekarno menunjukkan bakat berpidato. Pidato Soekarno adalah pidato yang sangat berapi-api dan bergelora. Sering para pendengarnya berteriak-teriak dari tempat duduknya karena menangkap pidato Soekarno yang berapi-api dan bergelora. Para pendengarnya tidak beranjak dari tempat duduk mereka. Mereka mendengar dengan mata terbuka lebar, muka terangkat ke atas, meresapi kata-kata yang meluncur dari mulut Soekarno. Soekarno menyadari akan kekuatannya untuk didengar orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 10 Juni 1921 Soekarno lulus ujian akhir HBS. Kemudian Soekarno melanjutkan sekolahnya di THS (Technische Hoge School) di Bandung. Di THS Soekarno mempelajari teknik sipil, karena pada waktu itu belum ada jurusan arsitek. Mata kuliah arsitektur dimasukkan ke dalam kurikulum jurusan teknik sipil itu. Soekarno sudah beranjak menjadi seorang pemuda yang menjadi mahasiswa di THS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Sosialis Belanda, J.E. Stokvis melukiskan penampilan Soekarno; “Ia memberi kesan sportif, badannya lebih tegap dari rata-rata orang Jawa dan dari suatu wajah yang kuat sepasang mata dengan tatapan terbuka dan berwibawa memandang umat manusia. Raut mukanya kadang-kadang serius dan kaku, tetapi dalam sekejap bisa pecah dalam tawa karena melucu sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Soekarno beserta teman-temannya hadir pada sebuah rapat umum di alun-alun yang diselenggarakan kaum pergerakkan. Beberapa pemimpin berpidato dan Soekarno mendengarkan saja. Tiba-tiba ada dorongan dalam hatinya untuk naik ke atas pentas. Soekarno berteriak “saya ingin bicara” dan tak lama kemudian ia sudah berdiri di atas panggung. Dimulai dengan nada rendah, Soekarno setahap demi setahap membakar semangat pendengarnya. Ia berteriak, ‘tuan imperialis, inilah yang kami tuntut”, polisi langsung bertindak dan Sukarno ditarik turun dari panggung dan rapat dibubarkan. Kejadian di hadapan banyak orang itu keesokan harinya menjadi pokok berita yang ditulis di surat kabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 25 Mei 1926 Soekarno lulus dari THS, dengan demikian Soekarno berhak menuliskan gelar di depan namanya menjadi Ir. Soekarno. Setelah lulus dari THS peluang Soekarno untuk mendapatkan pekerjaan terbuka luas. Bekerja pada pemerintah kolonial Belanda menjadi alternatif yang paling menjanjikan untuk hidup bercukupan dan mempunyai masa depan yang terjamin. Namun Soekarno menolak bekerja pada pemerintah kolonial Belanda. Pada tangal 26 Juni 1926 Soekarno mendirikan sebuah biro teknik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir selama 4 dasawarsa Soekarno berada di kancah perjuangan untuk pembebasan nasional dari kekuasaan penjajah Belanda, untuk menegakkan Indonesia sebagai negara-bangsa yang merdeka dan berdaulat Setelah lulus dari THS, Soekarno sangat aktif dalam kegiatan politiknya. Sebuah perjuangan suci yang diabdikan bagi Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Soekarno bekerja dengan penuh gairah dan semangat yang berapi-api untuk menyebarluaskan gagasan Indonesia. Demikianlah, maka di Bandung ia memainkan peran yang penting dalam pembentukan sebuah perhimpunan yang dinamakan “Jong Indonesia” atau Pemuda Indonesia. Berbagai organisasi kepanduan diperkenalkan dengan cita-cita tentang “Indonesia Merdeka”, dan mereka diwajibkan untuk di atas segala-galanya menganggap diri patriot Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno sangat menekankan pentingnya persatuan seluruh kekuatan revolusioner dalam melawan Kolonialisme Belanda. Sebagai pemimpin majalah “Suluh Indonesia Muda”, Soekarno mengisi majalah itu dengan tulisannya. Tulisan itu diberi judul; “Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme”. Karena pada waktu itu belum mendirikan Partai, tulisan itu merupakan pernyataan sikap Soekarno akan bentuk pergerakkan yang akan digelutinya. Ia menulis: “nyawa pergerakkan rakyat Indonesia-kita, yang walaupun maksudnya sama, ada mempunyai tiga sifat: Nasionalistis, Islamistis, dan Marxistis-lah adanya”. Ia mengatakan ketiga kekuatan revolusioner itu dalam sautu negeri jajahan tidak perlu berseteru satu sama lain. Ia mengibaratkan tiga kekuatan itu sebagai gelombang, “ketiga gelombang ini bisa bekerja bersama-sama menjadi satu gelombang yang maha besar dan maha kuat, satu ombak-taufan yang tidak dapat ditahan terjangnya, itulah yang menjadi kewajibab kita untuk mempersatukannya”. Persatuan Indonesia demi terwujudnya Indonesia Merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gagasan Indonesia Merdeka” dengan cepat menyebar luas; menjelang Juli 1927, menurut sebuah surat kabar, sudah dimulai suatu “zaman Indonesia” yang sesungguhnya. Perkembangan ini mencapai pengungkapannya yang alami dengan didirikannya, pada 4 Juli 1927, apa yang nantinya akan menjadi Partai Nasional Indonesia yang dipimpin oleh Soekarno. Organisasi itu, yang semula bernama “Perserikatan Nasional Indonesia”, lebih dikenal dengan singkatannya; PNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu singkat Soekarno menjadi masyhur, di satu pihak, sebagai pendekar yang tak kenal lelah, yang terkenal dengan kupasan-kupasan teoritisnya, yang dalam antitesisnya membuang ke pihak lawan segala sesuatu yang menurut pendapatnya dapat merugikan pergerakan atau menghambat jalannya. Dan dipihak lain, sebagai poros persatuan, pahlawan yang dalam upayanya yang pertama berhasil mempersatukan pergerakkan-pergerakkan politik yang berbeda satu sama lain dalam kubu Pandawa dan di bawah satu atap organisasi: Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) pada tanggal 17 Desember 1927. Kepopulerannya bertambah dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedari awal Soekarno memasuki gelanggang pegerakkan bahwa tujuan pergerakkan haruslah Kemerdekaan Indonesia. Setelah Soekarno terjun ke dunia pergerakkan, pengunjung yang menghadiri vergadering (rapat umum) menjadi bersemangat mendengar Soekano mengatakan; “Indonesia Merdeka Sekarang, Sekarang, dan Sekarang Juga”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh pergerakkan lainnnya, bahkan teman separtainya bertanya-tanya dan mereka berpendapat, “Rakyat belum siap”. Mereka mengatakan, “Ini tidak mungkin dilakukan, Bung.” Mereka yang tidak setuju mengatakan masih diperlukan “bimbingan” Belanda sebelum Indonesia Merdeka. Sebagai langkah pertama mereka menganjurkan menuntut penyelenggaraan Pemerintahan yang otonom saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno Sang Ksatriya tetap pada pendiriannya. Yang pertama harus diperjuangkan adalah Indonesia Merdeka. Semua yang belum beres dan belum siap akan dapat dibereskan setelah Indonesia Merdeka. Ia menjelaskan tentang “Jembatan Emas”, bahwa kemerdekaan hanyalah proses menyeberang jembatan emas. Setelah di seberang jembatan emas maka tidak ada penjajahan Belanda, di sanalah rakyat Indonesia bisa menyelesaikan pekerjaan besar membangun negara dan bangsa. Kemerdekaan adalah jembatan emas yang harus dilalui menuju proses pembangunan negara dan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Soekarno bersepeda menyusuri jalan ke arah selatan rumahnya. Di desa Cigareleng ia berhenti mengamati seorang petani yang sedang mencangkul. Ia kemudian bertanya dalam bahasa sunda, siapa yang memiliki sawah yang sedang dikerjakan olehnya. Di jawab oleh pak Tani bahwa sawah itu adalah miliknya. Ditanya lagi, pacul yang digunakan milik siapa, ia juga menjawab bahwa pacul itu adalah miliknya. Pak Tani yang bernama Marhaen itu tidak mempekerjakan orang lain untuk menggarap sawahnya. Ia juga tidak bekerja pada orang lain. Hasil dari bersawah yang diperolehnya hanya cukup untuk makan sekeluarga dan tidak banyak sisa yang bisa dijual. Ia tidak punya kelebihan dari hasil kerja untuk akumulasi modal, karena itu hidupnya tetap miskin. Ia bukan proletar menurut definisi Marx karena ia memiliki alat produksi dan tidak bekerja untuk orang lain (borjuis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat miskin yang banyak ditemui oleh Soekarno pada zaman itu adalah orang-orang yang menjalani hidup seperti Pak Tani yang bernama Marhaen. Bung Karno menjelaskan; “Marhaen bukanlah kaum proletar (kaum buruh) saja, tetapi ia ialah kaum proletar dan kaum petani melarat dan kaum Indonesia yang melarat yang lain-lain, misalnya kaum dagang kecil, kaum ngarit, kaum tukang kaleng, kaum gerobag, kaum nelayan, dan kaum lain-lain”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perjumpaan Soekarno dengan Marhaen itu, maka Soekarno mencetuskan ideologi Marhaenisme dan PNI sebagai strategi dan alat perjuangan mencapai Indonesia Merdeka. Pada tahun 1929 atau dalam usianya yang telah dua tahun, PNI telah berkembang menjadi partai besar. Kongres PNI bulan Mei 1929 di Jakarta dihadiri 1.000 utusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan PNI yang sangat pesat membuat pemerintah kolonial Hindia Belanda mulai khawatir. Gerak-gerik Soekarno mulai diawasi. Polisi rahasia Belanda disebar di mana-mana mengikuti setiap rapat-rapat yang dihadiri Soekarno. Banyak orang Indonesia juga sudah melihat bahwa perkembangan yang begitu pesat dari PNI satu saat akan diberangus juga oleh Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 29 Desember 1929 dini hari Polisi menangkap Soekarno di Yogyakarta. Setelah diperiksa oleh polisi di Yogyakarta, Soekarno dipindahkan di penjara Banceuy, Bandung. Setelah delapan bulan disekap dan dinterograsi Soekarno bersama tiga temannya diajukan ke pengadilan megambil tempat di gedung landraad Bandung. Persidangan dimulai tamggal 18 Agustus 1930. Dalam persidangan itu Soekarno membacakan pleidooi (Pembelaan) yang saat termahsyur, yaitu: Indonesia Menggugat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian akhir Soekarno mengatakan; “Kami tidak memajukan hal-hal yang meringankan, kami tidak memajukan alasan-alasan untuk mengentengkan kesalahan-kami hanya membuktikan bahwa kami tidak bersalah”. Pidato pembelaan itu ditutup dengan mengatakan; “Kami berdiri di hadapan Mahkamah Tuan-tuan ini bukanlah sebagai Soekarno, bukanlah sebagai Gatot Mangkupraja, bukanlah sebagai Maskun atau Supriadinata-kami berdiri di sini ialah sebagai bagian-bagian dari rakyat Indonesia yang berkeluh kesah itu, sebagai putra-putra Ibu Indonesia yang setia dan bakti kepadanya. Suara yang kami keluarkan di dalam gedung mahkamah ini tidaklah tinggal di antara tembok dan dinding-dindingnya-suara kami didengarkan pula oleh rakyat yang abadi, berkumandang ke mana-mana, melintas tanah datar dan gunung dan samudra, ke Kota Raja sampai ke Fak-Fak, ke Ulu dekat Manado sampai ke Timor. Rakyat Indonesia, yang mendengar suara kami ini mendegarkan suaranya sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 21 Desember 1930 hakim mengambil keputusan. Soekarno mendapat hukuman 4 tahun penjara. Gatot mendapat dua tahun, Maskun satu tahun delapan bulan, dan Supriadinata satu tahun tiga bulan. Dari segi politis Soekarno telah memenangkan panggung yang dibuat pemerintah kolonial Hindia Belanda. Indonesia Menggugat tidak lama kemudian beredar di negri Belanda. Kemudian juga diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa lain dan masuk ke seluruh penjuru dunia. Simpati dunia internasional dan dukungan atas perjuangan kemerdekaan Indonesia merebak melalui buku Indonesia Menggugat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir tahun 1931 akan terjadi pergantian Gubernur Jendral dari De Graff kepada B.C. de Jonge. Sebelum meninggalkan jabatannya De Graff ingin melakukan suatu kebaikan. Ia menandatangani surat keputusan pengurangan separuh hukuman kepada semua tahanan politiknya itu. Keputusan dikeluarkan pada awal September 1931 dan menurut isi keputusan itu, Soekarno akan dibebaskan pada 31 Desember 1931.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno keluar dari penjara Sukamiskin pada tanggal 31 Desember 1931. PNI telah membubarkan diri dan kemudian pendukungnya pecah dalam PNI-Baru (Pendidikan Nasional Indonesia) dan Partindo (Partai Indonesia) ketika Soekarno berada dalam penjara. Soekarno berusaha mempesatukan PNI-Baru dengan Partindo, tetapi setelah hampir 6 bulan ia berusaha, usahanya gagal. Akhirnya, Soekarno menggabungkan diri dalam Partindo. Dalam konferensi Partai Indonesia (Partindo) di kota Mataram-Jogjakarta, Bung Karno menulis “Marhaen dan Proletar”. Bung Karno menjelaskan: 1) Marhaenisme, yaitu sosionasionalisme dan sosiodemokrasi. 2) Marhen, yaitu kaum proletar Indonesia, kaum tani Indonesia yang melarat dan kaum melarat Indonesia yang lain-lain. 3) Partindo memakai perkataan Marhaen, dan tidak proletar, oleh karena perkataan proletar sudah termaktub dalam perkataan Marhaen, dan oleh karena perkataan proletar itu bisa juga diartikan bahwa kaum tani dan lain-lain kaum melarat yang tidak termaktub di dalamnya. 4) Karena Partindo berkeyakinan bahwa di dalam perjoangan, kaum melarat Indonesia lain-lain itu yang harus menjadi elemen-elemennya (bagian-bagiannya), maka Partindo memakai perkataan Marhaen itu. 5) Di dalam perjoangan itu maka Partindo berkeyakinan bahwa kaum proletar mengambil bagian yang besar sekali. 6) Marhaenisme adalah azas yang menghendaki susunan masyarakat dan susunan negeri yang di dalam segala halnya menyelamatkan Marhaen. 7) Marhaenisme adalah pula cara perjoangan untuk mencapai susunan masyarakat dan susunan negeri yang demikian itu, yang oleh karenanya harus suatu cara perjoangan yang revolusioner. 8) Jadi Marhaenisme adalah: cara perjoangan dan azas yang menghendaki hilangnya tiap-tiap kapitalisme dan imperialisme. 9) Marhaenis adalah tiap-tiap orang bangsa Indonesia yang menjalankan Marhaenisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno berkata,”proletar/buruh mengambil bagian yang besar sekali” (dalam perjuangan). Ia menyebut Proletar sebagai ‘modern, inilah yang bernama rasional’. Menurutnya, kaum proletarlah yan hidup di dalam ideologi modern, kaum proletar yang sebagai kelas lebih langsung terkena penindasan kapitalisme, kaum proletarlah yang lebih mengerti akan segala-galanya kemodernan sosionasionalise dan sosiodemokrasi. Mereka lebih ‘selaras zaman’, mereka lebih ‘nyata fikirannya’, mereka lebih ‘konkret’, dan mereka lebih besar harga perlawanannya, lebih besar gevechtswaarde-nya dari kaum yang lain-lain. Oleh karena itu Bung Karno menyatakan, pergerakan kaum Marhaen tidak akan menang, jika tidak sebagai bagian daripada pergerakan Marhaen itu diadakan barisan “buruh dan sekerja” (Serikat Pekerja) yang kokoh dan berani. Camkanlah ajaran ini! Bangunkanlah “barisan buruh dan sekerja” itu, bangkitkanlah semangat dan keinsyafan-kesadaran, susunkanlah tenaganya. Pergerakan politik-Marhaen-umum adalah perlu, partai pelopor-Marhaen-umum adalah perlu, serikat tani adalah perlu-tetapi serikat buruh adalah juga perlu, amat perlu, teramat perlu, mahaperlu dengan tiada hingganya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 31 Juli 1933 Soekarno kembali ditangkap oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Hanya satu setengah tahun ia menghirup udara bebas dan kembali harus meringkuk di penjara. Pada mulanya ia ditahan di kantor polisi di Jakarta dan kemudian dikirim ke Bandung untuk kembali disekap di penjara Sukamiskin. Tanggal 21 Desember 1933 Gubernur Jendral menerbitkan surat keputusan yang menetapkan bahwa Soekarno dibuang ke Ende di Flores. Setelah 4 tahun Soekarno dibuang di Ende, Soekarno dipindahkan ke Bengkulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Jepang menyerang Pearl Harbor pada tahun 1941, kemudian pecahlah Perang Pasifik. Pada tanggal 7 Maret 1942 Belanda menyerah kepada Jepang. Sehingga mulai saat itu Indonesia diduduki oleh bala tentara Dai Nippon (Jepang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang berusaha menarik simpati dan dukungan dari rakyat Indonesia dengan cara bekerja sama dengan tokoh-tokoh nasional Indonesia seperti Soekarno dan Hatta. Kesempatan ini digunakan oleh Soekarno untuk mencapai kemederkaan secepat-cepatnya. Tentang kedatangan Jepang ini sudah ada dalam ramalan Jayabaya. Ramalan itu menyebutkan, “dari arah Utara akan dating orang-orang yang berkulit kuning dan berkaki bengkok. Mereka akan mengusir penjajah berkulit putih. Sesudah setahun jagung mereka akan pergi lagi dan kerajaan Majapahit yang agung akan bangkit kembali”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memanfaatkan Jepang, berhasil dibentuk BPUPKI yang kemudian menjadi PPKI. Dalam sidang BPUPKI itulah tercetusl Pancasila yang kemudian menjadi dasar bangsa dan negara Indonesia. Pada tanggal 1 Juni 1945 di dalam sidang BPUPKI Bung Karno berpidato mengenai calon rumusan Dasar Republik Indonesia. Kemudian untuk memberi nama lima asas/Dasar Negara tersebut Bung Karno memberi istilah “Pancasila” yang artinya Lima Dasar. Oleh karena itu tanggal 1 Juni 1945 dikenal sebagi Hari Lahir Pancasila, dalam Bahasa Belanda-nya: “Het ontstaan van de Pantjasila”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah isi pidato Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, yang kemudian terkenal dengan sebutan lahirnya Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Kita hendak mendirikan suatu Negara “semua buat semua”. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan kaya, tetapi “semua buat semua”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu dasar pikiran yang nanti akan saya kupas lagi. Maka yang selalu mendengung di dalam saya punya jiwa, bukan saja di dalam beberapa hari sidang Dokuritsu Zyumbi Tyoosakai (BPUPKI) ini, akan tetapi sejak pertama, yang baik dijadikan dasar buat Negara Indonesia, ialah dasar Kebangsaan. Kita mendirikan satu negara kebangsaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Inilah filosofishce principe yang nomor dua,..yang boleh saya namakan Internasionalisme. Tetapi jikalau saya katakan internasionalisme, bukanlah saya bermaksud kosmopolitisme, yang tidak mau adanya kebangsaan, yang mengatakan tidak ada Indonesia, tidak ada Nippon, tidak ada Birma, tidak ada Inggris, tidak ada Amerika dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar pada buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman sarinya internasionalisme. Jadi dua hal ini,…, prinsip 1 dan prinsip 2,…adalah bergandengan erat-erat satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, apakah dasar yang ke 3? Dasar itu ialah dasar mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan. Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kita mendirikan negara “semua buat semua”. “satu buat semua, semua buat satu”. Saya yakin bahwa syarat yang mutlak untuk kuatnya negara Indonesia ialah permusyawaratan, perwakilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…kalau kita mencari demokrasi hendaknya bukan demokrasi Barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hidup, yakni politik-economische yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial. Rakyat sudah lama bicara tentang hal ini. Apakah yang dimaksud dengan Ratu Adil? Yang dimaksud dengan faham Ratu Adil, ialah “sociale rechtvaardigheid” (the principle of social justice)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat ingin sejahtera, Rakyat yang tadinya merasa dirinya kurang makan, kurang pakaian, menciptakan dunia yang di dalamnya ada keadilan, di bawah pimpinan Ratu Adil. Maka oleh karena itu, jikalau kita memang betul-betul mengerti, mengingat, mencintai rakyat Indonesia marilah kita terima prinsip hal sociale rechtvaardigheid ini, yaitu bukan saja persamaan politiek saja,..tetapi pun di atas lapangan ekonomi kita harus mengadakan persamaan, artinya kesejahteraan bersama yang sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Menyusun Indonesia Merdeka dengan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Ketuhanan! Bukan saja bangsa Indonesia ber-Tuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya bertuhan Tuhannya sendiri. Yang Kristen menyembah Tuhan petunjuk Nabi al Masih, yang Islam bertuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad S.A.W., orang Buddha menjalankan ibadatnya menurut kitab-kitab yang ada padanya. Tetapi marilah kita semuanya ber-Tuhan. Hendaknya Negara Indonesia ialah Negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhan dengan cara yang leluasa. Segenap rakyat hendaknya ber-Tuhan secara kebudayaan. Yakni dengan tidak “egoisme-agama”. Dan hendaknya Negara Indonesia satu Negara yang ber-Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…bahwa Negara Indonesia Merdeka berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno mengajukan lima prinsip untuk digunakan untuk sebagai dasar Negara, yang terdiri dari: 1) Kebangsaan Indonesia, 2) Internasionalisme atau perikemanusiaan, 3) Mufakat atau demokrasi, 4) Kesejahteraan Sosial, 5) Ketuhanan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima prinsip tersebut disebutnya Pancasila. Namun demikian Bung Karno juga menawarkan, apabila sidang menghendakinya, kelima Sila tersebut dapat diperas menjadi tiga, disebut Trisila yang terdiri dari: Sosio-nasionalisme, Sosio-demokrasi, dan Ketuhanan Yang Maha Esa, atau dapat diperas lagi menjadi Eka Sila: Gotong Royong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah mendengar kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II dan Peristiwa Rengasdengklok, Soekarno membacakan tekst “Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia” pada tanggal 17 Agustus 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara para pejuang kemerdekaan, hanya Soekarno yang dengan gigih menuntaskan proses kemerdekaan hingga mencakup wilayah dari Sabang sampai Merauke. Soekarno telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk berfikir mencari dasar negara yang dibangunnya. Tidak bisa disangkal bahwa Soekarno mempunyai peran yang maha penting bagi Bangsa dan Negara Indonesia, Pancasila sebagai Ideologi dan dasar Bangsa dan Negara Indonesia dilahirkan oleh Soekarno. Soekarno juga yang menjaga dan mencegah Republik yang baru lahir dari kehancuran. Banyak orang ikut terlibat dalam proses kelahiran dan ikut mengasuh bayi Republik Indonesia, namun Bapak dari Bangsa Indonesia hanya satu yaitu: Soekarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno menjadi milik Bangsa Indonesia tidak hanya pada masa tempo doeloe, tetapi juga masa kini dan masa-masa yang akan datang dari negara-bangsa Indonesia. Di dalam ingatan bangsa Indonesia dan seluruh pejuang melawan kolonialisme dan imperialisme, Soekarno terabadikan sebagai orang yang telah mengabdikan seluruh kehidupannya kepada perjuanga suci, yaitu perjuangan untuk mencapai kemerdekaan tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno telah mengembangkan layar kesadaran Nasionalime Indonesia, Memerdekakan Bangsa Indonesia. Sedangkan kekuranganya biarlah menjadi bagian dari sejarah….dan tugas saya…tugas kita semua seluruh bangsa Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-4030723684350599804?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/4030723684350599804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=4030723684350599804' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/4030723684350599804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/4030723684350599804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/06/bung-karno-sang-bapak-bangsa.html' title='Bung Karno Sang Bapak Bangsa'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-8879437334428651693</id><published>2011-05-31T20:58:00.000-07:00</published><updated>2011-05-31T21:04:48.853-07:00</updated><title type='text'>Pancasila Kita Semua!!</title><content type='html'>.“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancasila Kita Semua!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“National unity can only be preserved upon a basis which is larger than the nation itself-Persatuan nasional hanya dapat dipelihara, jikalau persatuan nasional didasarkan atas satu dasar yang lebih luas daripada bangsa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Soekarno, Proklamator Kemerdekaan Bangsa Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup Indonesia Raya! Hidup Marhaenisme! Hidup Pancasila! Hidup Bung Karno!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancasila adalah merupakan sarana yang ampuh sekali untuk mempersatukan Bangsa Indonesia. Hal ini sudah semestinya, karena Pancasila adalah falsafah hidup dan kepribadian Bangsa Indonesia, yang mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang oleh Bangsa Indonesia diyakini yang paling benar, paling adil, paling bijaksana, paling baik, dan paling sesuai bagi Bangsa Indonesia sehingga dapat mempersatukan Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menuruskan pembahasan kita mengenai Pancasila, maka perlu mengetahui lebih dahulu apakah arti dan asal-usul kata dan istilah “Pancasila”. Kata Pancasila itu berasal dari bahasa Sansekerta dari India (bahasa kasta Brahmana, adapun bahasa rakyat biasa adalah bahasa Prakerta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Sansekerta perkataan “Pancasila” ada dua macam arti yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panca artinya “lima”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syila, dengan huruf i biasa (pendek) artinya “batu sendi”, “alas”, atau “dasar”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syiila, dengan huruf i panjang, artinya “peraturan tingkah laku yang penting/baik/senonoh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “sila” dalam bahasa Indonesia menjadi “susila” artinya tingkah laku yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka perkataan “Panca-Syila” dengan huruf i biasa (pendek) artinya “berbatu sendi/dasar yang lima”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun perkataan “Panca-Syiila” dengan huruf i panjang bermakna “5 aturan tingkah-laku yang penting/baik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Pancasila, mula-mula dipergunakan oleh pemeluk agama Buddha. Ajaran Buddha bersumber pada kitab suci Tri Pitaka yang terdiri dari tiga buku besar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutha Pitaka, Abhidhama Pitaka, Vinaya Pitaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajaran-ajaran Buddha antara lain memuat tentang ajaran-ajaran moral, di mana untuk setiap golongan berbeda kewajiban moralnya antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasasyila, Saptasyila, Pancasyila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Pancasila menurut Buddha adalah merupakan lima aturan atau “Five Moral Principles” yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh para penganut biasa (awam) dalam Agama Buddha, yang menurut bahasa aslinya, bahasa Pali. “Panca Sila” yang berisi lima larangan atau pantangan, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Panatipala veramani sikhapadam samadiyami (janganlah mencabut nyawa setiap yang hidup)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Adinna dana veramani sikhapadam samadiyami (janglah mengambil barang yang tidak diberikan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kameshu micchara veramani sikhapadam samadiyami (janganlah berhubungan kelamin yang tidak sah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Musawada veramani sikhapadam samadiyami (janganlah berkata palsu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sura-meraya-masjja-pamada-tthana veramani sikhapadam samadiyami (janganlah meminum minuman yang menghilangkan pikiran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Pancasila dalam khasanah kesusastraan nenek moyang kita di zaman keemasan Majapahit di bawah Raja Hayam Wuruk dan Maha Patih Gajah Mada, dapat ditemukan dalam kitab “Negarakertagama” yang berupa kakawin (syair pujian) yang ditulis oleh Empu Prapanca yang selesai ditulis pada tahun 1365, di mana dapat kita temui dalam sarga 53 bait ke 2 yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yatnaggegwani pancasyila kertasangskarabhisekakakrama” (Raja menjalankan dengan setia kelima pantangan-pancasila itu, begitu upacara-upacara ibadat dan penobatan-penobatan.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah perkataan Pancasila dari bahasa Sansekerta menjadi bahasa Jawa-kuno yang artinya tetap sama yang terdapat pada zaman Majapahit. Karena di zaman Majapahit hidup berdampingan secara damai kepercayaan tradisi Agama Hindu Syiwa dan Agama Buddha Mahayana dan campurannya Tantrayana. Di mana setiap aliran agama ada Penghulunya. Penghulu Agama Buddha disebut “Dharmadyaksa ring kasogatan”, adapun untuk agama Syiwa disebut “Dharmadyaksa ring kasyaiwan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Majapahit runtuh dan Agama Islam mulai tersebar ke seluruh Indonesia maka sisa-sisa pengaruh ajaran Moral Buddha masih juga dikenal di dalam masyarakat Jawa, disebut lima larangan (pantangan, wewaler, pamali), namun isinya agak sedikit berbeda antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mateni, artinya membunuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maling, artinya mencuri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madon, artinya berzina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mabok, artinya meninum meniman keras, menghisap candu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Main, artinya berjudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua huruf dari ajaran moral tersebut dimulai dengan huruf “M” atau dalam bahasa Jawa disebut “Mo”, oleh karena itu lima prinsip moral itu disebut “Mo Limo”, yaitu lima larangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membahas perkataan Pancasila sebagai lima prinsip moral yang sudah tertanam kuat di dalam jiwa dan sanubari Bangsa Indonesia semenjak dahulu kala, maka tiba waktunya untuk membahas Pancasila sebagai dasar Bangsa dan Negara Indonesia. Pancasila sebagai dasar Bangsa dan Negara Indonesia tentu memiliki susunan kata yang berbeda dengan pancasila yang sudah tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancasila sebagai dasar Bangsa dan Negara Indonesia dicetuskan oleh Bung Karno sebagai jawaban atas pertanyaan dr. Radjiman Wediodiningrat selaku yang memimpin sidang BPUPKI: “Apa dasar Negara merdeka yang akan kita bentuk ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pertanyaan tersebut di atas, jelaslah yang diminta adalah usulan pemikiran mengenai dasar Negara yang akan diletakkan dalam membangun Negara Indonesia Merdeka. Yang dibutuhkan adalah hal-hal yang bersifat asasi untuk digunakan sebagai asas dalam membangun kehidupan bersama. Bung Karno menyebutnya sebagai “philosofische grondslag” yang akan menjadi pondamen, filsafat, pikiran sedalam-dalamnya, jiwa hasrat yang sedalam-dalamnya, jiwa hasrat yang sedalam-dalamnya untuk diatasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 1 Juni 1945 di dalam sidang tersebut Bung Karno berpidato mengenai calon rumusan Dasar Republik Indonesia. Kemudian untuk memberi nama lima asas/Dasar Negara tersebut Bung Karno memberi istilah “Pancasila” yang artinya Lima Dasar. Oleh karena itu tanggal 1 Juni 1945 dikenal sebagi Hari Lahir Pancasila, dalam Bahasa Belanda-nya: “Het ontstaan van de Pantjasila”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kutip (sebagian) pidato Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, yang kemudian terkenal dengan sebutan lahirnya Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Kita hendak mendirikan suatu Negara “semua buat semua”. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan kaya, tetapi “semua buat semua”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu dasar pikiran yang nanti akan saya kupas lagi. Maka yang selalu mendengung di dalam saya punya jiwa, bukan saja di dalam beberapa hari sidang Dokuritsu Zyumbi Tyoosakai (BPUPKI) ini, akan tetapi sejak pertama, yang baik dijadikan dasar buat Negara Indonesia, ialah dasar Kebangsaan. Kita mendirikan satu negara kebangsaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Inilah filosofishce principe yang nomor dua,..yang boleh saya namakan Internasionalisme. Tetapi jikalau saya katakan internasionalisme, bukanlah saya bermaksud kosmopolitisme, yang tidak mau adanya kebangsaan, yang mengatakan tidak ada Indonesia, tidak ada Nippon, tidak ada Birma, tidak ada Inggris, tidak ada Amerika dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar pada buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman sarinya internasionalisme. Jadi dua hal ini,…, prinsip 1 dan prinsip 2,…adalah bergandengan erat-erat satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, apakah dasar yang ke 3? Dasar itu ialah dasar mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan. Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kita mendirikan negara “semua buat semua”. “satu buat semua, semua buat satu”. Saya yakin bahwa syarat yang mutlak untuk kuatnya negara Indonesia ialah permusyawaratan, perwakilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…kalau kita mencari demokrasi hendaknya bukan demokrasi Barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hidup, yakni politik-economische yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial. Rakyat sudah lama bicara tentang hal ini. Apakah yang dimaksud dengan Ratu Adil? Yang dimaksud dengan faham Ratu Adil, ialah “sociale rechtvaardigheid” (the principle of social justice)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat ingin sejahtera, Rakyat yang tadinya merasa dirinya kurang makan, kurang pakaian, menciptakan dunia yang di dalamnya ada keadilan, di bawah pimpinan Ratu Adil. Maka oleh karena itu, jikalau kita memang betul-betul mengerti, mengingat, mencintai rakyat Indonesia marilah kita terima prinsip hal sociale rechtvaardigheid ini, yaitu bukan saja persamaan politiek saja,..tetapi pun di atas lapangan ekonomi kita harus mengadakan persamaan, artinya kesejahteraan bersama yang sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Menyusun Indonesia Merdeka dengan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Ketuhanan! Bukan saja bangsa Indonesia ber-Tuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya bertuhan Tuhannya sendiri. Yang Kristen menyembah Tuhan petunjuk Nabi al Masih, yang Islam bertuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad S.A.W., orang Buddha menjalankan ibadatnya menurut kitab-kitab yang ada padanya. Tetapi marilah kita semuanya ber-Tuhan. Hendaknya Negara Indonesia ialah Negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhan dengan cara yang leluasa. Segenap rakyat hendaknya ber-Tuhan secara kebudayaan. Yakni dengan tidak “egoisme-agama”. Dan hendaknya Negara Indonesia satu Negara yang ber-Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…bahwa Negara Indonesia Merdeka berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno mengajukan lima prinsip untuk digunakan untuk sebagai dasar Negara, yang terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kebangsaan Indonesia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Internasionalisme atau perikemanusiaan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mufakat atau demokrasi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kesejahteraan Sosial,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ketuhanan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima prinsip tersebut disebutnya Pancasila. Namun demikian Bung Karno juga menawarkan, apabila sidang menghendakinya, kelima Sila tersebut dapat diperas menjadi tiga, disebut Trisila yang terdiri dari: Sosio-nasionalisme, Sosio-demokrasi, dan Ketuhanan Yang Maha Esa, atau dapat diperas lagi menjadi Eka Sila: Gotong Royong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahirnya Pancasila serta penerimaan founding fathers maupun bangsa Indonesia terhadap Pancasila bukanlah sesuatu yang datang begitu saja, melainkan melalui proses panjang yang penuh pergulatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu untuk dapat memahami Pancasila lebih dalam tidak cukup dengan menyimak apa yang diuraikan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, tetapi perlu pula dipelajari sejarah yang melatar belakangi dan mendukung kelahirannya, serta ungkapan-ungkapan pikiran Bung Karno yang dikemukakan dalam ruang dan waktu yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memperhatikan latar belakang dan maknanya, Pancasila tidak hanya merupakan “alat pemersatu” bangsa secara lahiriah, tetapi “roh” yang hidup di dalam jiwa bangsa Indonesia. Dan roh itu kemudian oleh founding fathers dituangkan ke dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan Deklarasi Kemerdekaan. Proklamasi Kemerdekaan dan Deklarasi Kemerdekaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu, kalau bangsa Indonesia mensakralkan Pembukaan UUD 1945, bukan sekedar sebagai penghargaan terhadap founding fathers, melainkan karena Pembukaan 1945 merupakan rumusan yang lahir sebagai kristalisasi dari aspirasi bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan UUD 1945 berisi empat, yaitu: asas, visi, misi, bentuk, sifat dan dasar Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Asas/Dasar Politik (Negara):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kemerdekaan adalah hak segala bangsa;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Visi/Cita-Cita Politik (Negara):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Berdirinya Negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Misi/Alat Politik dan Tugasnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibentuk Pemerintahan yang berkewajiban untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ke dalam, melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia; memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ke luar, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bentuk dan Dasar Negara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat berdasar pada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. Selanjutnya dalam Pasal 1 UUD 1945 ditegaskan bahwa bentuk Negara adalah Negara kesatuan yang berbentuk Republik (Negara Kesatuan Republik Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Pembukaan UUD 1945 tersebut jelas sekali betapa luhurnya cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. Deklarasi Kemerdekaan menyatakan bahwa di atas kemerdekaannya bangsa Indonesia ingin membangun peradaban. Bukan hanya peradaban bangsa, melainkan juga peradaban manusia. Dalam pembukaan UUD 1945 itulah terpancar cita-cita dan roh peradaban Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyatalah bahwa Pancasila yang memiliki sifat dan nilai-nilai universal itu juga mendapat sambutan yang sangat positif di tingkat internasional. Dalam konferensi Asia-Afrika, Pancasila menjiwai lahirnya Dasa Sila Bandung yang anti penindasan dan penjajahan. Dari dasar inilah kemudian lahirlah Gerakan Non Blok (Non Aligned Movement) dan NEFO (the Emerging Forces). Demikian pula ketika Bung Karno mengusulkan Pancasila untuk mengganti Piagam PBB yang disampaikan melalui pidato legendarisnya yang berjudul “To Build the World A New”, mengalirlah dukungan internasional, terutama dari negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancasila merupakan jiwa dan kepribadian Bangsa Indonesia. Pancasila dalam pengertian yang seperti ini adalah seperti yang dijelaskan dalam teori Von Savigny, bahwa setiap Bangsa mempunyai jiwanya masing-masing yang disebut “Volksgeist” (Jiwa rakyat/jiwa bangsa). Pancasila sebagai jiwa Bangsa adanya/lahirnya bersama adanya Bangsa Indonesia yaitu pada zaman Sriwijaya-Majapahit. Hal ini diperkuat oleh Prof. Mr. A.G. Pringgodigdo dalam tulisannya “Sekitar Pancasila”. Dia menjelaskan, bahwa tanggal 1 Juni 1945 adalah hari lahir istilah Pancasila, sedang Pancasila itu sendiri telah ada sejak dahulu kala bersamaan dengan adanya Bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila telah ada pada Bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala yang berupa adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan dan nilai religius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancasila sebagai pandangan hidup Bangsa Indonesia, Pancasila dalam pengertian ini sering disebut: Way of life, Weltanschauung, Weldebeschouwing, Wereld en levens beschouwing, pandangan dunia, pandangan hidup, pegangan hidup, pedoman hidup, petunjuk hidup. Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai petunjuk hidup sehari-hari. Dengan kata lain; Pancasila digunakan sebagai penunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan di dalam segala bidang. Ini berarti bahwa semua tingkah laku dan perbuatan setiap manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari semua sila Pancasila, karena Pancasila sebagai Weltanschauung selalu merupakan suatu kesatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancasila sebagai norma fundamental memiliki fungsi utama sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Demikianlah dapat dikatakan bahwa Pancasila itu dibuat dari materi atau bahan “dalam negeri”, bahan asli murni, dan merupakan kebanggan suatu bangsa yang berpatriotik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Pancasila dalam pengertian ini sering disebut sebagai Dasar Falsafat Negara, State-Philosophy, Philosofische Gronslag dari Negara, Ideologi Negara, Staatsidee. Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai dasar mengatur Pemerintahan Negara. Atau dengan kata lain: Pancasila sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pancasila adalah pedoman dalam dalam menuju Indonesia yang berdaulat, bahagia, sejahtera, dan damai. Apa kebahagiaan? Apabila rakyat merasa hidupnya berbahagia. Cukup makan, pakaian, tempat tinggal (rumah) memuaskan, kesehatan terpelihara, anak-anak dapat disekolahkan, ada perasaan hari kemudian terpelihara”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Mohammad Hatta, Proklamator Kemerdekaan Bangsa Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, hei seluruh bangsa Indonesia tetap tegakkanlah kepalamu! Jangan mundur! Jangan berhenti! Tetap derapkanlah kakimu di muka bumi! Jikalau ada kalanya saudara-saudara merasa bingung, jikalau ada kalanya saudara-saudara hampir berputus asa, Jikalau ada kalanya saudara-saudara kurang mengerti jalannya revolusi kita yang memang kadang-kadang seperti bahtera di lautan badai yang mengamuk ini, kembalilah kepada sumber amanat penderitaan rakyat kita yang congruent dengan social conscience of man, kembalilah kepada sumber itu sebab di sanalah saudara akan menemukan kembali rel-nya revolusi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Presiden Soekarno Pemimpin Besar Revolusi Indonesia)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-8879437334428651693?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/8879437334428651693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=8879437334428651693' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/8879437334428651693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/8879437334428651693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/05/pancasila-kita-semua.html' title='Pancasila Kita Semua!!'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-2883380959945784498</id><published>2011-05-24T02:40:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T02:42:14.686-07:00</updated><title type='text'>Survei Indo Boremeter: “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah!!”</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;Survei Indo Boremeter: “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah!!”&lt;br /&gt; Menurut survei Indo Barometer: 40,9 persen responden menilai kondisi era Orde Baru lebih baik dibandingkan dua era lainnya. Hanya 22,8 persen yang menilai era Reformasi lebih baik, dan 3,3 persen yang menilai Orde Lama lebih baik. Menurut responden yang disurvei oleh Indo Barometer , A-Soeharto adalah presiden yang paling disukai (36,5 persen), kemudian di urutan kedua adalah SBY (20,9 persen). Selanjutnya adalah Soekarno (9,8 persen), Megawati (9,2 persen), Habibie (4,4 persen), dab Abdurrahman Wahid (4,3 persen). Survei berlangsung 25 April - 4 Mei 2011 dengan 1.200 responden. &lt;br /&gt; Dapatkah kepemimpinan negara dibandingkan berdasarkan hitungan di atas kertas survei dan persepsi yang hanya diwakili 1.200 responden? Apakah semua responden mengalami era pemerintahan yang ada sehingga dapat memberikan penilaian yang obyektif? Wajar dan sangat masuk akal kalau kemudian timbul reaksi yang menolak hasil survei itu dengan bermacam alasan, antara lain bahwa remaja usia 20 tahun tidak mengetahui bahwa Pemerintahan Orde Baru itu otoriter dan banyak melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia. &lt;br /&gt; Perbandingan antara kepemimpinan negara ini juga merupakan persoalan kompleks. Melihat dan membandingkan setiap era dan setiap pemimpin berarti membuat perbedaan tegas terhadap keberhasilan dan kegagalan masing-masing tanpa melihat faktor sosial dan sejarah yang melatari keberhasilan dan kegagalan itu.&lt;br /&gt; Pembandingan era Soekarno dan era A-Soeharto misalnya, Kepemimpinan Soekarno dijalankan saat kesejahteraan rakyat belum memadai, modal asing belum satu sen pun masuk ke Indonesia, Bangsa Indonesia masih berdaulat terhadap seluruh sumder daya alam, serta utang luar negri pun hanya 2,5 milliar dollar AS.  &lt;br /&gt; Namun saat itu Indonesia memiliki angkatan perang nomor dua terkuat di Asia, dan angkatan perang nomor satu terkuat di Asia Tenggara. Faktor angkatan perang tersebut merupakan faktor paling dominan bagi kembalinya Papua (Irian Barat) ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, di era Soekarno Indonesia menjadi Pemimpin bagi negara-negara Asia-Afrika, terbukti dengan adanya Konferensi Asia-Afrika di Bandung, sekaligus menjadi Pemimpin negara-negara Dunia Ketiga dalam Gerakan Non Blok. Bangsa Indonesia berdiri tegak dan bercahaya bagaikan mercusuar yang menuntun bangsa-bangsa Asia-Afrika dan negara-negara yang tergabung dalam Gerakan Non Blok. Memang ekonomi kita di era Soekarno belum berhasil dengan sempurna. Baik rakyat, maupun Presiden dan para menteri kabinet serta semua pejabat negara ikut merasakan kesulitan ekonomi pada masa itu. &lt;br /&gt; Kepemimpinan A-Soeharto di era Orde Baru memang membuat ekonomi sedikit membaik pada awalnya. Kesejahteraan meningkat dan jumlah kelas menengah (secara ekonomi) bertambah. Maka 40,9 persen dari 1.200 orang (semoga mereka bukan kaum “Orbais-Soehartois”) yang disurvei oleh Indo Barometer melihat masa Orde Baru merupakan masa yang paling baik. Namun demikian, peningkatan kesejahteraan ini dibiayai dengan utang luar negri dan penggadaian kedaulatan Bangsa Indonesia terhadap sumber daya alam, dan membajirnya modal asing yang mendominasi ekonomi Indonesia. Karena ekonomi didasarkan pada hutang dan pengusaan sumber daya alam oleh asing, maka akibatnya Indonesia mengalami krisis ekonomi pada tahun 1997, dan krisis ekonomi itu pulalah yang merupakan faktor dominan yang menyebabkan kejatuhan Orde Baru, “A-Soeharto lengser ke prabon”. A-Soeharto juga mempunyai “catatan hitam tinta air comberan” dalam masalah Hak Asasi Manusia, Kolusi-Korupsi-Nepotisme dan Demokrasi. &lt;br /&gt; Kondisi ekonomi kita sekarang ini adalah konsekuensi logis-akibat dari kebijakan ekonomi Rezim A-Soeharto. Pemihakkan pemerintah kepada para pengusaha kuat berlangsung sejak era A-Soeharto, yang berbuah pada kesenjangan lebar antara orang kaya (the have) dan orang miskin (the have not). Lebih dari 20 juta hektar  lahan dikuasai sekitar 250 perusahaan, sedangkan lebih dari 24 juta petani hanya menguasai 12 juta lahan. Ironisnya, kebijakan ini terus berjalan. &lt;br /&gt; Pada Orde yang Paling Baru atau Orde Reformasi, demokrasi dan kebebasan pers berkembang. Indonesia termasuk tiga negara Asia yang lolos dari krisis finansial global 2008 dan pertumbuhan ekonomi terakhir 6 persen. Namun tingkat kemajuan ini tidak diimbangi pengurangan angka kemiskinan, penangguran, dan kesenjangan sosial. Ekonomi didominasi asing. Dominasi asing semakin kuat pada sektor-sektor strategis, seperti: keuangan, energi, sumber daya mineral, telekomunikasi, serta perkebunan. Per Maret 2011, pihak asing telah menguasai 50,6 persen asset perbankan nasional.  &lt;br /&gt; Terlepas dari kelemahan metodologi survei Indo Barometer, hasil survei menunjukkan bahwa orang muda (lahir setelah 1970-an) telah kehilangan pemahaman sejarah. Memang 1.200 orang tidak bisa mewakili orang muda Indonesia, tetapi setidaknya memunculkan dugaan generasi muda telah melupakan sejarah! Tidak faham sejarah bangsa mereka sendiri! Rendahnya tingkat apresiasi responden terhadap Soekarno (9,8 persen) disebabkan oleh dua hal; pertama responden tidak memahami peran sejarah Soekarno sebagai bapak bangsa. Kedua, hal ini disebabkan oleh upaya sistematis dari A-Soeharto untuk memanipulasi sejarah bagi keuntungan A-Soehato-Orba sekaligus sebagai upaya untuk melakukan upaya de-Soekarno-isasi. &lt;br /&gt; Menyalahkan individu atau generasi mudah adalah tidak bijaksana karena semua sistem yang ada saat ini berkontribusi membentuk generasi yang “lupa sejarah” alias “A-history” dan generasi yang apatis terhadap sejarah bangsanya sendiri. &lt;br /&gt; Pelajaran sejarah kita lebih menyerupai his story of kings and presidents, bukan history of history. Konsep knowledge-power nexus menjelaskan bahwa pemahaman kita tentang sejarah saat ini banyak ditentukan oleh siapa yang berkuasa saat itu. &lt;br /&gt; Soekarno adalah bapak bangsa; Proklamator Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan pencetus Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Soekarno dari masa mudanya berjuang untuk Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan seluruh hidupnya diabdikan untuk Negara dan Bangsa Indonesia. Jas Merah! Jas Merah! Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah!&lt;br /&gt; Kita perlu terus belajar bagaimana cara menghormati bapak bangsa. Hidup Bung Karno!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-2883380959945784498?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/2883380959945784498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=2883380959945784498' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/2883380959945784498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/2883380959945784498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/05/survei-indo-boremeter-jangan-sekali.html' title='Survei Indo Boremeter: “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah!!”'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-735971129407411530</id><published>2011-05-21T21:10:00.000-07:00</published><updated>2011-05-21T21:14:33.537-07:00</updated><title type='text'>Parpol Pemburu Rente dan Korupsi Politik</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parpol Pemburu Rente dan Korupsi Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai-partai politik kesulitan alias tidak mampu membangun sumber keuangan mandiri, sehingga akibatnya parpol menjadi “pemburu rente”, baik melalui kader di lembaga legislatif, eksekutif, maupun mengambil dana dari pengusaha. Perburuan rente oleh parpol ini merugikan rakyat karena salah satu caranya adalah merampok kebijakan dan anggaran Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku “maling” alias perilaku koruptif yang ditunjukkan sejumlah elite dan kader partai politik terjadi lantaran tingginya biaya politik. Banyaknya partai politik yang terjerat kasus kasus korupsi merupakan imbas dari praktik politik transaksional selama 13 tahun pasca reformasi. Parpol tidak mampu menghidupi diri sendiri sehingga mengejar kekuasaan agar bisa merampok uang Negara bagi kepentingan partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola hubungan yang dibangun partai politik dan konstituen kini lebih mengarah kepada praktik politik uang. Partai politik tidak menjalankan fungsinya sebagai sarana pendidikan politik dan penampung aspirasi masyarakat. Rakyat hanya didekati dan pura-pura didekati menjelang pemilu dan sering diberi materi sebagai kompensasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, mayoritas parpol tidak memiliki kemampuan keuangan untuk membiayai ongkos politik. Partai politik tidak memiliki mekanisme pengumpulan sumber pendapatan, seperti iuran atau sumbangan dari anggota. Umumnya partai politik masih tergantung dari bantuan pihak luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya politik yang mahal membuat parpol berlomba-lomba memperebutkan kekuasaan. Parpol mengejar kekuasaan agar bisa menyedot uang Negara sebagai sumber dana parpol, dengan demikian parpol adalah mutlak pemburu rente. Negara masih menjadi sumber utama untuk pemodalan biaya politik parpol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Self help (kemandirian) menjadi masalah utama parti politik di Indonesia. Tidak ada parpol yang mandiri, terutama sekali dalam soal pembiayaan, sehingga mereka memeras kadernya dan kadernya menyedot keuangan Negara untuk kegiatan politik. Korupsi yang dilakukan politikus gadungan, terutama yang duduk di DPR, sering terjadi mengingat mereka juga dituntut agar mampu membiayai parpol yang telah menjadi kendaraan mereka meraih jabatan wakil rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kasus korupsi yang melibatkan para politikus gadungan, baik anggota parlemen maupun pejabat eksekutif, dikategorikan sebagai korupsi politik. Korupsi politik melibatkan kejahatan dan kecurangan oleh pemimpin politik sebelum, selama, dan setelah menjabat. Berbeda dengan korupsi yang lainnya, pelakunya pejabat publik yang terpilih melalui pemilu sehingga mempunyai otoritas dan bertanggung jawab mewakili kepentingan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan kasus korupsi biasa yang tujuan utamanya sekedar untuk memperkaya diri sendiri, korupsi politik berkepentingan menggalang dana untuk memenangi pemilu dan mempertahankan kekuasaan. Terlebih, biaya politik (political cost) meraih kekuasaan melalui pemilu semakin lama semakin mahal. Di tengah kelangkaan sumber daya, uang kemudian menjadi sumber daya utama karena uang paling mudah dikonversi menjadi sumber daya yang lain yang diperlukan untuk memenangi pemilu. Dengan uang, partai politik dan kandidat bisa membeli jasa konsultan, media, dan barang lain yang diperlukan untuk memenangi pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenangan pemilu menjadi kian mahal ketika parpol dan kandidat tidak memiliki organisasi dan jaringan yang kuat dan menjangkau hingga ke akar rumput. Absennya infrastruktur politik (political infrastructure) ini dikompensasi dengan membeli iklan di media massa dan staf professional yang biayanya mahal. Absennya infrastruktur politik juga mengakibatkan partai politik dan kandidat tidak mampu menggalang sumbangan dari anggota atau pendukung sehingga mengandalkan “Penyumbang Besar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, tak ada makan siang gratis. Para penyumbang besar ini kemudian meminta imbalan dari proyek-proyek pemerintah sehingga mendorong korupsi politik. Ketiadaan infrastruktur politik juga menimbulkan problem representasi politik. Politik yang tak punya ikatan dengan konstituen cenderung tuli terhadap suara publik dan terus menghabiskan anggaran untuk jalan-jalan ke luar negeri atau membangun gedung DPR yang mendapat penolakan luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus dugaan suap proyek Wisma Atlet yang melibatkan Sekretaris Kementrian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam dan keterlibatan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad “Si Arab” Nazarudin merupakan salah satu contoh perburuan rente dan korupsi politik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangani setidaknya delapan kasus dengan 42 tersangka yang melibatkan politikus gadungan di Senayan yang juga kader partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perburuan Rente dan Korupsi Politik melibatkan tiga lingkaran, yaitu lingkaran birokrasi, politikus, dan pengusaha. Segala hal yang dilakukan politikus gadungan di Senayan selalu berhubungan dengan parpol. Apalagi saat ini hampir separuh penghuni Senayan adalah pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik perburuan rente dan korupsi politik di birokrasi dilakukan dengan cara menempatkan kader parpol di posisi strategis, kemudian membajak kebijakan dan anggaran untuk memperkuat dan memperluas basis massa partai. Perburuan rente juga terjadi di birokrasi daerah. Perburuan rente dilakukan dengan mendorong penguasaan posisi kepemimpinan politik daerah (kepala daerah), pembelian kandidat (candidacy buying) dalam seleksi calon kepala daerah, serta membajak kebijakan dan anggaran daerah. Biasanya, satu atau dua tahun menjelang pilkada, tren pengucuran bantuan sosial di kandang parpol meningkat. Parpol juga memburu rente dari pengusaha melalui sumbangan illegal untuk kampanye, donatur partai, atau fee proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencegah praktik perburuan rente dan korupsi politik, harus ada sanksi yang berat bagi politikus korup. Hukuman bagi politikus atau elite partai politik yang terlibat kasus korupsi seharusnya diperberat. Selain untuk memberikan efek jera, sanksi berat itu dapat meminimalkan kejahatan korupsi di ranah politik. Harus ada upaya sistematis dalam penegakan hukum sera cara-cara luar biasa (extra ordinary) untuk menangani kasus korupsi yang melibatkan kekuatan politik tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kasus korupsi dijadikan sebagai bahan negosiasi antar kekuatan politik. Penyelesaian kasus korupsi juga lebih didasarkan pada pertimbangan politis sehingga kerap kali kasus-kasus korupsi muncul untuk kemudian hilang tanpa diketahui penyelesaiaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakjelasaan penyelesaiaan hukum itulah menyebabkan politikus gadungan tidak takut untuk melakukan korupsi sehingga yang dibutuhkan adalah ketegasan penegak hukum serta hukuman yang berat agar politikus tidak dengan mudah mem-politik-an sebuah kasus korupsi. Pandangan para politikus juga harus dirubah bahwa untuk memenangi pemilu diperlukan kerja politik, bukan materi atau uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika korupsi di lingkungan parpol dibiarkan, itu menjadi mala petaka bagi bangsa. Bangsa Indonesia akhirnya bisa membusuk akibat politik uang (money politic) dan korupsi politik (political corruption) yang merajalela ini. Oleh karena itu, pengaturan dana politik (partai politik dan dana kampanye) perlu diatur lebih ketat dan lebih keras. Parpol perlu diberi sanksi keras, misalnya dibubarkan atau tidak boleh mengikuti pemilu jika menggunakan dana yang berasal dari tindak kejahatan. Tiba waktunya untuk memerangi dan mencegah korupsi politik di sumbernya, yakni dengan mengatur dana politik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-735971129407411530?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/735971129407411530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=735971129407411530' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/735971129407411530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/735971129407411530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/05/parpol-pemburu-rente-dan-korupsi.html' title='Parpol Pemburu Rente dan Korupsi Politik'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-8246662908172984637</id><published>2011-05-18T23:39:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T23:41:17.901-07:00</updated><title type='text'>Marhaenisme</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marhaenisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup Indonesia Raya! Hidup Marhaenisme! Hidup Pancasila! Hidup Bung Karno!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marhaenisme adalah ideologi yang diperkenalkan oleh Paduka Yang Mulia Presiden Soekarno, Pemimpin Besar Revolusi, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Saya Marhenist, sebagaimana saya Pancasilaist, sebagaimana saya Nationalist-Islamist-Marxist. Samenwerking van alle revolutionaire krachten! In a simple way, I am Indonesianist!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian nama Marhaenisme diambil dari nama seorang petani kecil yang dijumpai oleh Bung Karno di desa Cigareleng, Bandung Selatan, bernama kang Marhen. Kemudian Marhaenisme ditetapkan menjadi ideologi partai ketika Bung Karno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) tahun 1927.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konferensi Partai Indonesia (Partindo) di kota Mataram-Jogjakarta, Bung Karno menulis “Marhaen dan Proletar”. Bung Karno menjelaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Marhaenisme, yaitu sosionasionalisme dan sosiodemokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Marhen, yaitu kaum proletar Indonesia, kaum tani Indonesia yang melarat dan kaum melarat Indonesia yang lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Partindo memakai perkataan Marhaen, dan tidak proletar, oleh karena perkataan proletar sudah termaktub dalam perkataan Marhaen, dan oleh karena perkataan proletar itu bisa juga diartikan bahwa kaum tani dan lain-lain kaum melarat yang tidak termaktub di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Karena Partindo berkeyakinan bahwa di dalam perjoangan, kaum melarat Indonesia lain-lain itu yang harus menjadi elemen-elemennya (bagian-bagiannya), maka Partindo memakai perkataan Marhaen itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di dalam perjoangan itu maka Partindo berkeyakinan bahwa kaum proletar mengambil bagian yang besar sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Marhaenisme adalah azas yang menghendaki susunan masyarakat dan susunan negeri yang di dalam segala halnya menyelamatkan Marhaen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Marhaenisme adalah pula cara perjoangan untuk mencapai susunan masyarakat dan susunan negeri yang demikian itu, yang oleh karenanya harus suatu cara perjoangan yang revolusioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jadi Marhaenisme adalah: cara perjoangan dan azas yang menghendaki hilangnya tiap-tiap kapitalisme dan imperialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Marhaenis adalah tiap-tiap orang bangsa Indonesia yang menjalankan Marhaenisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikan, Kaum Marhaen adalah semua orang yang kehidupannya menderita sebagai akibat dari penindasan dan pemerasan Kolonialisme-Imperialisme, Kapitalisme, Feodalisme, maupun sistem lain yang memeras dan menindas kaum Marhaen. Kaum Marhaenist adalah orang yang berjuang bersama dan untuk kesejahteraan hidup kaum Marhaen. Marhaenisme adalah ideologi yang diperkenalkan oleh Bung Karno, untuk membebaskan kaum Marhaen dari sistem yang menindasnya, serta memberikan arah, maupun cara perjuangan kaum Marhaen dalam mencapai kesejahteraan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno berkata,”proletar/buruh mengambil bagian yang besar sekali” (dalam perjuangan). Ia menyebut Proletar sebagai ‘modern, inilah yang bernama rasional’. Menurutnya, kaum proletarlah yan hidup di dalam ideologi modern, kaum proletar yang sebagai kelas lebih langsung terkena penindasan kapitalisme, kaum proletarlah yang lebih mengerti akan segala-galanya kemodernan sosionasionalise dan sosiodemokrasi. Mereka lebih ‘selaras zaman’, mereka lebih ‘nyata fikirannya’, mereka lebih ‘konkret’, dan mereka lebih besar harga perlawanannya, lebih besar gevechtswaarde-nya dari kaum yang lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Bung Karno menyatakan, pergerakan kaum Marhaen tidak akan menang, jika tidak sebagai bagian daripada pergerakan Marhaen itu diadakan barisan “buruh dan sekerja” (Serikat Pekerja) yang kokoh dan berani. Camkanlah ajaran ini! Bangunkanlah “barisan buruh dan sekerja” itu, bangkitkanlah semangat dan keinsyafan-kesadaran, susunkanlah tenaganya. Pergerakan politik-Marhaen-umum adalah perlu, partai pelopor-Marhaen-umum adalah perlu, serikat tani adalah perlu-tetapi serikat buruh adalah juga perlu, amat perlu, teramat perlu, mahaperlu dengan tiada hingganya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marhaenisme merupakan ideologi yang berangkat dari kebutuhan hidup yang paling substansial dan universal, yaitu Tuntutan Budi Nurani Manusia (the Social Conscience of Man), yang menghendaki diwujudkannya kesejahteraan hidup manusia yang akan dapat terpenuhi apabila telah tercipta keselarasan kemerdekaan individu dan keadilan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kongres Partai NasionaI Indonesia/Front Marhaenis pada tahun 1964, dengan dipelopori oleh generasi muda, dicetuskanlah “Deklarasi Marhaenis” yang menyatakan bahwa Marhaenisme adalah “Marxisme yang diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi Indonesia”. Untuk memahami rumusan ini, yang pertama-tama dan utama harus difahami adalah pemahaman atas kondisi dan sejarah Indonesia, baru kemudian memahami historische materialisme yang merupakan bagian dari Marxisme, untuk digunakan sebagai metode analisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Historische Materialisme digunakan sebagai metode berfikir untuk menganalisa kehidupan sosial di Indonesia. Historische Materialisme bukanlah suatu ajaran atau ideologi, tetapi adalah cara berfikir yang dipergunakan untuk menganalisa suatu keadaan. Dengan menggunakan pisau analisa, Bung Karno waktu itu menemukan bahwa sebagian besar rakyat Indonesia adalah petani kecil, hidup menderita karena ditindas oleh sistem yang mengungkungnya, yaitu Kolonialisme-Imperialisme bangsa asing yang merupakan anak kapitalisme, serta feodalisme bangsa sendiri. Karena penindasan dan pemerasan oleh sistem tersebut rakyat Indonesia tidak mampu mewujudkan tuntutan budi nuraninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan historische materialisme sebagai metode berfikir (pisau analisa), ditemukanlah bahwa penderitaan rakyat Indonesia merupakan akibat dari dilaksanakannya sistem yang menindas dan memeras, yaitu Kolonialisme-Imperialisme bangsa asing yang merupakan anak kapitalisme serta feodalisme bangsa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena penderitaan itu dialamai oleh seluruh rakyat yang hidup dalam satu wilayah geo politik (Indonesia), maka timbullah kesadaran kolektif sebagai rakyat yang mengalami persamaan nasib sebagai dasar bagi lahirnya rasa kebangsaan atau kesadaran nasional untu merebut hak yang terampas, membangun Negara-Bangsa guna membebaskan dirinya dari Kolonialisme-Imperialisme yang menindas. Kesadaran tersebut diperkuat dengan pengalaman sejarah yang membuktikan bahwa perjuangan yang bersifat kedaerahan, kerajaan, suku atau golongan secara sendiri-sendiri tidak pernah berhasil membebaskannya dari cengkeraman penjajahan. Dari proses tersebut jelaslah bahwa Nasionalisme Indonesia lahir antitesa terhadap Kolonialisme-Imperialisme, untuk mengakhiri pemerasan dan penindasan yang dilakukan oleh Kolonialist dan feudalist terhadap rakyat Indonesia. Secara dialektis, masyarakat yang demikian ini pasti merindukan suatu keadilan dan suatu kehidupan tanpa pemerasan dan penindasan yang membelenggu hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman akan keadaan bangsa dan rakyat Indonesia yang sedemikian itu, melahirkan sintesa Indonesia Merdeka yang bertujuan terlaksananya kehidupan yang adil dan beradab tanpa pemerasan dan penindasan. Hanya dengan perjuangan nasional, Kolonialisme-Imperialisme dapat dihancurkan, dan atas dasar nasionalisme itu pula Negara kebangsaan (nation-state) dapat dibangun. Dengan menyadari bahwa penindasan suatu bangsa atas bangsa lain adalah suatu kekejaman yang melahirkan penderitaan, maka Negara Bangsa yang dibangun bukanlah suatu Negara yang gemar melakukan penindasan terhadap bangsa lain, melainkan Negara Kebangsaan untuk mensejahterakan kehidupan umat manusia atas dasar kesederajatan dalam kebersamaan, nasionalisme yang berperikemanusiaan yang tidak menginginkan l’éxploitation de la nation par la nation (penindasan suatu bangsa terhadap bangsa lain) maupun l’éxploitation de l’homme par l’homme (penindasan manusia terhadap manusia lain). Dengan demikian maka watak dari nasionalisme Indonesia bukanlah nasionalisme yang chauvinistis, melainkan nasionalisme yang berperikemanusiaan, nasionalisme yang menginginkan terwujudnya kesejahteraan bersama: sosionasionalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno berkata: “Nasionalisme kita haruslah nasionalisme yang mencari selamatnya perikemanusiaan…, maka sosio-nasionalisme adalah nasionalisme Marhaen dan menolak tiap tindak borjuisme yang menjadi sebabnya kepincangan masyarakat itu. Jadi, sosio-nasionalisme adalah nasionalisme politik dan ekonomi,-suatu nasionalisme yang bermaksud mencari keberesan politik dan keberesan ekonomi, keberesan negeri dan keberesan rejeki”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasionalisme kita, ia bukanlah nasionalisme yang timbul dari kesombongan bangsa belaka, ia adalah nasionalisme seluas udara, nasionalisme yang timbul dari pengetahuan atas susunan dunia dan sejarah, ia bukanlah “Jingo-nationalism” atau chauvinisme, dan bukanlah copy atau tiruan daripada nasionalisme Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasionalisme kita adalah suatu nasionalisme yang menerima rasa hidupnya sebagai suatu wahyu, dan menjalankan rasa hidupnya itu sebagai suatu bakti. Nasionalisme kita adalah nasionalisme yang di dalam kelebaran dan keluasannya memberi cinta kepada bangsa-bangsa yang lain, sebagai lebar dan luasnya udara, yang member tempat pada segenap sesuatu yang perlu untuk hidupnya segala hal yang hidup. Nasionanalisme kita adalah adalah nasionalisme yang membuat kita menjadi “alatnya Tuhan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Negara yang didasarkan pada ‘nasionalisme seluas udara’ itu, rakyatlah yang harus berdaulat, dan kedaulatan itu dipergunakan untuk melahirkan kesejahteraan bagi rakyat. Demokrasi yang dibangun adalah demokrasi yang mendatangkan keadilan sosial. Demokrasi adalah alat untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Untuk itu rakyat harus berdaya dan berdaulat. Demokrasi ditegakkan bukan hanya untuk kepentingan sekelompok orang, bukan demokrasi yang mengabdi kepentingan kaum borjuis dan kapitalis, melainkan sepenuhnya mengabdi kepada kepentingan rakyat. Kedaulatan rakyat dibangun untuk membangun kesejahteraan bersama, kedaulatan yang berkeadilan sosial. Demokrasi yang harus ditegakkan adalah demokrasi politik dan demokrasi ekonomi, atau demokrasi yang berkeadilan sosial, Bung Karno menyebut demokrasi yang demikian itu sebagai “sosio-demokrasi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi kita haruslah demokrasi sejati, demokrasi yang sebenar-benarnya Pemerintahan rakyat. Demokrasi kita bukan demokrasi a la Eropa dan Amerika yang hanya suatu “potret dari pantatnya” demokrasi politik saja, bukan pula demokrasi yang memberi kekuasaan 100% pada rakyat di dalam urusan politik saja. Demokrasi kita adalah demokrasi politik dan demokrasi ekonomi yang member kedaulatan dan kekuasaan 100% pada rakyat jelata di dalam urusan politik dan urusan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demokrasi politik dan demokrasi ini, Indonesia Merdeka bisa diatur oleh rakyat sendiri mencapai kesejahteraan dan keselamatan hidup dunia dan akherat, suatu masyarakat yang tiada feodalisme, kapitalisme, dan imperialisme. Dengan demokrasi politik dan demokrasi ekonomi, kaum Marhaen mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sebenar-benarnya “Negara-nya Rakyat”, oleh rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat. Bukan sistem feodalisme, bukan sistem mengagungkan raja, bukan sistem constitutioneel monarchie (monarki konstitusional) yang walau memakai parlemen tetapi masih memakai raja. Bukan pula sistem republik sebagaimana diterapkan di Perancis, Amerika Serikat, dan Indonesia sekarang ini, yang sebenarnya adalah suatu sistem dari “demokrasinya” kapitalisme, suatu sistem dari burgelijke democratie (demokrasinya borjuis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem demokrasi kita adalah sistem politiek economishce republiek (ekonomi politik republik) yang segala-galanya tunduk kepada kekuasaan dan kedaulatan rakyat. Urusan politik, urusan militer, urusan pendidikan, urusan lapangan kerja, urusan seni, urusan kebudayaan, urusan apa saja dan terutama sekali urusan ekonomi haruslah di bawah kekuasaan dan kedaulatan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perusahaan-perusahaan besar menjadi milik Negara-Negara yang dikuasai oleh rakyat, dan bukan Negara miliknya kaum borjuis dan kaum ningrat. Semua hasil-hasil perusahaan itu ditujukan bagi keperluan rakyat, semua pembagian hasil itu di bawah pengawasan rakyat. Tidak boleh ada suatu perusahaan yang secara kapitalistis menggemukan kantong seorang borjuis atau pun menggemukan kantong burgelijke staat (negaranya kaum borjuis). Masyarakat Politiek-Ekonomishce Republik Indonesia adalah suatu gambaran satu kesatuan Bangsa Indonesia, satu persatuan dan kerukunan rakyat, satu pekerjaan bersama dari rakyat, satu kesama-rasa-sama-rataan dari rakyat. Sama Rasa Sama Rata. Hal ini sudah dijaminkan dalam konstitusi kita, yaitu Undang Undang Dasar 1945. Pasal 33 menyebutkan: (1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azaz kekeluargaan. (2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak oleh Negara. (3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah demokrasi kira, yang juga bisa disebut dengan sosio-demokrasi. Inilah demokrsi sejati yang hanya bisa timbul dari nasionalisme Marhaen, dari nasionalisme yang di dalam batinya sudah mengandung kerakyatan sejati. Nasionalisme yang anti tiap-tiap macam kapitalisme dan imperialisme walaupun dari bangsa sendiri. Nasionalisme yang penuh dengan rasa keadilan dan rasa kemanusiaan yang menolak tiap-tiap sifat ke-borjuis-an dan ke-ningrat-an. Nasionalisme kerakyatan yang disebut dengan sosio-nasionalisme. Hanya sosio-nasionalisme yang bisa melahirkan sosio-demokrasi. Siapa saja yang berteriak-teriak ‘sosio-demokrasi’, tetapi di dadanya masih berisi sifat-sifat keborjuisan dan keningratan, ia adalah seorang munafik yang bermuka dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosio-demokrasi dan sosio-nasionalisme tidak mungkin diwujudkan selama Indonesia masih dalam cengkeraman kolonialisme-imperialisme. Maka untuk dapat mewujudkan kesejahteraan hidupnya, terlebih dahulu rakyat Indonesia membebasakan diri dari cengkeraman penjajahan. Tanpa kemerdekaan nasional, masyarakat adil-makmur dan beradab tidak akan dapat diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan kaum Marhaenis dalam mewujudkan masyarakat adil, makmur, dan beradab, memerlukan suatu strategi dan cara yang disebut azaz perjuangan. Bung Karno menjelaskan, asas perjuangan adalah menentukan hukum-hukum daripada perjuangan itu,-menentukan ‘strategie’ daripada perjuangan itu. Azaz perjuangan menentukan karakternya perjuangan itu, sifat-wataknya perjuangan itu, garis-garis besar daripada perjuangan itu, bagaimananya perjuangan itu. Sesuai dengan watak dan karakter ideologi Marhaenisme, azaz perjuangan kaum Marhaenis berpegang pada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Non-kooperasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Machtvorming&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Radikal-Revolusioner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Massa aksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Self help-self reliance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Non-kooperasi adalah tidak bekerja sama terhadap sistem yang menindas dan memeras dalam segala bentuknya. Non-kooperasi selalu ditujukan kepada sistem yang melakukan pemerasan dan penindasan, terhadap sistem yang menistakan kemerdekaan individu dan keadilan sosial. Bung Karno menjelaskan, Non-kooperasi adalah satu azaz perjoangan (strijdbeginsel) kita untuk mencapai Indonesia Merdeka. Di dalam perjoangan mengejar Indonesia Merdeka itu kita harus senantiasa ingat bahwa adalah pertentangan kebutuhan antara sana dan sini, antara kaum yang menjajah dan kaum yang dijajah, antara overheerser dan overheerste. Pertentangan kebutuhan inilah yang member keyakinan kita bahwa Indonesia Merdeka tidaklah bisa tercapai, jikalau kita tidak menjalankan politik non-kooperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa artinya machtsvorming itu? Matchsvorming adalah berarti vorming (pembentukan)-nya macht (tenaga-kekuasaan), jadi matchsvorming adalah soal pembentukan tenaga, pembentukan kekuasaan. Dalam pleidooi-nya Bung Karno mengatakan; “Machtsvorming, pembikinan kuasa—oleh karena soal kolonial adalah soal kuasa, soal macht. Machtsvorming, oleh karena seluruh riwayat dunia menunjukkan bahwa perobahan-perobahan besar hanya diadakan oleh kaum yang menang, kalau pertimbangan akan untung rugi menyuruhnya, atau kalau sesuatu macht menuntutkannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karl Marx berkata: “nooit heeft in klasse vrijwilling van haar bevoorrechte positive afstand gedaan”—“tak pernahlah sesuatu kelas suka melepaskan hak-haknya dengan kemauan sendiri”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama rakyat Indonesia belum mengadakan kekuasaan dan tenaga yang maha sentosa, selama itu rakyat masih saja cerai berai dengan tiada kerukunan satu sama lain, selama rakyat itu bisa mendorongkan semua kemauannya dengan suatu kekuasaan yang teratur dan tersusun—selama itu maka kaum imperialisme yang mencari untung sendiri itu akan tetaplah memandang kepadanya sebagai seekor kambing yang menurut, dan akan terus mengabaikan segala tuntutan-tuntutannya. Machtsvorming adalah perlu oleh karena berhubung dengan antithesis antara oppressor (penindas) dan oppressed (tertindas), antara overheerser (penjajah) dan overheerste (terjajah), kaum penindas-penjajah tidak akan pernah dengan kemauan sendiri tunduk kepada kita, jika tidak kita paksa dengan desakan dan kekuatan kita yang ia tidak dapat menahannya. Dan oleh karena desakan itu hanya bisa kita jalankan bilamana kita mempunyai tenaga, yakni bilamana kita mempunyai kekuatan, mempunyai kekuasaan, mempunyai macht, maka kita harus menyusun macht itu—mengerjakan machtsvorming itu dengan segiat-giatnya dan serajin-rajinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyususn dan mengerjakan machtsvorming itu, kaum Marhaen harus menggunkan azaz yang radikal. Jawaharlal Nehru berkata; “Dan jikalau kta bergerak, maka haruslah kita selamanya ingat bahwa cita-cita kita tidak dapat terkabul, selama kita belum mempunyai kekuasaan uang perlu untuk mendesakkan terkabulnya cita-cita itu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Machtsvorming yang tidak memiliki azaz atau prinsip, sebenarnya bukan machtsvorming, bukan pembentukan kekuasaan. Machtsvorming yang tanpa azaz atau prinsip, yaitu machtsvorming yang opportunistis, yang tawar-menawar, yang sikapnya mudah berubah–dalam bahasa Jawa-nya disebut dengan ‘mencla-mencle’, yang demikian itu bukan suatu macht yang menundukkan kaum penjajah-penindas, tetapi suatu bola yang dipermainkan oleh kaum penjajah-penindas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi machtsvorming kita harus machtsvorming yang memiliki azaz antithesis antara penjajah dan terjajah, antara penindas dan tertindas. Azaz perlawanan tanpa damai antara penjajah dan terjajah, antara penindas dan tertindas. Azaz Kemerdekaan Nasional, azaz ke-Marhaen-an, bukan azaz tawar-menawar, bukan azaz yang mencla-mencle, tetapi azaz yang mau menghancurkan stelsel kapitalisme-kolonialisme-imperialisme dan feodalisme sama sekali, azaz yang mau mendirikan masyarakat baru di atas reruntuhan kapitalisme-kolonialisme-imperialisme dan feodalisme itu yang mempunyai kehendak sama rata sama rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azaz ini bisa dicakup dengan satu perkataan saja, yaitu Radikalisme. Radikalisme—terambil dari kata radix yang artinya akar—radikalisme haruslah azaz machtsvorming Marhaen: berjuang tidak setengah-setengah, tidak tawar-menawar tetapi terjun sampai ke akar-akarnya. Tidak setengah-setengahan hanya mencari “untung hari ini” saja, tapi mau menjebol stelsel kapitalisme-kolonialisme-imperialisme dan feodalisme sampai ke akar-akarnya. Tidak setengah-setengahan mengadakan perubahan-perubahan yang kecil-kecil saja tapi mau mendirikan masyarakat baru sama sekali di atas akar-akar yang baru. Berjuang habis-habisan tenaga dan fikiran sampai kemenangan. Kaum Marhaen harus merasa jijik dan mengusir segala bentuk opportunisme (cari untung sendiri), reaksionerisme (anti kemajuan), dan reformisme (perubahan setengah-setengah). “Barang siapa yang setengah-setengah dalam Revolusi, maka ia sedang menggali liang kuburnya sendiri”. Karl Liebknecht mengatakan: “perdamaian antara rakyat jelata dengan kaum penindas adalah berarti mengorbankan rakyat jelata itu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radikal-Revolusioner adalah cara perjuangan untuk melakukan perubahan yang mendasar dan cepat. Radikal-Revolusioner tidak ada hubungannya dengan kekerasan dan amuk-amukan, apalagi bunuh-bunuhan. Radikal-Revolusioner disamakan dengan kekerasan adalah tafsir negatif yang diberikan oleh status quo dalam mempertahankan kekuasaannya. Radikal-Revolusioner adalah membongkar sistem penindasan dan mengganti dengan sistem yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa Aksi adalah aksinya rakyat Marhaen yang bermilyun-milyun itu. Dan oleh karena Aksi berarti perbuatan, pergerakkannya, perjuangannya rakyat Marhaen yang bermilyun-milyun itu, apa yang sekarang kita kerjakan, apa yang kita perbuat, apa sahaja yang kita punya tindakan ini hari yang berupa menyusun-nyusun perhimpunan, menulis artikel-artikel dalam majalah dan surat kabar, mengadakan kursus-kursus, mengadakan rapat-rapat umum, mengadakan demonstrasi-demonstrasi-itu semua sudahlah termasuk dalam perbuatan, pergerakkan, perjuangan rakyat marhaen yang bermilyun-milyun itu, itu semua sudahlah termasuk dalam massa-aksi adanya. “In de organisatie ligt reeds de actie besloten, en in de actie de actie de organisatie”–Massa-Aksi sudahlah ada di dalam kegiatan organisasi, dan organisasi sudahlah ada di dalam kegiatan massa-aksi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa-Aksi adalah pergerakan rakyat yang berjumlah banyak secara radikal dan revolusioner. Pergerakkan rakyat Marhaen, pergerakkan rakyat Murba, yang tidak secara radikal dan revolusioner, pergerakkkan rakyat Marhaen, rakyat Murba yang tidak ‘sengit’ dan tidak bersemangat ‘Garuda’—pergerakkan rakyat Marhaen, rakyat Murba yang demikian itu, walaupun milyun-milyunan jumlahnya orang yang bergerak, bukanlah Massa Actie, bukanlah Massa-Aksi. Tetapi hanyalah suatu “Massale Actie”, aksi massal belaka, dalam arti aksi yang melibatkan banyak orang saja tetapi tidak progresif dan revolusioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa-Aksi adalah aksinya rakyat jelata yang sudah terluluh menjadi jiwa baru, melawan sesuatu penindasan yang mereka tidak sudi memikulnya lagi. Massa-Aksi selamanya radikal. Massa-Aksi selamanya membuka dan menjebol akar-akarnya sesuatu keadaan. Massa-Aksi selamanya mau menanamkan akar-akarnya keadaan yang baru. Massa-Aksi barulah dengan sesungguhnya menjadi Massa-Aksi, jikalau rakyat jelata itu sudah berniat membongkar sama sekali keadaan yang sudah Tua Bangka diganti dengan keadaan yang baru. “Een nieuw levensideaal moet de massa aanvuren”—“suatu cita-cita pergaulan hidup baru harus menyala di dalam dadanya massa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga konsistensi gerakan, maka gerakan tidak boleh menggantungkan diri terhadap satu pihak, melainkan harus didukung oleh kekuatannya sendiri. Suatu gerakan harus melaksanakan self help (mandiri). Menggantungkan diri pada pihak lain akan memberikan peluang kepada pihak yang bersangkutan untuk mengkooptasi gerakan. Dan dengan self help, suatu gerakan akan memiliki self reliance (kepercayaan diri). Kemenangan hanya bisa dicapai dengan kebiasaan sendiri, keringat sendiri, tenaga sendiri, usaha sendiri, kepandaian sendiri, keringat sendiri, dan keberanian sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memegang teguh azaz perjuangan di atas, upaya mewujudkan cita-cita kaum Marhaen dan Marhaenis yaitu terciptanya masyarakat Marhaenistis berdasarkan Marhaenisme, kaum Marhaen dan Marhaenis mengemban 3 (tiga) misi, yaitu: pertama, membangun kesadaran rakyat atas penderitaan serta sebab-sebab yang mengakibatkannya, sekaligus memperkuat kesadaran negara kebangsaan (nation-state) Indonesia. Kedua, membangun kekuatan kaum Marhaen dan Marhaenis agar dapat menjadi subyek sosial-politik yang menentukan tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketiga, menggalang kekuatan progesif-revolusioner, sammenbundelling en sammenwerking van alle revolutionaire krachten, yaitu semua kekuatan revolusioner yang mendukung tercapainya revolusi Indonesia sesuai dengan tahapan-tahapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan kekuatan progresif-revolusioner adalah kekuatan yang berpikiran maju ke arah tujuan revolusi Indonesia, yaitu terwujudnya masyarakat adil makmur dan beradab, masyarakat tanpa penindasan dan pemerasan oleh manusia atas manusia maupun bangsa atas bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan revolusi akan dapat dicapai melalui tiga tahap revolusi, yang oleh Bung Karno disebut “Tiga Kerangka Revolusi”, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kemerdekaan Penuh/Nasional Demokratis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sosialisme Indonesia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dunia Baru yang Adil dan Beradab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga Kerangka Revolusi tersebut merupakan penjabaran dari cita-cita Proklamasi Kemerdekaan yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebagsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tahapan tersebut bukan merupakan sekat-sekat yang terpisah antara yang satu dengan yang lainnya, tetapi Sosialisme Indonesia dan Dunia Baru yang Adil dan Beradab tidak dapat dicapai tanpa ditegakkannya Kemerdekaan Penu, Merdeka 100%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menegakkan kemerdekaan dan kedaulatan nasional, ada tiga prinsip kemerdekaan nasioal yang oleh Bung Karno disebut “Trisakti”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Berdaulat di bidang politik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Berdikari di bidang ekonomi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Berkepribadian di bidang kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga prinsip tersebut di atas sesungguhnya merupakan tuntutan universal bagi setiap bangsa merdeka. Untuk melaksanakan ketiga prinsip tersebut tidak hanya diperlukan adanya kemauan politik, tetapi juga dituntut adanya kesadaran, kesiapan, dan kesanggupan moral dari seluruh bangsa agar dapat melahirkan suatu kebijakan dan tindakan yang konsekuen dan konsisten. Perlu diberi landasan yang kokoh dengan melaksanakan nation and character building.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landasan ideologi Marhaenisme adalah tuntutan hidup manusia yang sangat substansial, cita-cita yang terkandung di dalamnya adalah tuntutan hidup manusia yang sangat substansial, cita-cita yang terkandung di dalamnya adalah membangun peradaban luhur dan bersifat universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kaum Marhen dan Marhaenis, Marhaenisme dan Pancasila merupakan dua hal yang secara substantif tidak ada bedanya. Keduanya dicetuskan oleh Bung Karno. Marhenisme dicetuskan pada tahun 1927 sebagai ideologi dan teori perjuangan, Pancasila dilahirkan pada tanggal 1 Juni 1945 sebagai dasar Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah menunjukkan, Pancasila dikemukakan oleh Bung Karno sebagai jawaban atas pertanyaan dr. Radjiman Wediodiningrat selaku yang memimpin sidang BPUPKI: “Apa dasar Negara merdeka yang akan kita bentuk ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pertanyaan tersebut di atas, jelaslah yang diminta adalah usulan pemikiran mengenai dasar Negara yang akan diletakkan dalam membangung Negara Indonesia Merdeka. Yang dibutuhkan adalah hal-hal yang bersifat asasi untuk digunakan sebagai asas dalam membangun kehidupan bersama. Bung Karno menyebutnya sebagai “philosofische grondslag yang akan menjadi pondamen, filsafat, pikiran sedalam-dalamnya, jiwa hasrat yang sedalam-dalamnya, jiwa hasrat yang sedalam-dalamnya untuk diatasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 1 Juni 1945 di depan sidang BPUPKI, Bung Karno menjawab pertanyaan dr. Radjiman Wediodiningrat dengan mengajukan lima prinsip untuk digunakan untuk sebagai dasar Negara, yang terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kebangsaan Indonesia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Internasionalisme atau perikemanusiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mufakat atau demokrasi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kesejahteraan Sosial,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ketuhanan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima prinsip tersebut disebutnya Pancasila. Namun demikian Bung Karno juga menawarkan, apabila sidang menghendakinya, kelima Sila tersebut dapat diperas menjadi tiga, disebut Trisila yang terdiri dari: Sosio-nasionalisme, Sosio-demokrasi, dan Ketuhanan Yang Maha Esa, atau dapat diperas lagi menjadi Eka Sila: Gotong Royong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, sebagai penutup marilah kita menyanyikan lagu kebangsaan kita: Indonesia Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah darahku. Di sanalah aku berdiri jadi pandu ibuku. Indonesia kebangsaanku, bangsa dan tanah airku. Marilah kita berseru Indonesia bersatu. Hiduplah tanahku, hiduplah negriku, bangsaku rakyatku semuanya. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya. Indonesia Raya Merdeka Merdeka Tanahku Negriku Yang Kucinta. Hiduplah Indonesia Raya”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-8246662908172984637?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/8246662908172984637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=8246662908172984637' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/8246662908172984637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/8246662908172984637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/05/marhaenisme.html' title='Marhaenisme'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-2654408308315697288</id><published>2011-05-06T02:15:00.000-07:00</published><updated>2011-05-06T02:16:28.348-07:00</updated><title type='text'>Osama Tewas (Katanya): Amerika Harus Keluar dari Afghanistan dan Irak!!</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Osama Tewas (Katanya): Amerika Harus Keluar dari Afghanistan dan Irak!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang bertanya mengapa saya masih diam soal Osama bin Laden. Ada yang bercanda bahwa saya masih berkabung dan bersedih hati karena kematian Osama bin Laden. Well, penyebab tentang diamnya saya soal Osama ini adalah karena kemarin saya belum punya waktu untuk berkomentar dan menulis, itu saja. Dus dengan demikian, saya bukanlah fans-nya Osama dan sama sekali tidak meratapi soal kematiannya. Toch, saya pun belum yakin benar soal berita kematiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar seribu benar, bahwa saya belum percaya soal tewasnya Osama bin Laden. Akan tetapi, berita soal kematian Osama itu, membuat saya bisa berteriak lantang dan menggeledek bagaikan halilintar yang sedang mengamuk-amuk: “Amerika Harus Keluar Dari Afghanistan dan Irak Sekarang, Sekarang, dan Sekarang Juga!!!” Get Fucking Out from Afghanistan and Iraq Right Now!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why? You may aks. Apa sebab? Kalian mungkin bertanya. Untuk menjelaskan saya punya perkataan itu, soal Pasukan Amerika yang harus keluar dari Afghanistan dan Irak, perlu untuk kembali melihat peristiwa 9/11 (Tragedi 11 September 2001) satu dekade yang lalu itu. Apa itu 9/11?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ceritakan 9/11, 9/11 adalah suatu tragedi kemanusian yang terjadi pada 11 September 2001. 3.000 orang meregang nyawa saat itu. Semua orang waras, pasti akan meratapi tragedi 9/11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dear God, I hope you hear me up there. Cause this is not my everyday prayer. I wanna talk about those people You took away. Back on 911, did You send the angels from heaven? To help the ones that were hurt so bad. I like to think they’re all in heaven. Those people from 9/11. I know they were scared. And that makes me sad. Did you rock then in your arms? Shield them from all harm. Wipe their tears away as you flew them all away. Did they fly? Did they fly? Back on 9/11, I hope you welcomed them all to Heaven. Amen”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia-nya: “Halo Tuhan, apa kabar? Saya harap Engkau di Surga sana mendengarkanku. Karena ini bukanlah doa sehari-hariku yg biasa. Aku ingin berbicara tentang orang-orang yang sudah Engkau panggil kembali. Kembali ke Tragedi 11 September 2001, Apakah Engkau mengirimkan para malaikat dari Surga? Untuk membantu orang-orang yang dilukai dengan kejam. Saya senang memikirkan bahwa mereka semua berada di Surga. Orang-orang dari Tragedi 11 September 2001, saya tahu bahwa pada waktu itu mereka ketakutan. Dan itu membuatku bersedih hati. Apakah Engkau waktu itu menimang mereka dalam pelukanMu? Melindungi mereka dari semua kejahatan. Mengusap air mata mereka semua ketika Engkau menerbangkan mereka semua. Apakah waktu itu mereka terbang? Kembali ke Tragedi 11 September 2001, Saya berharap kiranya Engkau menerima mereka semua di Surga. Amin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang anak gadis kecil yang kehilangan ayahnya dalam Tragedi 9/11, pada tahun 2002, ia menulis surat kepada bapaknya yang sudah meningggal, ia menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“It’s been a year daddy, I really really miss you. Mommy says you’re safe now, in a beautiful place called heaven. We had your favorite dinner tonight. I ate it all up…Even though I don’t like carrots. I learned how to swim this summer. I can even open my eyes from under water. Can’t you see me? I started Kindergarten this year. I carry around a picture of us in my Blue’s Clues Lunch Box. You are the greatest Daddy. I can swing on the swing by myself … Even though I miss you pushing me. Can’t you see me? I miss how you used to tickle me. Tickle my belly. My belly hurts. I try not to cry. Mommy says it’s okay. I know you don’t like it when I cry. Never wanted me to be sad. I try daddy but it hurts. Is it true you’re not coming home? Maybe some day. I can visit you in Heaven okay? It’s time for me to go to bed now. I sleep with the light on. Just in case you come and kiss me good-night. I love you so much. I miss you Daddy”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia-nya: sekarang sudah satu tahun ayah, aku sungguh sangat merindukanmu. Ibu berkata bahwa ayah sekarang berada di tempat yang aman, di suatu tempat yang indah yang disebut dengan surga. Aku dan Ibu menyantap makan malam kesukaan ayah mala mini. Aku memakannya semua… Walaupun aku tidak suka wortel. Aku belajar berenang musim panans ini. Bahkan aku bisa membuka mataku di dalam air. Tidakkah ayah bisa melihatku? Aku belajar di TK tahun ini. Aku memasang foto kita berdua di kotak makan siangku. Kamu adalah ayah yang paling baik. Aku bisa berayun-ayunan sendiri di ayunan… Meskipun aku meridukan ayah mengayunkanku. Tidakkah ayah bisa melihatku? Aku merindukan caramu menggelitikku. Menggelitik perutku. Perutku sakit. Aku berusaha tidak menangis. Ibu berkata itu bagus. Aku tahu ayah tidak suka ketika aku menangis. Tidak pernah menginginkanku bersedih hati. Aku coba yah tetapi itu menyakitkan, apakah benar ayah tidak pulang ke tumah? Mungkin suatu hari, aku bisa mengunjungi ayah di surga, ok? Sudah tiba waktu tidur untukku. Aku tidur dengan lampu menyala. Berjaga sekiranya ayah dating dan memberiku kecupan selamat tidur. Aku sangat mencintai ayah. Aku merindukanmu ayah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, itulah tragedi 9/11, ia tidak hanya merenggut nyawa ribuan orang dalam satu hari saja, tetapi ia juga menyebabkan trauma, kehilangan, dan kesedihan yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimanakah detail-nya tragedi kemanusiaan 9/11 itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari tanggal 11 September 2001, beberapa orang (terrorist) membajak 4 pesawat penumpang komersial. 2 pesawat ditabrakan ke menara kembar gedung World Trade Center. 2 jam kemudian, dua menara pencakar langit symbol dari kapitalisme Amerika itu roboh, rata dengan tanah. Dan juga merobohkan sebuah gedung (WTC 7) dan merusak bangunan di sekitarnya. Pesawat ketiga ditabrakan di markas Pentagon, Virginia, just outside Washington District Capital. Pesawat keempat jatuh di daerah pedesaan di wilayah Pennsylvania, sebenarnya pesawat itu akan ditabrakan ke gedung putih, namun gagal akibat perlawanan dari beberpa penumpang yang berontak ketika tahu bahwa pesawat tersebut akan ditabrakkan ke Gedung Putih-The White House. Serangkaian serangan itulah yang menyebabkan sekitar 3.000 orang meregang nyawa dan menyebabkan duka dan kesedihan yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Tinggallah lihat apa yang sudah saya tuliskan di atas. Dan bacalah dengan penuh perasaan! Bacalah dengan segenap hati dan perasaanmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha jelas saya mengutuk serangan terrorist biadab yang tidak berperikemanusiaan itu. Jelaslah bahwa itu adalah kejahatan melawan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa dalang dari tragedi 9/11? Ada banyak orang menduga-duga siapa dalang dari tragedi 9/11. Versi pertama, tentu versi-nya Amerika Serikat, the government of the United States of America. Menurut versi ini, Osama bin Laden dan Al-Qaeda bertanggung jawab atas serangan terror tersebut. Osama bin Laden adalah dalang dari tragedi 9/11. Versi kedua adalah bahwa tragedi 9/11 adalah buah karya orang Amerika sendiri, suatu home ground creation. The Bush Regime Engineered 9/11. Ini adalah konspirasi, seperti halnya “Raid on Pearl Harbor” yang mengawali dan membuka kunci keterlibatan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan kali ini, saya hanya akan membicarakan versi pertama dalang WTC, karena versi pertama itu berkaitan dengan ‘sepak terjang’ tentara Amerika beserta seluruh sekutu dan antek-anteknya di Afghanistan dan Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tragedi 9/11, Pemerintahan George Walker Bush segera menuduh dan menetapkan Osama bin Laden dan Al Qaeda sebagai dalang peristiwa tersebut dan harus diadili. Malam itu juga (11 September 2001) George W. Bush berpidato;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“The search is under way for those who are behind these evil acts. I’ve directed the full resources of our intelligence and law enforcement communities to find those responsible and to bring them to justice. We will make no distinction between the terrorist who committed these acts and those who harbor them” (emphasis added).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia-nya: Pengejaran sedang dijalankan kepada mereka yang berada di balik layar perbuatan-perbuatan jahat ini. Saya telah memimpin langsung semua sumber intelijen kita dan aparat penegak hukum untuk menemukan mereka yang bertanggung jawab dan membawa mereka ke pengadilan. Kita tidak akan membedakan antara terroris yang melakukan perbuatan jahat ini dan mereka yang melindungi para terrorist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat menuduh Osama bin Laden sebagai dalang, kemudian ternyatalah Amerika juga menuduh pemerintahan Taliban di Afghanistan melindungi Osama bin Laden. Berdasarkan doktrin ‘tidak akan membedakan terrorist dan mereka yang melindungi terrorist’, kemudian George Walker Bush menyampaikan sebuah ultimatum kepada Rezim Taliban di Afghanistan untuk menyerahkan Osama bin Laden, atau akan menghadapi serangan Amerika Serikat. Pada sisi yang lain, Rezim Talibab meminta sebuah bukti jika memang Osama bin Laden terlibat dalam tragedi 9/11. Dan jika memang ada bukti, Talibab mengajukan diri untuk membentuk suatu Pengadilan Islam untuk mengadili Osama bin Laden. Amerika Serikat tidak mau memberikan bukti apapun, dan Taliban pun sama sekali tidak menggubris ultimatum Amerika Serikat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka hasilnya Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya melancar serangan, menginvasi Afghanistan, dan akhirnya menggulingkan Rezim Taliban. Dan mulai itu, maka kita sekarang memgenal dengan apa yang disebut The Global War on Terrorism atau Perang Global Melawan Terrrorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat perang di Afghanistan di mulai tanggal 7 Oktober 2001, George W. Bush berpidato:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Today we focus on Afghanistan but the battle is broader. Every nation has a choice to make. In this conflict, there’s no neutral ground. If any government sponsors the outlaws and killer of innocents, they have become outlaws and murderers, themselves. And they will take that lonely path at their own peril”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia-nya: Hari ini kita fokus di Afghanistan, tapi perang (Global Melawan Terrorisme) adalah lebih luas. Setiap bangsa mempunyai pilihan untuk diputuskan. Dalam konflik ini (lebih tepat: Amerika dkk melawan mereka yang dianggap terrorist), tidak ada wilayah yang netral alias tidak memihak. Jika ada pemerintahan yang mendukung penjahat dan pembunuh orang-orang yang tidak berdosa, maka pemerintahan tersebut telah menjadi penjahat dan pembunuh. Dan pemerintahan tersebut akan mengambil jalan yang sunyi dan terkucil itu dalam resiko mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Osama bin Laden adalah Pembunuh dan Rezim Taliban melindunginya, maka Osama bin Laden dan Rezim Talibab adalah sama-sama pembunuh. Begitulah cara befikirnya Amerika Serikat, Amerikanse Denken. Hal ini, Perang Global Melawan Terrorisme dijadikan pembenaran politik luar negri Amerika Serikat yang expansionist (melebarkan kekuasan) dan aggressionist (menyerang daerah lain), sekaligus subversive (menggulingkan pemerintahan yang sah di daerah lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Perang Global Melawan Terrorisme Amerika Serikat mempunyai beberapa target, objectives, yang hendak di capai, yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Mengalahkan (menangkap atau membunuh) para terrorists seperti Osama bin Laden, Abu Musab al-Zarqawi dan menghancurkan organisasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Mengidentifikasi, menglokasikan, dan menghancurkan para terrorists bersama organisasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Menolak sokongan, bantuan, dan perlindungan bagi para terrorist.&lt;br /&gt;         1.&lt;br /&gt;               1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Mengakhiri sokongan Negara terhadap terrorisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Mendirikan dan menegakkan sebuah standar internsional akuntabilitas (international standard of accountability) berkenaan dengan memerangi terrorisme (combating terrorism).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Memperkuat dan menopang usaha-usaha international dalam melawan terrorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Bekerja dengan Negara-negara yang berkeinginan dan mampu (melawan terrorisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Membolehkan Negara-negara yang lemah (melawan terrorisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Mendesak Negara-negara yang ragu (melawan terrorisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Memaksa Negara-negara yang tidak ingin (melawan terrorisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Menghalangi dan Mengacaukan bantuan-bantuan material untuk para terrorists.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Membasmi semua tempat perlindungan bagi para terrorsits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal itulah yang telah menjadi alasan bagi Amerika Serikat beserta sekutunya untuk mengirimkan tentara dan kemudian membunuhi rakyat tidak berdosa di Afghanistan dan dan Irak. Ketika menyerang Irak, kemudain menggulingkan Rezim Saddam Hussein, dan akhirnya menggantung Saddam Hussein, Amerika beserta sekutunya beralasan bahwa Saddam Hussein mempunyai “weapon of mass destruction” (WMD) alias senjata pemusnah massal. Namun ternyatalah bahwa itu hanyalah Bohong Belaka, Saddam Hussein tidak punya WMD. Dan kebohongan itu telah diakui oleh Amerika Serikat, tetapi hanya diakui sebagai ‘laporan intelijen yang tidak akurat’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah diakui bahwa Saddam Hussein tidak punya senjata pemusnah massal, Osama bin Laden dan banyak tokoh Al Qaeda serta Taliban, (dikatakan) telah tewas terbunuh oleh rudal dan peluru pasukan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“MAKA TENTARA PENDUDUKAN AMERIKA SERIKAT DAN SEKUTUNYA HARUS SEGERA KELUAR DARI AFGHANISTAN DAN IRAK SEKARANG, SEKARANG, DAN SEKARANG JUGA!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat berserta seluruh sekutu dan antek-anteknya sudah tidak punya alasan lagi untuk tetap menduduki Afghanistan dan Irak. Geoge W. Bush menyatakan Irak tidak punya WMD dan kemudian Barrack Hussein Obama menyatakan Osama bin Laden telah tewas. Ditembak oleh kesatuan elite yang paling elite dari Navy Sea, Air , and Land/Navy SEALs yaitu kesatuan elite: ‘Naval Special Warfare Development Group’ atau lebih populer dengan sebutan SEALs Team Six (ST6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang seperti Osama tidak terlahir sebagai seorang terrorist, tetapi dia diciptakan oleh kemiskinan, kesenjangan, dan diskriminasi. Penyebab semua ini adalah ketidakadilan politik, penyangkalan hak-hak warga di bawah pendudukan asing.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ketidakadilan, penindasan, kemiskinan, dan penjajahan harus dihilangkan dari muka bumi. Penjajahan Gaya Baru harus dihapuskan dari seluruh muka dunia karena berlawanan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awaslah itu Kolonialisme-Imperialisme musuh dunia yang mau memperbudak kita dengan sesuka hatinya! Itu Amerika Kita Setrika! Itu Inggris Kita Linggis! (Paduka Yang Mulia Presiden Soekarno Pemimpin Besar Revolusi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, maar ik mis jou zo mijn lieve schat, ma cherie americainne hehehee ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-2654408308315697288?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/2654408308315697288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=2654408308315697288' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/2654408308315697288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/2654408308315697288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/05/osama-tewas-katanya-amerika-harus.html' title='Osama Tewas (Katanya): Amerika Harus Keluar dari Afghanistan dan Irak!!'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-2844069695383988029</id><published>2011-04-22T03:06:00.000-07:00</published><updated>2011-04-22T03:09:39.480-07:00</updated><title type='text'>Barang Impor dari China Bawa Untung?</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;Barang Impor dari China Bawa Untung?&lt;br /&gt; Tempo hari yang lalu, sesudah saya  meng-up load saya punya tulisan yang judulnya “Chinese Products Damage Indonesian National Industry“, setelah saya punya artikel itu melayang ke tangan publik, ada orang yang kurang sepakat, niet accord dengan saya punya pendirian, saya punya stand points.  Malahan ada yang minta agar supaya artikel saya itu diterjemahkan-to be translated dalam Bahasa Persatuan: Bahasa Indonesia. Well, sekarang memang sudahlah di-type dalam Bahasa Indonesia, tapi toch tidak saya retype persis plek ora ono bédané seperti yang kemarin, karena dalam tulisan ini toch juga terdapat stand points dari saya punya tulisan yang lalu itu, yang English written article.  &lt;br /&gt; Seseorang menanggapi artikel saya, dia berkata:&lt;br /&gt;“She spoke (in essentials): Chinese import products were cheap, from mobile phone to T-Shirt, bag, shoes, towel, toys, doll, television, etc, in essence, mostly Chinese import products were cheap. Thereby, when people lived in the economic trouble, when people were still trapped in the evil poverty circle, Chinese import products brought benefits for Indonesian people. Chinese cheap import product was deus ex machina from the sky, the messiah for Indonesian people”. &lt;br /&gt;Bahasa Indonesia-nya: Dia  berkata (pada intinyanya) bahwa barang impor daru China itu murah, mulai dari mobile phone sampai Kaos, tas, sepatu, handuk, mainan anak, boneka, televisi, dan lain-lain, pokoknya barang impor dari China itu serba murah. Dengan demikian, saat rakyat hidup di tengah-tengah himpitan ekonomi, ketika rakyat masih terperangkap di dalam lingkaran jahanam kemiskinan, barang impor dari China membawa untung bagi rakyat Indonesia. Barang impor dari China yang murah itu dianggapnya sebagai suatu deus ex machina, suatu dewa penolong dari khayangan.   &lt;br /&gt; Well, jika dilihat secara sepintas, memang barang impor dari China yang serba murah itu terlihat seperti deus ex machina, suatu dewa penolong. Tetapi, apakah benar kita harus memuja barang impor dari China yang murah sebagai deus ex machina? apakah benar kita perlu membakar dupa dan kemenyan lalu kemudian kita melantunkan bait-bait puisi dan doa-doa pujian kepada barang import dari China itu?  &lt;br /&gt; Marilah kita melihat lebih teliti tentang barang impor dari China itu, yang karena murah harganya dan di saat yang bersamaan kita punya kesulitan ekonomi, maka ia dianggap sebagai deus ex machina. Yang menurut saya, tidaklah benar jika barang impor dianggap sebagai dewa penolong dari khayangan. &lt;br /&gt; Kita mulai dari kain Batik. Dunia sekarang sudah memberi penghargaan yang setinggi-tingginya bagi Batik Indonesia dengan menetapkannya sebagai the world heritage from Indonesia, warisan kebudayaan dunia dari Indonesia. Malahan, di Jogjakarta, telah dibangunlah semacam prasasti, monument, yang saya kurang bisa memberi nama yang pas buat itu, sebut saia monument batik, dan Jogjakarta adalah kota Batik. Ya, sekarang ini, anak-anak sekolah dan pegawai memakai baju Batik setiap hari Jum’ad dan Sabtu. Malahan, sekarang banyak orang memakai Batik di setiap acara-acara resmi, semi resmi, atau sekedar nongkrong dipinggir jalan. &lt;br /&gt; Nou ja, what’s the effect of Chinese import product to Batik Indonesia? Apa pengaruhnya barang impor dari China terhadap Batik Indonesia? Apa pengaruh ASEAN China Free Trade Agreement-Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN China (PPBAC) bagi industri Batik Indonesia? Ternyata dampaknya negatif alias jelek. Sejumlah perajin Batik di Pekalongan, Jawa Tengah mengungkapkan dampak negatif PPBAC. Menurut mereka, aspek hulu sebagai tumpuan awal perajin Batik dalam berdaya saing sudah diporak-porandakan, misalnya kain katun. Mereka mencermati, China sudah membidik pasar Asia. Untuk melumpuhkan perajin Batik, bahan baku seperti katun dari Amerika Serikat  mulai diborong China. Bayang-bayang kehancuran perajin Batik juga ditandai dengan makin tingginya harga gondorukem (Resina colophonium) dari getah pinus sebagai salah satu bahan campuran lilin untuk membatik. &lt;br /&gt; Ik denk dat jullie “mebel jepara” weten, saya pikir kalian tahu ‘mebel jepara’, lalu bagaimanakah nasibnya perajin mebel di Jepara? Setali tiga uang dengan Batik, perajin mebel jepara punya dampak negatif  PPBAC. Perajin hadapi mebel murah dari China! Produk mebel dari China yang murah meriah karena hanya berbahan baku tripleks, MDF, dan rotan lebih diminati karena memang, sekali lagi harganya murah. Memang produk mebel Jepara lebih mahal dari produk China, karena ia berbahan baku kayu jati. Gempuran berbagai macam barang impor dari China yang murah meriah membuat produk buatan Indonesia terpinggirkan. Produk garmen, konfeksi, anyaman, dan keramik kesulitan menembus pasar lokal karena konsumen lebih memilih produk impor. &lt;br /&gt; Ini barang-barang dari China! (Katanya) kwaliteit-nya bagus, harganya murah, lebih bagus dan lebih murah dari barang-barang Indonesia sendiri.  Rakyat Indonesia segera gemar kepadanya! Ratusan, ribuan barang diimpor dari China, ribuan barang diangkut kapal menuju ke Indonesia, ribuan barang China habis terjual di pasar-pasarnya marhaen di kota dan di desa, tersebabkan (katanya) kwaliteit-nya yang bagus, harganya yang murah meriah. &lt;br /&gt; Akan tetapi, tiap-tiap orang Indonesia yang nasionalistis, tiap-tiap orang yang mempunyai pengetahuan tentang dinamika ekonomi, imperialism segera menjatuhkan sumpah serapah atas barang impor dari China itu, mengutuk barang impor dari China itu. Tiap-tiap orang yang ada pengetahuan sedikit tentang dinamikanya ekonomi mengetahui bahwa impor dari China itu salah satunya fasetnya imperialism, salah satu “mukanya” imperialisme, salah satu tangan pencengkeramannya imperialisme!&lt;br /&gt; Faktanya, berdasarkan penelitian Institute for Global Justice, penerapan PPBAC sejak tahun 2005 telah menimbulkan persoalan. Selama periode 2005-2010, total impor dari China meningkat 226,32 %. Komposisinya berada pada level 20,32% dari total impor. Lonjakan impor membuat industri lokal collapse alias kelimpungan.  Sepanjang tahun 2006-2008 tercatat 1.650 industri bangkrut karena tidak sanggup berhadapan dengan produk China. Akibatnya sebanyak 140.584 tenaga kerja kehilangan pekerjaan. &lt;br /&gt; Inilah buntut daripada barang impor dari China itu: kita punya daya menghasilkan, kita punya industri nasional jadi kelimpungan! Kita punya daya cipta alias kepandaian dan kemampuan membikin barang menjadi porak-poranda! Bahkan industri nasional kita mau dihancur leburkan sama sekali, binasa sama sekali! Imperialisme Asing, tiada peduli Imperialisme Amerika, ataupun Imperialisme China, Imperialisme jahanam itu telah merebut tiap-tiap akar daripada daya menghasilkan barang-barang ekonomis kita, membakar tiap-tiap industri  nasional kita itu menjadi debu, memerosotkan rakyat Indonesia itu menjadi suatu rakyat yang hidup melulu, dengan memakai barang-barang impor! Kita dibuatnya menjadi sekedar masyarakat komsutif, bukan masyarakat produktif yang maha hebat. &lt;br /&gt; Maka oleh karena itu, kita rakyat Indonesia yang nasionalistis, Bangsa Indonesia yang cinta tanah air Indonesia 1000%, kita yang mengetahui tiap-tiap kejahatannya stelsel kapitalisme dan imperialisme itu, kita benar seribu benar jika kita mengutuk Imperialisme asing, tiada peduli Imperialisme Amerika maupun Imperialisme China, yang mereka itu sekalipun memasukkan barang-barang (yang katanya) lebih bagus dan lebih murah dari barang-barang buatan Indonesia sendiri. &lt;br /&gt; Ya, sekarang inipun saya bermaksud menjawab pertanyaan yang lain yang pernah dilontarkan kepada saya. seseorang bertanya:&lt;br /&gt; “Bagaimana sikap rakyat Indonesia terhadap barang impor dari China? Bukankah karena murah harganya, barang impor dari China pada waktu ini meringankan beban  rakyat Indonesia? Bukankah rakyat yang susah ini akhirnya bisa membeli barang-barang dari China yang lebih murah?”&lt;br /&gt; Jawab saya: Belilah barang mana saja yang lebih murah dan lebih baik, belilah barang mana saja yang bisa meringankan nasibmu yang maha sengsara itu!&lt;br /&gt; Namun, kita harus merasa benci kepadanya, muak dengan barang-barang impor itu, dan harus memperkuat industri nasional, menyusun kita punya ekonmi nasional yang sehebat-hebatnya agar supaya kita bisa menghancur buyarkan imperialise asing itu sama sekali. Inilah memang yang disebutkan oleh Karl Marx sebagai “revolutionaire anvaarding” alias penerimaan revolusioner. “revolutionaire anvaarding” daripada segala hal yang keluar dari kapitalisme dan imperialisme, inilah pula yang dinamakan oleh “proletaris historisme” oleh Liebknecht: rakyat jelata “menerima” segala dari kapitalisme, rakyat jelata membeli barang-barang produk kapitalisme, membeli televisi, mobil, pakaian, dan apa saja bikinan kapitalisme, namun, tetap benci kepada kapitalisme, tetap mempersyaitankan kapitalisme, tetap mengutuk kapitalisme, dan tetap menyusun tenaga dan semangat untuk menghantam kapitalisme, membinasakan kapitalisme.&lt;br /&gt; Benar barang impor dari China lebih murah, tetapi, dalam pada itu, awaslah, awas! Bahwa barang-barang itu adalah barangnya stelsel yang sebenarnya musuh kamu, barangnya stelsel Syaitan Kurawa, barangnya Imperialisme Rahwana Dasamuka yang di dalam hakekatnya tiada maksud lain kecuali mengeksploitasi tiap-tiap rupiah yang ada di dalam kantongmu, mengeksploitasi tiap-tiap tenaga yang masih ada di dalam bahu dan tubuhmu. Awaslah! Sekali lagi awas! Setiap Imperialisme Asing, tiada peduli Imperialisme Amerika maupun Imperialisme China haruslah tetap menjadi musuh kamu, harus tetap kamu persyaitankan, harus tetap kamu kutuk!&lt;br /&gt; Awaslah awas! Sekarang barang impor China murah, sekarang barang impor China itu seolah-olah meringankan nasibmu, tetapi nanti, kalau imperialisme China itu sudah menang persaingannya dengan imperialism Barat itu, sudah barang tentu ia naikkan harga barang-barangnya itu, memahalkan barang-barangnya itu, memberatkan nasibmu sampai ke dasar-dasarnya kamu punya dompet yang memang sudah tipis itu. &lt;br /&gt; Saya bukanlah seorang nasionalis jikalau saya tidak senang melihat bangsa saya membikin sendiri barang ini dan itu, Saya bukanlah seorang nasionalis jikalau saya tidak senang melihat bangsa saya mempunyai creatifvermogen, daya cipta kreatif, dan berusaha mempertinggi creatifvermogen itu, Saya bukanlah seorang nasionalis jikalau saya tidak merasa wajib ikut berusaha membesar-besarkan creatifvermogen bangsa sendiri itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-2844069695383988029?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/2844069695383988029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=2844069695383988029' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/2844069695383988029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/2844069695383988029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/04/barang-impor-dari-china-bawa-untung.html' title='Barang Impor dari China Bawa Untung?'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-916315929760405044</id><published>2011-04-16T00:16:00.000-07:00</published><updated>2011-04-16T00:17:42.065-07:00</updated><title type='text'>Chinese Products Damage Indonesian National Industry</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;Chinese Products Damage Indonesian National Industry&lt;br /&gt; Nb: Ditujukan untuk semua masyarakat dunia, saya ingin berbicara dengan semua orang dari Timur ke Barat, dari Utara ke Selatan. Insya Allah akan saya tulis dalam Bahasa Persatuan: “Bahasa Indonesia” pada kesempatan yang lain. &lt;br /&gt; Firstly, I love Chinese people. I like China and its Culture, its society. I like Mao.  Secondly, I’m Nationalist and I’m also humanist. I like international brotherhood, because as a human being, absolutely I’m internationalist. Thirdly, this time, I speak as an Indonesia young people, as an Indonesian Patriot, as the future great leader of the great Indonesia. Yes, I do not like Chinese economic domination in Indonesia, but it doesn’t necessary mean that I do not like Chinese people. &lt;br /&gt; Since January 1, 2010, Indonesia must open their domestic market freely to the member of ASEAN and the People’s Republic of China. This free market is the realization of free trade agreement among the six countries of ASEAN member (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapore, Philippine, and Brunei Darussalam) with the People’s Republic of China, which’s called ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA).&lt;br /&gt;The legal fundament of ACTA is Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and The People’s Republic of China (framework agreement). The agreement which’s signed in 2002, utters 3 agreements, they are agreement on trade in goods (November 29, 2004), agreement on trade in service (January 14th, 2007), and agreement on investment (August 15th, 2007).     &lt;br /&gt;The logic of the free trade agreement which’s developed with the People’s Republic of China is not more than just the effort of the strong countries to enlarge their product market, and it makes problems (killing) underdeveloped country’s domestic industry-national industry. The Indonesian government-Susilo Bambang Yudhoyono’s administration gave the reasons make ACFTA should be taken, they are: firstly, the declining and abolition of tariff and non tariff obstruction open the opportunity for Indonesia to improve their trade volume and trade value towards the People’s Republic of China that has the biggest society and the highest economic growth in this world. Secondly, the creating of the competitive investment regime opens the opportunity for Indonesia to overdraw many investments from the People’s Republic of China. Thirdly, the improving of economic cooperation in large-scale will help Indonesia to improve capacity building, technology transfer, and managerial capability.       &lt;br /&gt;It has been more than a year since the implementation of ACFTA. Nowadays, Indonesia has got negative effects of ACFTA. Indonesian middle scale industry and Indonesian home industry (small scale industry) of sandals and shoes are threatened by Chinese cheap products in Indonesia. The Government of People’s Republic of China gives economic incentive so that’s way Chinese product is cheaper than Indonesian product. Import value of sandals and shoes reached US$ 244.19 million. It means, we have the increasing of import: in 2009, the import value: US$131.62 million. In 2008, the import value: US$ 162.16 million.&lt;br /&gt;Million tons of illegal fish import from China came to Indonesia market. It gave bad effect for Indonesian fishers and Indonesian fish national industry. Chinese fish import value is US$ 91.42 million. In another case, few Indonesian products like furniture, household equipment, shoes, and garments product could not compete with the cheap Chinese products. Few Batik Sheet entrepreneurs in Pekalongan, Central Java, Indonesia have negative effects because of ACFTA. According to Javanese batik entrepreneurs, China has already made Asia for their market. China bought all cottons in the market. Chinese did that, because China wanted to immobilize Javanese batik entrepreneurs. China knows that cotton is vital part of batik production.       &lt;br /&gt;Practically, China dominates most economic lines, or maybe all economic lines in Indonesia. Actually Chinese products are bad quality; China hasn’t got good qualities for their products, but mostly Chinese products are cheap. Because Chinese products are cheap, Chinese products are sold out. Indonesian people (especially Indonesian poor people who I love very much) prefer Chinese products to Indonesian products). The cheap product is the power of Chinese product. Many Indonesian merchants/seller would rather Chinese products than Indonesian products. According to them, Chinese products are profitable because Indonesian people buy Chinese products; it’s all because the Chinese products are cheap.  &lt;br /&gt;Chinese shoes are only sold Rupiah 25,000-50,000. It’s cheaper than Indonesian local shoes. Well, most Indonesian people haven’t good incomes yet, that’s why Indonesian people prefer Chinese shoes to Indonesian shoes. &lt;br /&gt; The implementation of ACFTA has made problems to Indonesia manufacture industry. Because of Chinese domination, at least, 20% manufacture industry transformed to manufacture trade sector. I think it’s not good, they are not producers anymore, and they became seller. Not producing, but trading! That transformation, from producing to trading, caused 300,000 Indonesian workers got fired. It also means they are 300,000 people lost their job, Indonesian unemployment. Joblessness is increasing!  &lt;br /&gt;In the End of 2010, economic databases show, from Indonesia-China trade balance, Indonesia suffers a deficit. Indonesian export value to China is US$ 49.2 million, meanwhile, Chinese import value is US$ 52 million. Chinese products dominate child’s toys sector, furniture sector, electronic tools sector, machine sector, textile sector, and metal sector.  &lt;br /&gt;The People’s Republic of China also implements dumping strategy. Based on survey in Guangzhou, China, from 190 things which are exported to Indonesia, there are 30 things which are cheaper when they are sold in Indonesia, and they are more expensive when they are sold in their local market, China. It means, China has implemented political dumping.    &lt;br /&gt;In my opinion, Indonesia should cancel ACFTA, or at least, renegotiate with the People’s Republic of China about the implementation of ACFTA and China’s dumping. Renegotiation is needed because they are indications of unfair economic competition. Chinese products dominate Indonesian market because the Chinese government gave economic incentive and implemented political dumping. &lt;br /&gt;According to Indonesian constitution (UUD1945), Indonesia should cancel ACFTA. Because Indonesia constitution against economic liberalism. Free trade, ASEAN China Free Trade Agreement is liberalism. It fights against Indonesian constitution, against Indonesian people’s economy.  &lt;br /&gt;Indonesia should protect its national industry and local market. Indonesia has a lot of resources, and Indonesia has 220,000,000 people, it means Indonesia also has got a very-very big market. We produce things based on our national resources, and then we can sell our products in our own local market. Indonesia is a great nation, Indonesia is a great country. We are free, we are independent! Long Live Indonesia Raya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-916315929760405044?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/916315929760405044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=916315929760405044' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/916315929760405044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/916315929760405044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/04/chinese-products-damage-indonesian.html' title='Chinese Products Damage Indonesian National Industry'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-7205872237059459669</id><published>2011-04-02T01:15:00.001-07:00</published><updated>2011-04-02T01:15:46.354-07:00</updated><title type='text'>Keblingernya  Marzuki Si Ketua DPR</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;Keblingernya  Marzuki Si Ketua DPR&lt;br /&gt; Marzuki Alie, siapa dia?? Dia itu orang Partai Demokrat, mantan calon Ketua Partai Demokrat, tuan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang katanya terhormat. Bisa menjadi anggota DPR katanya sudah terhormat, apalagi menjadi ketuanya orang-orang yang katanya wakil rakyat (katanya). &lt;br /&gt; Akan tetapi, tuan Marzuki Alie yang terhormat itu, yang katanya ketuanya wakil rakyat itu, dia mengatakan bahwa “RAKYAT JANGAN DI AJAK BICARA SOAL GEDUNG BARU DPR”. Ha? He?? Tuan Marzuki yang terhormat wakil rakyat, tapi menganjurkan “UNTUK TIDAK BICARA DENGAN RAKYAT! Dia itu wakil rakyat, tuan yang diberi mandat oleh rakyat, tetapi dia tidak mengajak rakyat bicara! Duh, ini tuan Marzuki lagi keblinger! Lagi sesat! Semoga Tuhan Yang Maha Esa menunjukkan cahaya terang kepada tuan Marzuki yang terhormat, yang sedang keblinger!!&lt;br /&gt; Seperti yang diwartakan oleh Kompas (Sabtu, 22 April 2011), tuan yang terhormat Marzuki Alie Ketua DPR berkata: &lt;br /&gt;“Rakyat biasa jangan diajak membahas pembangunan gedung baru. Hanya orang-orang elit, orang-orang pintar yang bisa diajak membicarakan masalah itu.  Kalau rakyat biasa dibawa memikirkan bagaimana perbaikan sistem, bagaimana perbaikan organisasi, bagaiamana perbaikan infrastruktur, rakyat biasa pusing pikirannya. Rakyat biasa dari hari ke hari, yang pentingnya perutnya berisi, kerja, ada, rumah, ada pendidikan, selesai. Jangan diajak mengurus yang begini. Urusan begini, ajak orang-orang pintar bicara, ajak kampus bicara.”&lt;br /&gt;   Well, pertama, tuan Marzuki yang terhormat ini merasa dirinya ‘elit’, padahal dia itu wakil rakyat, pengemban mandat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat dan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena suara rakyat adalah suara Tuhan, tidak bicara kepada rakyat, berarti mengacuhkan Tuhan. Tuan Marzuki menganggap dirinya elit, dus ia merasa bukan bagian dari rakyat sebagian besar, bukan bagian dari Rakyat Indonesia. Kalau ia sudah merasa elit, toch itu berarti bukan wakil rakyat! Karena wakil rakyat adalah rakyat itu sendiri, ia wakilnya rakyat, bukan elit, bukan orang yang merasa bukan bagian dari rakyat sebagian besar sehingga enggan berbicara dengan rakyat. &lt;br /&gt;Kedua, tuan Marzuki menganggap dirinya pintar dan rakyat tidak pintar alias bodoh. Sebenar-benarnya siapa pintar, siapa bodoh sudah terlihat dalam ulasan yang telah saya kemukakan di atas. Dia berkata, rakyat pentingnya kenyang, sekolah, rumah, pekerjaan, selesai! Padahal tentu rakyat tidak selesai dengan hal-hal itu. Pun juga, soal kenyang, sekolah, rumah, pekerjaan, pemerintah belum mampu menyediakan dengan baik dan merata dari Sabang sampai Merauke. Rakyat cukup pandai untuk bicara soal Gedung Baru DPR, terbukti di tengah-tengah himpitan hidup dan ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan kenyang, sekolah, rumah, pekerjaan rakyat mampu bertahan. Tuan Marzuki itu mungkin hilang ingatan bahwa Rakyat Indonesia ini adalah keturunannya Majapahit, Sriwijaya, Mataram, Samudra Pasai, Hayam Wuruk, Sultan Ageng, Hassanuddin, Pattimura. Rakyat Indonesia memupunyai sejarah gemilang sebagai Bangsa yang agung, mulia, dan termahsyur, dus rakyat tidak akan pusing soal gedung baru DPR. Lagipula, jika rakyat tidak diajak bicara soal perbaikan organisasi, perbaikan infrastruktur, lalu dengan siapa sesungguhnya tuan Marzuki harus bicara? Bicara sama tembok? Bicara sama cicak-cicak di dinding? Wakil rakyat, harus berbicara dengan rakyat! Ha! Tuan Marzuki terdengar seperti orang yang tidak mengerti tugas, fungsi, dan kewajiban wakil rakyat, seperti orang yang belum pernah belajar “Pengatar Ilmu Politik” dan “Pengantar Sistem Politik Indonesia! Kalau sudah begini, siapa yang tidak pandai? Tuan Marzuki yang elit atau Rakyat?? &lt;br /&gt;DPR butuh gedung baru atau tidak butuh, memang layak diperbedatkan, tapi soal tidak bicara dengan rakyat jelas ini “keblinger”, sesat dan menyesatkan. Jika jadi dibangun, gedung baru DPR akan memakan biaya Rp 1,1 triliun, angka yang sangat banyak bagi rakyat, terutama dengan banyaknya orang miskin dan gizi buruk di Indonesia. Di mana juga kalau kita lihat betapa kinerja DPR sangat tidak memuaskan. Kebanyakan jalan-jalan ke luar negri dengan dalih study banding! Mana pengawalan Kasus Century? Mafia Pajak? Banyak anggota DPR yang terseret kasus korupsi, maka wajar juga jika rakyat menduga ada bagi-bagi rezeki dalam angka Rp 1,1 triliun itu. &lt;br /&gt;Dus dengan demikian, saya ambil conclusie: saya tidak senang Marzuki, ik haat Marzuki en ik vind Marzuki VERVELEND. Hij denk dat hij knap is, maar het is een feit dat hij  stom is. Zo stom als het achtereind van een varken wkwkwkwkwkwk ;D&lt;br /&gt;Marzuki est fou, vous êtes d’accord? Il ne comprend pas la politique hehehe &lt;br /&gt;Je vous souhaite un bon week end,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-7205872237059459669?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/7205872237059459669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=7205872237059459669' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/7205872237059459669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/7205872237059459669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/04/keblingernya-marzuki-si-ketua-dpr.html' title='Keblingernya  Marzuki Si Ketua DPR'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-4517098732280099637</id><published>2011-03-12T19:27:00.001-08:00</published><updated>2011-03-12T19:27:57.883-08:00</updated><title type='text'>WikiLeaks Confirms Penyalahgunaan Kekuasaan Si Béyé</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WikiLeaks Confirms Penyalahgunaan Kekuasaan Si Béyé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is just the confirmation of SBY’s abuse of power! Ini hanyalah penegasan penyalahgunaan kekuasaan SBY! Ya ini hanyalah penegasan saja, tidak lebih, dan tidak kurang. Apa yang sudah dituliskan oleh media Australia: The Age dan The Sydney Morning Herald (Jum’ad, 11 Maret 2011) berdasarkan bocoran dari WikiLeaks, hanyalah konfirmasi (confirmation=penegasan) dari penyalahangunaan kekuasaan (abuse of power) yang dilakukan oleh SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedari dulu, jauh-jauh hari sebelum ada bocoran (leak) dari WikiLeaks, kita sudah yakin bahwa ‘SBY is not a good statesman’, SBY bukanlah seorang negarawan yang baik. Sama halnya dengan semua mantan capres pada pemilu 2009, yang kemudian hal itu menjadi salah satu alasan mengapa kita memilih untuk tidak memilih (choose not to vote) alias ‘Golput’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nou ja, saya ingin mengutip tulisan yang sudah di-published oleh The Age berdasarkan bocoran kawat diplomatik dari Kedubes AS untuk RI kepada Washington, yang telah berhasil disadap oleh WikiLeaks. Judulnya adalah Yudhoyono ‘abused power’ (Yudhoyono ‘menyalahgunakan kekuasaan’) dan Bambang thank-you ma’am (Bambang terimakasih ibunda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I like WikiLeaks, ik hou van WikiLeaks, ich leibe WikiLeaks, j’aime WikiLeaks, saya kutip (sebagian) dari SBY ‘abused power’ terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Secret US diplomatic cables have implicated Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono in substantial corruption and abuse of power, puncturing his reputation as a political cleanskin and reformer”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indsonesianya: “Kabel (surat/laporan) diplomatik Amerika yang rahasia telah melibatkan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dalam korupsi yang substansial dan penyalahgunaan kekuasaan, menusuk reputasinya sebagai seorang politisi yang bersih dan reformis”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ha! Zonder, without kabel rahasia itu, kita rakyat Indonesia sudah curiga kalau SBY terlibat dalam kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Misalnya kasus century. Hei Rakyat Indonesia! Jangan pikun! Jangan pelupa! Bagamaina penyelesaian kasus century? Akhirnya cuma berhenti sebatas pansus! Padahal banyak orang menduga, ada penyelewengan dana century yang mengalir ke Partai Demokrat! Orang mungkin berkata, harus praduga tak bersalah! Harus dibuktikan di pengadilan! Heey!!! Bagaimana bisa dibuktikan di pengadilan jikalau kasus century memang sengaja dipeti es-kan alias tidak digubris dan tidak dilanjutkan penyeledikannya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya teruskan lagi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“The cables say Mr. Yudhoyono has personally intervened to influence prosecutors and judges to protect corrupt political figures and pressure his adversaries, while using the Indonesian intelligence service to spy on political rivals and, at least once, a senior minister in his own government”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia-nya: “laporan-laporan (kawat diplomatik AS) menyebutkan bahwa Yudhoyono telah secara pribadi turut campur untuk mempengaruhi jaksa dan hakim untuk melindungi tokoh-tokoh politik yang korup dan menekan lawan-lawannya, saat menggunakan BIN untuk memata-matai rival-rival politik dan, setidaknya, seorang menteri senior dalam pemerintahannya sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serigala berbulu domba! Dia (SBY) sering mengatakan dengan nada melas seperti domba, bahwa kita harus santun, beretika, dan bermartabat dalam berpolitik! Tapi, buaaach muak aku dari awal mendengar dan melihatnya. Dan toch eh! Bahwa praduga kita tentang politik pencintraan SBY yang hanya gombal dan dijadikan alat untuk menutupi praktek busuk politiknya, ternyatalah juga diketahui oleh L’Americain, Amerikaan, oleh orang Amerika, dalam hal ini adalah Kedubes AS. Sesungguhnya toch, dia itu wolf, serigala yang siap memangsa uang rakyat dan lawan-lawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya kutip yang lain lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“They also detail how Mr. Yudhoyono’s former vice-president reportedly paid millions of dollars to buy control of Indonesia’s largest political party, and accuse the President’s wife and her family of seeking to enrich themselves through their political connections”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia-nya: “Laporan-laporan itu juga memperinci bagaimana mantan Wapres, menurut laporan, membayar jutaan dollar untuk membeli kontrol terhaadap parpol terbesar di Indonesia, dan laporan tersebut menuduh istri presiden dan keluarganya memperkaya diri mereka sendiri melalui hubungan-hubungan politik mereka”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih cepat lebih baik! Maksudnya: lebih cepat berkuasa, lebih baik kualitas korupsinya! Haha JK Si Kumis, kita dari dulu pun tahu bahwa ia hanyalah politisi yang biasa-biasa saja, he’s only an ordinary politician, yang pada praktek politik di Indonesia di zaman edan ini, tidak jauh dari suap-menyuap, sogok dari depan, sogok dari belakang. Eh ini lagi!! Ani binti Sarwo Edhi Wibowo komamdan Red Brevet/Baret Merah, Resimen Para Komando Angkatan Darat/RPKAD (sekarang Komando Pasukan Khusus/Kopassus) yang telah terbukti melakukan pembantaian msssal 1965-1966, oh dia itu suka menumpuk-numpuk harta juga! Well, asal tahu saja harta, apalagi hasil korupsi, tidak akan akan mendatangakan kemuliaan, pride, and glory!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari lanjutkan lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“soon after becoming President in 2004, Mr. Yudhoyono intervened in the case of Taufik Kiemas, the husband of former president Megawati Sukarnoputri. Mr. Taufik reportedly had used his continuing control of his wife’s Indonesian Democratic Party, then the second largest party in Indonesia’s Parliament, to broker protection from prosecution for what the US diplomats described as “legendary corruption during his wife’s tenure”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia-nya: “segera setelah menjadi Presiden tahun 2004, Yudhoyono turut campur dalam kasus Taufik Kiemas, suami mantan Presiden Megawati (saya malas menulis S putri, memalukan saja!!). Taufik menurut laporan telah menggunkan kontrol yang berkesinambungan kepada PDI milik istrinya (Megawati), yang merupakan partai terbesar kedua di parlemen, menjadi broker perlindungan dari penuntutan, yang oleh diplomat AS digambarkan sebagai Korupsi yang melegenda selama masa jabatan istrinya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya toch sekarang, PDI-P partai oposisi, partai ideologis., Apanya yang ideologis? Apanya yang oposan? Oposan atau sakit hati? Huh! PDI-P ini, dia bilang sekarang anti Neoliberalisme, padahal siapa dulu yang getol melakukan privatisasi BUMN? Megawati juga! Wah, rupa-rupanya Taufik ini bukan anggota Ikatan Suami Takut Istri/ISTI, hoho, dia orang bisa kendalikan istrinya yang presiden untuk memuluskan aksi-aksi korupsinya. Lagi pula, sampai hari ini, ja we can say Taufik is still friend of SBY!! Taufik itu kan sekarang ketua MPR! Jadinya kalau ada sekarang PDI-P itu oposisi pemerintah, pemberantasan korupsi, mafia hukum, dan mafia pajak, itu cuma dagelan, cuma lelucon politik saja. Makanya, sekarang Sri Mulat sudah tidak tampil di layar televisi, mereka kalah lucu dengan politisi zaman sekarang ;D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Finally the last dari SBY ‘abused power’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..“first lady Kristiani Herawati is increasingly seeking to profit personally by acting as a broker or facilitator for business ventures . . . Numerous contacts also tell us that Kristiani’s family members have begun establishing companies in order to commercialize their family’s influence.”&lt;br /&gt;Highlighting the first lady’s behind-the-scenes-influence, the embassy described her as “a cabinet of one” and “the President’s undisputed top adviser”.&lt;br /&gt;……Although Mr. Yudhoyono won a big victory in the 2009 election, US envoys quickly concluded he was running out of political puff. After political controversies through late 2009 and into last year led to his popularity taking a sharp fall, the embassy said the President was increasingly “paralyzed”. “Unwilling to risk alienating segments of the Parliament, media, bureaucracy and civil society, Yudhoyono has slowed reforms,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia-nya: Ibu Negara Kristiani Herawati secara individual mendapatkan keuntungan besar dengan cara bertindak sebagai broker atau fasilitator untuk kegiatan bisnis.. banyak kontak juga menceritakan bahwa keluarga Kristiani telah mulai mendirikan perusahaan-perusahaan dalam rangka untuk mengkomersialisasikan pengaruh keluarga mereka. Menyoroti pengaruh ibu Negara di belakang layar, kedubes AS mengambarkan Kristiani sebagai ‘a cabinet of one’ (kabinet satu) dan ‘the President’s undisputed top adviser’ (penasehat utama yang tak perlu dipertanyakan lagi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…walaupun Yudhoyono menang telak dalam pilpres 2009, Utusan AS dengan cepat menyimpulkan bahwa SBY menjalankan ‘political puff’ (politik yang tidak sehat). Setelah kontrovers-kontroversi politis selama akhir 2009, dan tahun lalu yang menyebabkan popularitas SBY merosot, kedubes AS mengatakan bahwa Presiden dilumpuhkan secara meningkat. Segan mengambil resiko mengasingkan segmen-segmen dalam parlemen, media, birokrasi, dan masyarakat sipil, Yudhoyono telah memperlambat reformasi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahaha, ada orang bilang bahwa Kristiani binti Sarwo Edhi menangis waktu ia membaca artikel ini, well she was just acting, dia sedang akting (pura-pura) saja!! Saya pernah membaca artikel, memang kekayaan SBY meningkat setelah ia menjabat presiden. Power tends to corrupt! Maka tak heran, tak surprise jikalau memang Kristiani mengambil keuntungan secara pribadi, dan bersama keluarganya mulai mendirikan perusahaan untuk memperkaya diri mereka dan menancapkan pengaruh! Namanya juga kapbir (kapitalisme birokrasi), menyalahgunakan jabatan birokarsi untuk memperoleh capital/modal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paragraph pembuka dari article Bambang thank-you ma’am berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bribery, corruption, and self-enrichment: secret US reveal serious allegations of abuse of power by Indonesia’s President Susilo Bambang Yudhoyono and his wife Kristiani Herawati”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia-nya: “Penyuapan, korupsi, dan perbuatan memperkaya diri sendiri: Kawat rahasia AS mengungkapkan dugaan yang serius tentang penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh Presiden Indonesia SBY dan istrinya Kristiani Herawati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, pokok isi dari tulisan ini seperti yang sudah saya tuliskan di muka, jadinya toch, tidak perlu dibahas lagi. Pentingnya bahwa bocoran dari WikiLeaks tersebut mengkonfirmasi kritik-kritik yang telah ditujukan kepada SBY pada khusunya dan elit politik pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Il y a beaucoup de corruption, Je pense que SBY est fou et sa femme aussi ;D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Everyone, I wish you a beautiful week end! Je vous souhaite un super week end! j’éspere qu’on va se voir bientôt.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-4517098732280099637?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/4517098732280099637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=4517098732280099637' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/4517098732280099637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/4517098732280099637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/03/wikileaks-confirms-penyalahgunaan.html' title='WikiLeaks Confirms Penyalahgunaan Kekuasaan Si Béyé'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-8106453698435489515</id><published>2011-03-07T23:51:00.000-08:00</published><updated>2011-03-07T23:54:09.882-08:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Perempuan Sedunia</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Perempuan Sedunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di manakah rumah pertamamu? Di dalam perut wanita”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;De man heeft grote kunstwerken geschapen; de vrouw heeft de mensen geshcapen; en Grote moeders maken een Grote Ras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tanggal 8 Maret, tidak pernah terlupa bagi saya untuk memberikan selamat kepada seluruh wanita, perempuan, de vrouw, la femme, woman, di seluruh dunia. Ya, happy international woman day, God Bless Woman!! Beside an extraordinary woman, there’s also an extraordinary man, di samping seorang wanita yang luar biasa, terdapat pulalah laki-laki yang luar biasa. Wanita memperhebat laki-laki, dan begitu sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tanggal 8 Maret, semua orang, perempuan dan laki-laki merayakan Hari Perempuan Sedunia (International Woman Day). Perayaan ini, di samping untuk memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada wanita, jugalah untuk mengenang satu abad silam, 5.000 perempuan buruh turun ke jalan kota New York yang membeku, dan membawa spanduk “Bread and Peace”. Kondisi kerja buruk, upah minim, dan panjangnya jam kerja adalah pemicunya. Berlangsung 8 Maret 1857, gerakan ini menjadi awal Hari Perempuan Sedunia. Namun baru pada 1911 gerakan mendapat momentum atas kepeloporan Clara Zetkin yang membuka kesadaran tentang buruknya nasib buruh perempuan, ketika lebih dari 140 buruh perempuan terpanggang dalam kebakaran pabrik garmen yang digembok dari luar. BIADAB!! TERKUTUK!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau misalnya sampai hari ini masih ada laki-laki yang menganggap wanita itu lemah, bodoh, irrational, dan tidak berdaya, sehingga wanita itu adanya cuma di Kasur, Dapur, dan, Rumah, maka saya berani mengatakan 1.000.000% bahwa laki-laki tersebut pasti laki-laki kolot, idiot, stupid, dan pasti fosil hidup dari abad kegelapan, a living fossil form the dark age.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang semua orang sudah tahu tentang kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Dan memang seperti itulah sabda Tuhan, bahwa semua manusia itu sama di hadapan Tuhan kecuali takwanya. Dus, bukan soal jenis kelamin yang membedakan manusia di hadapan Tuhan, melainkan iman dan taqwa. Namun zaman dulu, ada juga (banyak) orang yang memandang rendah perempuan. Sehingga perempuan tidak berhak ikut dalam politik, urusan ekonomi, tidak boleh memberikan suara dalam pemilu, pokoknya wanita hanya untuk urusan kasur, dapur, dan mengurus rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malahan zaman sekarang, jikalau direnungkan, bahwa kekerasan seksual bukanlah sesuatu yang jarang terjadi, melainkan tertanam dalam masyarakat dan budayanya, dan dipertahankan oleh industri pornografi yang luas. Sehingga kekerasan membatasi kehidupan perempuan dam membuat mereka dilihat sebagai objek seks, bukan manusia seutuhnya. Sebaliknya, laki-laki memperoleh manfaat dari pornografi dan perkosaan, apakah mereka secara pribadi mengutuknya atau tidak, karena kekerasan seperti itu memaksa perempuan untuk mencari perlindungan dari laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, wajarlah jika ada gerakan emansipasi wanita, vrouwen emancipatie, l’emancipation de femme, woman emancipation, dan feminisme. Awal semua pemikiran feminis adalah keyakinan bahwa perempuan lemah bila dibandingkan laki-laki, dan kondisi ini tidak bersifat alami, natuur, dan akibat niscaya dari perbedaan biologis, tetapi karena sesuatu yang dapat dipersoalkan dan diubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita perlu memperjuangkan persamaan hak dengan hak-hak kaum laki dalam bidang ekonomi, social, politik, ekonomi dan kebudayaan. Namun demikian, bahwa wanita di Indonesia tidaklah cukup hanya dengan mengejar persamaan hak saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa persamaan hak saja tidak cukup?, you may ask. Karena wanita di Indonesia, dan di seluruh dunia, tidaklah dapat mencapai keselamatan yang sebenar-benar dengan persamaan hak itu saja, melainkan ialah harus meluaskan lagi lapang usahanya dengan ikut bekerja untuk mendatangkan suatu aturan pergaulan hidup baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friedrich Engels dalam bukunyta, The Origin of the Family, Private Property, and the State, ia berpendapat, bahwa penindasan perempuan tidak selalu ada, tetapi awalnya dimulai dengan kepemilikan pribadi dan masyarkat kelas, keinginan laki-laki untuk menyerahkan harta benda kepada pewarislah yang mendorong mereka untuk menguasai perempuan. Inti dari feminisme Marxis adalah kepercayaan bahwa subordinasi perempuan bukanlah cirri yang kekal, alami, dan niscaya dalam hubungan manusia, melainkan merupakan dampak historis tertentu dari masyarakat kelas. Dus, untuk mengakhiri subordinasi wanita, maka perempuan proletariat harus melakukan perjuangan kelas untuk menggugurkan masyarakat kelas, menuju masyarakat tanpa kelas, classless society.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, wanita Indonesia, pada satu sisi ia harus memperjuangkan persamaan hak, dan sisi yang lain ia harus berjuang lebih luas dari persamaan hak dan derajat dengan hak-hak dan derajat laki-laki Indonesia. Karena toch, hak laki-laki Indonesia itu tak lebih daripada derajatnya orang yang masih dijajah oleh Neo Kolonialisme-Imperialisme/Penjajahan Gaya Baru. Tak lebih daru putera negri yang belum merdeka sejati alias merdeka 100%. Bahwasannya: jikalau wanita Indonesia hanya ingin sama haknya dan hanya ingin sama derajatnya dengan laki-laki Indonesia, jikalau hanya itu saja dipandangnya sebagai cita-cita yang tertinggi, maka tak lain tak bukan, mereka hanyalah ingin mengganti derajatnya budak kecil menjadi budak besar belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak! Sebagai yang sudah kita bicarakan di muka, maka tujuan wanita Indonesia haruslah lebih tinggi lagi! Yaitu perjuangan untuk merubah aturan pergaulan hidup dan merebut Kemerdekaan Sejati 100%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang berkata (saya lupa dia punya nama): “laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung”, yang jika dua sayapnya itu “dibuat sama kuat”, lantas “terbang menempuh udara sampai ke puncaknya kemajuan yang setinggi-tingginya”. Tentunya ia bermaksud menuntut persamaan hak dan persamaan derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kaum wanita Indonesia, dan tiap-tiap negri di mana Neo Kolonialisme-Imperialisme masih menindas mereka, haruslah sadar, bewust, haruslah mengerti bahwa baginya, burung tadi ialah burung yang terkurung dalam sangkar penjajahan. Burung yang oleh karenanya belum dapat “menempuh udara sampai ke puncaknya kemajuan yang setinggi-tingginya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat kaum wanita Indonesia, buat tiap manusia yang hidup di negri yang tak merdeka 100%, maka bukan saja dua sayap itu harus dijadikan sama kuatnya, tetapui setelah sama kuat dan lalu bekerja sama agar supaya “burung kebangsaan” (Garuda) lantas dapat bertenaga menghancurkan sangkar itu, yang nanti pasti terbuka. Dan oleh karenanya burung kebangsaan itu lalu dapat terbang ke luar dan terbang ke atas dengan leluasa menuju segala keindahannnya angkasa dan dengan leluasa menghirup segala hawa kesegarannya udara yang merdeka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terutama sekali tidak mengatakan bahwa persoalan persamaan hak dan persamaan derajat kurang penting, saya mengatakan bahwa soal emansipasi wanita, vrouwen-emancipatie tidak boleh menjadi tujuan akhir, soal penghabisan. Masih ada soal yang lebih besar dan lebih lebar lagi, yakni soal emansipasi bangsa, soal natie-emancipatie. Dan jauh daripada menyuruh mengabaikan dan meremehkan vrouwen-emancipatie itu, maka di sini saya berkata bahwa soal natie-emancipatie itu tidaklah dapat diudarakan dengan sesungguhnya, jikalau soal vrouwen-emancipatie tidak diudarakan juga. Begitu juga sebaliknya, vrouwen-emancipatie tidak dapat diudarakan dengan sesungguhnya, jikalau natie-emancipatie tidak diudarakan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, wahai Kartini Baru, wahai Dewi Sartika baru, wahai Clara Zetkin Baru, wahai Rosa Luxemburg baru, wahai Alexandara Kollontai baru, wahai Sri Kandi Indonesia, wahai Dewi Shinta Indonesia, berjuanglah bersama Soekarno Baru, Tan Malaka Baru, Karl Marx Baru, Bimasena Indonesia, Arjuna Indonesia, Kreshna Indonesia. Berjuanglah untuk menghancurkan Neo Kolonialisme-Imperialisme yang menindas semua manusia perempuan dan laki-laki. Ajakan kepada kaum wanita untuk menceburkan diri ke dalam lautan perlawanan, the great resistance movement against neo colonialism-imperialism, ajakan itu adalah ajakan yang timbul daripada keharusan yakni ajakan yang memang dipaksakan oleh dunia kenyataan, oleh realiteit, ajakan itu ialah tidak “buat menghasut saja”, ajakan itu ialah nicht aus agitatorischen Grunden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang bunga Indonesia mengeluarkan harumnya, bunga revolusi sudah kembang kembali, kembang disinari cahaya bulan persatuan Indonesia, dalam bulan yang terang benderang ini, semerbaklah segala bunga yang harum, dan menarik hati yang tahu akan betapa “indah” bunga yang menghiasi alam semesta ciptaan Tuhan. Bunga Indonesia Bunga Revolusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ich leibe dich, jeg elsker dig, ik hâld van dy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-8106453698435489515?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/8106453698435489515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=8106453698435489515' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/8106453698435489515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/8106453698435489515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/03/selamat-hari-perempuan-sedunia.html' title='Selamat Hari Perempuan Sedunia'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-2852048479927835946</id><published>2011-03-05T20:32:00.000-08:00</published><updated>2011-03-05T20:33:36.504-08:00</updated><title type='text'>Misbach Hijau Merah</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Hijau Merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang mengaku dirinya Islam, tetapi tidak setuju adanya Komunisme, saya berani mengatakan ia bukan Islam yang sejati”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahwa Islam sebagai ajaran yang mulia yang mencintai perdamaian dunia.&lt;br /&gt;Perdamaian ini hanya mungkin ditegakan dengan membasmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedustaan, kejahatan, penghisapan dan penindasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang ditempuh hanya satu, Revolusi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“..Kami sebagai orang Islam wadjiblah dari djaoeh memboeka topi boeat tanda memberi trimakasih kepada Karl Marx jang menjadi penoenjoek djalan, karenanja kami bisa mengetahoei rintangan agama yang terbesar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahoilah, saja saorang jang mengakoe setia pada Agama dan djoega masoek dalam lapang pergerakan komunist, dan saja mengakoe bahoea tambah terbukanja fikiran saja dilapang kebenaran atas perintah Agama Islam itoe, tidak lain jalah dari sesoedah saja mempeladjari ilmoe kommunisme, hingga sekarang saja berani mengatakan djoega, bahoea kaloetnja kasalamatan doenia ini, tidak lain hanja dari djahanam kapitalisme dan imperialisme jang berboedi boeas itoe sadja, boekanja kasalamatan dan kemerdekaan kita hidoep dalam doenia ini sadja, hingga kepertjajaan kita hal Agama poen beroesak djoega olihnja”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Haji Mohammad Misbach)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misbach adalah seorang pahlawan pergerakan nasional yang pernah aktif di Sarekat Islam, Partai Komunis Indonesia, Indlandsche Jounalism Bond (IJB), Tentera Kandjeng Nabi Mohammad. (TKNM), dan SATV (Sidik Amanat Tableg Vatonah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misbach, lahir di Kauman Surakarta pada tahun 1876. Sewaktu kanak-kanak ia di panggil Achmad, sewaktu menikah memakai nama Darmodiprono dan setelah kepulangannya dari Mekkah memakai nama Haji Mohammad Misbach. Haji Mohammad Misbach adalah seorang mubaligh yang berpendidikan pesantren. Dibandingkan tokoh-tokoh lain sezamannya, seperti Tjokroaminoto, Semaun, Tan Malaka, dan Soekarno, H.M. Misbach relative tidak dikenal dikalangan pergerakan. Ia tidak berbahasa dan membaca buku-buku Belanda, tetapi fasih berbahasa dan menguasai tulisan Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan Haji Mohammad Misbach banyak mengupas tentang ajaran Islam dan Komunisme. Ajaran Islam dan Komunisme menjadi kekuatan yang luar biasa dan memiliki peran yang besar dalam kancah politik saat itu (zaman pemerintahan kolonial Hindia Belanda). Ajaran Islam sebagai agama progresif banyak dikupas oleh Misbach dalam majalah yang ternama saat itu yaitu Islam Bergerak dan Medan Moeslimin, untuk terus mengingatkan tugasnya di dunia ini. Sedang ajaran Komunisme merupakan nyawa gerakan Misbach dalam mewujudkan sebuah masyarakat tanpa kelas, masyarakat “sama rata sama rasa”, untuk membebaskan manusia menuju keselamatan dan kesejahteraan hidup. Kedua ideologi itu begitu kental dalam diri seorang Haji Muhammad Misbach dalam semangat religiusitas untuk membebaskan rakyat dari ketertindasan. Ajaran-ajaran Islam dan Komunisme dia kupas dan dipadukan dalam menjawab persoalan rakyat menghadapi imperialis Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Misbach; Islam untuk Keselamatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara substansial Islam sejak awal dipromosikan sebagai agama Ketuhanan sekaligus agama kemanusiaan dan kemasyarakatan. Kualitas keberagamaan seseorang ditentukan oleh prestasi sosialnya. Kualitas keshalehan tidak hanya diperoleh melalui upaya pensucian diri (riyadlah nafsiyyah) melainkan juga kepeduliaan terhadap penderitaan orang lain. Allah SWT menjelaskan dalam Al-Qur’an surat Al Ma’uun ayat 1-7, yang artinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan) barang berguna”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sebagai totalitas sistem mencakup berbagai aspek duniawi maupun ukhrawi. Dalam Islam, sejak awal mendoktrinkan untuk memperhatikan dan peduli kepada orang-orang yang tertindas, seperti orang-orang teraniaya, miskin, yatim, janda perempuan, budak dan orang-orang yang terhukum sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misbach mendefinisikan agama sebagai petunjuk Tuhan yang bersifat kuasa untuk semua manusia seisi dunia. Semua agama pada hakekatnya sama yaitu petunjuk Tuhan yang satu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Toehan jang bersifat koewasa itoe hanja satoe sadja, dari itoe sesoenggoehnja agama yang sedjati itoepoen djoega coema satoe”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misbach menulis tentang adanya berbagai macam nama agama yang ada di dunia ini. Menurutnya bahwa sebenarnya Tuhan menurunkan agama tidak diberi nama. Misbcah menegaskan hakekat dari agama untuk menuju keselamatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Agama berarti penoendjoek dari Toehan. Islam berarti selamat. Menjadi Islam itoe penoendjoek djalan jang menoentoet keselamatan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Misbach, Islam adalah agama keselamatan. Ajaran Islam itu adalah nasihat untuk menuju keselamatan. Dalam tulisannya yang berjudul “Islam dan Atoerannja”, Misbach menjelaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah saudara,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa agama Islam itoe meodah dan benar sekali bagi seorang janda berdasar soetji dan berfikiran djoedjoer, dan sebab-sebabnja agama Islam meodah didjalankan bagi orang jang berfikiran, karena agama Islam tjotjok dengan akal dan fikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan mentjahari keselamatan haroes mengetahoei sebab-sebab jang menroesakan keselamatan, sebab segala hal ada kedjadian moesti ada sebab. Sebagaimana terseboet dalam Al-Qoer’an djoes 11 ajat 84”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, Misbach kurang tepat dalam mengutip, karena dia menulis djus 11 ayat 81, tidak jelas surat apa yang ia kutip, karena sebenarnya ada lebih dari satu surat dalam jus 11, jadinya ayat 84 itu, merupakan bagian surat yang mana? Apakah yang ia maksud surat Yunus ayat 84?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, Misbach sebenarnya mencoba menjelaskan tentang syarat untuk mencapai keselamatan orang harus memiliki fikiran yang jujur dan suci. Tugas seorang muslim adalah bagaimana dia senantiasa berusaha untuk menyelamatkan dunia ini dari kesewenang-wenangan, kedholiman dan kekejian orang-orang yang serakah yang munafik yang dalam istilah Misbach disebut “kapitalis”. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk memberi jiea dan kehidupan sosial baru kepada imperium-imperium yang terpecah-belah dan kepada peradaban-peradaban yang mati. Jadi Islam tidak semata ‘aqidah dan ritual, tetapi juga cara hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisannya yang berjudul “Semprong Wasiat”, Misbcah memaparkan tugas seorang Muslim yang diperintahkan agama Islam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…agama Islam ada perintah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oentoek diri sendiri diperintah mendjalani kebaikan, kebenaran dan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koewajiban amar ma’roef (kasi nasehat) kepada sekalian manoesia, menoeroet dan tidak tergantoeng badan sendiri. Kita wajib mengadakan Detectuur (Peratoeran) jang menoeroet keselematan oemoem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita wajib mengadakan atoeran goena membongkar fitnah dengan tidak memandang bangsa dan agama (Misbcah, 1923; 289).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini jelas bahwa bagi Misbcah tidak ada tempat untuk memisah dan memutus antara aqidah dan politik, juga tidak antara moral dan ekonomi, antau antara ilmu dan hikmah. Muslim tidak dapat hidup terbelah antara aqidah, hati nurani, dan imannya dalam satu segi dengan kehidupan dalam praktek sosialnya di segi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai menyebarkan ajaran Islam itu, Misbcah tidak ragu-ragu untuk mengajak orang-orang mukmin melakukan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… ini waktoe di dunia tanah Djawa hanyalah berisi tindesan jang ada pada kita, dan bagaimana djeritannya kaoem jang tertindas, tetapi roepa-roepanja toch tidak di REWES, hanjalah kekoetan jang disadjikan kepada kita, kekoetan mana djika kita tidak maoe di LAKOE-LAKOEKAN, oedjoeng sendjatalah jang dihadepkan kepada kita. Djadi kaloe begitoe Hindia (Indonesia) dini waktoe sebagai hanya orang-orang di negeri MAKAH (Mecca) tempo djaman poerbakala jang mana pri kehidoepannja njelingkan tindesan jang ada padanja, di sitoelah Toehan bersabda, kita ambil dalam bahasanja Melajoe sadja koerang lebih demikian: Mengapa kamoe tidak maoe berperang sabillilah, dan tidak maoe menoeloeng orang laki dan prempoean dan anak-anak jang sama apes (sengsara) jang sama moehoen pada Allah demikian; Toehan hamba! Moedahan-moedahan Toehan mengloerkan hamba dari perdieman Makah sini jang ini orang sama beraniaja. Begitoe doega Toehan moega memberi orang Moeqmin jang mengowasai dan menoeloeng kepada hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah! Sekarang njatalah bahwa perintah Toehan kita orang diwajibkan menoeloeng kepada barang siapa jang dapat tindesan, ingga mana kita berwajib perang djoega djika tindesan itoe beloem dibrentikannja (Misbach, 10 Maret 1919).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat saya, Misbach dalam Semprong Wasiat tersebut pastilah mengutip Surat An Nisaa’ ayat 75, yang artinya dalam bahasa Indonesia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semua berdoa: ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mecca) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!” (Al-Qur’an, Surat An Nisaa’, ayat 75/ Al Quran Digital, Versi 2.0).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menyerukan untuk melakukan tindakan oposisi terhadap suatu sistem yang melahirkan penindasan. Ayat ini pulalah yang dikutip oleh Misbach dalam tulisannya tentang Partydiesipline 1925 halaman 157. Dalam tulisannya “Assalamoae’alaikoem”, ia menganggap “keselamatan oemoem” atau “selamat hidoep” bersama sebagai inti dari perintah Tuhan yang disampaikan Nabi Muhammad dan dimaktubkan di Al Qur’an. Dan kata itu menjadi titik berangkat dan tujuan bagi Misbach untuk menjelaskan sikap “kita”- sikap Misbach, pembaca dan muslim Hindia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misbach menggambarkan tentang terbelenggunya rakyat Indonesia pada saat itu yang mayoritas Islam karena kapitalisme dan imperialise. Kapitalisme dan imperialisme menggunakan “tipoe moeslihatnja dengan djalan memfitnah, menindas, mengisap dan lain-lain perkataan poela.” Penguasa, khususnya polisi, merupakan yang “menindas” dan kapitalis yang “menghisap”. Dengan begitu, menurut Misbach, penguasa dan kapitalis jelas musuh “kita”. Atas argumentasi di atas, seharusnya seorang muslim sejati yang menganut Islam sebagai agama yang membebaskan dapat melepaskan belenggu penjajahan kapitalisme, kecuali kalau Islamnya adalah “Islam Lamisan”. Misbach mengharapkan kepada seluruh umat Islam di Hindia Belanda agar memeluk Islam secara sungguh-sungguh, tidak setengah hati dan mengambil kesenangan saja dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Komunisme untuk Perjuangan tanpa Kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Propaganda komunisme dalam masa Misbach ini lebih menekankan pada perjuangan tanpa kelas. Komunisme identik dengan perjuangan melenyapkan kelas-kelas yang ada dalam masyarakat. Propaganda ini didukung oleh infrastruktur yang kuat pada saat itu yaitu tumbuhnya organisasi Sarekat Islam yang telah memakai media massa dalam mempropagandakan program-programnya di samping pawai dan rapat-rapat akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisannya, “Islam dan Komunisme Tahun ke XI” Misbcah menceritakan tentang kehidupan Karl Marx yang peduli dengan nasib rakyat yang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktoe toewan Karl Marx memegang pimpinan Journalis beliaoe memperhatikan betoel-betoel akan nasibnja ra’jat, beliau ketarik sekali pada adanja soeal-soeal tentang Economic dan doedoeknja kaoem miskin; dari itoe toewan Karl Marx dapat tahoe terang pokok atau soember-soember jang menimboelkan kekaloetan doenia. Sebab atau soember kekaloetan itoe yaitu Doenia kemiskinan disebabkan adanja Kapitalisme. Kapitalisme djalam ilmoe mentjahari kahoetoengan bersama hanja mendjadi hak miliknja (kepoeanjaannja) sedikit orang. (Misbach, 1925: 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Misbach yang dia kutip dari Karl Marx kemiskinan itu disebabkan adanya penghisapan dan kapitalisme. Mesin penggerak kapitalisme, atau jika kita ikuti Misbach, “spirit capital”, adalah ketamakan. Di zaman kapitalisme, ketamakan ini, spirit capital, berbentuk uang. Kapitalisme menggunakan berbagai “soelapannja” untuk “mengikat” orang. Tetapi, kuncinya adalah kebanyakan orang “tjinta boeta” dengan uang dan kemudian “moeka jang diboetakan oleh mata oewang”. Dari uang muncul godaan dan ketamakan akan uang dan uang yang menghancurkan manusia. Apa yang Misbcah pelajari darl “toewan Karl Marx” ialah bagaimana uang bekerja di zaman kapitalis dan historische materialisme-nya, dengan mengatakan bahwa “Komunisme itoe bidji dari kapitalisme”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika penghisapan itu telah memuncak maka akan timbul semangat perlawanan dari kaum tertindas untuk melepaskan diri dari belengggu penindasan. Dalam proses melepaskan diri itulah cita-cita mewujudkan masyarakat tanpa kelas, masyarakat sejahtera mucul sebagai spirit perjuangan. Misbach menyebutkan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka olih karena hal-hal jang terseboet di atas itoe hingga bisa menarik fikiran toewan Karl Marx bahoewa kapitalisme itoe djahat, ia bisa memboesoekan kapitalisme dengan historische materialism. Pada waktoe itoe toewan Karl Marx laloe mengarang boekoe jang dinamai Kommunische Manifest pada tahun 1847 di kota Parijs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Manifest kita bisa mengatakan sendiri bagaimana doedoeknja Kommunist itoe. Toewan Karl Marx menerangkan bahoewa timboelnja Kommunische itoe bidji dari kapitalisme jang tertanam dalam sanoebarinja ra’jat, teroetama pada kaoem boeroeh (Misbcah, 1925: 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Islam dan Komunisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel Misbach tentang “Islam dan Komunisme” ditulis ketika ia berada dalam pembuangannya di Manokwari, Papua. Tulisan ini dimaksudkan Misbach untuk menanggapi serangan “kaoem poetihan”, yang beranggapan bahwa komunisme bertentangan dengan agama. Bahkan menganggap agama sebagi agama baru. Sikap kaum putihan itu akan menghalangi kaum agama yang akan masuk dalam pergerakan komunisme melawan sistem colonial dan kapitalis, atau sebaliknya, menghalangi kaum pergerakan komunisme masuk ke dalam agama. Pandangan tersebut menurutnya keliru, Misbcah menegaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai saudara2 ketahoelah!, saja saorang jang mengakoe setia pada Igama dan djoega masoek dalam lapang pergerakan komunist, dan saja mengakoe bahoea tambah terbukanja fikiran saja dilapang kebenaran atas perintah Agama Islam itoe, tidak lain jalah dari sesoedah saja mempeladjari ilmoe kommunisme, hingga sekarang saja berani mengatakan djoega, bahoea kaloetnja kasalamatan doenia ini, tidak lain hanja dari djahanam kapitalisme dan imperialisme jang berboedi boeas itoe sadja, boekanja kasalamatan dan kemerdekaan kita hidoep dalam doenia in sadja, hingga kepertjajaan kita hal Igama poen beroesak djoega olihnja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesoedah saja mendapat pengetahoean jang demiian itoe, dalam hati saja selaloe berfikir-fikir tentang berhoeboenganja dengan fatsal igama, sebab saja ada rasa bahoea ilmoe kommunist soeatoe pendapetan jang baroe, saja ada fikir, hingga rasa dalam hati berani menentoekan, bahoea perintah dalam agama moesti menerangkan djoega sebagaimana atoeran2 kommunisten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kita senantiasa memaham artikel-artikel dari perintah toehan jang telah tertoelis dalam boekoe alqoeran, dapatlah kita beberapa ajat jang terhadap kepada ilmoe kommunis, hal jang demikian ini hingga lantas bisa menambahi penerangan dalam hati saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dalamnja rasa hati saja lantaran tertarik hal penerangan terseboet, hingga sampai mendjatoehkan air mata kita, keloernja airmata kita itoe lantas bisa menambahkan ketakoetan kita kepada toehan, jang lantas bisa mengganti fikiran baroe dari fikiran jang telah kita djalankan selama-lamanja, tentang perboetan kita jang sama terhanggap berdasar igama jang laloe, djaoeh sekali dari pada penoendjoek igama jang hak (sedjati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Igama berdasar sama rata dan sama rasa, takloek kepada Toehan jang maha koewasa hak persamaan oentoek segenap manoesia dalam doenia tentang setjara pergaoelan hidoep, tinggi dan hinanja manoesia hanja tergantoeng atas boedi kemanoesiannja, adapoen boedi itoe terbagi ada tiga bagaian, jalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      boedi kamenoesiaan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      boedi binatang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      boedi sjetan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boedi kamenoesiaan itoe jalah jang berdasar mempoenjai perasaan kesalamatan oemoem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boedi binatang itoe jang hanja mengedjar kasalamatan dan kasenangan diri sendiri, terotama dengan koelawarga anak tjoetjoenja sadja sedikitpoen tidak soeka memikirkan lain orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boedi sjetan itoe jang selaloe memperboeat membikin roesak manoesia, lebih tegas meroesakan kesalamatan oemoem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai sekalian kawan-kawan kita, bahoea kita akan masoek dalam lapang pergerakan itoe, haroeslah kita dengan berasas igama jang hak, agar soepaja djangan sampai kita mendapet roegi dalam djaman perlawanan ini, oentoeng dalam kemenangan atoe oentoeng dalam acherat, koerbankanlah harta benda, dan djiwamoe, oentoek mengedjar kabenaran dan keadilan tentang pergaoelan hidoep kita dalam doenia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manoesia diwadjibkan berboeat kabenaran dan keadilan itoe, hanja waktoe hidoep dalam doenia sadja, perboetan mana jang kita perboeat dalam doenia ini, di hari kemoedian (hari kiamat) akan diperiksa oleh Toehan dan didjalankan dengan keadilan jang sempoerna di sitoelah nanti kita akan mengetahoei dan merasakan djoega, kesoesahan atau kenikmatan jang didalam doenia djaoeh perbandingannja, menoeroet apa jang kita perboeat dalam doenia ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewadjiban igama tidak hanja seperti oerang jang sama mengakoei berigama Islam jang sama lakoekan sebagian besar jang menampak di mata kita sekarang ini, jaitoe djaoeh dari perkara oeroesan poelitiek dan tidak soeka mengatoer balatentara oentoek melinjapkan menoeloeng sjetan jang semata-mata menoendjoekan kaboeasannja oentoek meroesak keselamatan doenia itoe. (Misbach, 1926: 146)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misbach tidak setuju dengan pandangan bahwa agama tidak berurusan dengan masalah politik. Sebaliknya, agama selalu menganjurkan kita untuk menegakkan kebenaran, keadilan, kemanusiaan, dan sebagainya yang hanya bisa diwujudkan lewat pergerakan politik. Ia mendesakkan pandangan tersebut dengan mengutip pada Al-Qur’an surat An Nisaa’ ayat 62 yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudia mereka datang kepadamu sambil bersumpah: ‘Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna’. (Al-Qur’an, Surat An Nisaa’, ayat 75/ Al Quran Digital, Versi 2.0).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengutip ayat yang sama, Misbcah menegaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai semoea orang jang sama, moe’min takoet dan menoeroetlah engkau kepada Toehan, meniroe dan menoeroetlah engkau kepada nabi (rosoel) begitoe joega engkau, haroes takloek dan menoeroet kepada atoeran peperintahan jang semoefakat dari engkau semoea (Misbach, 1926; 1947)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, menurut Misbach barang siapa yang menegakkan agama, wajiblah baginya untuk masuk dalam pergerakan melawan sistem kapitalisme, karena sistem itu membuat manusia tertindas dengan ketamkan dan penghambaannya terhadap materi sehingga menjauhkan manusia dari agama. Sedangkan pergerakan komunisme, dalam pandangan Misbach benar-benar ingin memperjuangkan nasibnya kaum kromo, kaum lemah dan kaum tertindas. Sementara Islam juga menganjurkan kita untuk menolong orang-orang yang lemah. Dengan begitu menurut Misbach orang yang mengaku Islam atau partai-partai yang berasas Islam, tetapi menghalang-halangi rakyat untuk masuk dalam pergerakan politik adalah munafik. Dalam sikap munafik itu dekat dengan orang kafir yaitu orang yang tidak mempercayai perintah agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas tampak sekali bahwa Misbach ingin menjadikan Islam sebagai kekuatan transformative dengan menunjukkan “ideal moral” dari agama. Secara praktis terwujud dalam suatu pergerakan sosial politik untuk menghapuskan sistem kapitalisme dengan memakai analisis Marxisme, mungkin ini yang disebut dengan Islam Revolusioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Misbach, Islam yang sejati adalah Islam yang mengakui kebenaran dari ajaran komunisme, karena kedua ideologi tersebut memiliki tujuan yang sama; yaitu pembebasan manusia dari ketertindasan. Juga sebaliknya, dengan yang mengklaim dirinya sebagai Komunis, harus mengakui Islam sebagai suatu nilai yang memiliki kebenaran yang hakiki (Misbach, 1925; 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Misbach, dengan mengutip Karl Marx, sumber-sumber yang menjadi masalah dunia adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Doenia kemiskinan disebabkan adanja Kapitalisme. Kapitalisme djalan ilmoe mentjahari kahoentoengan bersama hanja mendjadi hak milik (kepoenjaanja) sedikit orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Manoesia dalam djaman kapitalisme mendjadi roesak moralnja (Boedinja) atau Humaniteitsgevoei (kemanoesiaanja) waloepoen mereka mendapat pengadjaran jang tinggi (Misbach, 1925; 4-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan menimbulkan berbagai masalah seperti pencurian, pelacuran, penipuan, dan lain-lain. Keberadaan lembaga pertahanan dan lembaga keamanan tidak dapat mengurangi masalah-masalah tersebut, apabila kapitalisme tidak dihapuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem kapitalis, pengejaran keuntungan merupakan hal yang hakiki, maka efektivitas kerja dan kuantitas produksi terus ditingkatkan untuk mencapai tujuan tersebut. Pemakaian tenaga mesin merupakan hal yang niscaya. Ada beberapa hal yang dijelaskan Misbach sehubungan dengan mekanisme produksi modern tersebut. Pertama, terjadinya pengurangan tenaga kerja, sering meningkatkan angka pengangguran dan upah buruh semakin rendah. Kedua, terjadinya produksi yang berlebihan sehingga memunculkan ide-ide untuk menjadikan negeri lain sebagai koloni guna kepentingan pemasaran produksi dan mendapatkan bahan mentah dengan biaya rendah (Misbach, 1925; 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anthony Giddens berpendapat, “Kapitalisme pasar pokoknya merupakan suatu sistem anarki” (Giddens, 1982; 6). Hal itu bisa dipahami karena di dalam kapitalisme pencarian keuntungan yang tidak mengenal berhenti menjadi tujuan utama. Sehingga menimbulkan penyimpangan terhadap dimensi “human” dalam masyarakat dan eksploitasi terhadap buruh semakin hebat. Keterikatan buruh terhadap pemilik modal dan uang semakin besar membuatnya tidak dapat melakukan kewajibannya, seorang yang beragama Islam tidak bisa atau kesulitan dalam mengerjakan ibadah sholat, puasa, dan lain-lain. Dengan demikian sistem kapitalisme tidak saja merusak hak buruh sebagai manusia tetapi juga sebagai makhluk Tuhan (Misbach, 1925; 70-71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misbach mengutip buku Kommunisisch Manifest tahun 1874, karangan Marx, bahwa munculnya komunisme itu dari kapitalisme. Komunisme adalah suatu bentuk perlawanan dari kaum buruh terhadapa sistem kapitalisme yang selalu menjadi sebab adanya penindasan, pemerasan, dan lain-lain (Misbach, 1925; 6-7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan yang kedua sampai kelima tentang Islam dan Komunisme, Misbach memberi keterangan “Islamisme jang terhadap Komunisme”. Dalam pengantarnya ia menyebutkan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebeloem saja menerangkan printah-printah agama Islam jang terhadap Kommunis dan Kommunisme, lebih dahoeloe saja menerangkan doedoeknja agama Islam jang sedjati, agar soepaja kita jang sama memeloek masing-masing agama lantas bisa mengerti, begitoe djoega kita lantas bisa mengetahoei dengan terang antara masing-masing manoesia ampeonja pendapatan tentang kebenarannja hidoep dalam doenia, maoepeon mereka itoe jang memeloek sesoewatoe agama di doenia ini atau tidak memeloeknja (Misbach, 1925; 34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengantar tersebut menunjukkan sikap keterbukaan Misbach sebagai agamawan, di mana manusia mempunyai kebebasan untuk memilih agama yang diyakininya sebagai sebuah kebenaran tanpa harus meragukan demi arti ketunggalan kebenaran itu sendiri. Kebenaran tunggal terkandung di dalamnya pengertian kebenaran universal, yang mana keuniversalan dari ketunggalan tersebut berpangkal pada Ketuhanan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Islam dan Komunisme Melawan Kapitalis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembebasan kaum tertindas merupakan wujud perjuangan kemanusiaan yang tertinggi. Ia menjadi ukuran nilai hidup yang menghargai martabat manusia. Di sanalah letak ukuran nilai kehidupan manusia atau usaha menjalani hidup di dunia untuk semakin menjadi manusia. Sebagaimana halnya pernah dikatakan Max Havelaar: “Tugas manusia adalah menjadi manusia”. Dengan begitu perjuangan untuk pembebasan kaum tertindas merupakan wujud keberpihakkan kita kepada sang manusia itu sendiri, seseorang yang memilih jalan ini dapat dikatakan sebenarnya membela kemanusiaannya sendiri juga. Sebab, bila suatu sistem masyarakat yang berjalan telah membuat sebagian manusia tidak menjadi manusia, itu artinya sistem masyarakat tersebut adalah dehumanisme total. Baik penindas maupun yang tertindas, kemudian sama-sama menjadi tidak Manusiawi. Manusia penindas telah menjalankan laku binatang dan yang ditindas diperlakukan seperti binatang bahkan mungkin benda (Paulo Freire, 1989; 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tititk temu Islam dan Komunisme adalah pada keduanya sama-sama mengharamkan riba. Hal ini bisa dilihat dalam tulisan Tjokroaminoto yang berjudul “Sosialisme Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marx dalam ajaran ekonominya menyatakan bahwa buruh juga merupakan komoditi biasa yang dapat diperjual-belikan di antara para pemilik modal. Bedanya, komoditi buruh dapat menghasilkan sesuatu yang mempunyai harga lebih dari nilainya sendiri. Perbedaan nilai lebih ini sudah tentu dimiliki “Pemilik Modal”. Teori ini dikenal sebagai labor surplus value theory atau teori nilai lebih, sedangkan perbedaan “harga” tadi merupakan keuntungan bagi kaum modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan dari hasil nilai lebih tadi dalam bahan lainnya adalah riba. Dengan begitu hubungan pemilik modal dan buruh tidaklah adil. Keuntungan yang merupakan hasil kerja dari pemodal dan buruh hanya masuk ke kantong pemodal (kapitalis) dan tidak pernah dibagi rata bersama buruh. Dengan demikian hubungan pemilik modal dan buruh bersifat eksploitasi. Dalam sistem kapitalisme menurut Marx inilah yang membuat si kaya semakin kaya dan si miskin semakin miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem Kapitalis, pengejaran keuntungan merupakan hal yang hakiki (Antony Gidden, 1986; 65) karenanya efektivitas kerja dan kuantitas produksi terus ditingkatkan untuk mencapai tujuan tersebut. Kerja manusia diabdikan untuk saling untung bukan untuk semakin meningkatkan harkat martabat manusia. Kapitalisme dengan begitu akan menciptakan anarki. Kapitalisme akhirnya tidak saja merusak hak buruh sebagai manusia tetapi juga sebagai makhluk Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian kata Misbach:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manoesia hidoep dalam doenia jang fana ini oentoek hidup bersama setjara damai. Itoelah perintah Toehan. Dan oentoek hidoep bersama setjara damai, kita manoesia haroes mendjalankan segala perintah Toehan. Kaloe seseorang memilih dari apa perintah-perintah Toehan hal-hal jang ia ingin lakoekan dengan tidak memperdoelikan kepentingan orang-orang lain, ia adalah “tjoerang” dan menoeroeti kehendak setan. Setan adalah moesoeh kita. Ia dalam abad ini bekerdja oentoek kapitalisme. Kapitalisme adalah fitnah, nafsoe untuk melenjapkan keimanan kita kepada Toehan dengan menggoda keimanan kita kepada Toehan. Kommoenisme yang mengadjarkan kita oentoek menentang kapitalisme, karena itoe adalah tertjakup di dalam Islam. Saya menerangkan hal itu sebagai moeslim dan kommoenist” (Misbach, 1926; 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perkataan Misbach ini, terdapat ajakan dan pengertian yang sejelas-jelasnya bahwa seharusnyalah Islam dan Komunisme sama-sama melawan kapitalisme yang telah menyebabkan kesengsaraan rakyat dan menjauhnya hidup damai di antara sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam nada yang agak lain, sambil mengkritik sosialisme Soviet, Roger Garaudy menyatakan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…bila sosialisme dapat membebaskan diri dari bentuk birokrasi dan dari pengaruh aparatus negara, maka ia akan jauh lebih baik dari kapitalisme, sebab kapitalisme itu pada intinya jahat. Sedangkan sosialisme memerlukan beberapa perbaikan sehingga terbebas dari alat birokrasi. Ia juga membutuhkan pembatasan tujuan-tujuan kemanusiaan. Sesungguhnya tujuan-tujuan keimanan ini tidak tercapai kecuali sejalan dengan iman kepada Allah. Karena itulah mengajak pertemuan antara sosialisme dan iman, dan menyakini bahwa Islam dapat membawa kita kepada sebuah sosialisme ekonomi yang memiliki wajah Manusiawi, jauh dari sosialisme Soviet” (Muhsin Al Mayli, 1996; 218).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu jelas bahwa kapitalisme juga menjadi musuh Islam. Karena Islam menentang kapitalisme maka seringkali gerakan pembebasan di dunia Islampun dapat dituduh sebagai bahaya komunis oleh kekuasaan imperialism: inilah yang kemudian menjadi program perjuangan kiri Islam yaitu kiri Islam mencerahkan segala potensi untuk menghadapi puncak problematika zaman ini yaitu imperialisme, zionisme, dan kapitalisme. Kiri Islam ini bukanlah Islam yang berbaju Marxisme karena itu menafikan makna revolusioner dari Islam sendiri dan gerakan kiri Islam ini lahir dari kesadaran penuh atas posisi tertindas kaum muslimin untuk kemudian melakukan rekonstruksi terhadap seluruh bangunan pemikiran Islam tradisional agar dapat berfungsi sebagai kekuatan pembebasan (Kazuo Shimagaki, 1994; 142).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu bagi kiri Islam, kapitalisme yang dibangun di atas landasan perilaku ekonomi bebas yang diikuti dengan persaingan bebas, laba, rente, dan riba adalah suatu ancaman bagi Islam. Menurut Kazuo Shimagaki;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kapitalisme ini di samping menadatangkan dampak penindasan, juga turut andil dalam menumbuhkan nilai-nilai destruktif dan hedonism utilitarian. Ini berujung pada penciptaan kelas-kelas sosial dan kesenjangan akses, yang pada gilirannya mengakibatkan pemusatan otoritas di tangan pemilik modal. Bahkan negara pun lalu berperan memperkuat posisi pemilik modal ini. Para kapitalis tidak ragu mengorbankan perang dan memproduksi senjata perusak, selama kepentingan mereka tetap terjaga. Padahal Islam secara obyektif menolak pemusatan modal di kalangan minoritas elit (Qs. 7: 59), hak milik istimewa, kelas sosial, penindasan, riba, dan menyuarakan reformasi, pemilikan, persamaan, kooperasi, tolong-menolong, dan solidaritas sosial untuk kepentingan kesejahteraan umat. Sayangnya, kita terlambat meningtrodusir istilah “Sosialisme Islam” sebagai lawan dari kapitalisme, baik secara lokal maupun global. Kita menuntut hak-hak kaum miskin di dalam harta orang-orang kaya, lalu melakukan pengembangan masyarakat berdasarkan nilai-nilai persamaan dan keadilan sosial. Bagi kita sosialisme merupakan prinsip universal dan abadi, bukan sebagai sistem sosial yang mudah berubah oleh perubahan rezim” (Kazuo Shimagaki, 1994; 125-126).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jelaslah bahwa Islam dan komunisme menganggap kapitalisme sebagai ancaman. Oleh karena itu, tidak ada perlunya untuk mempertentangkan Islam dan Komunisme. Karena itu hanya akan menguntungkan Kapitalisme. Misbach jauh-jauh hari sudah memperingatkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan-kawan kita jang mengakoe dirinja kommoenis, tetapi masih ingin mengatakan pendapatnja oentoek meniadakan agama Islam, mereka itoe saja berani menjatakan boekan Kommoenist sedjati, ataoe mereka beloem memahai pendidikan Koemmoenist. Sebaliknya mereka jang mengakoe dirinja orang Islam tetapi menolak Koemmoenisme, saja tiada takoet oentoek mengatakan bahwa mereka beleom mengerti jang sebenarnja pendirian agama Islam (Misbach 1925: 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muara dari perjuangan untuk pembebasan kaum tertindas adalah hapusnya ketidakadilan, penghisapan, dan penindasan, yang terwujud dalam suatu masyarakat tanpa penindasan dan penghisapan oleh manusia lain, “non l’exploitation de l’homme par l’homme, la nation par la nation”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya adalah keperbihakkan pada kaum tertindas. Dalam “Assalamualaikum Warahmatullahi Waborakatuh”, Misbach memaparkan bahwa pemenjaraan, penderitaan, kemiskinan adalah bukan apa-apa. Dia ingin memberi semangat agar pembaca tidak takut. “Jangan Takut, Jangan Kuatir”, merupakan slogan lama Misbach yang diulang-ulang. Sebab ketakutan hanya layak pada Allah. “Takutlah pada Allah” karena tidak ada yang berarti kecuali perintah Allah, “jadilah manusia jangan hilang kemanusiaan, pesan Misbach (Misbach 1922, 700).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persatuan di antara Islam dan Komunisme yang dianggap sebagai ideology yang sangat controversial berhasil diimplementasikan oleh Misbach dalam kehidupan politiknya. Pada masa Misbach inilah, Islam dan Komunisme berusaha disatukan untuk melawan kolonialisme dan kapitalisme Belanda. Dengan caranya sendiri, Misbach berusaha menyatukan kekuatan Islam dan Komunis agar tidak terpecah dengan kekuatan rakyat. Misbach mengeluarkan propaganda tentang kewajiban sebagai seorang manusia untuk melawan penindasan dengan memakai argumentasi ayat-ayat Al-Qur’an yang dipadukan dengan ajaran Karl Marx.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Misbach, Islam dan Komunisme tidaklah saling bertentangan. Justru di antara keduanya terdapat titik temu yang sekaligus sebagai dasar religiusitas manusia dalam hidupnya di dunia yaitu perjuangan membebaskan kaum yang tertindas dari belenggu penindasan dan penghisapan kapitalisme dengan menyakini kesadaran religiusitas seperti ini seseorang dapat berdiri dengan teguh, tegar, dan tanpa takut (sebab ketakutan hanya layak pada Allah SWT). Menantang segala bentuk penindasan dan penghisapan ataupun segala bentuk ketidakadilan sebagai wujud ketakwaannya pada perintah Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika Aku Memberi Makan Orang Lapar, Aku Disebut Orang Suci. Namun, Ketika Aku Bertanya Mengapa Orang Itu Lapar, Aku Disebut Komunis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dom Helder Camara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Segalanya yang ada di langit dan yang ada di bumi telah bertasbih kepada Allah. Dan Dialah Yang Maha Perkasa dan Bijaksana. Hai orang-orang yang beriman, kenapa kamu berkata saja tentang kebaikan, tetapi tidak berbuat? Amat besar kemurkaan Allah di sisi Allah, kalau kamu hanya berkata tentang kebaikan tanpa memperbuatnya. Sesungguhnya Allah menyayangi orang-orang yang berjihad di jalan-Nya dalam barisan teratur, seolah-olah mereka dalam bangunan yang tersusun rapat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Al-Qur’an, As-Shaff, 1-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Mayli Muhsin, Pergulatan Mencari Islam Perjalanan Religius Roger Garaudy. Paradimana. Jakarta. 1996.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anthony Giddens, Kapitalisme dan Teori Sosial Modern. Universitas Indonesia Press. Jakarta. 1986.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kazuo Shimakagi, Kiri Islam Antara Modernisme dan Postmodernisme. LKiS. Yogyakarta. 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karl Marx dan Friedrich Engels. The Communist Manifesto. Penguin Books, Harmonsworth. 1981.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mohammad Misbach, Islam dan Gerakan. Medan Moeslimin. Jakarta. 1923.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. Islam dan Komunisme. Medan Moeslimin. Jakarta. 1925.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Quran Digital, Versi 2.0&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-2852048479927835946?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/2852048479927835946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=2852048479927835946' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/2852048479927835946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/2852048479927835946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/03/misbach-hijau-merah.html' title='Misbach Hijau Merah'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-2584003485226656932</id><published>2011-02-11T22:03:00.000-08:00</published><updated>2011-02-11T22:05:02.934-08:00</updated><title type='text'>Mubarak Mundur Tetapi Revolution Hasn’t Finished Yet!</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;Mubarak Mundur Tetapi Revolution Hasn’t Finished Yet!&lt;br /&gt;“Wij beleven, ‘die Revolution im Permanenz’. De wereldgeschidenis is ééne voortuderende revolutie. Geschiedenis en revolutie zijn aan elkaar identiek- Kita mengalami ‘Revolusi Terus Menerus’, Revolusi im Permanenz. Sejarah dunia adalah suatu Revolusi yang terus menerus. Sejarah dan Revolusi adalah sama”&lt;br /&gt;Yeiyy Mubarak Steps Down, It’s a wonderful moment!! Hosni Mubarak steps down but the revolution has not finished yet. Hosni Mubarak mundur tapi Revolusi belum selesai. The Dictator has just gone, and the revolution has been just begun, Diktator baru saja pergi, dan Revolusi baru saja dimulai! Kejatuhan Diktator Mubarak tidak boleh mengakhiri perjuangan revolusioner rakyat Marhaen di  Al-Jumhuriyah Al Arabiyah El Missriyah(Egypt), malahan rakyat Marhaen harus lebih memperhebat mereka punya massa actie. Massa actie-nya rakyat Marhaen di Egypt, sebagaimana rakyat Marhaen di Tunis, telah berhasil menumbangkan kekuasaan para dictator yang dzalim.   &lt;br /&gt; Jangan sampai perjuangan rakyat Marhaen di Egypt hanya menjadi Reformation, jangan sampai sekedar menjadi social and political reform, there should be Revolution, Egyptian Proletariat want Revolution. All proletariats, Marhaens, Murbas, and Mustad’ifins need revolution, for better social, economic, political, and cultural lives in the world. Long Live Indonesia Long Live Internationale.     &lt;br /&gt; Mubarak mundur, tapi pemerintahan diserahkan kepada Dewan Agung Militer! Sekali penindas, tetap penindas! Jelas Mubarak sang Diktator tidak menghargai Civilian Supremacy terhadap militer, Mubarak tidak mau mengerti Objective Civilian Control! Seharusnya ketika Mubarak mundur, pemerintahan diserahkan kepada pemerintahan sipil sementara, Mubarak should give the authority to the transition civilian government until the establishment of real people’s government.  &lt;br /&gt; Rakyat Mesir tidak boleh mabuk kemenangan, tidak boleh mengalami apa yang disebut victory disease. Kejatuhan Rezim Mubarak merupakan satu keberhasilan besar, a great victory in revolutionary struggle, namun ia tidak mengakhiri perjuangan revolusioner itu sendiri. Massa Actie harus tetap dilakukan, mengingat masih banyak permasalahan sosial dan konstitusional yang diharus diselesaikan dengan cara revolusioner, final solution should be taken with revolutionary way.    &lt;br /&gt; Rakyat Mesir sebagaimana lazimnya rakyat di bawah dictator yang otoriter, mereka hidup dalam penindasan dan represifitas, repressive!! Selain itu kehidupan sosial menjadi sangat buruk di bawah kediktatoran Mubarak. Kemiskinan dan pengangguran merajalela sehingga menyebabkan tingginya angka kasus bunuh diri atau percobaan bunuh diri. Di level kawasan, Egypt menjadi salah satu sekutu Amerika Serikat dalam dukungannya terhadap Kolonialisme Israel-Israeli Colonialism di Palestina.  &lt;br /&gt; Revolusi adalah soal construction dan deconstruction, soal membangun dan menjebol. Revolusi adalah suatu rangkaian rantai konfrontasi yang panjang, dari satu konfontrasi yang satu ke konfrontasi yang lain. A revolution is a long chain going from one confrontation to another. When one confrontation is finished, another one appears to pounce upon proletariat! Yes! One finished, another one appear! In fact, sometimes these confrontations even appear simultaneously, appear together, attacking from all direction, -- from before, form behind, from left, from right, from above, from below. That is the vivid language, the Hamuk-Tabula-Basa, of confrontation in a Revolution!  &lt;br /&gt; Rakyat Marhaen di Egypt sudah menjebol kediktatoran Mubarak, maka rakyat Marhaen harus membangun suatu pemerintahan demokrasi rakyat, people’s democratic and progressive-revolutionary government. Jangan sampai Egypt jatuh ke tangan kelompok-kelompok politik reaksioner dan elit-elit politik oportunis. Jangan pernah berikan kepemimpinan ke tangan leader-leader gadungan! Bubarkan Partai Demokratik Nasional-National Democratic Party (NDP)!  Massa Actie harus dilakukan untuk membersihkan Egypt dari para koruptor, pencoleng, antek-antek Mubarak dan Nekolim, kapitalis birokrat-bureaucrat capitalist! Kaum Marhen sendiri yang harus menguasai negara pasca tumbangnya kediktatoran Mubarak, sehingga akan terbentuk negara revolusioner dan pemerintahan populist yang memberantas kemiskinan dan pengangguran dan membawa kesejahteraan serta keadilan bagi seluruh rakyat di Egypt. &lt;br /&gt; Konstitusi yang melanggengkan kekuasaan Mubarak juga harus segera dijebol dan dibangun ulang. Beberapa pasal di Egyptian constitution yang harus dijebol atau bahasa kerennya di amandemen adalah Pasal 76, 77, 88, 93, 189, dan penghapusan Pasal 179 yang akan menghapus darurat di Egypt. Pasal 76 adalah soal pengajuan calon presiden. Pasal ini menegaskan, partai-partai bisa mengajukan calon presiden jika memiliki 3% anggota Dewan Shura (parlemen). Sepanjang Hosni Mubarak berkuasa sejak tahun 1981, praktis tidak pernah ada partai oposisi yang memiliki kursi di atas kuota itu, kecuali Partai Wafd dan Partai Tajammu. Namun demikian, dua partai itu cuma tergolong sebagai partai pelengkap saja. Pasal 77 berisikan masa jabatan presiden yang tiada batas waktunya. Pasal 88 mengatur pengawasan pemilu, yang selama ini dilakukan kubu Mubarak. Pasal 93 adalah pasal soal pengesahan anggota parlemen. Disebutkan bahwa parlemenlah yang berhak mengesahkan keanggotaan anggota parlemen. Maka, parlemen, yang secara de facto didominasi NDP, sering hanya menguntungkan para anggota parlemen dari NDP. Pasal 179 adalah pasal yang menjamim hukum darurat di Mesir sejak tahun 1981. Hukum darurat tersebut memungkinkan aparat keamanan menangkap dan menahan aktivis politik tanpa  harus melalui proses pengadilan. Pasal 189 adalah pasal yang memberikan kekuasaan luar biasa kepada presiden dan parlemen untuk meminta amandemen atas pasal-pasal dalam konstitusi. Dengan demikian, sepanjang kekuasaan ada di tangan Mubarak atau kubunya, atau sepanjang parlemen dikuasai NDP, tidak akan ada pintu bagi pihak luar untuk mengajukan amandemen pasal-pasal dalam konstitusi. &lt;br /&gt; Egyptian proletariat juga harus mengganti kebijakan luar negri dan perannya di kawasan Middle East. Berakhirnya kediktatoran Mubarak berarti harus berarti pula berakhirnya dukungan terhadap Kolonialisme Israel. Ya, Kolonialisme harus dihapuskan dari seluruh penjuru dunia, Colonialism should be eradicated in all over the world, the world without Colonialism. Ingatlah pembukaan UUD 1945: KEMERDEKAAN ADALAH HAK SETIAP BANGSA MAKA PENJAJAHAN DI SELURUH DUNIA HARUS DIHAPUSKAN KARENA TIDAK SESUAI DENGAN PRIKEMANUSIAN DAN PRIKEADILAN!! Semua penjajahan, Penjajahan Israel di Palestina, Penjajahan Amerika di Afghanistan di Irak, penjajahan kaum Neo Kolonialisme-Imperialisme di dunia harus dihapuskan, harus kita hancurleburkan, kita ganyang sampai habis tidak tersisa!  &lt;br /&gt; Eksistensi Kolonialisme Israel dan dukungan Egypt terhadapnya telah memudarkan kecenderungan politik Qaumiyah di Middle East. Qaumiyah adalah kesetiaan terhadap sesame orang Arab-kaumnya. Contohya adalah Pan Arabisme oleh Gamal Abdul Naser, orang Arab Mesir mendukung perjuanganan rakyat Palestina. Nilai-nilai nasionalistis dan demokratis pada bangsa Arab paling tidak mencakup hal-hal sebagai berikut: (1) pembebasan seluruh tanah air Arab dengan jalan merebut kembali Palestina dan menangkal setiap bentuk pengaruh dan dominasi asing, (2) integrasi bangsa Arab ke arah pemenuhan identitas nasional Arab, (3) Penegakan struktur politik demokratis negara-negara Arab dan penegakan keadilan sosial serta eliminasi suasana Neo Feodalisme. &lt;br /&gt; Selain itu, nasionalisme Arab nampaknya terus hidup selama Kolonialisme Israel masih tetap rasialistis dan ekspansionistis, maka mudah diperkirakan bahwa di kalangan bawah negara Arab akan terus sikap anti Barat, terutama sikap anti Amerika karena pandangan Arab yang melihat Israel sebagai ‘outpost’ imperialisme dan kolonialisme.  &lt;br /&gt; The confrontation is not allowed to be stopped. What confrontation? You may ask. Confrontation with all obstacles the obstructing the course of Revolution, confrontation with the Contra-revolution. Confrontation with subversion, from inside as well as from outside. Confrontation against Mubarak’s ally and Colonialism’s ally who want to bring status quo back in power. Confrontation with what’s called vested interests, the groups which don’t want the changes because they feel that their fat stomachs will be threatened. Confrontation in building new concept, that is, changing mental conservatism. &lt;br /&gt; Bahasa Indonesia-nya: Konfrontasi tidak boleh dihentikan. Konfrontasi apa? Jullie mungkin bertanya. Konfrontasi dengan semua halangan yang menghambat rangkaian Revolution, konfrontasi dengan kaum Kontra Revolusi alias Kontrev. Konfrontasi dengan subversi, dari dalam maupun dari luar. Konfrontasi dengan sekutu Mubarak dan Kolonialisme yang mau membawa status quo kembali berkuasa. Konfrontasi dengan apa yang disebut kepentingan-kepentingan pribadi, kelompok-kelompok yang tidak menginginkan perubahan karena mereka merasa bahwa perut tambun alias gendut mereka akan terancam. Konfrontasi dalam pembangunan konsep baru, yaitu, perubahan konservatisme mental. &lt;br /&gt;Sekian, have a beautiful week end, je vous souhaite un beau week end. Vivre La Révolution&lt;br /&gt; The Arab world comprises all the countries where Arab culture predominate, where the majority speak Arabic and where the Islamic religion is prevalent. We can say that the position of Arab in Islam like that Russian in the communist order-Sylvia Sweet American ;p&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-2584003485226656932?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/2584003485226656932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=2584003485226656932' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/2584003485226656932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/2584003485226656932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/02/mubarak-mundur-tetapi-revolution-hasnt.html' title='Mubarak Mundur Tetapi Revolution Hasn’t Finished Yet!'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-7618151241270509096</id><published>2011-02-09T00:52:00.001-08:00</published><updated>2011-02-09T00:52:42.762-08:00</updated><title type='text'>Kerukunan Beragama Demi Persatuan Indonesia Menuju Kejayaan Bangsa</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;Kerukunan Beragama Demi Persatuan Indonesia Menuju Kejayaan Bangsa&lt;br /&gt; Saya orang Islam, kamu orang Kristen, dia orang Katolik, kalian orang Buddha, mereka orang Hindu, jullie orang Ahmadiyah, jullie orang Atheist, tapi semuanya, KITA ORANG INDONESIA, WE ZIJN INDONESIER!! Ya, tidak peduli jullie orang beda agama, jullie orang beda suku, jullie orang beda pekerjaan, tapi kita ini orang Indonesia, nous sommes Indonésien. Kita orang Indonesia, tidak boleh saling cék-cok, kita tidak boleh saling benci, jullie orang Islam tidak boleh gontok-gontokan dengan jullie orang Kristen. Jullie orang Ahmadiyah rukun-rukunlah dengan jullie orang Islam. Jullie alle zijn Indonesier. Sesama orang Indonesia harus hidup rukun demi Persatuan Indonesia menuju Kemuliaan dan Kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terpujilah Tuhan Yang Maha Esa! Jayalah Republik Indonesia!&lt;br /&gt; Oh ya benar, saya ini orang Indonesia yang cinta 1.000% dengan Persatuan Indonesia. Apakah jullie juga 1.000% cinta Persatuan Indonesia? Ya, saya yakin 1.000.000% kalau jullie, semua orang Indonesia sungguh amat cinta dengan Persatuan Indonesia sehinnga sampai tidak bisa diukur dengan angka-angka-nan dan persen-persen-nan. Jadi, dus, dus, dus, dus, dus, dus,  hiduplah yang rukun sesama umat beragama, hiduplah yang rukun, gotong royong sesama orang Indonesia. Jangan mau di adu domba, devide et impera, karena kita memang bukan domba!! Bersatulah orang Indonesia! Ya,Persatuan Indonesia merupakan syarat mutlak meraih Kemuliaan dan Kejayaan Negara kita, untuk kita kasih-sayangkan kita punya bangsa dan negara. &lt;br /&gt; Benar, penistaan terhadap agama harus dikutuk! Saya mengutuk pula penistaan agama! Orang yang menistakan Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha harus dihukum! Tapi, kita semua bangsa Indonesia tidak boleh main hakim sendiri! Bahkan sampai menggangu dan membenci orang dan institusi yang tidak ada hubungannya dengan penistaan agama. TIDAK BOLEH! Kita orang Indonesia tidak boleh seperti itu!!! Kita orang Indonesia yang percaya dengan Ketuhanan Yang Maha Esa TIDAK BOLEH seperti itu.&lt;br /&gt; Saya tidak senang, orang Indonesia yang lain, dan semua orang Indonesia yang percaya dengan Ketuhanan Yang Maha Esa pasti juga tidak senang dengan penyerangan dan pembunuhan terhadap Jamaah Ahmadiyah Indonesia di Cikeusik, Pandeglang, Banten, Indonesia. Mereka memang orang Ahmadiyah, tetapi toch mereka itu kan orang Indonesia!! Ingat itu saudara-saudara saya, mereka itu orang Indonesia, kita TIDAK BOLEH membenci orang Indonesia yang percaya Ahmadiyah! Pun kita juga tidak boleh membenci orang Indonesia yang percaya Islam, Kristen, Katolik, dan lain-lain. Karena kita semua orang Indonesia, termasuk yang percaya Ahmadiyah, punya Hak Hidup di Indonesia. Sungguh meranalah perasaan hati saya pada hari Minggu yang lalu tatkala orang Indonesia membunuh 3 orang Indonesia yang lain hanya karena mereka percaya Ahmadiyah. &lt;br /&gt; Lagipula, mereka itu kan belum tentu orang Ahmadiyah aliran Qadiyan yang menganggap Ghulam Ahmad adalah Nabi. Bagaimana jika misalnya mereka itu orang aliran Lahore yang hanya percaya Ghulam Ahmad sebagai pembaharu Islam? Akan tetapi, tidak peduli Qadiyan maupun Lahore, mereka orang tidak boleh diserang dan dibunuh. Tidak ada cerita Agama, Hukum, Moralitas membenarkan menyerang, mengeroyok, dan membunuh orang lain!!! Dan yang paling penting, kita ini kan adalah semuanya orang Indonesia.  &lt;br /&gt; Jangan lupa! n’oubliez pas! niet vergeten! Kita sudah pernah bersumpah pada tanggal 28 Oktober 1928, bahwa kita bersumpah: Pemuda Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. Kita pun pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta atas nama Bangsa Indonesia mengumumkan kepada seluruh dunia bahwa kita sudah menjadi Bangsa Indonesia Yang Merdeka! Sesama bangsa Indonesia harus saling menghormati, saling menghargai, saling mencintai, dan saling menyayangi.&lt;br /&gt; Perasaan hati saya, sebagaimana perasaan berjuta-juta orang Indonesia lainnya, sungguhlah amat sedih yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata ketika sebagian orang Indonesia merusak dan membakar gereja milik bangsa Indonesia. Orang Indonesia membakar gereja orang Indonesia! Oh alangkah sedihnya! Oh alangkah memilukannya! Hati saya seperti dirobek-robek rasanya. Jangan karena beda keyakinan, orang Indonesia yang satu merusak tempat ibadah orang Indonesia yang lain!&lt;br /&gt; Moreover, si Antonius Richmond Bawengan si penista agama yang divonis 5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Temanggung itu kan bukan orang suruhan gereja Temanggung. Si Antonius yang Evangelist itu kan menistakan baik Islam maupun Katolik, lalu mengapa harus sebagian orang Indonesia yang Islam merusak gereja-gereja milik orang Indonesia yang Katolik-Kristen di Temanggung? Saudara saya, insyaflah, bahwa perbuatan merusak tempat ibadah orang Indonesia yang berbeda keyakinan itu salah, baik dari segi agama, moral, maupun hukum.&lt;br /&gt; Saya bertanya khususnya kepada saudara saya yang Islam, yang kemarin khilaf merusak gereja-gereja saudara saya yang Katolik-Kristen, dan juga saudara Bangsa Indonesia yang lain, “Apakah Adil Ketika Anda Melampiaskan Kekesalan Hati Anda Dengan Cara Membakar Gereja? Apakah Adil Ketika Anda Tidak Suka Antonius Richmond Bawengan, Kemudian Anda Membenci Saudara Katolik-Kristen  yang lain? Tentu ini tidak adil!&lt;br /&gt; Akan saya jelaskan ketidakadilan tingkah saudara-saudara saya yang kemarin khilaf, saya jelaskan secara Islam, karena mereka kemarin yang merusak gereja-gereja mengaku beragama Islam. Manusia adalah tempatnya salah dan lupa, maka sebelum meneruskan tulisan ini, saya sebagai orang Islam meminta maaf dan memohon ampunan atas perbuatan saudara-saudara Islam yang merusak gereja-gereja saudara-saudara yang Kristen-Katolik. Mereka hanyalah khilaf, mereka hanya dihasut, sungguh kami orang Islam tidak membenci orang Kristen-Katolik.&lt;br /&gt;   Islam sangat memandang penting keadilan. Keadilan adalah ukuran yang paling tinggi untuk mengukur suatu masyarakat. Al-Qur’an menjelaskan: &lt;br /&gt;Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan." Dan (katakanlah): "Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)."  (Al-Qur’an, sûrah; Al-A’râf, Ayat; 29)&lt;br /&gt;Dan &lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.  (Al-Qur’an, sûrah; Al Mâ’ idah, ayat; 8)&lt;br /&gt; Janganlah karena kalian membenci penistaan agama yang dilakukan oleh si Antonius membuat kalian berlaku tidak adil dengan membakar dan merusak gereja-gereja orang Kristen-Katolik! Si Antonius bukan orang suruhan Gereja di Temanggung, jadi tidak boleh merusak gereja-gereja di Temanggung. Jika merusak gereja-gereja di Temanggung karena jullie benci dengan penistaan agama-nya si Antonius maka itu ketidakadilan namanya. &lt;br /&gt; Dalam ayat-ayat suci tersebut di atas, Allah SWT sudah memerintahkan kepada umat Islam agar berlaku adil! Ingat itu saudara-saudara saya. Janganlah kebencian kepada seseorang dan kebencian kepada suatu kaum membuat jullie berlaku tidak adil. &lt;br /&gt; Itulah penjelasan secara Islam. Saya memandang perlu sekali lagi menjelaskan soal bangsa. Peristiwa Temanggung kemarin itu, bagi saya itu juga menunjukkan pembangunan karakter bangsa, nation character building yang belum sempurna. &lt;br /&gt; Dalam kesempatan yang lalu, dalam karangan saya untuk refleksi akhir tahun 2010 yang lalu, sebelum saya mendaki Gunung Merapi pada malam tahun baru, saya sudah onceki dan odal-adil apa yang disebut dengan Bangsa, Natie, Nation, La Nation. &lt;br /&gt;Otto Bauer mengatakan; een karakter gemeenschap, dat is een karakter gemeenschap geboren uit een gemeenschap van lotgevallen. Karakter gemeenschap geboren uit een gemeenschap van lotgevallen. Eine aus schiksals Gemeninschaft erwachsene Charakter Gemeninschaft.   &lt;br /&gt; Jadi kalau ada sekolompok manusia, walau beda bahasa maupun agama, maupun ras-nya lain, tetapi karena sejarah membuat kelompokan manusia itu mengalami lotgeval, lotgevallen, petulangan yang sama. Sama-sama menderita, sama-sama senang, maka sekelompok orang ini menjadi satu Charakter Gemeinschaft, een Karakter gemeenschap, satu karakter masyarakat, satu kesatuan karakter. Nah itulah bangsa. &lt;br /&gt; Ernest Renan berkata, bangsa, natie, adalah satu jiwa yang berisikan kehendak untuk bersatu. Kehendak untuk bersatu, le désir d’être ensemble. Manakala ada sekelompok manusia mempunyai jiwa hendak bersatu, itu sudahlah bangsa, natie, nation, la nation&lt;br /&gt; Kita dari dulu, atau resminya di umumkan 17 Agustus 1945 sudah mempunyai jiwa yang bersatu, walaupun beda agama, suku, bahasa, tetapi kita memiliki jiwa yang satu, jiwa Bangsa Indonesia. Kita sekarang ini adalah Bangsa Indonesia, Kita harus bersatu! Bhineka Tunggal Ika, Diversity in Unity, Berbeda-beda Tapi Satu Jua! Ingatlah itu saudara-saudara semua. &lt;br /&gt; Kita punya prinsip KetuhananYang Maha Esa. The principle of Belief in God! Belief in the One God! Not only should the Indonesian people believe in God, but every Indonesian should believe in his own God. The Christian should worship God according to the teaching of Jesus Christ, Moslems according to the Prophet Muhammad, Buddhist should perform their ceremonies in accordance with the books they have. But let us all believe in God. The Indonesian state shall be a state where every person can worship his God as he likes. The whole of people should worship God in a cultured way, that is, without religious egoism. And the state of Indonesia should be a state which has belief in God!. Tidak hanya orang Indonesia harus percaya kepada Tuhan, tetapi setiap orang Indonesia harus mempercayai Tuhan mereka masing-masing. Orang Kristen dan Katolik harus menyembah Tuhan berdasarkan ajaran Yesus Kristus, Orang Islam berdasarkan ajaran Nabi Muhammad SAW, Orang Buddha harus menyelenggarakan upacara-upacara keagamaaan sesuai dengan kitab suci mereka. Dan kita semua percaya kepada Tuhan.  Negara Indonesia harus menjadi negara di mana setiap orang bisa menyembah Tuhan yang mereka yakini. Semua orang harus menyembah Tuhan sesuai dengan budayanya, dan tentu tanpa egoisme keagamaan. Dan negara Indonesia harus menjadi sebuah negara yang percaya kepada Tuhan. Itulah penjelasan Sila Pertama dari Panca Sila!!&lt;br /&gt; Oleh karena itu semua saudaraku bangsa Indonesia yang percaya kepada Tuhan. Kita harus terus memperkuat toleransi, persaudaraan, dan kerukunan beragama. Harus ada kerukunan beragama demi terwujudnya Persatuan Indonesia. Ingat ini saudara-saudara Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh! United We Stand, Divided We Fall! Untuk menjadi Bangsa Yang Kuat Kita Semua Orang Indonesia Harus Bersatu. Rukunlah Demi Persatuan Indonesia.&lt;br /&gt; Dengan fondasi Persatuan Indonesia, lalu kita bangun Bangsa dan Negara Kita. Kita Perhebat Kita Punya National Power, Kita Punya Kekuatan Nasional. Jikalau kita sudah mempunyai National Power yang hebat, maka kemuliaan dan kejayaan bangsa mutlak menjadi milik kita.&lt;br /&gt; Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah darahku. Di sanalah aku berdiri jadi pandu ibuku. Indonesia kebangsaanku, bangsa dan tanah airku. Marilah kita berseru Indonesia bersatu. Hiduplah tanahku, hiduplah negriku, bangsaku rakyatku semuanya. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya. Indonesia Raya Merdeka Merdeka Tanahku Negriku Yang Kucinta. Hiduplah Indonesia Raya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-7618151241270509096?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/7618151241270509096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=7618151241270509096' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/7618151241270509096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/7618151241270509096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/02/kerukunan-beragama-demi-persatuan.html' title='Kerukunan Beragama Demi Persatuan Indonesia Menuju Kejayaan Bangsa'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-1458938360542194225</id><published>2011-02-08T01:38:00.000-08:00</published><updated>2011-02-08T01:42:58.826-08:00</updated><title type='text'>TNI Harus Menjadi Tentara Rakyat dan Professional</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TNI Harus Menjadi Tentara Rakyat dan Professional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Miiter Harus Tunduk Kepada Negara. Dan Jangan Sekali-kali Militer memerintah Negara”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tentang Tentara Nasional Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penulis klasik tentang masalah perang, baik para negarawan maupun kaum revolusioner terkemuka pada abad ke-20, sama-sama mengakui adanya kontrol sipil terhadap militer. Jendral Von Clauzewitz, seorang Shakespeare dalam kepustakaan tentang militer misalnya, seratus lima puluh tahun yang lampau telah menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subordinasi pandangan politik terhadap militer sangatlah tidak masuk akal, karena sesungguhnya politiklah (yang) menciptakan…perang. Politik adalah bagian dari kemampuan memutuskan, sedangkan perang hanyalah semata-mata sebuah alat dan bukan sebaliknya. Subordinasi dari pandangan militer terhadap politik, dengan demikian, adalah satu-satunya hal yang mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kelompok politik yang lebih baik daripada kaum Marxis dalam mengapresiasi peranan kekerasan dan Angkatan Bersenjata (militer) dalam menangani urusan-urusan negara. Namun, para revolusioner Marxis sangat cermat melakukan kontrol terhadap alat-alat kekerasan itu. Mereka mampu menentukan tingkat dan hakikat kekerasan yang hendak mereka pakai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.I. Lenin dengan cepat mencatat dictum Clauzewitsz bahwa “perang pada hakikatnya adalah politik yang dilanjutkan dengan cara lain”. Sebagaimana dikatakan oleh Lenin sendiri (Earle,Edward. 1941): “Kaum Marxis harus berpegang pada aksioma ini sebagai dasar pemaknaaan teoritis dari setiap perang”. Dasar strategi operasional sipil-militer dalam Revolusi cina olej Mao Tse Tung dituangkan dalam istilah “politik yang terkomando”. Mao menyatakan bahwa “Prinsip kita adalah bahwa partailah yang harus memerintah senapan, dan senapan tidak akan pernah boleh memerintah partai” (Welch, Claude E., Jr. ed. 1976). Para negarawan seperti Clemenceau, Lloyd George, Churchill, dan Kennedy telah mengkaji bahwa perang adalah urusan yang terlalu serius untuk diserahkan kepada prajurit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jelas, Goodman (Goodman, Louis W. 2001) mengatakan tugas utama dari angkatan bersenjata (militer) keamanan negara dari ancaman eksternal-fungsi pertahanan. Dalam bahasa yang lebih tegas Soekarno mengatakan, “padahal angkatan perang tidak boleh ikut-ikut politik, tidak boleh diombang-ambingkan oleh sesuatu politik”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, Militer di Indonesia dalam sejarahnya pernah mengambil peran yang dominan dibidang politik, sosial dan ekonomi. Militer di Indonesia pernah mengontrol negara, mengintervensi politik, bahkan pernah terbentuk Rezim Militer, yang tentunya ini mengingkari Pemerintahan Sipil-supremasi sipil terhadap militer dan kontrol sosial terhadap Angkatan Bersenjata. Sesungguhnya tidak hanya Indonesia saja yang Militernya pernah menguasai negara, banyak negara baru yang lahir dari kolonisasi telah jatuh ke tangan pemerintahan militer pada akhir 1950-an dan 1960-an. Militer di Indonesia mempunyai sejarah yang cukup panjang mengenai keterlibatannya dalam wilayah sosial politik. puncaknya adalah ketika militer mengambil alih negara dan menggulingkan pemerintahan Soekarno pasca Tragedi G30S tahun 1965 alias coup d’état (kudeta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pecah “Revolusi Fisik-Revolusi Bersenjata” pasca dibacakannya naskah Proklamasi Kemerdekaan oleh Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945, komposisi angkatan perang Indonesia terdiri orang-orang mantan anggota dari KNIL (Koninklijke Nederlandsche Indische Leger/The Royal Netherlands Indies Army/Tentara Kerajaan Hindia Belanda), PETA (Pasukan Sukarela untuk Membela Tanah Jawa/Volunteer Force for the Defense of Java), Barisan Pelopor/Vanguard Corps, Hizbullah (Army of God), tentutnya plus laskar rakyat dan pemuda revolusioner bersenjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KNIL adalah militer bentukan Belanda. Pada awalnya KNIL dibentuk hanya untuk tujuan-tujuan keamanan internal. Namun setelah meletusnya Perang Pasifik Raya (The Great Pacific War) dan meluas sampai ke wilayah Asia Tenggara, KNIL mulai berfungsi untuk tujuan-tujuan keamanan eksternal (Pringadie, R. 1965), Dalam hal ini tentunya kepentingan Sekutu di Asia Tenggara, Komando Sekutu di Asia Tenggara: American British Dutch Australian/ABDA Command.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman penjajahan Jepang, Jepang membentuk organisasi militer dan paramiliter untuk membantu tentara pendudukan Jepang dalam rangka menghadapi invasi Sekutu. Salah satu organisasi militer terpenting bentukan Jepang adalah PETA yang didirikan tanggal 3 Oktober 1943 (Nugroho Notosusanto. 1971), di mana ketika Jepang menyerah kepada Sekutu pada bulan Agustus, PETA terdiri dari 69 Batalyon di Jawa dan Bali. PETA menerima pelatihan infantry dasar dan diajarkan indoktrinasi ‘samurai’, suatu penstimuliran tingkat tinggi untuk semangat bertempur, stimulating a high level of fighting spirit (Ulf Saundhaussen. 1982). Selain itu, ada organisasi milier yang juga terlatih dengan baik (well trained), yaitu Hei-ho, suatu korps pelengkap berskala kecil yang dibentuk pada akhir tahun 1942 dan digunakan utamanya untuk tugas-tugas keamanan. Hie-ho tentu dibawah komando eksklusif perwira-perwira Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era pendudukan Jepang tersebut, tampaknya Jepang ingin membuat perimbangan kekuatan antara kelompok Nasionalis dan Islamis. Kelompok Nasionalis di bawah Soekarno mempunyai paramiliter yaitu Barisan Pelopor, sedangkan kelompok Islamis mempunyai Hizbullah. Bahkan sebelumnya, untuk membawa kelompok Islamis (Muslim Community) lebih dekat dengan Otoritas Jepang, maka Jepang menyokong (sponsored) pembentukaan Madjelis Sjuro Muslimin Indonesia/Council of Indonesian Muslim Association yang disingkat Masjumi (H.J. Benda. 1958). Sebagai tambahan, Jepang juga membentuk organisasi-organisasi kepemudaan berskala besar, di antaranya: Seinendan (Youth Corps) yang merekrut pemuda dari seluruh strata sosial, dan juga Gakutai, yang hanya terdiri dari pelajar-pelajar bertaraf SMA/high school students only (G.J. Pauker. 1962). Para pemuda-pemuda tersebut tidak hanya diberi beberapa pelatihan militer tetapi juga didoktrin perasaan anti Sekutu sehingga tidak jarang segera terbangun dalam nasionalisme radikal (Benedict Anderson. 1961).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga demikian, sebenarnya perjuangan bersenjata melawan kolonialisme yang hendak berkuasa kembali di Indonesia tidak hanya ditulangpunggungi oleh militer (TNI) saja. Dus, dapat juga diambil conclusie bahwa perjuangan bersenjata semasa Revolusi Kemerdekaan tidak hanya dimonopoli saja oleh Tentara Keamanan Rakyat (sekarang menjadi Tentara Nasional Indonesia), tetapi juga terdapat peran sangat penting dari pemuda-pemuda revolusioner bersenjata yang tergabung dalam kelaskaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kira-kira gambaran singkat komposisi TNI pada awal berdirinya Republik Indonesi, dan sudah dijelaskan tentang sejarah dominasi militer di Indonesia. Dominasi militer di Indonesia tersebut, mulai berkurang pasca Reformasi 1998, dan harus tetap dibikin tanpa dominasi militer dalam negara. Kemudian sekarang kita mengenal dengan apa yang disebut sebagai Reformasi Militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam semangat Reformasi Militer itulah sebenarnya perlu dikonsepsikan militer yang ideal di Indonesia. Penulis berpendapat bahwa konsep Tentara Rakyat dan Tentara yang professional adalah konsep yang ideal untuk diterapkan di Indonesia. Dalam Undang-Undang No 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia Bab II Jati Diri, di situpun disebutkan bahwa TNI adalah Tentara Rakyat dan Tentara Profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, kita harus mengartikan kata Tentara Rakyat dan Tentara Profesional lebih bagus daripada yang telah disebutkan dalam UU TNI tersebut. Terdapat hal yang kontroversial dalam UU TNI, hal itu adalah pasal yang ditolak, yaitu pengerahan pasukan tanpa persetujuan presiden (Pasal 19 Rancangan Undang Undang TNI Ayat 1; “Dalam keadaaan mendesak, di mana kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselematan segenap bangsa terancam, Panglima dapat menggunakan kekuatan TNI sebagai langkah awal guna mencegah kerugian yang lebih besar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berdasarkan Pasal 19 dalam RUU TNI tersebut, bisa dibuat conclusie bahwa selama ini militer menanggap dirinya sendiri sebagai penyelemat dan rakyat apabila dibandingkan dengan politisi sipil yang dianggap cenderung banyak rebut, omong panjang tanpa isi. TNI merasa dirinya dan membuat claim bahwa TNI sering menyelamatkan republik. Contohnya adalah pada perjuangan bersenjata 1945 dan di masa Orde Lama, serta masa sekarang, ketika reformasi dipandang justru menimbulkan berbagai masalah dan gejolak sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal ini tentunya mudah dibantah. Sudah ada banyak kalangan terdidik melalui karya ilmiah mereka yang membeberkan dan mengkritik peran dominan militer di Indonesia, keterlibatan militer dalam berbagai gejolak sosial, di mana gejolak sosial tersebut tidak bisa dilepaskan dari kekerasan struktural dan kemiskinan struktural di masa Rezim Militer Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Menjadi Tentara Rakyat dan Tentara Profesional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petama, soal Tentara Rakyat. Dalam berbagai kesempatan, militer di Indonesia selalu mengatakan bahwa TNI juga merasa harus manunggal dengan rakyat, sebagaimana juga yang tertuang dalam “Buku Putih Pertahanan Republik Indonesia”. Indonesia: Mempertahankan Tanah Air Memasuki Abad 21” dalama Bab II Reformasi Nasional dan Pertahanan Negara sub bab Reformasi Internal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TNI telah melakukan berbagai upaya untuk kembali pada jiti dirinya sebagai tentara yang berasal dari rakyat, berjuang untuk rakyat, dan melindungi kepentingan rakyat. Oleh karena jiwa rakyat adalah jiwa TNI, maka TNI harus senantiasa memelihara kemanunggalannya dengan rakyat yang merupakan andalan kekuatan pertahanan negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tentara rakyat, TNI harus selalu dekat dengan rakyat. TNI perlu mengenal dan hidup bersama rakyat. Oleh karena itu, upaya-upaya untuk memisahkan TNI dari rakyat merupakan pengingkaran akan kodrat TNI sebagai tentara yang berasal dari rakyat, berjuang bersama rakyat dan untuk kepentingan rakyat. Inilah salah satu hakekat penyelenggaraan fungsi territorial yang dilaksanakan TNI untuk memelihara kedekatan dengan rakyat dan teritorialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara doktrin, TNI sudah mengakui dirinya sebagai tentara rakyat. Dengan demikian, dalam rangka “berjuang untuk rakyat dan melindungi kepentingan rakyat”, maka TNI harus faham benar arti perjuangan untuk rakyat dan kepentingan rakyat. Tidak boleh TNI melakukan tindakan yang secara gampang-gampangan mengatasnamakan kepentingan rakyat. Berjuang untuk rakyat tentunya tidak bisa lepas dari tujuan dibentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, seperti tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, dan isi daripada UUD 1945 itu sendiri. Melindungi dalam hal ini adalah menjaga Keamanan Rakyat. Apabila rakyat Indonesia merasa keamannannya dihormati dan dipertahankan oleh TNI terhadap bahaya-bahaya dari luar dan dari dalam, maka TNI telah memenuhi kewajibannya. Tetapi apabila sebaliknya rakyat merassa bahwa keamanannnya itu tidak dihormati, tidak dijaga, tidak jamin, atau belum terjamin seluruhnya, maka ini berarti bahwa TNI belum sempurna, dan bahwa ia masih harus bekerja dengan segala tenaganya untuk mencapai tujuan Keamanan Rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Agus Widjojo (Agus Widjojo. 2003), diperlukan kejelian untuk mengangkat nilai hakiki dari kedekatan TNI dengan rakyat dan mencari nilai instrumental bagi implementasinya dalam tatanan sebuah negara demokratis dan modern. Kedekatan TNI dan rakyat harus selalu merupakan nilai yang selalu berada pada setiap jiwa prajurit TNI secara perorangan. Dengan demikian, dalam setiap tugas apapun yang harus ia lakukan, akan selalu menghargai dan mencintai rakyat, sehingga ia tidak akan menyakiti hati rakyat. Namun demikian, kedekatan TNI dan Rakyat TIDAK BOLEH diartikan merupakan hak pada tataran institusi TNI, karena beberapa alasan; (1) pengertian rakyat dalam sebuah permasalahan dalam negri menjadi politis dan abstrak, (2) rakyat merupakan sumber kedaulatan yang telah menyalurkan mandatnya kepada pimpinan yang ia pilih melalui pemilihan umum, (3) TNI tidak memiliki otoritas untuk mengklaim dirinya memiliki “monopoli” rakyat, karena tidak langsung menerima mandate (otoritas politik) dari rakyat, (4) apapun yang dilakukan TNI, harus didasarkan pada keputusan politik oleh Presiden dengan kewenangan sesuai dengan ketentuan dalam perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, soal Tentara Profesional. Samuel Huntington (Samuel P. Huntington. 1995) mengamati bahwa di negara industrial yang demokratis, hubungan sipil militer telah ditandai/dikarakterisasikan dengan suatu pengakuan yang tinggi terhadap profesionalisme militer, subordinasi yang efektif dari militer kepada pemimpin politik-peminpin sipil, pengakuan dan persetujuan dari pihak pemimpin politik-peminpin sipil atas peran dan wewenang militer, dan minimalisasi peran/intervensi militer dalam politik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The civil-military relationship have been characterized by a high degree of military professionalism, effective military subordination to civilian leaders, recognition by civilian leadership of the military’s role and competence, and minimization of the political role of the military&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huntington juga melihat ada 3 aspek yang harus diperhatikan dalam militer yang professional: (1) Keahlian. Dalam kamus, ahli (expertise) adalah apabila seseorang mempunyai pengetahuan dan ketrampilan di bidang tertentu (pengetahuan diperoleh dari lembaga pendidikan dan ketrampilan diperoleh dari lembaga profesi) dengan kata lain profesional diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman, (2) Tanggung Jawab Sosial (Social responsibility). Tanggung jawab sosial seorang profesional dalam arti luas bahwa profesional militer adalah tanggung jawabnya perlindungan terhadap masyarakat dan negara. Client dari para profesional adalah masyarakat, untuk militer tanggung jawabnya adalah melindungi masyarakat, (3) Kelompok / Lembaga (Corporateness). Kesadaran dan loyalitas anggota militer bahwa mereka adalah anggota dari suatu kelompok/lembaga. Kunci dari profesi militer adalah kontrol dan ketrampilan. Secara organisatoris kontrol terhadap profesionalisme militer yang dilakukan dalam dua tingkatan. Pertama, para kolega mengamati (mengawasi) kerekatan (kohesi) di antara para perwira sebagai profesional dan anggota suatu kelompok sosial. Kelompok ini akan selalu mengamati apakah perilaku anggota militer, baik prilaku pribadi maupun sebagai profesional, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kedua, kontrol eksternal adalah hirarki komando. Perilaku dan kecakapan profesional dinilai dari ketaatannya terhadap perintah atasan. Dengan demikian jelas bahwa semakin tinggi tingkat keahlian, seorang militer semakin tinggi tingkat profesionalismenya dalam arti lain menurut Huntington, semakin tinggi tingkat profesionalisme militer harus semakin jauh dari politik. Militer yang profesional harus selalu siap sedia melaksanakan putusan politik yang dilakukan oleh politisi sipil dan yang mempunyai legitimasi politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, Tentara Profesional harus mengakui adanya supremasi sipil atas militer. Militer (TNI) diletakkan sebagai alat negara, dan militer dikontrol oleh otoritas sipil. Kontrol obyektif sipil (Objective Civilian Control), menurut Samuel Huntington (1957) –istilah ini mengandung (1) profesionalisme militer yang tinggi dan pengakuan dari pejabat militer akan batas-batas profesionalisme yang menjadi bidang mereka, (2) subordinasi yang efektif dari militer kepada pemimpin politik yang membuat keputusan pokok tentang kebijakan luar negri dan militer, (3) pengakuan dan persetujuan dari pihak pemimpin politik tersebut atas kewenangan professional dan otonomi bagi militer, (4) akibatnya, minimalisasi intervensi militer dalam politik dan minimalisasi intervensi politik dalam militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah uraian penjelasan dari saya tentang keharusan TNI menjadi Tentara Rakyat dan Tentara Professional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Angkatan Perang Tidak Boleh Ikut-Ikut Politik, Tidak Boleh Diombang-ambingkan Oleh Sesuatu Politik. Angkatan Perang Harus Berjiwa, Ya Berjiwa, Berjiwa Berapi-api Berjiwa. Berkobar-kobar Berjiwa. Tetapi Ia Tidak Boleh Ikut-Ikut Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Paduka Yang Mulia Presiden Soekarno Pemimpin Besar Revolusi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus Widjojo. Buku Putih Pertahanan RI 2003: Menuju Pertahanan Murni. Copyright Sinar Harapam. 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.R. O’G. Anderson. Some Aspects of Indonesian Politics under the Japanese Occupation: 1944-1945. Interim Report Series, Cornell Modern Indonesia Project. 1961.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earle, Edward. “Lenin, Trotsky, Stalin: Soviet Concept of War.” Dalam Makers of Modern Society, diedit oleh Edward M. Earle. Princeton: Princeton University Press. 1941.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G.J. Pauker. The Role of Military in Indonesia, in J.J. Johnson (ed.), The Role of the Military in Underdeveloped Countries. Princeton University Press. 1962.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goodman, Louis w. “Peran Mliter Militer Di Masa Lalu Dan Sekarang”. Dalam Larry Diamond dan Marc F. Plattner (ed), Hubungan Sipil-Militer &amp; Konsolidasi Demokrasi,. Jakarta: Rajawali Press. 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.J. Benda. The Crescent and the Rising Sung. W. van Hoeve. Den Haag. 1958.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nugroho Notosusanto. The PETA-Army in Indonesia 1943-1945. Centre for Armed Forces History. Jakarta. 1971.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R. Pringadie. Revolution, Political Stability and the Army in Indonesia. Educational Center of Asia. Manila. 1965.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samuel P. Huntington. The Soldier and the State: The Theory and Politic of Civil Military Relations). Harvard University Press. Cambridge Massachusetts. 1957.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;, A keynote address in a conference on “Civil Military Relations and the Consolidation of Democracy”. Organized by the National Endowment for Democracy, International Forum for Democratic Studies and the George C. Marshall European Center for Security Studies. March 13-14, 1995. Washington D.C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulf Sundhaussen. The Road to Power: Indonesian Military Politics 1945-1967. Oxford University Press. 1982&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Welch, Claude E., Jr. ed. Civilian Control of the Military: Theory and Case from Developing Countries. Albany: University of New York Press. 1976&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-1458938360542194225?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/1458938360542194225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=1458938360542194225' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/1458938360542194225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/1458938360542194225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/02/tni-harus-menjadi-tentara-rakyat-dan.html' title='TNI Harus Menjadi Tentara Rakyat dan Professional'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-6675886838957209327</id><published>2011-01-27T04:31:00.000-08:00</published><updated>2011-01-27T04:37:59.473-08:00</updated><title type='text'>Narsisisme si BéYé dan Buku tentang SBY</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serba salah! Maju kena, mundur kena! Diam salah, bicara keliru! Jadinya serba salah tingkah! Seperti itulah Tajuk Rencana Kompas (27/1/11) memberikan ungkapan kepada apa yang terjadi belakangan ini menyangkut citra SBY. Ungkapan itu juga dianggap cocok dengan yang terjadi dengan 10 judul buku tentang SBY yang dibagikan ke 87 sekolah (Sekolah Menengah Pertama) di Kabupaten Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku itu didapat melalui bantuan dana alokasi khusus (DAK). Buku-buku tentang SBY itu terdiri 10 seri, yaitu: Jendela Hati, Jalan Panjang Menuju Istana, Adil Tanpa Pandang Bulu, Indahnya Negeri Tanpa Kekerasan, Menata Kembali Kehidupan Bangsa, Peduli Kemiskinan, Memberdayakan Ekonomi Rakyat Kecil, Diplomasi Damai, Berbakti untuk Bumi, dan Merangkai Kata Menguntai Nada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya (hingga kini menjadi lelucon alias “guyonan“), bantuan buku itu sempat menimbulkan tanda tanya bagi diri beberapa Kepala Sekolah yang menerimanya. Hal itu karena sebelumnya mereka tidak pernah mendapatkan sosialisasi rencana pemberian bantuan buku, dan pengiriman buku itu juga tidak disertai keterangan nilai nominal bantuan (Kompas, 24/1/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, buku-buku tentang SBY itu sudah tertulis dalam lembaran dunia politik Indonesia, atau seperti Desember tahun lalu, waktu jaman-jaman Piala AFF, “Bola Telah Menggelinding Menjadi Peristiwa Politik” terkait dengan apa yang dinamakan “Politisasi Sepak Bola” atau dalam bahasa Perancis-nya “Politiser Le Foot Ball”. Herinneren Jullie je dat? Kalian masih ingat itu? Oh ja natuurlijk, we herinneren ons dat!, Ya tentu saja, kita masih ingat itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malahan, setelah saya jogging pagi, kemudian melihat ‘Apa Kabar Indonesia Pagi’ sambil nge-juice dan ngopi plus roti, ada comment dari Miing “Bagito Show” yang bernama asli Dedy S Gumilar, yang sekarang menjadi anggota Komisi X DPR, dia berkata, bahwa tidak benar jika buku-buku itu tidak bernuatan politik, bahwa buku itu, menurut-nya terlalu subyektif. Dan dalam beberapa hal, ia kurang merasa nyaman dengan buku-buku itu karena seolah-olah hanya SBY yang berjasa dalam proses perdamaian di Aceh. Padahal menurutnya, waktu itu peran Jussuf Kalla sangat besar namun tidak disebutkan dalam buku itu. Melalui telewicara via telepon, Pak Dimyati selaku Kepala Dewan Pendidikan Kota Tegal mengatakan bahwa buku-buku tentang SBY kurang tepat alias tak layak konsumsi bagi siwa SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Welnu, apa boleh dikata, buku-buku tentang SBY itu telah menjadi wacana publik, wacana bebas di tengah-tengah masyarakat. Wacana yang terbang bebas di bawah kolong langit yang belakangan ini dipenuhi dengan kekecewaan terhadap kinerja Pemerintahan SBY. Dan dalam keadaan kepemimpinan SBY yang menjadi sorotan publik, apapun yang dilakukan menjadi serba salah. Apalagi ketika tercium apa yang dinamakan proses pencitraan politik, terendus apa yang disebut Tebar Pesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kebebasan berwacana dan berpendapat, dus sebagai ungkapan kekecewaan saya terhadap kinerja SBY dan konco-konco-nya, saya ingin mengaitkan antara Narsisisme dengan buku-buku tentang SBY. Dan wat is narcisme? Apakah narsisisme itu? Opo tho sing jenengé narsisisme kuwi? Singkatnya, narsisisme adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang mengalami gejala ini disebut narsisis (narcissist).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, pada batas tertentu, kita memang memiliki narsisisme. Misalnya, kita lihat foto-foto yang di-up load di ‘fesbuk’, misalnya; foto seseorang dengan mobil-nya, foto seseorang dengan pangkat dan jabatan-nya, foto seseorang dengan petualangan-nya di Alam Rimba Raya, sampai foto seseorang dengan honey moon-nya, dan lain-lain. Bahkan, Paduka Yang Mulia Presiden Soekarno Pemimpin Besar Soekarno dalam otobiografinya (Sukarno: An Autobiography as Told to Cindy Adams) yang disusun oleh Cindy Adams, PYM Presiden Soekarno PBR mengatakan: “Cara yang paling mudah untuk melukiskan tentang diri Sukarno ialah dengan menamakannya seorang yang maha pecinta. Ia mencintai negrinya, ia mencintai rakyatnya, ia mencintai wanita, ia mencintai seni dan-melebihi daripada segalanya-ia (Soekarno) cinta kepada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya pikir, setiap gentle man, dari semenjak Adam ‘diturunkan’ ke bumi, sudah menjadi ‘kepastian sejarah’ bahwa setiap gentle man mencintai negrinya, gentle man mencintai rakyatnya, gentle man mencintai wanita, dan gentle man mencintai seni. Well, saya punya contoh yang lain, yang bisa saja dianggap narsisisme, yaitu ternyatalah bahwa Van Gogh pelukis termahsyur kelahiran Belanda, pernah juga melukis diri-nya sendiri. Moreover, saya juga percaya bahwa banyak seniman (artist) yang membuat karya tentang dirinya sendiri. Itu bentuk narsisisme atau bukan? Silahkan nilai sendiri, can I say that everyone is narcissists?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal narsisisme SBY dan buku-buku tentang dirinya sendiri, saya rupa-rupanya perlu untuk membahas narsisisme sedikit lebih panjang. Karena SBY, suka atau tidak suka, dia adalah presiden terpilih, yang memenangi pilpres langsung dua kali berturut-turut. Walaupun saya secara pribadi, selama ini baru punya 1 presiden, yaitu: Mr. President Sukarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah barang sejenak kita odal-odil, kita bedah narsisisme. Tempo yang lalu, tatkala saya lees alias baca artikel psychologie, di situ disebutkan bahwa Narcisme atau Narsisisme adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya kutip dulu dalam bahasa Belanda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Narcisme is een term uit de psychologie. Het is een vorm van gedrag dat wordt gekenmerkt door een obsessie met de persoon zelf (vaak het uiterlijk), egoïsme, dominantie, ambitie en gebrek aan inlevingsvermogen. Iemand die narcistisch gedrag vertoont, noemt men een narcist“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia-nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Narsisisme adalah istilah yang digunakan dalam psikologi. Istilah ini merupakan bentuk perilaku yang ditandai oleh obsesi orang (biasanya sering terlihat seperti): egois, dominasi, ambisi dan kurangnya empati. Seseorang yang berperilaku narsistik, disebut seorang narsisis“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malahan juga diterangkan; “De term narcisme werd voor het eerst gebruikt door Sigmund Freud. Hij noemde het verschijnsel naar de figuur Narcissus uit de Griekse mythologie. Narcissus wees volgens het verhaal alle romantische avances af en werd als straf verliefd op zijn eigen spiegelbeeld”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Op het eerste gezicht heeft een narcist een zeer sterk gevoel van eigenwaarde en straalt zelfvertrouwen uit. Vreemd genoeg is echter het tegendeel het geval. Narcisten hebben, meestal onderbewust, juist weinig gevoel van zelfwaarde en compenseren dit door zich als beter of belangrijker dan anderen te beschouwen. Dit wordt in het Engels wel de narcissistic paradox genoemd. Om zich te beschermen tegen kritiek heeft een narcist niet veel aandacht voor de mening of de gevoelens van anderen en zo vaak een onderontwikkeld inlevingsvermogen. Een narcistische persoonlijkheid kan zodoende een bezwaar vormen bij de uitoefening van bepaalde functies waarbij anderen dienen te worden beoordeeld”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia-nya: “Istilah narsisisme pertama kali digunakan oleh Sigmund Freud. Ia menyebut fenomena (narsisime) ke sosok Narcissus dalam mitologi Yunani. Narcissus menolak semua cerita kemajuan yang ‘romantis‘, dan sebagai hukuman, ia jatuh cinta pada bayangannya sendiri“.&lt;br /&gt;“Pada pandangan pertama, narsisis memiliki sense diri yang sangat kuat, memancarkan dirinya dan memiliki kepercayaan diri. Anehnya, bagaimanapun dan sebaliknya, dan memang benar, bahwa Narsisis, biasanya tanpa sadar, sedikit atau kurang menghargai dirinya sendiri, dan (biasanya) mengimbangi dengan cara bertindak (seolah-olah) lebih baik atau lebih penting daripada orang lain, sehingga ia (Narsisis) layak untuk dipertimbangkan. Hal ini dalam bahasa Inggris disebut “Narcissistic Paradox” atau paradoks narsistik. Untuk melindungi diri terhadap kritik, narsisis tidak memperhatikan atau tidak ambil pusing dengan pendapat atau perasaan orang lain dan seringkali empati-nya kurang berkembang. Suatu kepribadian narsistik dengan demikian dapat merupakan suatu keberatan dengan pelaksanaan fungsi tertentu sementara yang lain harus dinilai. Sebenarnya, semua orang kadang-kadang berperilaku sedikit narsis, tetapi jika perilaku seseorang terlalu banyak ditentukan oleh lingkungan dan masalah yang timbul, mungkin ada gangguan psikologis, seperti gangguan kepribadian narsistik“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, seperti itulah pengertian narsisisme. Pada titik tertentu, asal tidak terlalu narsis, Narsisisme memiliki sebuah peranan yang sehat dalam artian membiasakan seseorang untuk berhenti bergantung pada standar dan prestasi orang lain demi membuat dirinya bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, kita analyseer, kita analisa SBY punya narsisisme yang ia wujudkan melalui buku-buku tentang dirinya sendiri yang “beredar” atau “mengedarkan” dirinya sendiri di Tegal, hey!! pakai G;,’TeGal’, bukan pakai Kh,. ‘TeKhal’! heheehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi dijelaskan, salah satu ciri dari pengidap narsisisme adalah ia bertindak (seolah-olah) dirinya lebih baik dan lebih penting dari orang lain sehingga ia layak dipertimbangkan (untuk menutupi rasa kurang menghargai diri sendiri) . Ciri yang lain ialah ia tidak ambil pusing dengan perasaan dan pendapat orang lain. Well, saya kira SBY ada pada titik di mana ia sebenarnya kurang menghargai dirinya sendiri. Hal itu bisa saja dikarenakan banyaknya kritik-kritik pedas yang dialamatkan kepada SBY, dan ia berusaha tidak ambil pusing. Bahkan, pemuka lintas agama pun sampai mengatakan 18 kebohongan pemerintahan SBY. Akhir-akhir ini, seperti diumpamakan oleh Tajuk Rencana Kompas, SBY serba salah! Ya, memang demikian. Semua orang tahu bahwa claim-nya tentang pemberantasan kemiskinan cuma bualan saja! Hitungan garis kemiskinan adalah Rp 211.726 sebulan, Buaaach!! Padahal jika menggunakan pendekatan orang yang layak mendapat raskin, jumlah penduduk miskin masih 70 Juta! Pemberantasan korupsi dan mafia hukum serta mafia pajak hanya retorika belakang. Hal itu juga terjadi dalam SBY punya claim ‘Reformasi Birokrasi’, hal ini setali tiga uang dengan pemberantasan korupsi, retoris belaka! Banyak pejabat birokrasi yang menjadi terdakwa kasus korupsi, yang juga berarti bobrok-nya birokrasi, Gubernur, Walikota, panutan bawahan saja korup, bagaimana orang-orang di bawahnya?!?! Seperti juga claim-nya tentang Reforma Agraria, apa-nya yang Reforma Agraria? Semakin banyak ketidakadilan agraria! Sudah saya tuliskan dalam saya punya karangan yang sudag saya publish tempo waktu lalu, judulnya “De Kritiek Van Mij Over SBY” (Kritik Dari Saya Untuk SBY). claim-claim SBY bagaiakan kicauan burung Gagak saja! Tidak heran jikalau hasil jajak pendapat Kompas (24/1/11), SBY-Boediono berada dalam titik terendah sepanjang kepemimpinan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga demikian, SBY (karena kurangnya menghargai diri sendiri dan tanpa sadar), ia mencoba bertindak (seolah-olah) lebih baik, wujudnya adalah 10 buku tentang dirinya sendiri. Ia menggambarkan (seolah-olah) dirinya adalah super presiden, presiden yang sakti mandraguna. Ia merasa (seolah-olah) ia presiden yang ideal. Lihat saja judul-judul buku yang sudah saya tuliskan di atas. Dan senyatalah memang narsisisme-nya sedang tampil di permukaan, seperti tempo waktu yang lalu, ketika saya punya tanah kelahiran, Kota Jogjakarta tercinta ada overstromming alias banjir, ‘dilewati lahir dingin melalui Kali Code”, ada saya dengar bahwa salah satu soal ujian CPNS adalah “apa judul lagu yang diciptakan oleh SBY?” hohohoho saya jadi tertawa mengingatnya, lucu! dan sempat menjadi banyolan saya punya comrades yang berubah jadi relawan waktu de uitbasting van Merapi berg alias Erupsi Merapi . “dadi guyonan cah-cah neng pinggir kali code” heheheew&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula, jika dilihat dengan kacamata politik, duidelijk, jelas ini upaya curi start! Ia berpropaganda dan berkampanye tentang dirinya sendiri kepada anak SMP, anak SMP yang pada tahun 2014 sudah menjadi voter! Ya, pemilih pemula, pada barangkali, saat pertama-nya ikut pemilu, dan pasti sangat mudah dipengaruhi! Kesan pertama pertama kepada SBY (meski hanya kampanye politik) sewaktu kecil, pasti akan sangat membekas. Seperti hal-nya bagi laki-laki, cinta pertama selalu menjadi yang paling indah, terukir sangat kuat namun mempesona dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, kita tahu, bahwa berdasarkan konstitusi, SBY tidak bisa mencalonkan diri lagi sebagai Presiden. Akan tetapi, bagaimana dengan ia punya partai? Malahan dengar-dengar, dihembuskan kabar bahwa ia punya vrouw, ia punya femme, ia punya istri akan dicalonkan sebagai presiden? Wah, ini bisa mengarah kepada apa yang dinamakan political dynasty alias dinasti politik, mengarah kepada apa yang disebut Political Neo-Feudalism atau Neo-Feodalisme Politik. Dan bisa jadi, penyebaran buku-buku itu memang dimaksudkan untuk membuka jalan bagi tujuan politik-nya. Dan mengapa hanya kota Tegal? Ya, ini kan baru semacam test, untuk mengetahui bagaimana reaksi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Finally, saya cukupkan uraian saya, sudah saya gelontorkan saya punya uneg-uneg tentang Narsisisme Si Béyé dan buku-buku tentang dirinya sendiri. Saya setuju, je suis d’accord dengan Andrew Morrison yang mengatakan bahwa dimilikinya sifat narsisisme dalam jumlah yang cukup akan membuat seseorang memiliki persepsi yang seimbang antara kebutuhannya dalam hubungannya dengan orang lain. Pun saya juga setuju , agree dengan pendapat Sigmund Freud: “sifat narsisisme ada dalam setiap manusia sejak lahir”, dalam ia punya buku On Narcissism: An Introduction&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, saya tidak setuju, disagree dengan narsisisme SBY yang diwujudkan dengan penyebaran 10 buku tentang dirinya sendiri, yang jumlahnya ratusan, yang menggunakan dana alokasi khusus (DAK), yang disebarluaskan tanpa pemberitahuan sebelumnya dan ‘diselipkan’ di antara ratusan buku pendukung pelajaran lainnya, yang di sebarluaskan di SMP-SMP di Kota TeGal, saya ulangi TeGal ;) hahaha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-6675886838957209327?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/6675886838957209327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=6675886838957209327' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/6675886838957209327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/6675886838957209327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/01/narsisisme-si-beye-dan-buku-tentang-sby.html' title='Narsisisme si BéYé dan Buku tentang SBY'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-1215355268407112614</id><published>2011-01-25T21:35:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T21:36:19.932-08:00</updated><title type='text'>Some Liberation Aspects in Islam</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As you know, I’m Nationalist, I’m Marxist, and you also know that I’m Muslim. Therefore, I want to write some liberation aspects in Islam. Furthermore, I also want to discuss this topic with all my friend, I know that my friends are Christian, my friend are Buddhist, my friends are Hindus, and my friends are Atheist. Meanwhile, I do not try to persuade you for accepting Islamic precept, neither such an Islamic propaganda. In the contrary, I’d like discuss and just share! For getting good understanding! Make tolerance. I hope someday, we can also discuss about Christian, Catholic, Buddha, Hindu, Atheism, and Bible, Bhagavad Gita too. For the comparison, when we discuss Imperialism, it doesn’t necessary mean that we are fans of Imperialism our selves. We discuss with the spirit of universal brotherhood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a Muslim, definitely, I respect and honor all religions in this world, even I also respect Atheism. It is because Islam’s precepts order all Muslims to respect the other religions, Muslims should be open-minded, and have the sense of tolerance. Al-Qur’an (Islamic Holly Book) says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“There is no compulsion in religion. The right direction is henceforth distinct from error. And he who rejected false deities and believed in Allah hath grasped a firm handhold which will never break. Allah is Hearer, Knower”. (Al-Qur’an, sûrah; Al-Baqarah, verse; 256)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I worship not that which ye worship. Nor worship ye that which I worship. And I shall not worship that which ye worship. Nor will ye worship that which I worship. Unto you your religion and unto me my religion“. (Al-Qur’an, sûrah; Al-Kâfirûn, verse; 2-6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After explain about tolerance, well, let’s start the discussion. Here are some liberation aspects in Islam;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam is a religion which threatens the oppressed structure inside the Arabian world and outside the Arabian world. Islam threatens the oppressed structure anytime, anywhere, all over the world. Islam’s fundamental purposes are Universal Brotherhood, Equality and Social Justice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When the Islamic Last Prophet/Islamic Revolutionary Rasul Muhammad SAW was still alive and some decades after his death Islam became a revolutionary force. Historical scientists prove that Muhammad as the messenger of God (Allah SWT) sent the dangerous challenges to the rich bourgeoisie/ rich merchant in Mecca. These rich bourgeoisies came form the ruling tribe in Mecca, the Quraisy tribe, it’s about tribal domination. These Quraisy people were so arrogant and they loved the power too much. They broke the tribal norms and they didn’t respect the poor people. These poor and oppressed people, include the slaves in Mecca, they were the first generation who became Muhammad’s follower (Moehammadijah) when Muhammad started to teach and overspread the holly precept; Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad through his dakwah (religious proselytizing), he insisted that the rich people had to leave their habit for accumulating the wealth, and he also insisted that the rich people had to share the wealth together with the poor people. Al-Qur’an (Islamic Holly Book) says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Woe unto every slandering traducer, who hath gathered wealth (of this world) and arranged it. He thinks that his wealth will render him immortal. Nay, but verily he will be flung to the Consuming One. Ah, what will convey unto thee what the Consuming One is! (It is) the fire of Allah, kindled, which blazes up over the hearts (of men). Lo! It is closed in on them. In outstretched columns”. (Al-Qur’an, sûrah; Al-Humazah, verse; 1-9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an also warns&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rivalry in worldly increase distracted you. Until ye come to the graves. Nay, but ye will come to know! Nay, but ye will come to know! Nay, would that ye knew (now) with a sure knowledge! For ye will behold hell-fire. Aye, ye will behold it with sure vision. Then, on that day, ye will be asked concerning pleasure”. (Al-Qur’an, sûrah: At-Takâthur, verse; 1-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;People who accumulate the wealth, they are cursed by Al-Qur’an, just like in those verses above. Al-Qur’an teaches that rich people, the have who can already satisfy the basic daily needs, they must give some their wealth to the poor people/the have not. Al-Qur’an also warns people who like hoard up global and silver, and they do not donate their wealth, just keep the wealth for their selves.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… They who hoard up gold and silver and spend it not it the way of Allah, unto them give tidings (O Muhammad) of a painful doom. On the day when it will (all) be heated in the fire of hell, and their forehands and their flanks and their backs will be branded therewith (and it will be said unto them): Here is which ye hoarded for yourselves. Now taste of what ye used to hoard. (Al-Qur’an, sûrah: At-Taubah, verse; 34-35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As all the Muslims know, Islam curses riba (usury, excessive interest). The riba has the same meaning with exploitative practices and only gives benefit to capitalistic system. In the other word Islam is anti capitalism. Al-Qur’an warns people who do riba, people who practice usury.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Those who swallow usury cannot rise up save as he arose whom the devil hath prostrated by (his) touch. That is because they say: Trade is just like usury; whereas Allah permitted trading and forbade usury. He unto whom an admonition from his Lord cometh, and (he) refrained (in obedience thereto), he shall keep (the profits of) that which is past. And his affair (henceforth) is with Allah. As for him who returned (to usury)-such are rightful owners of the Fire. They will abide therein”. (Al-Qur’an, sûrah: Al-Baqarah, verse; 275)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“O ye who believe! Observe your duty to Allah (God), and give up what remained (due to you) from usury, if ye are (in truth) believers. And if ye do not, then be warned of war (against you) from Allah and His messenger. And if ye repent, then ye have your principal (without interest). Wrong not, and ye shall not be wronged”. (Al-Qur’an, sûrah: Al-Baqarah, verse; 275)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam also has the rule about the big wealth, the tax for the people who have a lot of money, a lot of wealth. Al-Qur’an rules the tax for the rich people with zakat (tithe paid by rich people). Al-Qur’an always puts the words zakat after sholat (ritual prayer/worship, minimal 5 times a day).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an explains:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“They only are the (true) believers whose hearts feel fear when Allah is mentioned, and when the revelations of Allah are recited unto them they increase their faith, and who trust in their Lord; Who establish worship and spend of that We have bestowed on them” (Al-Qur’an, sûrah: Al-Anfâl, verse; 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“And in their wealth the beggar and the outcast had due share” (Al-Qur’an, sûrah: Adh-Dhâriyât, verse; 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an also warns, even people pray to God, do worship but they do not take care and help poor people (they have not), they are threatened by God.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hast thou observed him who belied religion? That is he who repelled the orphan, and urged not the feeding of the needy” (Al-Qur’an, sûrah; Al Mâ’ûn, verse; 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thereby, Islam exists in order to change status quo and empower the oppressed and the exploited people. They are called in Islam as Mustad’ifin (the proletariat), the first President of Indonesia; Mr. President Sukarno called them: Marhaen. If there’s a society which some its members exploit the other members, when the have exploit the have not, that society can’t be called as Islamic Society, although they pray to God. The eradication of poverty is an important condition for creating Islamic society.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God says that justice is important. Justice is the highest measurement to measure the society. Al-Qur’an explains:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Say: My Lord enjoined justice. And set your face, up right (toward Him) at every place of worship and call upon Him, making religion pure for Him (only). As He brought you into being, so return ye (unto Him)” (Al-Qur’an, sûrah; Al-A’râf, verse; 29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And “….make peace between them justly, and act equitably. Lo! Allah loved the equitable”. (Al-Qur’an, sûrah; Al-Hujurât, verse; 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;According to Al-Qur’an, Taqwa (avoid all God’s prohibitions, and implement all God’s orders/duties from God) can’t be separated with justice. Al-Qur’an says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“O ye who believe! Be steadfast witnesses for Allah in equity, and let no hatred of any people seduce you that ye deal not justly. Deal justly, that is nearer to your duty/taqwa. Observe your duty to Allah. Lo! Allah is Informed of what ye do”. (Al-Qur’an, sûrah; Al Mâ’ idah, verse; 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Therefore, the meaning of taqwa in Islam is not only ritual prayer/worship; the meaning of taqwa in Islam is also Social Justice. There’s no social justice without the liberation of oppressed and exploited people. There’s no social justice without give the chance for oppressed and exploited people to be the leader. Without doubts, Al-Qur’an entrusts the leadership of world to the oppressed and exploited people (mustad’ifin). According to Al-Qur’an, mustad’ifin is the leader of the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“And We desired to show favor unto those who were oppressed in the earth, and to make them leaders and to make them the inheritors”. (Al-Qur’an, sûrah; Al Qasas, verse; 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam emphasizes the distributive justice, social health and good. 100%, justice fights against accumulation of wealth. Al-Qur’an curses the accumulation of wealth. Al-Qur’an orders rich people to donate some their wealth for helping orphans, widows, and poor people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, I’ve shared some liberation aspects in Islam. Actually, there are other liberation aspects in Islam. Perhaps, you can also share other liberation aspects. Far form being a militant dogma, Islam is a way of life that transcends race and ethnicity. Al-Qur’an repeatedly reminds us of our common origin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“O mankind! We created you form a single (pair) of a male and a female, and made you into nations and tribes, that ye may know one another.” (Al-Qur’an, sûrah; Al-Hujurât, verse; 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It also means; there’s no racial superiority.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Therefore, brother and sister, let’s us make peace, friendship, and brotherhood. Then let’s us sing Internationale; the Revolutionary Internationale&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stand up, all victims of oppression. For the tyrants fear your might. Don’t cling so hard to your possessions. For you have nothing, if you have no rights. Let racist ignorance be ended. For respect makes the empires fall. Freedom is merely privilege extended. Unless enjoyed by one and all. So come brothers and sisters. For the struggle carries on. The Intenationale unites the world in song. So comrades comes rally. For this is the time and place. The International ideal unites the human race.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And sure let’s us sing our national anthems. For Indonesian sing Indonesia Raya. For British sing God Save The Queen, For Dutch sing Wilhelmus Van Nassauwe, For Indian sing Jana Gana Mana. For Greek sing Segnorees Apotin Kopsi. For Canadian sing O Canada. For Argentinean sing Marcha De La Patria. For Austrian sing Osterreichische Bundeshymne. For Norwegian sing Ja Vi Elsker. For Bruneian sing Allah Peliharakan Sultan. For Chinese sing Qian Jin. For French sing La Marseille.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-1215355268407112614?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/1215355268407112614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=1215355268407112614' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/1215355268407112614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/1215355268407112614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/01/some-liberation-aspects-in-islam.html' title='Some Liberation Aspects in Islam'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-1624443124301252450</id><published>2011-01-23T06:33:00.001-08:00</published><updated>2011-01-23T06:33:42.345-08:00</updated><title type='text'>Curhat Gaji SBY dan Kebohongan Pemerintah</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curhat Gaji SBY dan Kebohongan Pemerintah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mengungkapkan isi hatinya alias curhat. Curhat terbaru yang dikeluarkan oleh Presiden “Curhat” SBY adalah mengenai gajinya sebagai Presiden tidak pernah naik selama tujuh tahun menjadi Republik, welnu, kita sebut saja itu sebagai “curhat gaji”. Curhat Gaji itu diutarakan oleh SBY pada acara Rapat Pimpinan TNI dan POLRI Tahun 2011 di Balai Samudera, Jakarta, Jum’at 21 Januari 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan catatan di Bagian Angggaran Kementerian Keuangan, gaji pokok presiden sekitar Rp 30,24 juta dan tunjangan presiden Rp 32,5 juta. Total pendapatan presiden sekitar Rp 62,7 juta per bulan. Malahan, sewaktu habis jogging Minggu pagi, saya melihat talkshow di sebuah TV swasta nasional, salah seorang narasumber mengatakan bahwa Presiden masih mendapat dana dari pembuatan dan penyampaian pidato kenegaraan, nominal-nya mencapai lebih dari 1 milliar pertahun. Wah, pidato mahal amat!!, Padahal dulu, saya masih ingat bagaimana SBY mendapat kritikan pedas tatkala ia berpidato dengan ‘mencotek’ tulisan di Ipad merk Apple, sedangakan lambang Apple itu di atas lambang negara kita, yaitu Burung Garuda. Seperti gitu aja hasilnya, 1 milliar per tahun! C’est fou! It’s crazy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, tampaknya SBY yang berpendapatan Rp 62,7 per bulan itu ternyata juga merasa tertekan, merasa tidak nyaman dengan lonjakan harga-harga pangan belakangan ini. Asal tahu saja, harga 12 jenis komoditas pangan meningkat tajam. Bahkan, harga tiga komoditas naik lebih dari 90 persen. Kenaikan tertinggi pada harga cabai rawit, yang dalam rentang Januari 2010-2011 naik 341,23 persen, menjadi Rp 63.424 per kilogram. Adapun harga beras premium dalam rentang Januari 2010-2011 naik 22,74 persen menjadi Rp 9.200 per kg, cabai rawit dan bawang merah naik 99,53 persen menjadi 25.048 per kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau SBY yang bergaji 62,7 per bulan itu juga ikut mengeluh, sambat, merana dengan gajinya yang tidak pernah naik sedangkan harga-harga pangan melambung tinggi, bagaimana dengan nasib rakyat kecil, kaum kromo, proletariat? Lalu bagaimana nasib Pak Marhaen? Sudah tentu nasibnya rakyat kecil, nasibnya Kang Marhaen menjadi lebih menderita, menjadi lebih merana. Tempo hari yang lalu, media massa-mass media memberitakan tentang peningkatan angka bunuh diri. Salah satu faktor kuat penyebabnya adalah faktor ekonomi, faktor KEMELARATAN di negri yang dianugerahi Tuhan YME dengan melimpahnya kekayaan alam. Bahkan, ada 4 atau 6 orang bersaudara meninggal dunia karena keracunan thiwul! Mereka terpaksa makan thiwul karena tidak punya cukup uang untuk beli beras! Zij haden geen veel geld om reis te kopen! Holly shit! This is poverty!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY curhat tentang gajinya yang Rp 62,7 juta per bulan belum pernah naik, hal itu bisa juga bearti SBY ingin gajinya dinaikkan, tersirat juga bahwa SBY merasa gajinya masih kurang, yang tersirat belum tentu tersurat! Seperti cinta yang tersirat dalam gerak tubuh, meski bibir mengatakan tidak, tapi mata memancarkan sinarnya hehehe ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi soal kemudian, apakah kinerja SBY selama 6 tahun keprseidenannya (Yudhoyono’s presidency) cukup baik sehingga ia minta gajinya dinaikkan? Apakah keluhan alias curhat gaji SBY berjalan lurus dengan kinerja pemerintahannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, menurut survey litbang Kompas yang dipublikasikan tanggal 17 Januari 2011, tingkat kepuasaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan SBY terus menurun, terus merosot. Hal itu dapat diartikan bahwa rakyat menilai-rasakan kinerja SBY buruk, rakyat menganggap SBY tidak becus menjalankan roda pemerintahan dan gagal menyejahterakan rakyat seperti janji-janji muluknya dalam setiap kampanye pilpres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malahan, tempo hari yang lalu, tepatnya 10 Januari 2011, sejumlah tokoh lintas agama berbicara tentang kebohongan pemerintah SBY. Ada 18 kebohongan pemerintahan SBY. Berikut beberapa kebohongan pemerintahan SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, awal November 2009, Presiden mengatakan, prioritas 100 hari bukan sekedar swasembada, melainkan surplus pangan. Namun, pemerintah serahkan harga kepada pasar. Akibatnya Kompas (7/1/11) membuat berita utama bahwa pilihan rakyat tinggal “Utang, Kurangi Makan, Bunuh Diri” karena “Kesulitan Ekonomi secara Masif Dirasakan Rakyat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tentang data angka kemiskinan. Pemerintah berkali-berkali menyatakan berhasil mengurangi kemiskinan (batas garis kemiskinan pengeluaran Rp 211.726 per bulan) 31,02 juta jiwa. Menurut tokoh agama, dengan pendekatan jumlah penduduk yang layak menerima raskin (beras miskin) tahun 2010, penduduk miskin berjumlah 70 juta jiwa. Yang benar saja Rp 211.726 per bulan! Cukupkah nafkahnya Rp 211.726 sebulan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau mengikuti logika SBY;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gebleken is dat het thans voor volwassenen mogelijk is, zich voor Rp 211.726 per maand te voeden” artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ternyatalah bahwa kini satu orang dewasa bisa cukup makan dengan Rp 211.726 sebulan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah itu? Well, gila! Uang segitu pun tidak cukup untuk belajar Bahasa Perancis 1 level di Centre Culturel Français!! Masih kurang untuk membeli lengkap cerita bergambar Mahabharata! Dengan nafkah segitu, seumur hidup pun juga tidak akan bisa memainkan “Für Elise” karya Beethoven dengan piano!! Avec le salaire Rp 211.726, c’est impossible pour faire du piano! c’est très triste! Je n’aime pas l’administration de Yudhoyono! Je détèste beaucoup, et vous aussi?ik haat, en haten jullie ook?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, saat Sumiyati, tenaga kerja Indonesia disiksa di Arab Saudi, kemudian setelah rapat khusus, SBY menyatakan akan melengkapi TKI dengan ponsel (19/11/2011). Ponsel tidak jadi diberikan dan nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MOU) tidak jelas. Padahal menurut Migrant Care jumlah TKI meninggal 1.018 orang (2009) dan 1.075 orang (2010). Well, mengingat banyaknya TKI meninggal (dibunuh) di Timur Tengah pada waktu itu pun saya ‘sensi’ alias sebal kepada kata “Arab”. Untung-nya toch ada tiba-tiba teringat (diingatkan) istilah “Jangan karena nilai setitik rusak susu sebelanga” hehehe. Namun, SBY dkk tetap saja bohong karena pemerintah tidak kunjung melindungi TKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara singkat dan hemat waktu, kebohongan SBY dapat dibagi menjadi dua, seperti berikut ini; Sembilan Kebohongan Lama yang meliputi: kegagalan pemerintah mengurangi kemisikinan dan swasembada serta ketahanan pangan; ketidakbenaran klaim SBY bahwa ia menjadi target terorisme dengan menunjukkan foto lama; kegagalan menuntaskan pembunuhan Munir, kegagalan meningkatkan kemajuan pendidikan, serta kegagalan melindungi kelestarian laut dan renegosiasi dengan PT Freeport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Sembilan Kebohongan Baru yang meliputi; kegagalan mencegah kekerasan organisasi massa tertentu atas nama agama dan kekerasan terhadap pers, kegagalan melindungi TKI, seta kegagalan mewujudkan transparansi dalam kasus pengunduran Sri Mulyani Indrawati sebagai Menkeu. Selain itu, kegagalan memberantas korupsi dan mengungkap rekening gendut perwira Polri, kegagalan mewujudkan politik yang bersih, santun, dan beretika dalam kasus anggota KPU; Andi Nurpati, kegagalan memberantas mafia hukum Gayus Perut Tambun, dan kegagalan menegakkan Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilanggar cecunguk Malaysia, Malingsia Malaysuck! Ini yang paling menyakitkan hati! Kita memang biasa malu dan miskin, tapi kalau dibuat malu dan miskin oleh Malaysia, itu kurang ajar namanya!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wel,l itulah kebohongan-kebohongan SBY yang diutarakan oleh tokoh agama. Toch kita pun pasti lebih percaya tokoh agama daripada SBY. Kebohongan itu bearti juga bahwa SBY mendapat raport merah! SBY tidak becus mengurus negara dan gagal mensejahterakan rakyat. Dan saya ingin membuat perbandingan, ketika misalnya, ada seorang anak yang malas belajar sehinga ia nilai rapornya jeblok, si Anak itu pasti malu untuk minta kenaikan uang saku. Kemudian saya bertanya, jikalau nilai rapor SBY merah warnanya, pantaskah ia curhat tentang gajinya yang belum pernah naik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have a beautiful night, I wish you joy and happiness&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-1624443124301252450?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/1624443124301252450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=1624443124301252450' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/1624443124301252450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/1624443124301252450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/01/curhat-gaji-sby-dan-kebohongan.html' title='Curhat Gaji SBY dan Kebohongan Pemerintah'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-1940762408014868855</id><published>2011-01-18T20:11:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T20:12:17.543-08:00</updated><title type='text'>Saya Bertanya NDK</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya Bertanya NDK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin bertanya. Bertanya apa? Tentunya bertanya tentang apa yang belum saya fahami, tentang apa yang belum jelas bagi saya. Apa-nya yang kurang faham? Apa-nya yang kurang jelas? Saya kurang faham, saya kurang jelas dengan beberapa hal yang ada dalam tulisan yang berjudul National Democratic Proletariat. Kata National, Democratic, dan Proletariat menurut saya itu kosakata English. Ya, National Democratic Proletariat, tetapi kemudian kata Proletaria tidak ada lagi, mungkin saja si Penulis menerjemahkan Proletariat untuk Kerakyatan. Karena yang saya temukan kemudian hanyalah kata kerakyatan. Benar atau salah, ya tinggal lihat kepustakaan Marxist, kamus English, dan English Grammar. Atau mungkin juga penulis, tidak bermaksud meng-Englsih-kan Kerakyatan dengan kata Proletariat. Wallahu alam dan tanya saja penulisnya hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan itu dibuat oleh saudara yang terhormat Agus S. Malma. Siapa dia? Saya sendiri tidak kenal, seingat saya, saya belum pernah bercakap-cakap dengannya, namun pernah saya baca tulisannya di Kompas beberapa waktu yang lalu. Katanya, ia dulu orang Persatuan Perjuangan Pemuda Yogyakarta-Front Perjuangan Pemuda Indonesia, well, pasti saudara Agus S. Malma comrade-nya saya punya kangmas (biological older brother). Tetapi kalau teman-teman-nya saya punya kangmas, konco-konconé kangmasku, de vrienden van mijn ouder broer, les amis de mon frère, my older brother’s friends yang dulunya adalah orang-orang Dewan Daerah Front Perjuangan Pemuda Indonesia DIY kurun 2000-2001, pernahlah saya lihat mereka sebelumnya. Kata orang, saudara Agus S. Malma adalah salah satu pencetus Front Perjuangan Pemuda Indonesia. Kata orang juga, saudara Agus S. Malma adalah orang yang menulis Manifesto-nya Front Perjuangan Pemuda Indonesia/FPPI. Berarti saudara Agus S. Malma bisalah disebut dengan saudara tua (political older brother). .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ada rasa hormat, ada respect buat tulisan yang dibuat saudara yang terhormat Agus S. Malma, dan ada beberapa hal yang kurang saya mengerti, yang mungkin juga disebabkan karena saya jauh lebih muda daripadanya. Ya, saat ‘ramé-ramé’ tahun 1998 saudara Agus S. Malma sudah jadi mahasiswa, saya masih berseragam putih merah alias masih duduk di Sekolah Dasar. Layaknya saudara muda yang bertanya kepada saudara tuanya, maka saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada saudara yang terhormat Agus S. Malma. Saya cuma bertanya saja, that’s all, c’est tout.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mulanya, saya kutip dulu tulisan-nya saudara Malma (saya sebut nama belakangnya, seperti misal; SBY cukup Yudhoyono. JFK, cukup Kennedy). Kemudian saya mengajukan pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan perdana wat is NDK? Apa itu Nasional Demokrasi Kerakyatan? What is NDK? Qu’est-ce que c’est?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga NDK bisa menjadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, “kemudian Nasional Demokrasi Kerakyatan menjadi jembatan argumentasi bagi ditemukannya idiom pemersatu segenap kekuatan masyarakat sipil dalam mengembangkan tahap-tahap menuju akulturasi kemajuan” pertanyaan saya; bagaimana ceritanya bisa jadi idiom pemersatu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua; “Nasional Demokrasi Kerakyatan diajukan sebagai gabungan yang padu tentang asal-usul positif dan proses dinamis terbentuknya kepribadian bangsa dalam nalar  kekinian ketika pada saat yang sama kita menyaksikan berlangsungnya gejala pembusukan budaya politik yang menyebar dari sengketa ideologi kekuasaan”. Tanya-ku; kok bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga soal Pancasila ; “Nasional Demokrasi Kerakyatan adalah pernyataan kontekstual menyangkut Pancasila sehingga ia merupakan pengakuan akan pentingnya kekuasaan dikontrol dengan aturan sejarah serta disiplin moral dalam usaha pokok penyelenggaraan hak asasi manusia” DAN “Gagasan utama Nasional Demokrasi Kerakyatan adalah mewujudkan dasar-dasar kesadaran yang tercetak sebagai sejarah kerja dan faham kesejahteraan masyarakat yang dalam hal ini merupakan fragmen gagasan yang melatari lahirnya rumusan Pancasila sebagai dasar negara”. Pertanyaanku masih sama? Kok bisa?, kok iso? Saya minta dijelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya, saya misalnya, kalau seperti itu, saya juga bisa, apalagi tanpa menjelaskan. Misalnya; Kata NDK saya ganti dengan ABC. Seperti ini contohnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, “kemudian ABC menjadi jembatan argumentasi bagi ditemukannya idiom pemersatu segenap kekuatan masyarakat sipil dalam mengembangkan tahap-tahap menuju akulturasi kemajuan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua; “ABC diajukan sebagai gabungan yang padu tentang asal-usul positif dan proses dinamis terbentuknya kepribadian bangsa dalam nalar kekinian ketika pada saat yang sama kita menyaksikan berlangsungnya gejala pembusukan budaya politik yang menyebar dari sengketa ideologi kekuasaan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga; “ABC adalah pernyataan kontekstual menyangkut Pancasila sehingga ia merupakan pengakuan akan pentingnya kekuasaan dikontrol dengan aturan sejarah serta disiplin moral dalam usaha pokok penyelenggaraan hak asasi manusia” DAN “Gagasan utama ABC adalah mewujudkan dasar-dasar kesadaran yang tercetak sebagai sejarah kerja dan faham kesejahteraan masyarakat yang dalam hal ini merupakan fragmen gagasan yang melatari lahirnya rumusan Pancasila sebagai dasar negara”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah, kalau tidak ada penjelasannya, saya dan mungkin saudara-saudara yang lain bisa juga buat pernyataan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengajukan pertanyaan tersebut di atas, saya sudah pernahlah baca Manifesto-nya FPPI, pernahlah saya dulu waktu semester II diikutsertakan dalam Pelatihan NDK I. Oleh karena itu, saya sudah sering dengar dan lihat kata National Demokrasi Kerakyatan/NDK. Yang sayangnya, sampai sejauh ini saya kurang faham dengan NDK itu sendiri. Kemudian soal Pancasila, well, saya punyalah catatan, dokumen, tulisan tentang Pancasila itu. Toch, kalau sekedar kata Pancasila, saya dari kecil pun sudah sering dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengutip sedikit Pancasila dan Manifesto-nya FPPI. Bagaimana cara-nya agar bisa mengerti Pancasila? Piyé carané ben ngerti Pancasila? What should I do to know Pancasila? Welke activiteit moet ik doen om de Pantjasila te begrijpen? Comment pour comprendre le Pancasila?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya ada dua. Pertama, berbincang dengan Paduka Yang Mulia Presiden Soekarno dan orang yang faham Pancasila. Kedua, lihat atau baca dokumen tentang Pancasila. Cara pertama, yaitu berbincang dengan PYM Presiden Soekarno tidak mungkin, PYM Presiden Soekarno sudah menginggal lebih dari dua dasawarsa sebelum saya dilahirkan. Berbincang dengan orang yang faham, ya mungkin dengan Dosen Pancasila, hohoho saya jadi tertawa mengingatnya. Alasan tertawanya, semua orang yang pokoknya pernah jadi mahasiwa jurusan ilmu Hubungan International di Moehammadijah Universiteit Djokdjakarta pastilah tahu alasan tertawa saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka cara yang tersedia bagi saya adalah dengan melihat dan membaca dokumen tentang Pancasila. Boleh saja anda sekalian menyebut saya bookish, textbook, dll. Tetapi fakta yang saya alami; waktu pertama kali saya dilahirkan di dunia ini, tepatnya di Kota Baru Yogyakarta, saya tidak mengenal ini dan itu, termasuk Pancasila. Apa ini? Apa itu? Kuwi jenengé Panci. Waktu saya dilahirkan di Kota Baru, saya tidak tahu Pancasila, pas aku mbrojol neng Kota Baru, aku ora ngerti Pancasila, toen ik geboren was, ik wist niet percist de Pantjasila, when I was born, I didn’t know Pancasila, quand je suis né, j’ai rien compris le Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk tidak mungkin langsung kenal Islam, Imperialisme, Nasionalisme, sejarah, tidak paham bahasa Jawa, Indonesia, Belanda, Inggris, Perancis, dan lain-lain sebaginya. Ra ono bledhèk ra ono udan, ra ono ijo ra ono abang, ngerti-ngerti uwis ngerti many things, c’est impossible! Ra mungkin! Sudah tentu saya perlu dididik, perlu diajari, perlu baca dokumen, majalah, buku, dan lain-lain. Dan misalnya saya dibilang bookish karena perlu buku, hal itu tidak masalah. Tetapi tetap pengetahuan yang paling penting didapat dari pengalaman, experience, en ja natuurlijk: school of life. Bien sûr merci beuacoup pour tout mes professeurs, à l’école, à l’université, mes prof d’anglais, et spécialiament pour mes prof de français ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen yang saya ingin kutip tentunya tulisan dari PYM Presiden Soekarno, yaitu Lahirnya Pancasila. Pidato-nya PYM Presinden Soekarno, Ir. Sukarno’s address at June 1, 1945, to the Dokuritzu Zyunbi Tyoo-sakai or Committee of Research of Efforts Towards Independence or Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Tetapi alangkah sayangnya, saya tidak punya yang versi Bahasa Indonesia , yang saya punya versi Inggris-nya, yaitu; The Birth of Pancasila, yang publisher-nya Directorate of Foreign Publications, Department of Information. Kalau tidak senang English, ada pernah saya dengar yang versi Belanda; Het ontstaan van de Pantjasila. Well, saya pakai yang English saja, agar saya tidak mindo gaweni, tidak perlu kerja dua kali dengan menerjemahkannya buat yang non-Nederlands spreken, pun saya tahu bahwa banyak orang yang bisa English, karena toch, jaman sekarang English sudah jadi banal, hal yang lumrah. Menurut saya, English adalah bahasa asing yang paling mudah di antara yang lain. Puaach apalagi kalau dibandingkan dengan Bahasa Farsi (Bahasa Persia) yang njlimet ora karuan, example; ‘sâlam chetori mersyi khubam’, English lebih gampang. Tetap English yang paling gampang jika dimulai dari nol, maksudnya tidak mempunyai latar bahasa yang lain kecuali bahasa ibu dan bahasa nasional. Beda cerita misalnya dengan orang yang pernah hidup di Jepang, tentu Bahasa Jepang jadi yang paling gampang, yang pernah hidup di Perancis, tentu la langue française jadi yang paling gampang, atau orang yang dibesarkan dalam suasana Bahasa Belanda, tentu nederlands taal jadi yang paling gampang; contohnya PYM Presiden Soekarno yang saya kira lebih mahir Nederlands-nya daripada English-nya maupun Français-nya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paduka Yang Mulia, Presiden Soekarno, Mandataris MPRS, Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, Pemimpin Besar Revolusi, the Main Bearer of the Message of the Suffering of the Indonesian People, mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…The national state is only Indonesia in its entirety, which existed in the time of Sriwidjaja and Madjapahit, and which now, too, we must set up together. Therefore, if you, gentlemen, accept this, let take us the first basis of our state: Indonesian Nationalism. Indonesian Nationalism is the fullest sense. Neither Javanese Nationalism, nor Sumatran nationalism, nor the nationalism of Borneo, or of Sulawesi, Bali, or any other, but Indonesian nationalism, all of them together, which becomes the basis of national state.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…It is precisely this which is my second principle. This is the philosophical principle which I propose to you, gentlemen, which I may call Internationalism. But I when I say Internationalism, I do not mean cosmopolitanism, which does not want the existence of nationalism, which says there is no Indonesia, there is no Japan, there is no Burma, there is no England, there is no America, and so on. Internationalism cannot flourish if it is not rooted in the soil of nationalism. Nationalism cannot flourish if it does not grow in the flower-garden of internationalism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…what is the third principle? That principle is the principle of mufakat, unanimity, the principle of perwakilan, representation, the principle of permusjawaratan, deliberation amongst representatives. The Indonesian state shall not be a state for on individual, shall not be a state for a group, although it be a group of the wealthy. But we shall set up a state “all for all”, “one for all, all for one”. I am convinced that an absolute condition for the strength of Indonesian state is “permusjawaratan perwakilan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…I will now propose principle number 4. During these three days I have not heard of this principle yet, the principle of well being. The principle; there shall no be poverty in Indonesia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The people of Indonesia have long spoken of this matter (politico-economic democracy which is capable of bringing in social prosperity). What is meant by “Ratu Adil” (Heru Cokro/Erucakra/ Si Tanjung Putih)?? What is meant by the idea of Ratu Adil is social justice… therefore, if we truly understand, remember and love the people of social justice, let us accept this principle of social justice, that is, not only political equality, but we must create equality in the economic field too, which means the best possible well-being.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What is the fifth principle? I have already brought forward four: (1) Indonesian nationalism (2) Internationalism, or perikemanusiaan (3) Mufakat, or democracy (4) Social well-being&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The fifth principle should be:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To build Indonesia Merdeka in awe of the One, Supreme God!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The principle of Belief in God! Not only should the Indonesian people believe in God, but every Indonesian should believe in his own God. The Christian should worship God according to the teaching of Jesus Christ, Moslems according to the Prophet Muhammad, Buddhist should perform their ceremonies in accordance with the books they have. But let us all believe in God. The Indonesian state shall be a state where every person can worship his God as he likes. The whole of people should worship God in a cultured way, that is, without religious egoism. And the state of Indonesia should be a state which has belief in God!..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah kata PYM Presiden Soekarno, ok lah saya terjemahkan secara singkat, siapa tahu ada yang tidak suka English. Bahwa Indonesia didasarkan atas lima asas: (1) Kebangsaan (2) internasionalisme, atau perikemanusiaan (3) demokrasi, dalam arti mufakat (4) keadilan sosial dan (5) keperceyaan pada Tuhan Yang Maha Esa. Hidup Soekarno!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kemudian lima prinsip itu dinamai Pancasila. As you know, the formulation of Panca Sila in the 1945 Constitution runs as follows: that our State is based upon: (1) Belief in the One God (2) Justice and Civilized Humanity (3) The Unity of Indonesia (4) Democracy which is guided by the inner wisdom in the unanimity arising out of deliberation amongst representatives (5) Social Justice for the whole of the People of Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya berdasarkan pidato PYM Presiden Soekarno ini, saya mulai mengerti Pancasila, yo sithik-sithik ngerti Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang tinggal NDK. Caranya yang paling mudah, tinggal baca saja manifesto. Kalau waktu pelatihan atau diskusi, well, materinya sudah banyak yang lupa. Ndhisik ora ngerti, saiki opo menéh! Dulu tidak tahu, sekarang apalagi! Uwis lali, Bablas kabéh disruduk Wedhus gembhélè Merapi, uwis kéli kèntheir kabeh pas banjir Kali Codé. Sudah lupa, ditanduk Kambing Gimbal/Awan Panas-nya Merapi, hanyut terseret banjir lahir dingin Sungai Code.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ik nu citeer het manifest van FPPI, lalu sekarang saya kutip manifesto-nya FPPI. Untuk minimalnya, sedikit mengerti NDK, to know what NDK is. Inilah kutipan-nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masyarakat memiliki lokalitas dalam arti ia berada dalam identitas yang saling berbeda; plural dalam pengertian horisontal —–gender, suku, ras—– maupun vertikal —–akses ekonomi dan politik—–. Nasionalitas menunjuk pada karakter umum kekuasaan mulai dari situasi kekuasaan, proyeksi, cita-cita bersama yang hendak dituju, sampai pada kendali kekuasaan —–dari the rulling class sampai the rulling system—–. Selanjutnya, globalitas masyarakat adalah ruang di mana perdebatan —–dialektika—– paradigmatik menyangkut emansipasi kemanusiaan berlangsung antar berbagai pandangan, keyakinan, ideologi, dan sistem kebudayaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokalitas-nasionalitas-globalitas adalah aras di mana tindakan dilakukan dan pemikiran dikembangkan melalui spektrum fundamental sosial, politik, dan ekonomi masyarakat. Kalau ditarik langsung dalam kontek pembicaraan kita saat ini, cara pandang kritis dan tindakan transformatif senantiasa merupakan proses membangun relasi yang utuh antara geo-sosial-ekonomi-politik dan cara pandang kemanusiaan, bisa jadi berupa ideologi, yang membebaskan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then, tentu ini adalah pandangan si penulis, yo wis penulis end friends lah, yang menurut pandangan pribadi saya, pada pokok-nya memberikan keterangan tentang lokalitas, nasionalitas, dan globalitas. Dan menurut saya pribadi, belum lah menjelaskan pernyataan-pernyataan yang tadi sudah saya kutip dari tulisan saudara Malma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan kedua dari Manifesto;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tarikan praksis dari obyektivitas sejarah, local atau indigenous knowledge, adalah pengalaman-pemahaman otentik berhadapan dengan penindasan memperjuangkan pembebasan. Makna otentik pengalaman-pemahaman di sini dimaksudkan sebagai pengalaman-pemahaman langsung; pengetahuan rakyat tentang penindasan dan cara-cara rakyat berjuang. Cita-cita perjuangan nasional demokrasi kerakyatan adalah memenangkan pengalaman-pemahaman rakyat atas lokalitas-nasionalitas-globalitasnya di atas dasar kedaulatan rakyat atas kekuatan produktif ekonomi politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bangsa yang sejak awal perkembangannya menjadi seteru bagi kaum kolonialis-imperialis, SEJARAH MATERIALISME kita menuntut dikembalikannya martabat kemanusiaan dari keadaan proletar negara saat ini atas borjuasi trans-nasional negara kapitalis. Ini berarti kita harus lebih banyak mengumpulkan tenaga-tenaga perubahan, dengan meletakan spiritualitas pergerakan secara domestik-global dalam dua hal mendasar. Pertama, dibutuhkan sikap politik sebagai respon atas keberadaan negara dan Kapitalisme sebagai penyebab proletariatisasi (pemiskinan) rakyat. Kedua sikap sejarah sebagai respon atas proses penghisapan (akumulasi modal) melalui komersialisasi kolonialisme, hingga kapitalisme internasional dengan hegemoni-dominasi struktur, pasar dan teknologi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, ok lah, d’accord, akuur. Toch kalau “Cita-cita perjuangan nasional demokrasi kerakyatan adalah memenangkan pengalaman-pemahaman rakyat atas lokalitas-nasionalitas-globalitasnya di atas dasar kedaulatan rakyat atas kekuatan produktif ekonomi politik sebagai bangsa yang sejak awal perkembangannya menjadi seteru bagi kaum kolonialis-imperialis, SEJARAH MATERIALISME kita menuntut dikembalikannya martabat kemanusiaan dari keadaan proletar negara saat ini atas borjuasi trans-nasional negara kapitalis”.., orang terdahulu, orang yang hidup zaman ini, tentu punya pikiran yang sama, entah itu, Nasionalis, Marxist, jauh-jauh sebelum manifesto ini ditulis mereka juga sudah berseteru dengan kapitalisme, kolonialisme, imperialisme. Lihat saja dokumen sejarah, karya PYM Presiden Soekarno, Tan Malaka, D.N. Indonesia, dll. Toch ini kan juga sudah ada gagasan Indonesië voor Indonesiër, Indonesia untuk orang Indonesia yang sudah ada dari dulu. Orang Marxis, nasionalis, orang Islam pada zaman dahulu pun sudah tahu bahwa Kapitalisme adalah penyebab proletarisasi rakyat, terutama sekali yang disebut pertama. Lihat saja Das Kapital-nya toean Karl Marx . Iya toch? Misalnya, Misbach, Partai Komunis Indonesia, Partai National Indonesia. Kalau “kedaulatan rakyat atas kekuatan produktif ekonomi politik”, PYM Presiden Soekarno juga sudah bilang, lihat saja Di Bawah Bendera Revolusi, judul tulisannya ‘demokrasi politik dan demokrasi ekonomi’ dan ‘sekali lagi tentang sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan ketiga:&lt;br /&gt;Tugas Nasional Perjuangan Pemuda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita nasional kita, bukan untuk dibandingkan dengan cita-cita nasional Soekarno dan kawan-kawan sezaman, lahir dari dan untuk Perjuangan Semesta mengukuhkan kuasa rakyat atas alat produksi, sistem pemerintahan, dan ilmu pengetahuan. Lahir dan didorong oleh kemestian menegoisasikan kembali bangunan sejarah yang sejak awal diwataki oleh hukum-hukum penindasan, perjuangan nasional adalah tindakan permanen memperjuangkan martabat ekonomi politik rakyat di atas dasar kemandirian sejarahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan; (apa yang pernah dilakukan Soekarno dan kawan-kawan, apa yang sedang dan hendak kita lakukan) itulah yang (akan) membedakan setiap periode perjuangan! PEMBEOAN-PERGERAKAN MUSTAHIL TERJADI SELAMA KITA MASIH PERCAYA BAHWA IA, PERGERAKAN ITU, HANYA BISA DIBANGUN SEBAGAI ARGUMENTASI PEMBEBASAN DENGAN DAN MELALUI TINDAKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengorganisir liatnya mental yang terbentuk dari pengalaman ekonomi politik selama berada di bawah kolong ketertindasan, dan mengarahkannya sampai derajat yang memungkinkan rakyat menemukan titik ideologis dari fikiran-fikirannya; kesadaran pokok dari pengalaman-pengalamannya, merupakan tugas kebudayaan perjuangan pemuda Indonesia dalam memulihkan martabat sejarah rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembudayaan secara revolusioner siasat rakyat mempertahankan hidup di bawah penindasan yang paling maksimal sekalipun, akan mengantarkan Rakyat Indonesia pada kesadaran dan tindakan yang lebih utuh dalam memaknai perjuangan. Proses sejarah rakyat mensiasati penindasan harus dihubungkan dengan proses mempersiapkan pembebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lapangan ekonomi politik, perjuangan nasional pemuda haruslah menjadi benteng ekonomi politik rakyat, dari praktek LEMPAR BATU AMBIL EMASNYA kapitalisme internasional c.q. borjuasi nasional yang memiskinkan alam dan membodohkan manusia Indonesia.&lt;br /&gt;Tugas Demokratik Perjuangan Pemuda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi adalah sebuah model berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Demokrasi di sini bukan diartikan dalam konteks liberalisasi melainkan kritisisme di tingkatan massa. Demokrasi, demokratisasi dan perjuangan demokratik bukanlah semata-mata kemunculan banyak partai dan kebebasan vulgar liberalisme, akan tetapi sebuah sikap dan perbuatan yang mana kepentingan rakyat bisa terlaksanakan dan struktur penindasan terkuburkan oleh elemen-elemen politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi yang lain, demokrasi tidak meletakan rakyat hanya sebagai penonton dalam panggung berbangsa dan bernegara, melainkan munculnya kritisisme massa yang telah sekian lama dininabobokan kehendaknya, dikhianati dan dimanipulasi kesadarannya. Bagaimana demokrasi harus di pahami, tentu sangatlah bergantung dengan kepentingan rakyat yang terjalin lewat logika ekonomistis sebagai turunan dari moda produksi yang dimungkinkan dalam sebuah formasi sosial. Formasi sosial yang terdifferiansi dalam struktur dan fungsi, serta eksternal faktor lainnya (sistem religi), di sinilah masyarakat dalam pengertian struktur kelas dan nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi menjamin perjuangan kelas tertindas dan merumuskan tuntutannya melalui organisasi-organisasi yang basis konstituennya jelas, dan terintegrasi secara vertikal. Dari kehadiran organisasi-organisasi tersebut, terbentuklah formasi politik yang menjamin kelangsungan proses ekonomi-politik dalam sistem negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di bandingkan dengan realitetnya, sungguh berbeda apa yang kita bicarakan dengan apa yang kita lihat secara inderawi. Demokrasi bagi kita, saat ini, adalah kebebasan pendapat, dengan basic organisasi yang tidak nyata dalam pengertian massa maupun gagasan ekonomistisnya. Kekacauan praktek politik Indonesia terakhir dimulai dari tidak jelasnya batasan antara formasi sosial dan formasi politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini artinya, tugas demokratik perjuangan pemuda adalah menciptakan formasi sosial yang sehat lewat penguatan basis produktif berdasar perkembangan mode produksi kapital yang berlangsung dalam masyarakat. Ideologisasi dalam artian penyadaran atas fakta-fakta penindasan, haruslah menjadi kurikulum proses pendidikan massa-sektoral. Disinilah tugas awal kita, sebuah upaya mempersepsikan masyarakat kedalam organisasi-organisasi perjuangan. Jika ini berlangsung secara permanen dan konsisten maka ia akan merumuskan dengan sendirinya formasi politik sebagai manifestasi dari upaya mempersepsikan kekuasaan.&lt;br /&gt;Tugas Kerakyatan Perjuangan Pemuda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerakyatan adalah orientasi bagi masyarakat dan pemerintahan yang demokratis. Dalam perspektif masyarakat sipil, kerakyatan diartikan bagaimana mendorong kritisisme rakyat terhadap mode produksi dan negara serta rakyat mampu memberdayakan dirinya secara pengetahuan, ekonomi dan politik, sehingga mampu mendorong negara untuk menjadi revolusioner. Sedangkan dalam perspektif masyarakat politik, kerakyatan adalah bagaimana kemampuan negara, partai politik, parlemen dan birokrasi untuk selalu menyerap artikulasi dari grass root bukannya sekedar menjadi alat dari borjuasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat, kerakyatan, tentu saja sebuah subyek-subyek sadar yang memiliki sikap atas berbagai bentuk penindasan yang dialaminya. Penindasan obyektif adalah tatkala sumber dan alat produksi dirampas oleh negara maupun kapital. Indonesia sebagai pengertian tanah dan air sebagai basis produksi, mensiratkan modus penindasan pada perampasan hak milik tanah dari para petani-penggarap, hingga karenanya ia disebut kaum kromo, kaum proletar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan pabrik-pabrik akibat proses industrialisasi, mensaratkan keadaan buruh kita pada kondisi minimum. Hal ini bisa diterangkan sebagai akibat bentukan industri kita yang dibangun dengan murahnya tenaga kerja. Relokasi industri dari negara maju. Upah minimum regional membuktikan tingkat kesejahteraan buruh di luar prioritas pembangunan ekonomi. Sistem upah tidah didasarkan pada kebutuhan primer sekunder buruh tetapi dari sisa atas banyaknya nilai lebih yang dicuri kapitalis yang dirente oleh birokrasi dan militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan kerakyatan adalah mengembalikan apa yang menjadi hak dari buruh dan petani kita. Yang kita maksud dengan hak adalah kemampuan petani untuk berproduksi kembali melalui kepemilikan tanah produktif oleh petani menggantikan kepemilikan tunggal oleh perusahaan-perusahaan perkebunan besar. Bagi buruh, tidak ada jalan lain kecuali memaksa sang kapitalis untuk merubah manajerial pabrik dengan kesejahteraan buruh sebagai dasar hubungan produksi yang saling menguntungkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kataku tetap tidak menjelaskan tentang NDK sebagai pernyataan konstektual menyangkut Pancasila. Seingatku dulu, dan semoga memang benar, karena saya percaya dengan ingatan saya. Toch ada yang lebih tua dari saya, baik biologis maupun angkatan, mengatakan, pancasila itu kan cuma sekedar kompromi lah, campur-campuran lah, sampai melebar ke hubungan industrial Pancasila. Lalu sekarang NDK dikatakan sebagai pernyataan konstektual menyangkut Pancasila. Apakah NDK=Pancasila? Misalnya, contoh lain; Konstektualisasi ayat Injil, tetap saja; konstektualisasi ayat Injil=Injil. Tetap saja injil, tidak mungkin jadi Al-Qur’an, tidak mungkin jadi Bhagavad Gita. Nek iso, mesti yo mekso banget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga tidak menjawab pertanyaan saya yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung-bung, kangmas-kangmas, mbakyu-mbakyu, adik-adik , kalau kataku, kutipan manifesto di atas, tidak perlu saya citeer yang lain, saya katakan lagi, orang-orang nationalist, Marxist, baik jaman dulu maupun jaman sekarang, mereka tentulah sudah pernah memikirkan ini, soal permasalan-permasalahan di Indonesia, hak buruh-petani, kedaulatan rakyat, pemaknaan demokrasi, perjuangan pemuda untuk martabat dan kejayaan nasional, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, yang saya tangkap, ini adalah Nasionalisme, kemudian terdapat perkataan yang dulu sudah pernah dikatakan orang. Lalu kemudian, dipilah mana yang harus dimasukkan ke tugas nasional, tugas demokrasi, dan tugas kerakyatan. Iya toch? Kalau pendapat saya salah, benarkanlah saya lewat penjelasan anda sekalian, lewat tulisan anda sekalian. Yang lebih tua, yang sebaya, yang lebih muda dari saya, dipersilahkan. Kalau saya salah, benarkanlah saudara kalian ini. Tapi tentunya jelaskan dulu ketidakfahaman saya tentang beberapa hal yang terdapat di tulisan National Democratic Proletariat, karena itu yang penting. Dan anda pun boleh berkata: ah dasar bookish hehehe, dasar textbook hehehe dasar Marxist Orthodox hehehe dasar chauvinist hehehe dan lain-lain, asal jangan sebut saya sebagai claim-er atau tukang meng-claim pendapat orang, lalu saya katakan itu pendapat saya orisinil dan menyejarah hahaha. Serta juga; semua berhak untuk tidak menjawab, tidak menghiraukan pertanyaan saya, karena anda juga berhak mengatakan ‘bukan saatnya lagi ideology, saatnya kerja’ hehehe ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, jika saudara-saudara sekalian menjawab tulisan saya melalui sebuah tulisan, maka Insya Allah itu akan menambah dokumentasi NDK itu sendiri, dan tidak hanya memberi penjelasan kepada saya, tetapi juga memberi penjelasan bagi saudara-saudara yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, marilah kita berdoa kepada Tuhan YME agar yang benar jelas kebenarannya, yang salah jelas kesalahannya. Semoga Tuhan YME memberikan berkat, rahmat, kesejahteraan, kejayaan, kemulian kepada seluruh rakyat Indonesia, dan selalu bersama perjuangan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3014574603019793735-1940762408014868855?l=revolusionermoeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/feeds/1940762408014868855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3014574603019793735&amp;postID=1940762408014868855' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/1940762408014868855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3014574603019793735/posts/default/1940762408014868855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revolusionermoeda.blogspot.com/2011/01/saya-bertanya-ndk.html' title='Saya Bertanya NDK'/><author><name>revolusioner moeda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00543820720821383524</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yC5R_xpzTOI/S2Ze70rIJWI/AAAAAAAAABk/IIHHInZ8R24/S220/s1388327975_30167781_1268973.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3014574603019793735.post-2068219778706350505</id><published>2011-01-15T22:37:00.000-08:00</published><updated>2011-01-15T22:38:13.039-08:00</updated><title type='text'>Theoritische Basis Van Imperialisme</title><content type='html'>“Dedicated to My Big Love”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Theoritische Basis Van Imperialisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap aksi massa yang heroic and romantic (dalam setiap perjuangan yang herois, selalu ada cerita cinta yang romantis), dalam setiap massa actie yang telah jalani bersama, tatkala kita sedang memperjuangkan Kemerdekaan Nasional, tatkala kita sedang membela Tanah Air tercinta, sering terdengar kata-kata Kolonialisme dan Imperialisme. Malahan kita telah mengkutuk Kolonialisme dan Imperialisme, Malahan kita bersumpah Kolonialisme-Imperialisme pasti kita Ganyang! Kita tidak sudi hidup di bawah bayang-bayang Kolonialisme-Imperialisme! Kita pilih mati daripada ditindas oleh Kolonialisme-Imperialisme! Lebih baik berputih tulang daripada hidup berkalang noda dan bercermin bangkai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, ya pada waktu ini ,kita perlu mengartikan imperialisme. Kita perlu mengerti sifat dan hakikatnya Imperialisme itu. Kita selidiki imperialisme! Lalu kita hancurkan sama sekali imperialisme itu! Lalu kita buat Imperialisme babak bundas! Rawe Rawe Rantas Malang Malang Putung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah awalnya, kita selidiki dulu asal-usul kata imperialisme. Perkataan imperialisme berasal dari kata Latin “imperare” yang artinya “memerintah”. Hak untuk memerintah (imperare) disebut “imperium”. Orang yang diberi hak itu (diberi imperium) disebut “imperator”. Yang lazimnya diberi imperium itu ialah raja, dan karena itu lambat-laun raja disebut imperator dan kerajaannya (ialah daerah dimana imperiumnya berlaku) disebut imperium. Pada zaman dahulu kebesaran seorang raja diukur menurut luas daerahnya, maka raja suatu negara ingin selalu memperluas kerajaannya dengan merebut negara-negara lain. Tindakan raja inilah yang disebut imperialisme oleh orang-orang sekarang, dan kemudian ditambah dengan pengertian-pengertian yang kita kenal sekarang. Kata Imperialisme muncul pertama kali di Inggris pada akhir abad XIX. Disraeli, perdana menteri Inggris, ketika itu menjelmakan politik yang ditujukan pada perluasan kerajaan Inggris hingga suatu “impire” yang meliputi seluruh dunia. Politik Disraeli ini mendapat opisisi yang kuat. Golongan oposisi takut kalau-kalau politik Disraeli itu akan menimbulkan krisis-krisis internasional. Karena itu mereka menghendaki pemusatan perhatian pemerintah pada pembangunan dalam negeri dari pada berkecipuhan dalam sola-soal luar negeri. Golongan oposisi ini disebut golongan “Little England” dan golongan Disraeli (Joseph Chamberlain, Cecil Rhodes) disebut golongan “Empire” atau golongan “Imperialisme”. Timbulnya perkataan imperialis atau imperialisme, mula-mula hanya untuk membeda-bedakan golangan Disraeli dari golongan oposisinya, kemudian mendapat isi lain hingga mengandung arti seperti yang kita kenal sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menselidiki asal-usul kata imperialisme, kita perlu mengupas, kita harus onceki, kita perlu odal-adil imperialisme secara teoritis. Wat is imperialisme theori? Weten jullie theoritische basis van imperialisme? Ik denk dat jullie het imperialisme weten. Imperialisme is veel bekend! Imperialisme is het proces waarbij landen hun macht in andere delen van de wereld uit willen breiden door gebieden te veroveren en te beheersen. Ik vind het imperliasme VERVELEND, ik haat imperialisme! Godverdomme het imperialisme!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah gerangan Imperialisme Kurawa itu? Apakah sifat dan hakiki Imperialisme itu? Untuk mengetahuinya, sudah barang tentu kita perlu theoritische basis, perlu landasan teoritis. Paduka Yang Mulia Presiden Soekarno Pemimpin Besar Revolusi dalam Pleidooi-nya mengatakan bahwa Imperialisme adalah suatu nafsu, suatu sistem menguasai atau mempengaruhi ekonomi bangsa lain atau negara lain, suatu stelsel overheersen atau beheersen ekonomi negara bangsa lain. Suatu sistem merajai atau mengendalikan ekonomi negara bangsa lain. Imperialisme adalah suatu economische gedetermineerde noodwen digheid, suatu keharusan yang ditentukan oleh tinggi-rendahnya ekonomi suatu pergaulan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modern imperliasme-imperialisme modern (jangan mau dibuat pusing dengan permainan kata, misalnya apa bedanya ‘modern imperialisme’ dengan ‘imperialisme modern’, bedanya ‘massa aksi’ dengan ‘aksi massa’, bedanya ‘sejarah teori’ dan ‘teori sejarah’! Malahan, andaikata saya yang ditanya apa bedanya massa aksi dan aksi massa, justru saya yang akan balik bertanya: bisa bahasa Belanda? Kowé iso boso Londo opo ora? Spreek je nederlands? Est-ce que tu parles néerlandais? Do you speak Dutch? Ya, harus mengerti dulu tata bahasa Belanda, apalagi kalau si penanya mengacu pada buku massa actie-nya Tan Malaka. Tapi saya yakin, tidak ada orang tolol yang akan mengajukan stupid question-pertanyaan bodoh semacam itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imperialisme yang kini merajalela di seluruh dunia, dan yang kita musuhi itu—imperialism modern itu adalah anak kapitalisme modern. Dalam buku ‘Gedenkschriften III’, Pieter Jelles Troelstra mengatakan, saya kutip dulu dalam bahasa Belanda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ik versta onder imperialism dit verschijnsel, dat het grootendels onder de macht der banken staande grootkapital van een bepaald tan. De buitenlandsche politiek van dat land aan zijn belangen weet dientsbaar te maken. De snelle economische ontwikkeling van de 19e eeuw bracht met zich een verbitterde concurentie op agrarisch en industrieel gebied. Dat aan het einde van die eeuw de protectie snel veld won, was een van de gevolgen. De moderne groot-industrie was strek opgevoerd doch de afzetmogelijkheden in het eigen land waren beperkt en de noodzakelijkheidbestond, afzetgebieden buiten de grenzen to vinden. Door eenerzijds op de beschermde binnenlandsche markt de prijzen op te voeren, anderzijds op de buiten-landsche markten de dumping taktiek toe te passen, trachtte de groot-industrie in de moeillijkheid tasten. Deze ‘agresieve protectei’ bracht op zichzelf reeds grootere spanning in de international verhoud-ingen teweeg. Daarnaast stond de snelle ontwikkeling der groote banken die over steeds grooter kapitalen bes-chikten, waarvoor bij de binnenlandsche industrie en handel niet voldoende plaatsing was te vinden. Hieruit vloeide voorts kapitaal export, die zick in het bijzonder naar economish-achterlijke, kapitaalarme landen richtte. Deze kapitaaluitvoer geschiedt niet allen in den vorm van geld Machines worden door de kapitaal-uit-voerende mogendheden verschalt, fabrieken gebouwd, spoorwegenen havens aangelegd, enz. In vele gevallen is het voor de kapitaalbeleggers voordeeliger hun geld te exploiteeren in ondernemingen in economisch-achterlijke landen, waar de wekkrachten good-koop zijn, en de winst niet door arbeids-wetgeving e.d. wordt berperkt”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia-nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang saya artikan dengan Imperialisme ialah kejadian, bahwa kapital-besar suatu negara/negeri yang sebagian besar dikuasai bank-bank, mempergunakan politik luar negeri dari negeri itu untuk kepentingan sendiri. Perkembangan ekonomi yang cepat dalam abad ke-19, menimbulkan persaingan hebat di lapangan pertanian dan industri. Salah satu akibat persaingan ini, ialah pada penghabisan abad itu, politik proteksi (melindungi negara sendiri) dengan cepat menjadi pegangan. Lahirlah industri besar yang modern, tenaga produksi itu sangat diperbesar, tapi kemungkinan-kemungkinan untuk memasarkan/menjualkan di negri sendiri terbatas dan timbullah keharusan mencari pasar di luar batas negri sendiri. Cara industri besar mengatur kesulitan (ekonomi) ini dengan tidak mengurangi untungnya ialah: meninggikan harga pasar di dalam negeri yang dilindungi dan menjalankan taktik dumping di luar negeri (menjual barang-barang dengan harga yang lebih murah dari harga biasa). Politik ‘perlindungan yang agresif’ ini saja sudah menambah panas hubungan internasional. Di samping itu dengan cepat bertambah subur bank-bank yang besar, kapitalnya tambah besar, industri dan perdagangan dalam negeri tidak cukup lagi untuk menanamkan kapital itu. Akibatnya mengalirlah, kapital itu keluar dengan istimewa ke negri-negri yang belum maju ekonominya dan miskin akan modal. Aliran kapital besar ini tidak hanya berupa uang saja. Negri-negri yang mengeluarkan kapital itu juga mengrimkan mesin-mesin, mendirikan pabrik-pabrik, membikin jalan-jalan kereta api dan pelaubahan-pelabuhan dan lain-lain. Dalam banyak hal lagi penanam modal lebih menguntungkan memasukkan uangnya dalam ordeneming-ordeneming di negri-negri yang terbelakang ekonominya, di mana tenaga buruh murah dan keuntungan tidak dibatasi oleh undang-undang perburuhan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah keterangan dari Pieter Jelles Troelstra. Troelstra punya keterangan untuk imperialisme, sangat dekat dengan Marxistische theoritici, teoritisi Marxist dalam memberikan keterangan untuk imperialisme. Salah satu jagoan Marxist; Rudolf Hilferding, ia menjelaskan Imperialisme dalam bukunya ‘Das Finanzkapital’, bahwa di dalam negri-negri yang kapitalismenya sudah matang, banyak sekali harta yang tertimbun-timbun di dalam bank-bank dan yang tidak bisa mendapatkan tempat kerja (lapangan kerja) di dalam negri itu sendiri. Kapital yang menganggur ini, kapital yang lebih ini, surpluskapitaal ini, makin lama makin accumuleren saja, makin tertimbun saja, dan harus dicarikan lapangan kerja di luar negri, kalau kapitalisme tidak ingin verstikking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“De verbinding der banken met de industrie heeft tot gevolg dat deze aan de levering van geldkapitaal de voorwaarde vastknoopt, dat dit geldkapitaal zal dienen om haar (nl. Indsutrie) werk te verschaffen. Dit doel is te breiken door dit kapitaal te doen dieneren om in andere, in ontwikelling nog achterlijke landen, grondstoffen te produceren, die dan naar het industrieland worden geexporteerd. In dat vreemde land veroorzakt dit kapitaal dan een snelle economische ontbinding van de op de oude productenhuishouding berustende verhouding; de uitbrieding van de prodcutie voor de markt, en daarmede de vermeerdering van die producten die uitgevoerd worden en daardoor weer kunnen om de rente op te brengen van nieuwe ingevoerd kapitaal. Betekende het ontsluitten van koloniën en nieuwe markten vroeger voor alles de verkrijging van nieuwe verbruiksartikelen, thans werp zich het nieuw beledge kapitaal hoofdzakelijk op bedrijfstakken, die grondstof voor de industrie leveren”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vladimir Ilyic Ulyanov Lenin, bersepakat dengan John A. Hobson yang mengatakan bahwa het imperialisme zijn oorsprong in een overproductie in de Europese landen, die door de onderconsumptie van de arbeidersklasse niet afgezet kon worden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mark V. Kauppi menceritakan; Vladimir Lenin combineerde Hobsons werk met de marxistische analyse van Rudolf Hilferding, die een toenemende monopolievorming waarnam in het Europese kapitalisme. Het gevolg daarvan was het ineenstorten van de binnenlandse markt, overproductie en economische stagnatie. Dan was het niet goed meer mogelijk om kapitaal zo te investeren dat het winst opbracht. Het overtollige kapitaal zocht een uitweg, en vond die overzee: daar waren nog genoeg mogelijkheden om kapitaal winstgevend te investeren, hier lagen nog ongeëxploiteerde markten open. Om nu hun afzet- en investeringsgebieden tegen de concurrentie van buurlanden te beschermen, besloten de Europeanen tot annexatie van koloniën. Lenin verwachtte een ineenstorting van het kapitalisme zodra het ook op wereldschaal de grenzen van haar kunnen had bereikt, en zag die zich voltrekken in de Eerste Wereldoorlog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lenin sendiri, dalam ia punya buku ‘Imperialism; the highest stage of capitalism’ menjelaskan bahwa Imperialisme mempunyai lima ciri ekonomi terpenting yaitu; (a) Konsentrasi produksi dan kapital telah berkembang pada tingkat yang sedemikian tingginya sehingga ia menciptakan monopoli-monopoli yang memainkan peranan menentukan dalam kehidupan ekonomi. (b) Perpaduan kapital Bank dengan Kapital Industri, dan penciptaan, di atas dasar capital finance ini, oligarchy finance. (c) Ekspor kapital (modal) bukan ekspor barang dagangan. (d) Pembentukan serikat-serikat kapitalis monopoli internasional yang membagi dunia di kalangan mereka sendiri. (e) Pembagian teritorial atas seluruh dunia di antara negara-negara kapitalis terbesar telah selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lenin, ciri pertama dan terpenting dari imperialisme adalah konsentrasi kekuatan produktif. Bukan hanya pemusatan kekuatan produktif dalam suatu cabang produksi, yakni perbesaran kapital yang dicurahkan dalam suatu perusahaan atau pabrik, melainkan penggabungan beberapa cabang produksi yang dibutuhkan dalam pembuatab suatu produk. Di zaman sekarang ini, bentuk yang pertama lebih dikenal dengan sebagai monopoli, kartel atau sindikasi. Sedang bentuk yang kedua adalah konglomerasi atau TNC/MNC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip Rudolf Hilferding, Lenin menyebutkan empat keuntungan yang diperoleh oleh sebuah konglomerasi dibandingkan dengan monopoli murni; (a) Menjamin adanya kestabilan profit, (b) meniadakan keharusan untuk saling berdagang antar berbagai cabang produksi, (c) memungkinkan diciptakannya teknologi-teknologi baru, (d) memperkuat posisi saing mereka terhadap monopoli murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri kedua yang diuraikan oleh Lenin adalah oligarki kapital. Lenin menjelaskan bagaimana perubahan peran bank, dari sekedar perantara pertukaran menjadi penentu perputaran modal, merupakan prasyarat bagi terbentuknya oligarki kapital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lenin, berubahnya peran bank ini dapat terjadi karena bank menjadi pusat terkumpulnya uang. Karena dibawah kapitalisme, uang merupakan sebuah komoditi super (supercomodity), tidaklah terlalu mengherankan jika para pemegangnya tumbuh menjadi kekuatan yang menentukan dalam kancah ekonomi-politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imperialisme adalah kapitalisme yang mengekspor kapitalnya keluar negeri untuk ditanam dan bereksploitasi di laur negeri itu. Imperialisme merupakan bentuk dan tingkat tertinggi dari kapitalisme serta sebagai batas perkembangannya yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara singkat, interprestasi Lenin dapat kita lihat sebagai berikut. Pertama, Lenin mengadopsi teori Hilferdering yang memperlihatkan bahwa kapitalisme pada gilirannya akan bermuara pada imperialisme. Atau imperialisme itu pada dasarnya adalah kapitalisme monopoli. Yaitu Kapitalisme yang sejak permulaan Abad 20, telah membuat monopoli-monopoli dan membagi pasar dunia serta menentukan pasar bebas. Menurut Lenin, pararel dengan kapitalisme monopoli ini, peranan bank semakin menonjol. Bank yang tadinya hanya memberiakan kredit kepada nasabahnya, lama kelamaan mengu
